Tag: bmkg

  • BMKG Ingatkan Semua Pihak Waspada Tsunami di Terowongan Selatan Kulonprogo Saat Lebaran

    BMKG Ingatkan Semua Pihak Waspada Tsunami di Terowongan Selatan Kulonprogo Saat Lebaran

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak agar mewaspadai kondisi kerawanan tsunami di Jalan Underpass Lintas Selatan Kulonprogo, Yogyakarta pada periode perjalanan libur Lebaran Idul Fitri 2025.

    “Titik risiko yang perlu diwaspadai salah satunya, ya, jalan underpas lintas selatan Bandara Yogyakarta di Kulonprogo, underpas di situ adalah zona rawan tsunami,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews.

    Karena itu, Dwikorita berharap kementerian teknis dapat menerapkan skema buka tutup lalu lintas pada ruas masuk ke jalan underpas yang berupa terowongan pada periode perjalanan libur lebaran tahun ini.

    Baca: Mengenal megathrust yang dapat memicu tsunami

    Dengan skema ini, lanjut Dwikorita, kepadatan volume kendaraan yang melintas dalam terowongan dapat berkurang serta membantu sebagai bentuk mitigasi bila kerawanan tsunami di laut pantai selatan sewaktu-waktu terjadi.

    “Jadi mohon Kementerian PU, Polri buka tutup jangan sampai macet, nanti mobil justru akan terjebak saat evakuasi bila terjadi tsunami,” harapnya.

    Dwikorita menegaskan bahwa BMKG menjamin keandalan distribusi informasi terkait peringatan dini tsunami-deteksi gempa bumi termasuk peringatan dini cuaca ekstrem dengan mengaktifkan seluru sumber daya meterologi, klimatologi dan geofisika yang ada.

    Baca: Empat cara yang dapat dilakukan dalam menanggulangi dan mitigasi tsunami

    Sebelumnya, Kemeterian Perhubungan memperkirakan jumlah pelaku perjalanan periode libur lebaran tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

    Jumlah pelaku perjalanan diprediksi menjadi sebanyak 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari jumlah total penduduk Indonesia.

    Pergerakan di Pulau Jawa diperkirakan menjadi yang terbesar pada puncak arus mudik yang mulai berlangsung sekitar 21 Maret dan arus balik 11 April 2025. 

     

  • Hujan Deras Masih Terus Terjadi, Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau?

    Hujan Deras Masih Terus Terjadi, Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau?

    7cloud.asia – Musim hujan yang melanda Indonesia sejak akhir tahun 2024 telah membawa dampak signifikan, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Baru-baru ini banjir besar melanda Jabodetabek akibat curah hujan tinggi dari daerah hulu. Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di beberapa lokasi.

    Dengan situasi hujan yang masih sering terjadi seperti saat ini, banyak orang bertanya-tanya kapan Indonesia akan memasuki musim kemarau 2025?

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menginformasikan bahwa hujan masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2025. Sedangkan peralihan musim diperkirakan akan terjadi pada April 2025

    Namun, dia menekankan bahwa durasi hujan akan semakin singkat seiring dengan peralihan menuju musim kemarau.

    Baca: Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi Akibat Krisis Iklim

    “Pada 10 hari terakhir Maret, masih ada kemungkinan hujan, bahkan hujan lebat. Namun, durasinya lebih pendek dibandingkan dengan awal bulan,” ungkapnya yang dikutip dari Kompas.com pada Kamis (6/3/2025).

    Dwikorita juga mencatat bahwa intensitas hujan akan semakin menurun pada sepuluh hari terakhir bulan Maret, seiring dengan transisi menuju musim kemarau pada April 2025.

    Meskipun pada masa peralihan musim, yang sering disebut sebagai pancaroba, intensitas hujan cenderung melemah, dia tetap memperingatkan bahwa hujan lebat atau ekstrem dengan durasi pendek masih mungkin terjadi.

    Dalam menghadapi peralihan musim ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

    Sementara, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau pada Mei 2025.

     

    Baca: Perubahan Iklim Memicu Kekeringan dan Krisis Air Global

    Menurutnya, awal musim kemarau tidak akan terjadi secara bersamaan di seluruh daerah. Puncak Musim Kemarau 2025 Tidak Serempak, Terjadi Juni-Agustus

    “Biasanya, musim kemarau mulai dari timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kemudian berlanjut ke Jawa,” ungkap Ardhasena dalam wawancara dengan Kompas.com pada Kamis (6/3/2025).

    Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus dan September, dengan kemungkinan berakhirnya musim kemarau pada Oktober atau November, sebelum kembali memasuki musim hujan.

    Ardhasena juga menjelaskan bahwa musim kemarau di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh angin Monsun Timur yang berasal dari tengara atau Australia.

    Angin muson timur memiliki sifat kering dan berpotensi mendorong pertumbuhan awan menjauh dari Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di setiap musim kemarau.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (20/03/2025) hingga Jumat (21/03/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani, Semarang merilis empat faktor yang memicu terjadinya cuaca ekstrem.

    Melansir Antaranews, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap,  Teguh Wardoyo menjelaskan faktor pertama, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.

    Menurutnya kondisi ini menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Jateng.

    Baca: Waspada! Cuaca ekstrem di Yogyakarta

    Kedua, adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini terpantau aktif pada fase 3 yang berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Jateng.

    Ketiga, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.

    Faktor keempat, terdapat labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

    “Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng,” jelas Teguh.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Selanjutnya Teguh mengungkapkan pada Kamis (20/3/2025), cuaca ekstrem berpotensi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula melanda wilayah Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

    Kemudian cuaca ekstrem pada Jumat (21/3/2025) berpotensi melanda Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara.

    Baca: Krisis iklim picu cuaca ekstrem

    Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir terutama untuk masyarakat yang berada serta tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Bali Hingga 25 Maret

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Bali Hingga 25 Maret

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, akibat adanya bibit siklon 92S berpotensi melanda wilayah Bali hingga 25 Maret mendatang.

    Selain wilayah Bali, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Dalam akun youtube resminya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Bandung, Denpasar, Mataram, Kupang, Banjarmasin, Palu, Kendari, Makassar.

    Kondisi cuaca serupa terjadi pula di Kota Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Tanjung Selor dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Mamuju dan Nabire.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, pada pagi hari seluruh wilayah diprediksi berawan tebal. Potensi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Kepulauan Riau.

    Malamnya hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.   

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir KalimantanTengah.

     

     

     

     

  • BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

    BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik. Masyarakat harus waspada.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan para pemudik perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.

    “Cuaca merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan mudik. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, periksa tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi. Jika hujan lebat terjadi, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk,” jelas Dwikorita seperti yang dilansir Antaranews beberapa waktu lalu.

    Baca: Waspada bencana di Pulau Jawa hingga April 2025

    Selanjutnya Dwikorita menerangkan cuaca ekstrem yang terjadi kali ini dipicu oleh tiga faktor. Pertama, adanya gangguan atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia.

    Kedua, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO). Ketiga, adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin.

    Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kombinasi faktor ini memperkuat pertumbuhan awan hujan, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem dalam sepekan ke depan.

    Cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan dan perjalanan laut.

    Karena itu, masyarakat yang menggunakan transportasi udara dan laut perlu memperhatikan prakiraan cuaca di bandara dan pelabuhan tujuan mereka.

     Baca: BMKG ingatkan potensi tsunami di terowongan selatan Kulonprogo

    “Dalam beberapa hari mendatang, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Pemudik yang melintasi wilayah-wilayah ini diharapkan lebih berhati-hati, terutama di jalur rawan banjir dan longsor seperti jalur Pantura, jalur selatan Jawa, serta beberapa ruas tol yang berpotensi tergenang air,” terang Guswanto.

    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, ada faktor lainnya seperti anomali suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar perairan Indonesia.

    Kondisi ini mengakibatkan adanya penambahan kandungan uap air di atmosfer, sehingga semakin memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah di Jawa

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah di Jawa

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat akan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (25/3/2025).

    Dilansir dari laman resminya, BMKG mengungkapkan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca berawan serta hujan ringan hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Hujan lebat ini dipicu gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin yang aktif sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

    BMKG juga menyebut, bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia diprediksi menjadi siklon tropis pada kategori sedang. Bibit ini berdampak tidak langsung terhadap kondisi perairan berupa angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 2.5 meter.

    Baca: Waspadai potensi cuaca ekstrem saat mudik Lebaran

    “Kombinasi dari beberapa gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur,” demikian BMKG dalam rilis resminya.

    Merujuk pada kondisi atmosfer tersebut, beberapa daerah diperkirakan akan mengalami hujan lebat pada Selasa (25/3/2025).

    Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi antara lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap kemungkinan hujan lebat disertai petir, berhati-hati terhadap jalanan licin, siaga menghadapi perubahan cuaca.

    Baca: Perubahan iklim akibatkan cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Sedangkan, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali

    Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Barat Papua juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan mengguyur Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

    Baca: Kapan Indonesia masuki musim kemarau

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Timur, Bali dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Timur, Bali dan Sejumlah Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (26/03/2025) termasuk Jawa Timur dan Bali. Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui kanal youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem bakal melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Banjarmasin, Merauke, Maniokwari dan Nabire.  Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor,

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Palangkaraya, Samarinda, Mamuju, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya dan Jayapura.  

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Timur dan pesisir Kalimantan Barat.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca hujan ringan akan menguyur Jabodetabek pada Sabtu (29/3/2025).

    Dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya, BMKG memprediksi sejumlah wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan ringan dalam dua hari ke depan.

    BMKG mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk mempersiapkan kelengkapan melakukan perjalanan dengan baik.

    Menurut BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu.

    Baca: Kapan Indonesia memasuki musim kemarau

    Hujan ringan juga berpotensi mengguyur Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

    BMKG juga merilis peringatan dini potensi hujan sedang hingg lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia baik di Sumatra Jawa, Kalimantan maupun Sulawesi.

    Hujan sedang hingga lebat antara lain bisa terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Lampung dan Jambi

    Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Bali, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,

    Baca: Banjir di Indonesia semakin mengkhawatirkan

    Sebagian wilayah Kalimantan yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga hujan lebat, sebagaimana halnya Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara

    Sedangkan hujan lebat hingga hujan sangat lebat berpotensi terjadi di Jawa Timur
    Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Papua

    BMKG juga merilis peringatan dini potensi terjadinya angin kencang di Jawa Timur
    dan Nusa Tenggara Timur

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah pada Minggu (30/3/2025).

    BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi risiko akibat cuaca ekstrem yang terjadi sehari menjelang Idul Fitri.

    Cuaca ekstrem ini, menurut BMKG, dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan dalam memasuki periode mudik lebaran ini.

    BMKG memprediksi sejumlah wilayah Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga hujan sangat lebat pada hari ini

    Baca: Kapan Indonesia memasuki musim kemarau

    Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, BMKG mengimbau untuk tetap selalu waspada dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.

    Dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya, BMKG menyebut hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Papua

    Sedangkan sejumlah wilayah lainnya berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu (30/3/2025), yaitu:

    – Pulau Sumatra: Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi

     

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat krisis iklim

    – Pulau Jawa: Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur

    – Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara

    – Pulau Sulawesi: Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara

    – Indonesia Timur: Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
    Papua, dan Papua Barat

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Pagi Hari

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Pagi Hari

    bmkg

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilisnya, menyebutkan awan tebal dan hujan ringan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Senin (31/3/2025)

    Dikutip dari laman resminya bmkg.go.id, BMKG menyebutkan kondisi cuaca berawan tebal dan hujan ringan ini akan terjadi pada dinihari hingga siang hari.

    Dalam prakiraan cuaca itu disebutkan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dalam dua hari ke depan.

    BMKG menyebutkan, sejumlah wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin (31/3/2025)

    Baca: Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau?

    Karena itu, BMKG mengingatkan kepada umat Islam yang akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah memnyiapkan diri jika terjadi hujan sewaktu-waktu.

    Dalam prakiraan cuaca itu, BMKG, menyebutkan Kabupaten Bogor diperkirakan akan diguyur hujan sedang.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara.

    Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan juga akan diguyur hujan ringan.

    Sedangkan pada Selasa (1/4/2025) hujan sedang juga diprediksi terjadi di Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

    Baca: Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi Akibat Krisis Iklim