Israel Intensifkan Serangan Udara ke Gaza

Written by

in

7cloud.asia – Pasukan Israel mengintensifkan serangan udara dengan frekuensi tinggi, rata-rata satu serangan setiap delapan hingga sembilan menit, pada Kamis (25/9/2025).

Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric, mengutip data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan bahwa selama 24 jam terakhir operasi Israel meningkat pesat dengan dampak besar pada penduduk sipil.

Dujarric memperingatkan konsekuensi menghancurkan bagi warga sipil di Gaza akibat serangan Israel tersebut.

Menurut pemantauan PBB, sekitar 16.500 orang terpaksa mengungsi dari Gaza Utara ke Gaza Selatan dalam sehari, khususnya pada Kamis (25/9/2025).

Baca: Aksi “walk out” saat Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Umum PBB

Petugas bantuan masih berada di jalur pengungsian untuk memberi pertolongan pertama, dukungan psikososial, merujuk ke layanan khusus jika perlu, dan menyampaikan informasi risiko bahan peledak kepada pengungsi baru.

Namun, Dujarric memperingatkan bahwa tantangan di lapangan semakin berat.

Meski telah ada upaya tersebut, ratusan ribu orang tetap tinggal di Kota Gaza di tengah kondisi tidak aman. Mereka sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan karena layanan penting banyak yang ditutup atau harus direlokasi.

Baca: Deklarasi New York dukung solusi dua negara

Mengenai pembatasan akses bantuan oleh otoritas Israel, Dujarric menyebut dari 15 upaya koordinasi yang diajukan untuk mendukung warga di berbagai wilayah Gaza, hanya tujuh yang difasilitasi sepenuhnya pada hari Kamis.

PBB mendesak Israel agar memfasilitasi penuh operasi kemanusiaan, termasuk pergerakan bantuan tanpa hambatan masuk dan melintasi Jalur Gaza.

Di Tepi Barat yang diduduki, lebih dari 3.000 warga Palestina, setengahnya anak-anak, telah mengungsi akibat serangan pemukim ilegal dan pembatasan akses oleh Israel sejak Oktober 2023.

Sumber: Antaranews/Anadolu

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *