Hujan Deras Masih Terus Terjadi, Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau?

Written by

in

7cloud.asia – Musim hujan yang melanda Indonesia sejak akhir tahun 2024 telah membawa dampak signifikan, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Baru-baru ini banjir besar melanda Jabodetabek akibat curah hujan tinggi dari daerah hulu. Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di beberapa lokasi.

Dengan situasi hujan yang masih sering terjadi seperti saat ini, banyak orang bertanya-tanya kapan Indonesia akan memasuki musim kemarau 2025?

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menginformasikan bahwa hujan masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2025. Sedangkan peralihan musim diperkirakan akan terjadi pada April 2025

Namun, dia menekankan bahwa durasi hujan akan semakin singkat seiring dengan peralihan menuju musim kemarau.

Baca: Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi Akibat Krisis Iklim

“Pada 10 hari terakhir Maret, masih ada kemungkinan hujan, bahkan hujan lebat. Namun, durasinya lebih pendek dibandingkan dengan awal bulan,” ungkapnya yang dikutip dari Kompas.com pada Kamis (6/3/2025).

Dwikorita juga mencatat bahwa intensitas hujan akan semakin menurun pada sepuluh hari terakhir bulan Maret, seiring dengan transisi menuju musim kemarau pada April 2025.

Meskipun pada masa peralihan musim, yang sering disebut sebagai pancaroba, intensitas hujan cenderung melemah, dia tetap memperingatkan bahwa hujan lebat atau ekstrem dengan durasi pendek masih mungkin terjadi.

Dalam menghadapi peralihan musim ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

Sementara, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau pada Mei 2025.

 

Baca: Perubahan Iklim Memicu Kekeringan dan Krisis Air Global

Menurutnya, awal musim kemarau tidak akan terjadi secara bersamaan di seluruh daerah. Puncak Musim Kemarau 2025 Tidak Serempak, Terjadi Juni-Agustus

“Biasanya, musim kemarau mulai dari timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kemudian berlanjut ke Jawa,” ungkap Ardhasena dalam wawancara dengan Kompas.com pada Kamis (6/3/2025).

Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus dan September, dengan kemungkinan berakhirnya musim kemarau pada Oktober atau November, sebelum kembali memasuki musim hujan.

Ardhasena juga menjelaskan bahwa musim kemarau di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh angin Monsun Timur yang berasal dari tengara atau Australia.

Angin muson timur memiliki sifat kering dan berpotensi mendorong pertumbuhan awan menjauh dari Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di setiap musim kemarau.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *