Tag: palestina

  • Israel Intensifkan Serangan Udara ke Gaza

    Israel Intensifkan Serangan Udara ke Gaza

    7cloud.asia – Pasukan Israel mengintensifkan serangan udara dengan frekuensi tinggi, rata-rata satu serangan setiap delapan hingga sembilan menit, pada Kamis (25/9/2025).

    Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric, mengutip data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan bahwa selama 24 jam terakhir operasi Israel meningkat pesat dengan dampak besar pada penduduk sipil.

    Dujarric memperingatkan konsekuensi menghancurkan bagi warga sipil di Gaza akibat serangan Israel tersebut.

    Menurut pemantauan PBB, sekitar 16.500 orang terpaksa mengungsi dari Gaza Utara ke Gaza Selatan dalam sehari, khususnya pada Kamis (25/9/2025).

    Baca: Aksi “walk out” saat Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Umum PBB

    Petugas bantuan masih berada di jalur pengungsian untuk memberi pertolongan pertama, dukungan psikososial, merujuk ke layanan khusus jika perlu, dan menyampaikan informasi risiko bahan peledak kepada pengungsi baru.

    Namun, Dujarric memperingatkan bahwa tantangan di lapangan semakin berat.

    Meski telah ada upaya tersebut, ratusan ribu orang tetap tinggal di Kota Gaza di tengah kondisi tidak aman. Mereka sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan karena layanan penting banyak yang ditutup atau harus direlokasi.

    Baca: Deklarasi New York dukung solusi dua negara

    Mengenai pembatasan akses bantuan oleh otoritas Israel, Dujarric menyebut dari 15 upaya koordinasi yang diajukan untuk mendukung warga di berbagai wilayah Gaza, hanya tujuh yang difasilitasi sepenuhnya pada hari Kamis.

    PBB mendesak Israel agar memfasilitasi penuh operasi kemanusiaan, termasuk pergerakan bantuan tanpa hambatan masuk dan melintasi Jalur Gaza.

    Di Tepi Barat yang diduduki, lebih dari 3.000 warga Palestina, setengahnya anak-anak, telah mengungsi akibat serangan pemukim ilegal dan pembatasan akses oleh Israel sejak Oktober 2023.

    Sumber: Antaranews/Anadolu

  • Palestina Sambut Positif Usulan Perdamaian Trump untuk Akhiri Perang di Gaza

    Palestina Sambut Positif Usulan Perdamaian Trump untuk Akhiri Perang di Gaza

    7cloud.asia – Otoritas Palestina menyambut baik upaya Presiden AS, Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang sudah berlangsung hampir dua tahun.

    Dalam pernyataannya, otoritas Palestina juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan Washington dan pihak-pihak terkait lainnya guna mencapai perdamaian di Gaza.

    “Negara Palestina menyambut baik upaya tulus dan penuh tekad Presiden Donald J. Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan keyakinannya atas kemampuannya untuk menemukan jalan menuju perdamaian,” demikian pernyataan kepresidenan yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.

    Kepresidenan Palestina menekankan pentingnya kemitraan dengan Washington dalam mencapai perdamaian regional dan memperbarui “komitmen bersama untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, negara-negara di kawasan, dan mitra untuk mengakhiri perang di Gaza melalui perjanjian yang komprehensif.”

    Baca: Trump usulkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza

    Menurut pernyataan tersebut, diperlukan kesepakatan komprehensif untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina

    Juga pembentukan mekanisme untuk melindungi rakyat Palestina, dan penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.

    Hal ini juga akan memastikan penyatuan daratan dan institusi Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan mengakhiri pendudukan.

    Langkah ini membuka jalan menuju perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara, di mana Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan hubungan bertetangga yang baik sesuai legitimasi internasional, tambah pernyataan tersebut.

    Baca: 142 Negara dukung Palestina merdeka

    Sebelumnya pada Senin (29/9/2025), Presiden AS mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza yang terkepung dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Rencana tersebut mencakup pembebasan tawanan Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina, pelucutan senjata Hamas sepenuhnya, dan pembentukan komite Palestina yang teknokratis dan apolitis untuk memerintah wilayah tersebut.

    Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu tidak dapat dihuni dan menyebabkan kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • 4 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Akui Negara Palestina

    4 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Akui Negara Palestina

    7cloud.asia – Agresi militer Israel sejak Oktober 2023 telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza, dan kembali mendorong isu kedaulatan Palestina ke panggung internasional.

    Inggris dan Prancis, yang sebelumnya lebih sering berpihak kepada Israel, membuat gebrakan bersejarah dengan berbalik mendukung Palestina sebagai sebuah negara.

    Perkembangan ini menandai babak baru dalam dinamika politik internasional terkait perjuangan Palestina, sekaligus memberi sinyal kuat atas semakin luasnya dukungan dunia terhadap kemerdekaan rakyat Palestina.

    Dengan perubahan sikap Inggris dan Prancis ini, maka empat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memiliki hak veto kini sudah memberikan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.

    Baca: 142 Negara mendukung Negara Palestina

    Negara-negara tersebut adalah China, Rusia, Inggris, dan Prancis. Inggris dan Perancis baru-baru ini menegaskan pengakuannya, sehingga saat ini tinggal Amerika Serikat belum mengakui Negara Palestina.

    Amerika Serikat sebagai satu-satunya anggota tetap DK PBB pemegang hak veto yang belum mengakui Palestina, dan masih konsisten mendukung penuh posisi Israel di berbagai forum internasional.

    Namun, Presiden AS Donald Trump, usai bertemua dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin, 29 September, menyatakan Israel menyatakan dukungannya terhadap rencana yang ditawarkan Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.

    Baca: Trump umumkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza

    Dalam sambutan pembukaannya, Netanyahu menegaskan bahwa rencana itu dirancang agar Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel.

    Trump kemudian menguraikan 20 poin rencana yang bertujuan mengakhiri perang antara Israel dan Hamas sekaligus membentuk pemerintahan pascaperang di wilayah Palestina yang tengah dilanda krisis.

    Isi rencana tersebut menekankan bahwa penduduk Gaza tidak diwajibkan meninggalkan wilayahnya, serta menyerukan penghentian perang segera jika disepakati kedua pihak.

    Selain itu, perjanjian tersebut juga menggariskan pembebasan seluruh sandera dalam kurun waktu dua jam setelah Israel menyetujui rencana dimaksud.

    Baca: Peluang terwujudnya solusi dua negara Palestina dan Israel

  • Hamas Setujui Usulan Trump, Tapi Menolak Serahkan Senjata

    Hamas Setujui Usulan Trump, Tapi Menolak Serahkan Senjata

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyetujui usulan Presiden AS Donald Trump soal gencatan senjata di Jalur Gaza. Namun kesepakatan Hamas itu tidak mencakup penyerahan senjata.

    Juru bicara Hamas di Lebanon, Walid Kilani, mengatakan pada Sabtu (4/10/2025) bahwa penyerahan senjata hanya mungkin dilakukan setelah berdirinya negara Palestina yang berdaulat dan memiliki tentara nasional.

    Dia menegaskan bahwa Hamas tidak pernah mempertimbangkan untuk menyerahkan senjatanya dan tidak pernah mengaitkan hal itu dengan persetujuannya pada syarat-syarat perjanjian.

    “Sikap kami jelas dan tegas: selama pendudukan berlanjut, perlawanan akan terus ada. Penyerahan senjata hanya mungkin dilakukan setelah negara Palestina yang berdaulat berdiri dengan kewenangan penuh dan tentara nasional yang mampu melindungi rakyat Palestina,” kata Kilani.

    Baca: Trump usulkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza

    Dia menambahkan, poin utama usulan Presiden Trump tetaplah gencatan senjata di Jalur Gaza, sementara Hamas bersedia membahas syarat-syarat lainnya.

    “Fokus utama gerakan ini adalah gencatan senjata, sementara soal lain bisa dibicarakan dan disepakati. Karena itu, kesepakatan gencatan senjata juga mencakup klausul yang melarang pengusiran warga Palestina dari tanah mereka,” kata Kilani.

    Soal siapa yang memerintah Jalur Gaza, kata dia, harus diputuskan oleh seluruh bangsa Palestina, bukan hanya Hamas.

    “Kesepakatan atas poin-poin tertentu dari rencana Washington hanya dicapai selama sesuai dengan tuntutan dan aspirasi rakyat Palestina, tanpa menyentuh prinsip lain — khususnya isu perlucutan senjata dan kendali atas Jalur Gaza, karena keputusan itu adalah milik seluruh rakyat Palestina, bukan hanya Hamas,” katanya.

    Baca: 142 Anggota PBB dukung Palestina merdeka

    Sementara, tentara Israel mengabaikan desakan Trump untuk segera menghentikan serangan ke Gaza setelah kelompok perlawanan Hamas menyatakan setuju untuk membebaskan sandera Israel seperti yang dia usulkan.

    Serangan Israel menewaskan lima warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan, dan melukai lainnya dalam serangan di Jalur Gaza pada Sabtu (4/10/2025).

    Dalam seruannya, Trump mengatakan dia percaya kelompok Hamas “siap untuk perdamaian abadi.”

    Sumber-sumber medis dan saksi mata mengatakan meski ada desakan Trump, pasukan Israel masih menyerang dua rumah di Kota Gaza dan kamp pengungsi Nuseirat yang menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya.

    Serangan udara dan darat pasukan Israel juga berlanjut di seluruh Kota Gaza dan Khan Younis di wilayah selatan.

    Sumber: Antaranews.com/Spuntik-RIA Novosti-OANA-Anadolu

  • Serangan Udara di Gaza Tetap Berlangsung, Meski Telah Sepakat Gencatan Senjata

    Serangan Udara di Gaza Tetap Berlangsung, Meski Telah Sepakat Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Pejabat Pertahanan Sipil Gaza, Mohammed Al-Mughayyir pada Kamis (09/10/2025) mengungkapkan bahwa wilayah kantong Palestina tersebut kembali menghadapi beberapa kali serangan udara usai pengumuman kesepakatan antara Hamas dan Israel.

    Kelompok perjuangan Palestina itu, bersama dengan Israel menyepakati tahap pertama rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Amerika serikat.

    Sebelumnya pada Rabu (8/10/20205), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama perjanjian damai Gaza.

    Baca: Hamas Tuntut Jaminan Israel Akhiri Perang

    Hamas kemudian mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan yang meliputi berakhirnya perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Zionis Israel, pengiriman bantuan serta pertukaran tahanan.

    “Sejak kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan di Gaza diumumkan tadi malam, sejumlah ledakan telah dilaporkan, terutama di wilayah-wilayah Gaza utara,” kata Al-Mughayyir, seperti dikutip kantor berita AFP.

    Sumber: AntaranewsSputnik/RIA Novosti-OANA

     

  • Hamas Sebut Palestina Tak Butuh Pasukan Asing Kecuali untuk Menghadang Militer Israel

    Hamas Sebut Palestina Tak Butuh Pasukan Asing Kecuali untuk Menghadang Militer Israel

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyatakan pihaknya mampu menjaga keamanan wilayahnya sendiri.

    Dalam pernyataan kepada RIA Novosti, Selasa (21/10/2025), kepala departemen hubungan internasional Gerakan Palestina Hamas, Mousa Abu Marzouk mengatakan pasukan asing hanya diperlukan untuk melindungi rakyat Palestina dari Israel.

    “Kami, rakyat Palestina, memiliki kemampuan untuk mengamankan keamanan kami sendiri. Sejak awal perjanjian, pasukan penegak hukum Jalur Gaza telah mulai mengejar para provokator kerusuhan dan menjaga keamanan di Jalur Gaza,” demikian pernyataan Marzouk ketika ditanya tentang kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza.

    Ia menyebutkan bahwa fokus seharusnya diarahkan pada pembentukan pasukan internasional yang bertugas melindungi rakyat Palestina dari tindakan militer Israel.

    “Kami akan mendukung solusi apa pun yang menjamin perlindungan rakyat kami,” tambah Marzouk.

    Baca: Kesepakatan gencatan senjata di Gaza tercapai

    Marzouk mengatakan Hamas memiliki seluruh sarana yang diperlukan untuk menjaga keamanan internal.

    Ia menilai keberadaan militer Israel di Jalur Gaza merupakan hambatan utama bagi stabilitas di wilayah tersebut.

    “Akar penyebab ketidakstabilan di Jalur Gaza adalah tentara Israel, dan penarikan penuhnya dari wilayah kantong tersebut sangat penting untuk menstabilkan situasi di Jalur Gaza dan memastikan keamanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Minggu (19/10/2025), pasukan Israel menuduh Hamas menembakkan rudal anti-tank dan menembaki tentaranya di Jalur Gaza selatan, yang mereka sebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

    Militer Israel kemudian melancarkan serangan terhadap puluhan target Hamas di wilayah itu.

    Baca: Pasukan Israel mulai ditarik mundur dari Gaza

    Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza mulai diberlakukan pada 10 Oktober lalu.

    Pada 13 Oktober, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi gencatan senjata Gaza.

    Hamas membebaskan 20 sandera yang masih hidup yang ditahan sejak 7 Oktober 2023, sementara pihak Israel membebaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza dan 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman jangka panjang.

    Saat ini, Hamas sedang mengembalikan jenazah para sandera yang meninggal selama penahanan ke Israel.

    Berdasarkan perjanjian tersebut, Palestina berkewajiban untuk mengembalikan 28 jenazah yang tersisa. Sebanyak 12 jenazah telah diserahkan dan diidentifikasi sejauh ini.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

  • Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    7cloud.asia – Kepresidenan Palestina mendesak komunitas internasional, terutama pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata Gaza, untuk menekan Israel agar mempercepat distribusi rumah portabel dan tenda ke Jalur Gaza.

    Desakan itu disampaikan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang saat ini mengancam keselamatan warga Gaza.

    Tenda-tenda pengungsian yang tersisa di wilayah kantong itu sudah lama, robek, dan tidak layak, sehingga tidak dapat mencegah masuk air hujan dan hampir tidak melindungi warga sipil.

    Presidensi Palestina juga mendesak Israel mencabut pembatasan dan hambatan yang menghalangi pemerintah Palestina mengirimkan rumah portabel, tenda, serta peralatan tempat tinggal penting ke Gaza.

    Baca: Israel tolak masuknya lebih 100 bantuan kemanusiaan ke Gaza

    Tujuannya adalah untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung sekaligus melindungi kelompok-kelompok masyarakat rentan termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia, dari bahaya serius yang ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem.

    Sebelumnya diberitakan, PBB mengatakan bahwa Israel menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

    “Otoritas Israel telah menolak 107 permintaan masuknya bantuan, termasuk selimut, pakaian musim dingin, serta peralatan dan bahan untuk memelihara dan mengoperasikan layanan air, sanitasi, dan kebersihan,” ujar juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers Kamis (6/11/2025).

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    7cloud.asia – Pertahanan Sipil Gaza pada Sabtu (22/11/2025) mengatakan bahwa Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, menyebabkan setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di wilayah kantong tersebut.

    Menurut Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, korban tewas termasuk seorang komandan dari Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas.

    Seorang sumber Hamas, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa gerakan tersebut menyampaikan “kemarahan” mereka kepada tim mediator regional atas serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza

    Padahal kelompok Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya mematuhi perjanjian gencatan senjata.

    Baca: Serangan Israel ke Palestina Berlanjut Pasca Gencatan Senjata

    Sumber tersebut menambahkan bahwa Hamas mendesak para mediator untuk segera mengintervensi guna mencegah runtuhnya kesepakatan yang diinginkan Israel.

    Dia menekankan bahwa gerakan Hamas dan faksi-faksi lain tetap berkomitmen pada gencatan senjata meskipun terjadi eskalasi.

    Sumber itu juga memperingatkan bahwa pembunuhan terus-menerus yang dilakukan oleh Israel terhadap warga di Gaza yang sering disebut sebagai wilayah kantong tersebut.

    Dia menggambarkan sebagai “tekanan lambat” dari Amerika Serikat (AS) terhadap Israel untuk menahan aksinya, dapat mendorong situasi menuju potensi kekacauan.

    Baca: Israel Tolak Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

    Tentara Israel melancarkan serangan besar-besaran di beberapa area di Jalur Gaza pada Sabtu sore waktu setempat, yang menyebabkan banyak korban, menurut sumber medis setempat.

    Sejak gencatan senjata di Gaza berlaku pada Oktober, serangan Israel telah menewaskan 318 orang dan melukai 788 lainnya, sehingga total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 menjadi 69.733 orang.

    Adapun jumlah korban luka menjadi 170.863 orang, menurut otoritas kesehatan di Gaza.

    (Antaranews/Xinhua)

  • Korban Tewas Akibat Perang Gaza Tembus 70.000 Orang

    Korban Tewas Akibat Perang Gaza Tembus 70.000 Orang

    7cloud.asia – Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/11/2025) menyatakan, warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 menembus angka 70.100 jiwa.

    Selama 48 jam terakhir, dua jenazah dan 11 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di daerah kantong Palestina tersebut, sehingga total korban luka bertambah menjadi 170.983 orang sejak konflik Palestina-Israel pecah pada Oktober 2023, imbuh pihak otoritas.

    Sementara militer Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah dicapai gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober lalu.

    Meskipun gencatan senjata sudah diberlakukan pada Oktober lalu, serangan periodik Israel telah menewaskan 354 orang dan melukai 906 lainnya di daerah kantong yang terkepung tersebut, menurut pernyataan itu.

    Pada Sabtu, dua anak Palestina tewas dalam serangan drone Israel di sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan, seiring tentara Israel mengintensifkan serangannya di daerah kantong tersebut, menurut sumber medis dan keamanan Palestina.

    Konflik Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, ketika militan yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan sekitar 1.200 jiwa dan menyandera sekitar 250 orang.

    Serangan ini memicu respons militer Israel dalam skala besar di Gaza, yang mengakibatkan 80 persen wilayah Gaza hancur dan infrastrukturnya porak poranda.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    7cloud.asia – UNICEF pada Sabtu (29/11/2025) melaporkan bahwa hampir 9.300 anak di bawah usia 5 tahun (balita) di Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut parah pada Oktober.

    “Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Jalur Gaza, diperparah dengan datangnya cuaca musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian di antara anak-anak yang paling rentan,” kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

    Badan tersebut menyayangkan masih terhambatnya sejumlah besar pasokan musim dingin di perbatasan Gaza dan menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.

    Baca: Sebanyak 70 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Jalur Gaza

    “Saat cuaca musim dingin tiba, ribuan keluarga pengungsi tetap berada di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca, sementara hujan deras telah menghanyutkan sampah dan limbah melalui banjir dan masuk ke daerah pemukiman,” tambah badan tersebut.

    Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan bahwa “meskipun ada kemajuan, ribuan anak di bawah usia lima tahun masih mengalami malnutrisi akut di Gaza, sementara banyak lagi yang tidak memiliki tempat berlindung, sanitasi, dan perlindungan yang layak terhadap musim dingin,” demikian pernyataan tersebut.

    Russell juga menyerukan pembukaan semua penyeberangan ke Jalur Gaza, dengan prosedur izin yang disederhanakan dan dipercepat serta prioritas yang jelas untuk masuknya pasokan kemanusiaan melalui semua rute pasokan yang memungkinkan, termasuk melalui Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza Berlanjut Usai Gencatan Senjata

    Peringatan tersebut disampaikan mengingat meski gencatan senjata disepakati, dan mulai berlaku pada Oktober, Gaza tetap menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin meningkat.

    Kantor media pemerintah mengatakan pada Rabu bahwa badai musim dingin baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda yang melindungi keluarga-keluarga yang mengungsi dan menyebabkan lebih dari 288.000 rumah tangga tanpa perlindungan dari dingin dan hujan.

    Pihak berwenang di Gaza memperkirakan wilayah tersebut membutuhkan sekitar 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal paling dasar bagi warga Palestina, setelah Israel menghancurkan infrastruktur sipil selama dua tahun perang.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.900 lainnya dalam perang yang berlangsung lebih dari dua tahun dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews/Anadolu