7cloud.asia – Pada Selasa (5/3/2024) kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Kantor PDI Perjuangan dibanjiri karangan bunga.
Hingga Selasa petang ada lebih dari 20 karangan bunga tampak berjajar di depan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Pengirim karangan bunga untuk Megawati ini beragam. Ada yang berasal dari komunitas, persatuan alumni dan tidak sedikit yang mewakili masing-masing pribadi.
Menyimak ucapan yang tertulis, karangan bunga untuk Mgawati ini ternyata terkait dengan perkembangan politik terkini khususnya sepak terjang Presiden Jokowi di Pemilu 2024.
Karangan bunga ini dimaksudkan untuk mendorong dan menyemangati Megawati untuk terus menjadi benteng yang setia mengawal demokrasi dan cita-cita reformasi 98.
Baca: PDI Perjuangan pimpin perolehan suara Pileg
“Ayo Bu Mega. Lawan Penjahat Bansos dan Demokrasi,” demikian ucapan yang tertulis di karangan bunga kiriman Ronin Demokrasi
“Bersama Bu Mega Selamatkan Reformasi 98”, ucapan dari Alumni ITB Revolusioner
“Perjuangan Belum Selesai,” dari Gerakan Alumni UI for NKRI
“Mendukung Banteng Melawan Kecurangan TSM,” dari GU3PL
“Mendukung Bu Mega Mengembalikan Reformasi,” dari pengirim yang menamakan diri sebagai Kita Indonesia.
Inong, salah seorang pengirim karangan bunga untuk Megawati mengatakan karangan bunga ini sebagai bentuk dukungan dan penguatan kepada Megawati.
Baca: Pasangan Ganjar-Mahfud masih tunggu hasil penghitungan resmi KPU
Agar Megawati yang banyak menjadi sasaran kritik bisa kuat menghadapi pemojokan baik terhadap dirinya maupun kepada PDI Perjuangan yang dipimpinnya
“Kami ingin membersamai ibu Mega, agar tidak merasa sendirian menghadapi semua ini,” ujar Nong melalui sambung telepon kepada 7cloud.asia.
Nong mengaku tergerak mengirim bunga untuk Megawati karena prihatin dengan kondisi politik saat ini, khususnya dengan pelaksanaan Pemilu 2024 yang dinilainya tidak selaras dengan prinsip demokrasi.
Kami, ujarnya, mendorong Megawati dan PDI Perjuangan menjadi garda terdepan untuk melawan berbagai kecurangan yang terjadi.
Baca: Aktivis perempuan akan geruduk Istana untuk adili Jokowi karena telah merusak demokrasi
Secara pribadi ia mendorong agar PDI Perjuangan menjadi motor yang menggerakkan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024.
Dan, kalaupun nantinya hasil Pilpres 2024 tidak berubah, Nong mendorong PDI Perjuangan menjadi motor oposisi dan tidak bergabung dengan pemerintah yang baru nanti.
“Di bawah kepemimpinan Bu Mega, PDI Perjuangan terbukti bisa menjadi oposisi yang kuat dan ini dibutuhkan untuk demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Nong menambahkan,apa yang terjadi saat ini tidak bisa lepas dari perkembangan politik selama 9 tahun terakhir, yang bisa dikatakan tidak ada oposisi yang kuat sehingga tidak ada check and balance.
Akibatnya, presiden sebagai kepala pemerintahan bisa bertindak semau sendiri termasuk mengkhianati cita-cita reformasi.









