Tag: palestina

  • Trump Berencana Relokasi 1 Juta Warga Palestina dari Gaza ke Libya

    Trump Berencana Relokasi 1 Juta Warga Palestina dari Gaza ke Libya

    7cloud.asia – Pejabat senior Presiden AS Donald Trump sedang menyusun rencana untuk merelokasi sekitar setengah dari populasi sekitar 2,2 juta orang Jalur Gaza yang terkepung ke Libya, menurut laporan yang diterbitkan pada Jumat (16/5/2025)

    Rencana tersebut akan memindahkan hingga satu juta warga Palestina ke negara Afrika Utara tersebut, lapor NBC News, mengutip lima sumber yang mengetahui rencana itu.

    Dua dari sumber tersebut mengatakan usulan tersebut telah berkembang cukup jauh hingga dibahas langsung dengan pimpinan Libya.

    AS telah menawarkan untuk mencairkan miliaran dolar dana Libya yang dibekukan jika negara itu setuju menampung warga Palestina yang mengungsi, kata tiga dari sumber itu.

    Mereka mengatakan pemerintah Israel telah mengikuti perkembangan pembicaraan tersebut dan menekankan bahwa belum ada kesepakatan final yang dicapai.

    Trump mengatakan pada Kamis bahwa AS seharusnya mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi “zona kebebasan.”

    “Saya punya konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus, jadikan itu zona kebebasan, biarkan Amerika Serikat terlibat dan jadikan itu zona kebebasan,” katanya kepada wartawan di Qatar sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab, tujuan terakhir dari kunjungannya di Teluk.

    “Buat zona kebebasan yang sesungguhnya, karena tampaknya Gaza, setiap waktu, setiap 10 tahun, selalu terjadi lagi, bahkan lebih dari itu. Sebenarnya terus berulang. Itu tidak pernah menyelesaikan masalah Gaza,” ucapnya.

    Trump mengatakan bahwa “jika itu diperlukan, saya pikir saya akan bangga jika Amerika Serikat memilikinya, mengambilnya, menjadikannya zona kebebasan.”

    “Biarkan hal-hal baik terjadi. Tempatkan orang-orang di rumah di mana mereka bisa merasa aman, dan Hamas harus ditangani,” tambahnya.

    Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Anadolu bahwa laporan tersebut “tidak benar.”

    Seorang mantan pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa jumlah warga Palestina yang bersedia secara sukarela meninggalkan Gaza masih belum pasti dan menyebutkan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan untuk menawarkan insentif finansial, termasuk tempat tinggal gratis dan tunjangan, agar mereka mau pindah.

    Kendati demikian, terdapat tantangan logistik dan keuangan yang besar terkait rencana tersebut. Libya tetap berada dalam kekacauan sejak 2011, ketika penguasa lama Muammar Gaddafi digulingkan setelah berkuasa selama empat dekade.

    Bentrokan bersenjata kembali meletus pekan ini di ibu kota Tripoli, tetapi gencatan senjata berhasil disepakati pada hari Rabu setelah dua hari pertempuran.

    Serangan dimulai pada hari Senin setelah kematian Abdel Ghani al-Kikli, mantan kepala Aparat Dukungan Stabilitas yang berafiliasi dengan Dewan Kepresidenan Libya.

    Sumber: Anadolu

  • Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa Kecam Agresi Israel ke Palestina

    Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa Kecam Agresi Israel ke Palestina

    7cloud.asia – Ribuan orang di berbagai kota besar di Eropa menggelar aksi besar-besaran pada 15 Mei untuk memperingati Hari Nakba — hari ketika lebih dari 700.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka usai berdirinya zionis Israel pada 1948.

    Aksi di Hari Nakba itu juga menjadi bentuk kecaman atas serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 silam.

    Aksi massa memperingati Hari Nakba antara lain berlangsung di Stockholm (Swedia), di mana ribuan orang memadati Lapangan Odenplan membawa bendera Palestina, foto anak-anak korban serangan, dan spanduk bertuliskan “Hentikan genosida rezim Zionis di Palestina.”

    Pawai masif memperingati Hari Nakba juga berlangsung di ibukota Inggris, London yang diikuti ratusan ribu orang berkumpul dan melakukan pawai menuju Downing Street.

    Mereka menuntut dihentikannya genosida Israel terhadap warga Jalur Gaza, bertepatan dengan peringatan 77 tahun Nakba.

    Baca: Negara-negara OKI serukan terwujudnya Negara Palestina merdeka

    Di Berlin (Jerman), ratusan orang juga berkumpul di Potsdamer Platz dengan membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan “Diam berarti ikut bersalah” serta “Kalian tidak bisa membunuh kami semua.”

    Di Amsterdam (Belanda), ratusan orang berkumpul di Lapangan Dam untuk menyuarakan penolakan terhadap kekerasan Israel dan memperingati tragedi Nakba.

    Mohammed Kotesh menegaskan bahwa genosida yang terjadi kini semakin parah, dan mendesak agar blokade Gaza dicabut agar bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan. Menurutnya, Gaza berada di ambang Nakba baru.

    Tiga jam aksi damai di Athena, Yunani, para peserta berbaris membawa bendera Palestina dan mengenakan keffiyeh, berjalan menuju Kedutaan Besar AS dan Israel.

    Ketua Asosiasi Muslim Yunani, Naim el-Ghandour, menyerukan agar diselenggarakan pertemuan global yang dipimpin Turki untuk mendorong perdamaian. Ia yakin tekanan internasional dapat menghentikan perang dan mengisolasi Israel secara diplomatik.

    Baca: Negara-negara Arab tolak rencana AS ambil alih Gaza

    Muhammed el-Batta, warga Gaza yang hadir dalam aksi, mengatakan bahwa kekerasan ini bukan perang, melainkan genosida yang telah berlangsung selama 80 tahun dan kini memasuki fase akhir.

    Ia menyebut kekerasan meningkat karena Israel berupaya mengosongkan Gaza dari warga Palestina.

    Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza dan telah menewaskan lebih dari 53.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya terhadap Jalur Gaza.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Korban Tewas di Jalur Gaza Terus Bertambah, Setidaknya 54.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

    Korban Tewas di Jalur Gaza Terus Bertambah, Setidaknya 54.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

    7cloud.asia – Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza telah melampaui 54.000 orang sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada Selasa (27/5/2025).

    Selama 24 jam terakhir, 79 warga Palestina tewas dan 163 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai daerah di Jalur Gaza, kata otoritas kesehatan dalam sebuah pernyataan pers.

    Data statistik tersebut tidak termasuk rumah sakit di Kegubernuran Gaza Utara karena sulitnya akses ke sana.

    Baca: Hamas sebut Israel sengaja ciptakan kelaparan di Gaza

    Otoritas itu mengindikasikan bahwa sejumlah korban tewas dan terluka masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur atau di jalan-jalan.

    Penembakan hingga kini masih berlangsung dan tidak adanya koridor yang aman terus menghalangi upaya kru ambulans dan pertahanan sipil.

    Sejak Israel melanjutkan kembali kampanye militernya yang kian intensif pada 18 Maret, sedikitnya 3.901 warga Palestina tewas dan 11.088 lainnya terluka.

    Sehingga jumlah keseluruhan warga Palestina yang tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 mencapai 54.056 orang, dengan total korban luka sebanyak 123.129 orang.

    Baca: Lebih dari 16 ribu anak tewas sejak Israel serang Gaza

    Jalur Gaza mengalami kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di tengah kondisi keamanan yang memburuk dan operasi militer yang masih berlangsung, yang menghambat upaya bantuan dan akses ke populasi yang terdampak.

    Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat pada Januari 2025.

    Namun, kesepakatan tersebut kandas dua bulan kemudian ketika operasi militer Israel kembali dilanjutkan di Jalur Gaza setelah tahap pertama kesepakatan itu berakhir dan kesepakatan tentang tahap kedua atau perpanjangannya tidak tercapai.

    Sumber: Xinhua/Antaranews

  • Hamas dan Israel Sepakati Gencatan Senjata di Jalur Gaza Selama 60 Hari

    Hamas dan Israel Sepakati Gencatan Senjata di Jalur Gaza Selama 60 Hari

    7cloud.asia – Kelompok perjuangan Palestina, Hamas dan Zionis Israel menyepakati gencatan senjata selama 60 hari ke depan di Jalur Gaza, lapor penyiar Al Arabiya yang mengutip berbagai sumber pada Kamis (29/5).

    Sebelumnya pada hari itu, Hamas mengatakan pihaknya telah menerima usulan baru gencatan senjata di Jalur Gaza dari Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff melalui mediator.

    Sementara itu penyiar Israel Kan, yang mengutip beberapa sumber, melansir bahwa Israel sepakat dengan usulan baru Witkoff.

    Namun Hamas keberatan dengan usulan tersebut lantaran tidak ada jaminan perang berakhir secara permanen dan penarikan penuh militer Israel dari wilayah kantong itu.

    Menurut laporan, Utusan Khusus Presiden Donald Trump itu sudah diberitahu bahwa kedua pihak setuju untuk melakukan gencatan senjata.

     

    Sumber: Antaranews/Sputinik-OANA

  • Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    7cloud.asia – Di tengah gelombang solidaritas masyarakat dunia terhadap Palestina, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyatakan, “ketika Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dan juga menjamin kedaulatan serta keamanan Negara Israel”.

    Kalimat ini sungguh rawan ditafsirkan orang sebagai justifikasi Indonesia terhadap upaya Israel melakukan pembersihan etis (ethnic cleansing) warga Palestina di Jalur Gaza.

    Padahal, situasi yang kian memanas di Palestina telah memunculkan berbagai gerakan solidaritas nonkekerasan di seluruh dunia.

    Salah satu langkah yang banyak ditempuh oleh orang-orang Indonesia adalah BDS atau Boycott, Divestment, Sanctions–boikot produk terafiliasi Israel demi memberi tekanan untuk menghentikan penjajahan terhadap rakyat Palestina.

    Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menunjukkan bahwa, dengan dukungan fatwa MUI, aksi boikot telah mengubah perilaku konsumsi warga Indonesia.

    Ini sekaligus menandakan bahwa aksi boikot bukan hanya berlandaskan agama, tetapi juga gerakan sosial ekonomi yang berdampak strategis.

    Baca: Gerakan boikot produk pro-Israel

    Sayangnya, meski teguh mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, pemerintah Indonesia tidak konsisten dalam menolak eksistensi Israel. Padahal, pemerintah bisa mengambil langkah konkret dan memfasilitasi warga dalam aksi damai seperti BDS.

    ‘Hubungan gelap’ Indonesia-Israel
    Sejak Orde Baru, Indonesia telah menjalin ‘hubungan gelap’ dengan Israel, khususnya dalam bidang militer. Salah satunya adalah pembelian 28 pesawat tempur Skyhawk dan 11 Bel-205 yang disertai dengan pelatihannya.

    Sejak 1983, warga Indonesia juga bisa masuk Israel dengan paspor sipil.

    Hubungan ekonomi Indonesia-Israel berlanjut hingga era Reformasi. BPS mencatat, selama 2014 – 2023, total nilai ekspor Indonesia – Israel mencapai sekitar 1,4 miliar dolar atau sekitar Rp 23 triliun).

    Nilai itu berpuluh kali lipat lebih besar dibandingkan nilai ekspor Indonesia – Palestina hanya sekitar 18,13 juta dolar (sekitar Rp294 miliar).

    Baca: Advokasi buah semangka rakyat Palestina

    Sementara total nilai impor kita dari Israel mencapai sekitar 533,32 juta dolar (Rp8,64 triliun)–sangat jauh dengan impor dari Palestina yang hanya sebesar 9,97 juta dolar (sekitar Rp162 miliar).

    Ironisnya, ketika ethnic cleansing berlanjut, ekspor tahunan Indonesia ke Israel meningkat 10,4 persen menjadi 182,97 juta dolar atau hampir Rp3 triliun pada 2024.

    Tren impor dari Israel ke Indonesia juga serupa: naik drastis dari 21,93 juta dolar (Rp355,4 miliar) menjadi 54,25 juta dolar (Rp879,18 miliar) pada periode yang sama.

    Selain itu, setidaknya terdapat 9 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memasarkan 18 produk dari brand terafiliasi Zionisme, belum termasuk berbagai merek dari perusahaan multinasional lainnya.

    Bentuk afiliasi ini bisa berupa hubungan investasi maupun kerja sama dengan perusahaan asal Israel, operasi pabrik di tanah-tanah yang dirampas, penggunaan produk untuk menggusur permukiman rakyat Palestina

    Termasuk juga terlibat dalam investasi di bidang perlengkapan militer yang dijual ke Israel.

    Baca: Deretan artis yang kena blokir gerakan Blockout2024

    Dengan kata lain, secara tidak langsung Indonesia berperan dalam memberi keuntungan terhadap Israel–yang bisa digunakan untuk melanggengkan penjajahan terhadap Palestina.

    Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Israel.

    Indonesia bisa menekankan economic statecraft—penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.

    Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan ‘bunuh diri’ ekonomi, memantik pengurangan produksi—menyebabkan PHK massal. Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.

    Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)

  • Menyerah kepada Iran, Israel Gencar Luncurkan Serangan ke Warga Gaza

    Menyerah kepada Iran, Israel Gencar Luncurkan Serangan ke Warga Gaza

    7cloud.asia – Ketika mata dunia tertuju ke konflik Iran dan Israel/AS, militer Israel tidak menghentikan serangan dan kekejamannyavdi Gaza

    Terbaru, setidaknya 100 warga Palestina tewas, termasuk banyak orang yang mencari bantuan makanan, sementara ratusan lainnya luka-luka akibat serangan Israel pada Rabu (25/6/2025) di Jalur Gaza, kata beberapa sumber medis.

    Antaranews.com melansir Anadolu, mengutip seorang sumber medis mengatakan bahwa 17 orang termasuk, dua anak-anak meninggal, dan beberapa lainnya luka-luka akibat dua serangan di lingkungan Shejaiya di timur Kota Gaza.

    Delapan orang tewas akibat tembakan Israel saat berupaya memperoleh bantuan kemanusiaan di daerah Netzarim di Gaza tengah, menurut kantor berita resmi Wafa, mengutip beberapa sumber medis.

    Tiga warga Palestina lainnya yang sedang menunggu bantuan juga tewas akibat tembakan tentara Israel di sebelah barat kota Rafah di Gaza selatan.

    Seorang sumber medis mengatakan bahwa tembakan tentara Israel menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya di pusat Kota Gaza.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri bantuan makanan

    Tentara Israel juga menewaskan sembilan warga Palestina, empat di antaranya adalah anak-anak, dan melukai lainnya dalam serangan udara yang menargetkan warga sipil dan sebuah rumah di Kota Gaza bagian barat, kata beberapa petugas medis.

    Lima orang lainnya, termasuk seorang ibu dan dua anaknya, tewas akibat penembakan Israel di sebuah rumah Palestina di barat laut Kota Gaza, menurut beberapa sumber medis.

    Tim penyelamat menemukan tiga jenazah warga Palestina dan menyelamatkan lima orang lainnya dari reruntuhan dua rumah di Jabalia Al-Nazla di Gaza utara setelah serangan udara Israel. Beberapa orang masih hilang di bawah reruntuhan.

    Sepuluh warga Palestina juga tewas dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap dua rumah di Deir al-Balah dan kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

    Baca: Resolusi Majelis Umum PBB soal gencatan senjata di Gaza

    Tim penyelamat menemukan jasad seorang pemuda Palestina dari reruntuhan di kota Abasan di timur Khan Younis, kata seorang sumber medis.

    Lima warga Palestina, termasuk dua orang yang sedang menunggu pengiriman bantuan, tewas akibat serangan dan tembakan Israel di Khan Younis.

    Dua warga Palestina lagi tewas dan lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok orang di dekat Masjid Omari di Jabalia Al-Balad, Gaza utara.

    Di Kota Gaza barat daya, enam orang tewas ketika serangan Israel menghantam sebuah rumah tinggal, menurut laporan beberapa petugas medis.

    Di lingkungan Shejaiya di Kota Gaza, pengeboman Israel terhadap sebuah rumah menewaskan delapan orang, termasuk dua anak-anak. Beberapa orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya, kata beberapa sumber.

    Baca: Fenomena artis ‘Tone Deaf’ soal Gaza Palestina

    Serangan lain di kamp pengungsi Al-Shati di sebelah barat Kota Gaza menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk lima anak-anak, setelah rudal Israel menghantam sebuah rumah, menurut sumber tersebut.

    Di sebelah selatan Kota Gaza, 12 orang tewas dan lainnya luka-luka — beberapa kritis — ketika sebuah bangunan tempat tinggal di Shejaiya dibom, beberapa sumber medis menambahkan.

    Tentara Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina, dan sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • PBB: Israel Lakukan Genosida dengan Mencegah Kelahiran Warga Palestina

    PBB: Israel Lakukan Genosida dengan Mencegah Kelahiran Warga Palestina

    7cloud.asia – Pelapor Khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, Reem Alsalem mengatakan Israel menggunakan kekerasan reproduksi sebagai alat genosida terhadap rakyat Palestina.

    Dalam konferensi pers di Jenewa pada Kamis (26/6/2025), Alsalem menyebut Israel melakukan hal ini untuk mencegah kelahiran dalam populasi Palestina dan mengubah komposisi demografi.

    “Terhadap perempuan Palestina, saya percaya Israel sedang melakukan… kekerasan reproduksi sebagai alat genosida dengan tujuan mencegah kelahiran dalam populasi Palestina dan secara paksa mengubah komposisi demografi,” katanya dikutip OANA.

    Baca: Israel menyerah pada Iran tapi tetap gencar menyerang Gaza

    Alsalem menegaskan bahwa tindakan Israel itu bukan sekadar pelanggaran hukum perang biasa, melainkan sudah memenuhi definisi genosida berdasarkan Konvensi Genosida PBB.

    “Tindakan ini dilakukan dengan niat untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, sebuah bangsa, etnis, ras, atau agama,” imbuhnya.

    Kekerasan Israel terhadap warga Palestina ini makin memuncak setalah Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

    Sebagai balasan, Israel meluncurkan serangan udara dan operasi darat ke Jalur Gaza yang berlangsung hingga saat ini.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri bantuan makanan

    Gencatan senjata dan pertukaran sandera sempat berlangsung mulai 19 Januari. Namun, pada 18 Maret, Israel kembali melanjutkan serangan.

    Israel berdalih Hamas menolak rencana AS terkait pembebasan sandera dan perpanjangan masa gencatan senjata yang berakhir pada 1 Maret.

    Serangan-serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina dan melukai 132.000 lainnya.

    Serangan Israel juga memporak-porandakan Gaza, sehingga 80 persen wilayah kantung itu tidak layak dihuni.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    7cloud.asia – Sedikitnya 56.647 warga Palestina meninggal dunia akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (1/7/2025).

    Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 116 jenazah dibawa ke sejumlah rumah sakit dalam 24 jam terakhir, dengan 463 orang luka-luka, menambah jumlah korban luka akibat serangan Israel menjadi 134.105 orang.

    “Banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalanan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” imbuh Kementerian tersebut.

    Israel melanjutkan serangannya ke Jalur Gaza pada 18 Maret dan sejak saat itu telah menewaskan 6.315 warga dan melukai 22.064 lainnya.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Serangan Israel ini melanggar perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku pada Januari 2025.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas serbuannya ke wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Dalam Dua Bulan Setidaknya 798 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Akses Bantuan

    Dalam Dua Bulan Setidaknya 798 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Akses Bantuan

    7cloud.asia – Sedikitnya 798 warga Palestina tewas oleh tentara zionis Israel saat mereka mengakses bantuan kemanusiaan di Gaza sejak akhir Mei 2025, lapor Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Jumat (11/7/2025)

    Juru bicara kantor OHCHR mengatakan kepada wartawan bahwa 615 korban di antaranya terbunuh di sekitar pusat distribusi bantuan yang dioperasikan Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak 27 Mei, sedangkan 183 lainnya terbunuh di sepanjang rute konvoi bantuan.

    Jumlah korban tewas yang mengkhawatirkan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas mekanisme distribusi yang saat ini berlaku di Gaza.

    Awal Juli ini sebanyak 169 organisasi kemanusiaan menyerukan diakhirinya sistem distribusi bantuan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza.

    Mereka mengutip laporan bahwa warga Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel saat menunggu bantuan di dekat lokasi yayasan tersebut.

    Baca: Israel berencana pindahkan paksa warga Gaza ke kamp konsentrasi

    Organisasi-organisasi itu mendesak agar pendistibusian bantuan kembali ke mekanisme yang dipimpin PBB, yang beroperasi di Gaza hingga Maret, ketika Israel memperketat blokadenya di wilayah tersebut.

    Bantuan kemanusiaan ke Gaza mulai diizinkan masuk secara bertahap sejak akhir Mei, namun didistribusikan melalui yayasan tersebut. Banyak kelompok bantuan internasional menolak bekerja sama karena hubungannya dengan otoritas Israel.

    Melalui pernyataan bersama, organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan itu mengkritik Yayasan Kemanusiaan Gaza karena mengambil alih proses distribusi bantuan.

    Dalam pernyataannya, organisasi bantuan kemanusiaan memperingatkan bahwa operasi mereka telah menyebabkan kondisi berbahaya dan mematikan bagi warga sipil.

    Penandatangan pernyataan tersebut meliputi organisasi dari Eropa, AS dan Israel, yang bergerak di bidang bantuan makanan dan medis, pembangunan serta hak asasi manusia (HAM).

    Baca: Gaza alami genosida terkejam sepanjang sejarah Palestina

    Sementara Kantor Media Pemerintah di Gaza, menyebut blokade total Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung 103 hari sejak Maret 2025 telah membunuh setidaknya 67 orang anak di wilayah kantong Palestina itu karena kelaparan.

    Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (12/7/2025) jumlah anak yang mati kelaparan akibat blokade Israel itu dapat meningkat drastis karena sekitar 650.000 anak balita di Gaza saat ini menghadapi kekurangan gizi akut

    Kondisi ini mengancam jiwa dalam beberapa pekan ke depan akibat pelarangan terhadap masuknya pasokan pangan, obat-obatan dan bahan bakar.

    “Saat ini mesin pembunuh itu bernama kelaparan bukan lagi bom,” kata kantor media pemerintah tersebut menggambarkan pengepungan yang sedang berlangsung terhadap Gaza itu sebagai “bentuk hukuman kolektif paling ekstrem dalam sejarah modern.”

    Kantor media tersebut lebih lanjut mengatakan “puluhan kematian tambahan telah tercatat hanya dalam tiga hari terakhir saja, karena militer Israel terus memblokir masuknya tepung, susu formula bayi, serta persediaan nutrisi dan medis penting.”

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Saat ini, sekitar 1,25 juta warga Gaza menderita kelaparan parah. Sementara 96 persen penduduk, termasuk lebih dari sejuta orang anak menderita kerawanan pangan akut, kata kantor tersebut.

    Kantor tersebut menyatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas “kampanye kelaparan sistematis dan terorganisir” ini.

    Para pendukung Israel yang disebut sebagai negara penjajah ini pun patut dipersalahkan secara hukum dan moral atas dukungan atau sikap diam mereka.

    “Kami peringatkan; ini adalah hukuman mati massal yang terbentang di depan mata dunia,” kata kantor tersebut. “Intervensi internasional segera bukanlah pilihan, ini masalah hidup atau mati.”

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-Anadolu

  • Puluhan Anggota Parlemen Inggris Desak Pemerintah untuk Segera Mengakui Palestina

    Puluhan Anggota Parlemen Inggris Desak Pemerintah untuk Segera Mengakui Palestina

    7cloud.asia – Hampir 60 anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris mendesak pemerintah Inggris untuk segera mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka.

    Dilaporkan The Guardian pada Sabtu (12/7/2025), para legislator Negeri Britania Raya itu juga menghendaki agar London mengambil tindakan mendesak untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “pembersihan etnis” di Gaza,

    Surat desakan tersebut diinisiasi oleh kelompok Labour Friends of Palestine and the Middle East, dan ditandatangani oleh 59 anggota parlemen Inggris dari blok sentris maupun sayap kiri.

    Surat tersebut telah dikirimkan kepada Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, pada Kamis (10/7/2025) pekan lalu.

    Para anggota parlemen Inggris mendesak Lammy, agar segera mengambil langkah untuk menghentikan rencana Israel membangun apa yang disebut sebagai “kota kemanusiaan” berupa tenda-tenda di reruntuhan Rafah, Gaza selatan.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    Mereka memperingatkan bahwa rencana tersebut merupakan bentuk pemindahan paksa warga sipil dan upaya menghapus keberadaan Palestina.

    “Dengan rasa urgensi dan keprihatinan yang mendalam, kami menulis kepada Anda terkait pengumuman kepala pertahanan Israel, Senin lalu tentang rencananya memindahkan secara paksa seluruh warga sipil Palestina di Gaza ke kamp di kota Rafah yang telah hancur, tanpa memberi mereka pilihan untuk meninggalkan lokasi tersebut,” demikian isi surat tersebut.

    Surat itu menyebut upaya yang dilakukan Israel sebagai bentuk “pembersihan etnis.”

    Para legislator juga menegaskan bahwa Inggris harus bertindak tegas, tidak hanya dengan mengembalikan pendanaan untuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan mendukung pembebasan sandera.

    Pemerintah Inggris juga didesak untuk memberlakukan blokade perdagangan terhadap barang-barang yang diproduksi di permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

    Baca: Arab Saudi tolak akui Israel tanpa pengakuan Palestina yang merdeka

    Dalam suratnya, anggota Parlemen Inggris menyebut, dengan tidak mengakui Palestina sebagai negara, kami justru melemahkan kebijakan kami sendiri tentang solusi dua negara dan menciptakan harapan kelanjutan status quo.

    ”Pada akhirnya ini akan mengarah pada penghapusan dan aneksasi wilayah Palestina secara efektif,” tulis para anggota parlemen.

    Pemerintah Inggris di bawah pemerintahan baru Partai Buruh belum secara resmi mengubah sikapnya terkait pengakuan negara Palestina.

    Sementara itu, perang di Gaza terus berlangsung, di tengah apa yang digambarkan oleh pejabat Palestina dan pengamat internasional sebagai pengungsian massal, kehancuran infrastruktur, dan gagalnya negosiasi gencatan senjata.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu