7cloud.asia – Para petani di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berhasil meramu sendiri semacam pupuk organik yang diberi nama Biosaka.
Pupuk organik Biosaka yang dikembangkan petani di Klaten ini terbukti dapat membuat tanaman padi tumbuh subur, tahan terhadap hama, dan mempercepat masa panen.
Karena besarnya manfaat pupuk organik biosaka, maka Tim Komisi IV DPR menyarakan agar penerapan pupuk organik Biosaka dapat direplikasi para petani di seluruh Indonesia.
Rombongan Komisi IV menilai pupuk organik Biosaka ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi kekeringan yang selama ini menjadi momok yang dihadapi petani.
Baca: Penjelasan mengapa pupuk kandang lebih baik untuk lingkungan
Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L Hamzah meminta, pihak terkait mendukung inovasi pupuk organik berupa Biosaka yang terbukti menyuburkan tanaman.
“Kita mendengar dari petani di Klaten yang menggunakan metode Biosaka ternyata hasilnya lebih maksimal, tahan terhadap hama dan panen lebih cepat, ini harus menjadi perhatian,” ungkap Sulaeman saat Kunjungan Kerja Spesifik ke daerah pertanian yang terdampak kekeringan akibat El Nino, Kamis (16/11/2023).
Sulaeman menjelaskan, Biosaka sangat mudah dan murah diproduksi. Biosaka dibuat dari bahan-bahan organik, seperti daun dan rerumputan yang diambil dari lahan yang akan di tamami dan dicampur air, kemudian diperas.
Baca: Biotron, inovasi BRIN untuk atasi kelangkaan pupuk kimia
Cairan hasil perasan inilah yang bisa diaplikasikan untuk tanaman perkebunan. Para petani di Klaten sudah mengaplikasikan Biosaka pada tanaman padinya dengan hasil maksimal.
“Hal ini menjadi perhatian kami dan harus dibicarakan dengan pemerintah agar ada regulasi dan supporting systemuntuk mendukung masyarakat dalam memanfaatkan Biosaka,” ujar Anggota DPR dapil Papua ini.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Nasdem ini mengatakan, Biosaka sendiri sebetulnya bukan pupuk atau pestisida, tapi elisitor yang mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida hingga 50 sampai 90 persen.
Baca: Pertanian besar-besaran jadi masalah serius bagi lingkungan
Biosaka juga terbukti meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan lebih subur. Tanaman padi di Klaten juga tak terpengaruh dengan iklim cuaca.
“Biosaka bukan produk pabrikan yang diproduksi secara massal. Tapi, masih diproduksi secara terbatas dan mandiri oleh para petani, c sini kementerian terkait harus segera melakukan riset agar dapat ditindaklanjuti ,” ungkapnya.
Dikutip dari laman kementan.go.id, Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Baca: alih fungsi lahan pertanian ancam produksi pangan
Biosaka mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50-90 persen. Biosaka terdiri dari suku kata Bio dan Saka.
Bio singkatan dari Biologi, dan Saka artinya dari. Jadi, Biosaka artinya adalah dari Alam Kembali ke Alam.
Inovasi ini dikembangkan petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam.
Dikembangkan dari artikel di Parlementaria









