Tag: Israel

  • Prancis Tak Izinkan Israel Ikut Pameran Pertahanan Euronaval di Paris

    Prancis Tak Izinkan Israel Ikut Pameran Pertahanan Euronaval di Paris

    7cloud.asia – Delegasi Israel yang ikut dalam pameran besar pertahanan Euronaval bulan depan di Prancis tidak akan diizinkan membangun stan atau memamerkan perangkat keras setelah ada keputusan pemerintah Prancis, kata penyelenggara, Rabu (16/10/2024).

    Larangan untuk ikut dalam pameran besar pertahanan Euronaval bulan depan di Prancis ini memicu kemarahan dari pihak Israel.

    Keputusan itu muncul sementara ketegangan meningkat antara Israel dan Prancis menyusul komentar Presiden Emmanuel Macron yang mengkritik korban sipil akibat serangan Israel terhadap kelompok militan Syiah Hizbullah di Lebanon.

    Macron juga mengritik tajam serangan Israel ke kelompok militan Palestina Hamas di Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 42.000 warga Palestina.

    Baca: Israel berulang kali serang UNIFIL

    Dilansir VOA Indonesia, Macron pekan lalu bersikeras bahwa menghentikan ekspor senjata yang digunakan Israel dalam kedua operasi adalah satu-satunya cara menghentikan kedua konflik.

    “Pemerintah Prancis memberi tahu Euronaval tentang keputusannya menyetujui partisipasi delegasi Israel dalam Euronaval 2024, tanpa stan atau pameran peralatan apa pun,” kata panitia pameran yang akan dimulai pada 4 November di Paris.

    Menanggapi keputusan itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengecam Macron, menyebut tindakan tersebut sebagai “memalukan”.

    “Tindakan Macron ini memalukan bagi bangsa Prancis dan nilai-nilai dunia bebas, yang ia klaim ia junjung tinggi. Keputusan untuk mendiskriminasi industri pertahanan Israel di Prancis untuk kedua kali – membantu musuh-musuh Israel dalam perang,” tulis Gallant di X.

    Baca: Gigi Hadid ikut kecam Israel

    “Kami akan terus membela negara kami dari musuh-musuh di 7 front yang berbeda, dan berjuang untuk masa depan kami – dengan atau tanpa Prancis,” tambah Gallant.

    Euronaval, acara dua tahunan yang menarik peserta pameran pertahanan angkatan laut dari seluruh dunia, mengatakan bahwa tujuh perusahaan Israel terdampak oleh keputusan tersebut.

    “Sesuai keputusan pemerintah Prancis, perusahaan-perusahaan dan warga negara Israel yang ingin hadir akan disambut di pameran tersebut dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum di atas,” tambahnya.

    Pada akhir Mei lalu, kehadiran produsen pertahanan Israel di pameran pertahanan dan keamanan darat Eurosatory dilarang oleh pemerintah, sebelum akhirnya diizinkan pengadilan Prancis.

    Baca: Solidaritas untuk Palestina di Festival Film Cannes ke-77

  • Netanyahu Hadapi Tekanan Akhiri Perang Gaza Usai Tewasnya Pemimpin Hamas

    Netanyahu Hadapi Tekanan Akhiri Perang Gaza Usai Tewasnya Pemimpin Hamas

    7cloud.asia – Terbunuhnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar, musuh yang selalu dicari Israel, dipuji sebagai keberhasilan bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

    Namun, rakyat Israel yang semakin lelah setelah setahun berperang semakin menekan ia untuk segera mengakhiri konflik, dan menyelamatkan sandera yang masih tertawan di Gaza.

    Netanyahu menggambarkan kematian Sinwar sebagai “awal dari akhir” konflik antara Israel dan Hamas yang juga meluas hingga ke Lebanon dan Yaman.

    Menurut Netanyahu, perang akan segera berakhir jika Hamas menyerahkan senjata, dan memulangkan 101 sandera Israel, dan warga asing yang masih ditahan di Gaza.

    Kematian Sinwar menambah daftar panjang pemimpin militan Palestina dan Lebanon yang dibunuh Israel dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran bahwa kesepakatan akan menguntungkan otak serangan 7 Oktober yang dipimpin Hamas terhadap Israel itu kini sirna.

    “Saya pikir apa yang kita miliki sekarang adalah kesempatan untuk menggunakan momen ini di Gaza untuk menutup garis depan di Gaza,” kata Shira Efron, Direktur Senior Riset Kebijakan di Yayasan Diane dan Guilford Glazer yang pro-Israel.

    Baca: Hamas akan lanjutkan perjuangan pasca kematian Yahya Sinwar

    “Maksud saya, Anda perlu ingat bahwa ini masuk ke dalam masyarakat Israel, mereka telah membalas dendam terhadap sang dalang, Sinwar,” katanya.

    Tanggapan Hamas atas kematian pemimpin mereka masih belum jelas. Sinwar, yang terluka parah, terekam oleh drone Israel di sebuah bangunan yang hancur di Gaza sebelum jasadnya dibawa ke Israel untuk diidentifikasi.

    Wakil Kepala Hamas, Khalil Al-Hayya, pada Jumat (18/10) mengatakan sandera Israel tidak akan dikembalikan sampai “agresi” Israel berakhir, dan pasukannya ditarik.

    Beberapa sekutu politik garis keras Netanyahu, termasuk Menteri Keuangannya Bezalel Smotrich, mengatakan Israel tidak boleh berhenti sebelum Hamas “menyerah sepenuhnya”.

    Namun, Gedung Putih menyebut kematian itu mendorong adanya potensi “titik balik” dalam perang, bahkan para pendukung kebijakan keras Israel mengakui adanya potensi konflik diakhiri.

    “Saya pikir Netanyahu mengatakan hal yang benar tadi malam. Berikan kami para sandera dan – ketika semua orang, para sandera, kembali – kami akan pergi,” kata Erez Goldman, seorang warga Yerusalem, saat ia mencerna berita tersebut keesokan harinya.

    Baca: Pemimpin Hamas Yahya Sinwar terbunuh dalam pertempuran di Gaza Selatan

    Mayoritas opini publik Israel, termasuk Netanyahu, yakin bahwa perdamaian hanya dapat dicapai jika mereka berhasil mengalahkan musuh, meskipun harus mengorbankan hubungan dengan sekutu.

    Banyak orang melihat kematian Sinwar sebagai pembenaran bagi keputusan Israel yang menolak tekanan internasional pada awal tahun ini untuk tidak mengirim pasukan darat ke Rafah.

    Pada saat itu, Rafah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari satu juta pengungsi Palestina akibat pertempuran.

    “Ini adalah hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika Sinwar dibawa keluar di Rafah,” kata seorang pejabat senior pada Jumat.

    Netanyahu mengabaikan tekanan dari keluarga sandera dan pemimpin dunia selama berbulan-bulan, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden, agar mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

    Pada Jumat (18/10/2024) seruan untuk gencatan senjata di Gaza semakin meningkat. (Sumber: VOAIndonesia)

     

  • Pasukan Israel Kembali Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza

    Pasukan Israel Kembali Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan pasukan Israel mengepung dan menembaki Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Kota Beit Lahia, di wilayah utara, pada Sabtu (19/10/2024) dini hari.

    Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa Israel juga menyerang lantai atas rumah sakit itu. Disebutkan, saat itu terdapat “lebih dari 40 pasien dan orang yang terluka, termasuk staf medis” yang berada di dalamnya.

    “Tank-tank Israel mengelilingi rumah sakit, memutus aliran listrik, dan menembaki rumah sakit dengan artileri, khususnya menargetkan lantai dua dan tiga,” ujar Direktur Medis RS Indonesia, Marwan Sultan.

    “Ada risiko serius bagi staf medis dan pasien,” imbuhnya.

    Baca: Netanyahu hadapi tekanan untuk hentikan perang di Gaza

    Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa Israel juga menyerang lantai atas rumah sakit itu.

    “Tembakan beruntun” ke arah rumah sakit dan area sekitarnya menyebabkan ‘kepanikan yang luar biasa “di kalangan pasien dan staf,” tambahnya.

    Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara pada awal bulan ini. Mereka mengklaim serangan itu dilakukan untuk menargetkan pejuang Hamas yang berkumpul kembali di sana.

    Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan Israel malam sebelumnya di dekat Jabalia menewaskan 33 orang.

    Baca: Hamas bertekad lanjutkan perjuangannya untuk Palestina

    Badan Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (18/10/2024) kembali “mengeluarkan peringatan mengenai situasi yang semakin mengerikan dan berbahaya yang dihadapi oleh warga sipil di Gaza utara.

    Keluarga-keluarga di wilayah tersebut berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sangat buruk, di tengah serangan udara yang intens.” (Sumber: VOA Indonesia)

  • Pasukan Israel Bakar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara

    Pasukan Israel Bakar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara

    7cloud.asia – Tentara Israel membakar rumah sakit sumbangan dari rakyat Indonesia atau yang lebih dikenal dengan RS Indonesia di Gaza Utara pada Senin (21/10/2024)

    Sebelumnya tentara Israel telah mengepung dan menembakkan artileri ke RS Indonesia di Gaza pada Sabtu (19/10/2024) dini hari.

    “Tentara Israel membakar lantai atas Rumah Sakit Indonesia, Gaza utara,” lapor kantor berita Palestina, WAFA, sembari mengunggah visual pembakaran itu. Video pembakaran itu juga viral di media sosial.

    Sedangkan media UEA, The National, melaporkan bahwa RS Indonesia yang berada di Kota Beit Lahia, sebelah utara kamp pengungsian Jabalia, menjadi “sasaran langsung” Israel. Hal itu dikatakan pihak Kementerian kesehatan di Gaza.

    Dijelaskan juga, generator pembangkit listrik RS Indonesia dibom oleh tentara Zionis sehingga listrik putus. “Pasien meninggal setelah terputus dari perangkat oksigen,” kata Kemenkes Gaza.

    Baca: Tentara Israel serang RS Indonesia di Gaza

    Tentara Israel juga membatasi pergerakan siapa pun yang berada di rumah sakit. Akibat pergerakan terbatas ini, staf rumah sakit harus menguburkan jenazah di dalam kompleks rumah sakit, yang masih dalam pengepungan.

    “Bahkan pilihan untuk memprioritaskan (mengobati) yang terluka tidak lagi tersedia, karena banyak dari yang terluka dibiarkan mati kehabisan darah kemarin karena banyaknya korban,” imbuhnya.

    Inisiator RS Indonesia Kecam Serangan Israel
    Dalam serangan Israel pada 19 Oktober, sedikitnya dua pasien RS Indonesia tewas karena tak mendapat pasokan oksigen setelah aliran listrik mati.

    Serangan ini membuat MER-C Indonesia sebagai inisiator rumah sakit ini geram.
    MER-C adalah organisasi kemasyarakatan di bidang kegawatdaruratan dan medis. Lembaga ini berkantor pusat di Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat.

    MER-C dalam pernyataannya mengatakan, Rumah Sakit Indonesia diinisiasi oleh MER-C tahun 2009, mulai dibangun 2011, didanai dari kumpulan donasi masyarakat Indonesia yang mendukung semangat “bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”.

    Baca: Netanyahu hadapi tekanan untuk hentikan perang di Gaza

    “Rumah Sakit Indonesia telah menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza Utara, dan simbol harapan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan,”

    “Pengembangan pelayanan terus dilakukan MER-C sampai pecah pembantaian dalam Jalur Gaza oleh penjajah tahun 2023,” ujar MER-C dalam pernyataannya pada 20 Oktober 2024.

    Oleh karena itu, MER-C Indonesia mendesak agar kejahatan kemanusiaan terencana dan berulang-ulang terhadap manusia dan fasilitas yang mendukung hak-hak dasar kemanusiaan oleh pihak Zionis penjajah harus dihentikan.

    ”Tidak ada argumen pendukung atau rasionalisasi apa pun yang bisa diterima,” tegas MER-C.

    Tahun lalu, RS Indonesia di Gaza ini juga menjadi sasaran serangan tentara Israel. Sebelum dibombardir Israel, RS Indonesia adalah RS terbaik dari segi fasilitas medis dan terbesar kedua di Jalur Gaza.

    Serah terima RS Indonesia ke pemerintah Palestina dilakukan tahun 2016 lalu. (Sumber:kumparan.com)

  • Situasi Semakin Memburuk, Seluruh Penduduk Gaza Utara Berisiko Sekarat

    Situasi Semakin Memburuk, Seluruh Penduduk Gaza Utara Berisiko Sekarat

    7cloud.asia – Seorang pejabat senior urusan bantuan kemanusiaan PBB, Sabtu (26/10), memperingatkan, di tengah situasi yang semakin memburuk dan serangan hebat tentara Israel yang berlangsung selama berminggu-minggu, “seluruh penduduk di Gaza utara berisiko sekarat.”

    “Rumah sakit telah diserang dan para pekerja kesehatan telah ditahan. Tempat penampungan telah kosong dan dibakar,” kata Joyce Msuya, pejabat senior sementara PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat.

    Msuya menyoroti dampak mengkhawatirkan dari serangan Israel terhadap layanan kesehatan dan keselamatan warga sipil, serta nasib para petugas pertolongan pertama yang telah “dicegah untuk menyelamatkan orang-orang dari bawah reruntuhan.”

    Baca: Krisis pangan di Gaza bahayakan generasi mendatang

    Kepala kemanusiaan PBB itu mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap populasi sipil, melaporkan bahwa “keluarga telah terpisah dan pria serta anak laki-laki diangkut dengan truk.”

    Kekerasan Israel itu telah mengakibatkan “ratusan warga Palestina dilaporkan tewas,” dengan “puluhan ribu sekali lagi terpaksa melarikan diri,” ujarnya.

    Sembari memperingatkan bahwa “seluruh penduduk Gaza utara berisiko tewas,” dia pun mengutuk serangan dan blokade yang sedang berlangsung sebagai indikasi “pengabaian mencolok terhadap kemanusiaan dasar dan hukum perang.”

    Baca: Kondisi anak-anak di Gaza kian mengenaskan

    Dia menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan bagi warga sipil di kawasan tersebut.

    Invasi darat dan serangan bom oleh tentara Israel terus berlanjut di seluruh Gaza utara, saat pasukan Israel memaksa warga Palestina yang telah kehilangan properti mereka terus berpindah-pindah.

    Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel terus menyerang dan menghancurkan Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, tahun lalu.

    Baca: Pasukan Zionis bakar rumah sakit Indonesia di Gaza

    Hampir 43.000 orang telah tewas sejak pecah perang. Sebagian besar korban itu adalah perempuan dan anak-anak.

    Selain itu, aksi genosida rezim Zionis itu juga menyebabkan lebih dari 100.000 lainnya terluka, kata otoritas kesehatan setempat.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Negara-negara Arab dan Islam Serukan Pembekuan Keanggotaan Israel di PBB

    Negara-negara Arab dan Islam Serukan Pembekuan Keanggotaan Israel di PBB

    7cloud.asia – Sejumlah pemimpin dalam KTT Arab dan Islam menyerukan untuk membekukan keanggotaan Israel di PBB. Seruan itu mengisyaratkan peningkatan tanggapan terhadap konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

    Seruan itu datang di saat Israel melanjutkan operasi militernya di Gaza dan Lebanon, yang semakin memicu ketegangan di Timur Tengah.

    Dalam pernyataan pada akhir KTT pada Senin (11/11/2024), Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menekankan pentingnya langkah yang diusulkan dalam konferensi tersebut.

    “Saya yakin bahwa banyak negara yang akan mendukung gagasan pembekuan keanggotaan ini,” katanya.

    Baca: Implementasi solusi dua negara Israel dan Palestina mulai dibahas

    KTT yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi itu, berupaya mengakhiri kekerasan di Gaza dan Lebanon.

    Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menegaskan komitmen negara-negara Arab dan Islam untuk mengupayakan deeskalasi situasi dan mendukung solusi dua negara.

    “Kita tidak boleh membiarkan komunitas internasional mengabaikan kejahatan Israel dan hanya memperhatikan soal-soal tidak penting dan berupaya menjustifikasi kebisuan ini,” kata Pangeran Faisal dalam konferensi pers seusai pertemuan itu.

    Selain menuntut tindakan PBB, pernyataan akhir KTT itu juga menyerukan kepada semua negara untuk menghentikan ekspor atau pengiriman senjata dan amunisi ke Israel.

    Baca: Upaya mewujudkan Palestina merdeka

    Pernyataan itu juga mendorong dukungan terhadap inisiatif yang dipimpin Turki yang didukung oleh 18 negara inti dan ditandatangani oleh 52 negara, Organisasi Kerjasama Islam, dan Liga Arab.

    Inisiatif Turki itu bertujuan untuk menekan Dewan Keamanan PBB dan badan-badan internasional lainnya agar mengakhiri pasokan senjata ke Israel dan mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk mendukungnya.

  • Mahkamah Pidana Internasional Perintahkan Penangkapan Pejabat Israel dan Petinggi Hamas

    Mahkamah Pidana Internasional Perintahkan Penangkapan Pejabat Israel dan Petinggi Hamas

    7cloud.asia – Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) Kamis (21/11/2024) merilis surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant, serta kepala militer Hamas, Mohammed Deif.

    ICC menyebut mereka telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perang di Gaza dan serangan Oktober yang memicu serangan Israel di wilayah Palestina.

    Keputusan ini mengubah Benjamin Netanyahu dan yang lainnya menjadi tersangka yang diinginkan secara internasional dan kemungkinan akan semakin mengisolasi mereka serta mempersulit upaya menegosiasikan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik selama 13 bulan.

    Netanyahu memecat menteri pertahanannya, Yoav Gallant, dalam pengumuman mengejutkan awal bulan ini.

    Netanyahu dan Gallant telah berulang kali berselisih selama perang di Gaza. Namun Netanyahu menghindari pemecatan saingannya.

    Baca: Para jurnalis bertaruh nyawa tuk meliput perang Gaza

    Upaya sebelumnya untuk memecat Gallant pada Maret 2023 memicu protes jalanan yang meluas terhadap Netanyahu.

    Langkah ICC tersebut telah secara teoritis membatasi pergerakan Netanyahu, karena 124 negara anggota ICC kini berkewajiban untuk menangkapnya jika berada di wilayah mereka.

    “Majelis mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk dua orang, Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant, atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan setidaknya sejak 8 Oktober 2023 hingga setidaknya 20 Mei 2024, hari Ketika Jaksa Penuntut mengajukan permohonan surat perintah penangkapan,” demikian pernyataan ICC, di Den Haag.

    Netanyahu menuduh ICC menunjukkan sikap antisemitisme dengan surat perintah penangkapan tersebut.

    Ia menyebut Tindakan ICC sebagai “pengadilan Dreyfus modern,” yang merujuk pada skandal politik yang menimpa anggota militer Prancis keturunan Yahudi, Alfred Dreyfus, yang secara keliru dijatuhi vonis bersalah dan hukuman penjara, setelah dituduh berkhianat karena menjual rahasia militer ke Jerman.

    Baca: Negara-negara Arab dan Islam serukan pembekuan keanggotaan Israel di PBB

    “Keputusan Mahkamah Pidana Internasional yang sarat antisemitisme sebanding dengan pengadilan Dreyfus pada era modern – dan akan berakhir dengan cara yang sama,” kata Netanyahu dalam pernyataan tertulis.

    ICC mengatakan, surat perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk kepala militer Hamas, Mohammed Deif.

    Israel mengatakan pada awal Agustus bahwa pihaknya telah membunuh Deif dalam sebuah serangan udara di Gaza Selatan pada bulan Juli, meski Hamas membantah kematiannya.

    Hamas menyambut baik surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu dan Gallant.

    Baca: Implementasi solusi dua negara Israel dan Palestina

    “Kami menyerukan kepada Mahkamah Pidana Internasional untuk memperluas cakupan pertanggungjawaban tersebut kepada seluruh penjahat pemimpin pendudukan,” ungkap Hamas dalam pernyataan yang diterbitkan melalui kanal Telegram gerakannya.

    Surat perintah penangkapan tersebut sebelumnya bersifat “rahasia” demi melindungi para saksi dan menjaga kelancaran penyelidikan, kata mahkamah.

    “Meski demikian, Majelis memutuskan untuk merilis informasi di bawah ini karena tindakan yang serupa dengan yang disebutkan dalam surat perintah penangkapan tersebut tampaknya masih berlangsung,” lanjut lembaga tersebut.

    “Terlebih, Majelis menganggap bahwa demi kepentingan para korban dan keluarga mereka, mereka harus diberi tahu tentang keberadaan surat perintah tersebut.”

  • Uni Eropa Minta Surat Perintah Penangkapan Netanyahu yang Dirilis ICC Dihormati, Amerika Serikat Menolak

    Uni Eropa Minta Surat Perintah Penangkapan Netanyahu yang Dirilis ICC Dihormati, Amerika Serikat Menolak

    7cloud.asia – Amerika Serikat menolak keputusan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) Kamis (21/11/2024), yang merilis surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Selain Netanyahu, ICC juga merilis perintah penangkapan terhadap mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant, serta kepala militer Hamas, Mohammed Deif karena diilai bertanggung jawab atas perang di Gaza.

    Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin atas ketergesaan jaksa ICC yang meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu tersebut. 

    Amerika Serikat menilai ada kekeliruan proses yang meresahkan untuk mencapai putusan ICC tersebut.

    Amerika Serikat dengan tegas menilai bahwa Mahkamah Pidana Internasional atau ICC tidak memiliki yurisdiksi untuk menangani masalah tersebut.

    Washington pun akan berkoordinasi dengan mitra-mitranya, termasuk Israel, untuk membahas langkah-langkah berikutnya.

    Sementara pada konferensi pers di Amman, Yordania, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Pidana Internasional harus dihormati dan diimplementasikan.

    Borrell mengatakan bahwa keputusan ICC bukanlah “keputusan politik.” “Keputusan ini sebuah keputusan yang mengikat, dan semua negara anggota mahkamah, yang mencakup semua anggota Uni Eropa, terikat untuk melaksanakan keputusan pengadilan ini,” jelasnya.

    Baca: Implementasi solusi dua negara Israel dan Palestina

    Sebagian warga Gaza menyambut optimistis kabar mengenai surat perintah penangkapan tersebut. Sisanya menanggapi dengan skeptis, termasuk Ahmed Qudaih, yang harus mengungsi akibat peperangan di wilayah tersebut.

    “Keputusan ini sangat terlambat. Kini Netanyahu memperlakukan Jalur Gaza dengan penuh ketidakberadaban dan teror. Di Jalur Gaza, apakah seorang anak usia dua tahun terlibat dalam persitiwa 7 Oktober? Tidak, ia tidak terlibat dalam peristiwa 7 Oktober.“

    “Apakah saya terlibat dalam peristiwa 7 Oktober? Tidak, saya tidak terlibat. Ia menjadikan peristiwa 7 Oktober sebagai dalih untuk melakukan kejahatan di Jalur Gaza,” sebut Ahmed.

    Di sisi lain, pendukung Netanyahu tidak percaya akan Keputusan ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. Salah satunya adalah Yafit Baruch.

    “Apa yang tidak Anda mengerti? Apakah Anda tidak melihat apa yang terjadi di Prancis? Apa Anda tidak melihat yang terjadi di seluruh Eropa? Anda tidak melihat semua Tindakan antisemitisme yang terjadi?“

    “Dan satu-satunya negara yang melawannya juga sedang memerangi Hamas. […] Pertama-tama, saya tidak akan membiarkan Anda menangkapnya [Netanyahu]. Kedua, tunggu beberapa bulan lagi sampai [Presiden-terpilih AS] Trump bergabung dan kita lihat apa pendapat Anda,” jelasnya.

    Kepala jaksa ICC, Karim Khan, pada Mei lalu meminta Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Baca: Kontroversi Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Israel dan Hamas

    Netanyahu sendiri telah memecat Gallant dari jabatannya sebagai Menteri pertahanan pada 5 November lalu.

    Khan juga mengajukan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin Hamas, termasuk Deif, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Jaksa tersebut mencabut permohonan surat penangkapan terhadap Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, pada 2 Agustus “karena perubahaan keadaan yang disebabkan oleh kematian Haniyeh” di Teheran pada tanggal 31 Juli, kata ICC dalam pernyataan sebelumnya.

    Sejak Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023, yang merupakan serangan paling mematikan dalam sejarah Israel, Israel telah melakukan agresi ke Gaza, di wilayah yang dikuasai kelompok militan tersebut.

    Perang tersebut dipicu oleh serangan militan Hamas ke Israel selatan, yang menewaskan 1.206 orang, sebagian besarnya warga sipil, menurut perhitungan kantor berita AFP atas data resmi Israel.

    Kementerian kesehatan di Gaza, yang dikelola Hamas, mengatakan pada Kamis (21/11/2024) bahwa sedikitnya 44.056 orang tewas dalam perang selama lebih dari 13 bulan terakhir antara Israel dan militan Palestina.

    Angka tersebut mencakup 71 korban tewas dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian, yang juga menyatakan bahwa terdapat 104.268 korban luka di Jalur Gaza sejak perang dimulai.

  • Israel-Hizbullah Capai Gencatan Senjata di Lebanon

    7cloud.asia – Israel, pada Selasa (26/11/2024) malam, menyatakan setuju melakukan gencatan senjata dengan militan Hizbullah di Lebanon.

    Persetujuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah ini akan mulai berlaku Rabu (27/11/2024) dini hari, dan diharapkan dapat mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun sejak Oktober tahun lalu

    Sementara di waktu yang sama militer Israel membombardir target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pemirsa televisi nasional bahwa ia akan mendesak menteri Kabinet Keamanannya untuk menyetujui gencatan senjata.

    Persetujuan didapat beberapa saat kemudian. Dengan AS dan Prancis berperan penting dalam dicapainya kesepakatan.

    Sebelumnya, Kelompok tujuh negara industri terkemuka atau G7 mengupayakan mencapai kesamaan sikap mengenai surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu yang dikeluarkan pekan lalu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    Baca: Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan udara Israel

    “Kita perlu bersatu mengenai ini,” kata Tajani setelah menjadi tuan rumah rapat kerja pertama dalam pertemuan dua hari para menteri luar negeri G7 seperti dikutip VOA Indonesia, Senin (25/11/2024)

    Di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menyebut gencatan senjata itu sebagai “langkah penting untuk mengakhiri kekerasan” di Timur Tengah.

    Iran dan proksinya, Hizbullah di Lebanon dan militan Hamas di Gaza, kata Biden, “telah membayar harga yang mahal” dalam lebih dari setahun memerangi pasukan Israel.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah itu “dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen.”

    Namun Biden juga memperingatkan, “Jika Hizbullah atau pihak lain melanggar kesepakatan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel, maka Israel berhak membela diri sesuai hukum internasional, sama seperti negara mana pun dalam menghadapi kelompok teroris yang bertekad menghancurkan negara itu.”

    Baca: AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon

    Biden yang akan lengser kurang dari dua bulan dari masa jabatan empat tahunnya, mengatakan bahwa dengan setujunya Hizbullah untuk mengakhiri serangan ke Israel, maka Hamas harus membuat pilihan.

    “Satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah membebaskan para sandera [yang ditahan di Gaza], termasuk warga negara AS.” ujar Biden.

    “Dalam beberapa hari mendatang, AS akan terus mendesak Turki, Mesir, Qatar, Israel, dan negara lain untuk mencapai gencatan senjata di Gaza,” imbuh Biden.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah menunjukkan bahwa “perdamaian itu mungkin.”

     

  • AS dan Qatar: Israel dan Hamas Hampir Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    AS dan Qatar: Israel dan Hamas Hampir Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Amerika dan Qatar pada Selasa (14/1/2025) mengatakan bahwa perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza hampir mencapai kesepakatan setelah berbulan-bulan perundingan menemui jalan buntu.

    Namun, rincian akhir kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih dalam penggarapan.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan dalam pidatonya di Washington, “Saya yakin kita akan mencapai gencatan senjata,”

    Ia menambahkan bahwa terserah pada Hamas untuk memberikan persetujuan akhirnya. “Itu hampir tercapai. Ini lebih dekat daripada sebelumnya.”

    Berbicara pada briefing mingguan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari menggambarkan pembicaraan yang sedang berlangsung berada pada “tahap akhir” dan pada “titik terdekat” untuk mencapai kesepakatan.

    Majed juga memperingatkan agar semua pihak tidak terlalu bersemangat sampai kesepakatan gencatan senjata tersebut diumumkan.

    Baca: Serangan Israel Lumpuhkan Rumah Sakit Terakhir di Gaza

    Qatar, Mesir dan Amerika Serikat telah memimpin upaya selama berbulan-bulan untuk mencoba menghentikan pertempuran tersebut, dan pembicaraan pada hari Selasa di Doha berfokus pada rincian terakhir dari kesepakatan tersebut.

    Hamas mengatakan pihaknya sedang menunggu peta dari Israel yang menunjukkan bagian mana dari Gaza yang akan ditarik pasukannya pada tahap awal gencatan senjata.

    Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan Israel tidak akan berkompromi soal keamanan dan akan melakukan intervensi jika melihat ancaman dari Gaza di masa depan.

    Presiden Joe Biden mengatakan pada Senin bahwa kesepakatan itu berada di ambang “keberhasilan.”

    Dalam pidatonya di Departemen Luar Negeri untuk menyoroti pencapaian kebijakan luar negerinya, Biden mengatakan kesepakatan itu akan “membebaskan para sandera, menghentikan pertempuran, memberikan keamanan kepada Israel.

    “Dan memungkinkan kami untuk secara signifikan meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang sangat menderita dalam perang yang dimulai oleh Hamas ini.”

    Baca: Kelangkaan Bahan Bakar di Gaza Akibatkan 1,2 Juta Orang Kekurangan Air

    Biden dan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi berbicara tentang kemajuan dalam negosiasi pada hari Selasa.

    “Kedua pemimpin berkomitmen untuk tetap melakukan koordinasi erat secara langsung dan melalui tim mereka selama beberapa jam mendatang,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan telepon kedua pemimpin tersebut.

    Parameter dasar proposal gencatan senjata akan melihat prosesnya berlangsung dalam beberapa tahap.

    Hamas akan membebaskan sandera yang mereka tahan sejak militan melakukan serangan terhadap Israel pada Oktober 2023, sementara otoritas Israel akan membebaskan tahanan Palestina.

    Pasukan Israel akan melakukan penarikan bertahap dari Gaza, dan beberapa warga Palestina yang mengungsi akibat konflik akan diizinkan kembali, seiring dengan peningkatan bantuan untuk warga sipil Palestina.