7cloud.asia – Otoritas Palestina menyambut baik upaya Presiden AS, Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang sudah berlangsung hampir dua tahun.
Dalam pernyataannya, otoritas Palestina juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan Washington dan pihak-pihak terkait lainnya guna mencapai perdamaian di Gaza.
“Negara Palestina menyambut baik upaya tulus dan penuh tekad Presiden Donald J. Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan keyakinannya atas kemampuannya untuk menemukan jalan menuju perdamaian,” demikian pernyataan kepresidenan yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Kepresidenan Palestina menekankan pentingnya kemitraan dengan Washington dalam mencapai perdamaian regional dan memperbarui “komitmen bersama untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, negara-negara di kawasan, dan mitra untuk mengakhiri perang di Gaza melalui perjanjian yang komprehensif.”
Baca: Trump usulkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza
Menurut pernyataan tersebut, diperlukan kesepakatan komprehensif untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina
Juga pembentukan mekanisme untuk melindungi rakyat Palestina, dan penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.
Hal ini juga akan memastikan penyatuan daratan dan institusi Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan mengakhiri pendudukan.
Langkah ini membuka jalan menuju perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara, di mana Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan hubungan bertetangga yang baik sesuai legitimasi internasional, tambah pernyataan tersebut.
Baca: 142 Negara dukung Palestina merdeka
Sebelumnya pada Senin (29/9/2025), Presiden AS mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza yang terkepung dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Rencana tersebut mencakup pembebasan tawanan Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina, pelucutan senjata Hamas sepenuhnya, dan pembentukan komite Palestina yang teknokratis dan apolitis untuk memerintah wilayah tersebut.
Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu tidak dapat dihuni dan menyebabkan kelaparan.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Leave a Reply