Tag: bali

  • Penjualan Listrik di Bali Melonjak Tajam, Ini Dampaknya pada Lingkungan

    Penjualan Listrik di Bali Melonjak Tajam, Ini Dampaknya pada Lingkungan

    7cloud.asia – Dalam kunjungan kerja spesifik ke Bali untuk mengevaluasi kondisi kelistrikan di daerah tersebut, Komisi XII DPR menemukan fakta menarik terkait lonjakan penjualan listrik di Bali pasca-pandemi.

    Anggota Komisi XII DPR Syarif Fasha menyebut, Bali adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan penjualan listrik yang sangat signifikan, yaitu sebesar 16,41 persen.

    “Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penjualan listrik nasional yang hanya 6,4 persen,” ujar Fasha saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi XII di Bali, Denpasar, Jumat (15/11/2024).

    Namun, Fasha juga menyoroti ketergantungan Bali terhadap pasokan listrik dari luar daerah, khususnya Jawa, yang disuplai melalui kabel laut.

    “Ironisnya, Bali masih mengandalkan 85 persen pasokan listriknya dari Jawa. Ini menjadi masalah karena jika ketergantungan ini terus berlanjut, tidak akan bertahan lama,” tambah Politisi Partai NasDem ini.

    Sebagai solusi, Fasha mendorong adanya pembangunan pembangkit listrik di Bali untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat. Dia juga mengusulkan agar proyek tersebut dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Baca: Proyek listrik biomassa ancam kelestarian hutan

    “Kami akan menyampaikan usulan ini kepada Kementerian ESDM dan PLN, untuk merumuskan solusi yang tepat, termasuk kemungkinan menjadikan proyek ini sebagai PSN,” ujarnya.

    Fasha menekankan pentingnya pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Bali, mengingat pulau ini menjadi ikon pariwisata Indonesia di dunia.

    “Kita berharap Bali menjadi contoh dalam pemanfaatan energi terbarukan, bukan lagi bergantung pada energi fosil,” ungkapnya.

    Fasha juga menyampaikan apresiasinya terhadap investor yang tertarik berinvestasi di sektor energi, seperti Medco.

    Namun, dia mencatat adanya kendala terkait penerapan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diinginkan pemerintah yang mencapai 40 persen, yang menurutnya sulit dipenuhi.

    “Kami usulkan agar ada kelonggaran, mungkin menjadi 20 persen, mengingat tantangan yang ada di lapangan, tetapi tetap memperhatikan produk dalam negeri,” paparnya.

    Baca: PLTS di Kawasan Industri Kota Bukit Indah 100 Persen materialnya diimpor dari China

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XII DPR Putri Zulkifli Hasan, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pendanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui kerja sama PLN dengan pihak swasta dan internasional.

    Putri Zulhas, berharap kerja sama dengan pihak swasta ini dapat mempercepat implementasi energi terbarukan di Indonesia, khususnya Bali.

    “Jika kita bisa berkolaborasi dengan pihak swasta, mudah-mudahan ke depannya kerja sama ini bisa diperluas di seluruh Indonesia, tidak hanya di Bali,” ujarnya.

    Dalam pertemuan itu, sejumlah tantangan dalam pengembangan PLTS turut disampaikan, salah satunya adalah persoalan infrastruktur dan keterbatasan lahan.

    “Tadi dijelaskan bahwa rule of thumb untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya membutuhkan sekitar 1 hektare lahan untuk 1 MW kapasitas. Bayangkan, berapa banyak lahan yang harus disediakan, apalagi di Bali, di mana lahan terbatas dan biaya sangat tinggi. Kalau ada lahan, biasanya lebih diprioritaskan untuk kebutuhan komersial,” jelas Putri.

    Selain keterbatasan lahan, isu lingkungan juga menjadi tantangan besar. Komisi XII bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa pengembangan energi terbarukan tetap mengutamakan keberlanjutan lingkungan.

  • Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Sejumlah Wilayah

    Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Bali dan sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu (11/01/2025).

    Dilansir di akun YouTube resmi BMKG, selain wilayah Bali, cuaca ekstrem tersebut berpeluang melanda wilayah Aceh, Bengkulu, Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Lampung, sebagian besar Sulawesi, Jawa, sebagian besar Kalimantan.

    Selain itu wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat juga berpeluang terjadi cuaca ekstrem.

    Baca: Bibit siklon tropis picu cuaca ekstrim

    Prakirawan BMKG, Zhenny M Husnah menjelaskan cuaca ekstrem ini dipicu oleh bibit siklon tropis 97S itu saat ini terpantau sedang berada di Samudra Hindia Selatan Lampung dan membentuk daerah konvergensi memanjang dari Banten hingga jawa Timur dan di Samudra Hindia Selatan Jawa.

    Sirkulasi siklonik diperkirakan berada di perairan barat Aceh Laut Timur dan di Kalimantan Barat yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Aceh dan Nusa Tenggara Timur hingga laut timur dan Selat Karimata.

    “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis,” jelas Zhenny.

    Selain cuaca ekstrem, BMKG memperkirakan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Mataram.

    Baca: BMKG sebut hujan dengan intensitas tinggi hingga awal Januari 2025

    Selanjutnya Kota Palangkaraya, Samarinda, Manado, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Semarang, Surabaya, Palu, Makassar, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, Denpasar, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Mamuju.

    BMKG juga memperkirakan banjir rob yang masih berpotensi melanda pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Bali dan Sejumlah Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Bali dan Sejumlah Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem akan melanda di wilayah Bali dan sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (16/02/2025).

    Melalui akun youtube resminya, BMKG menyebut wilayah lain yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem adalah sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa kecuali Banten dan DKI Jakarta, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Potensi cuaca ekstrem juga terjadi di sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua.

    Menurut prakirawan BMKG, Sentia Arianti cuaca ekstrem ini dipicu adanya  Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Lampung yang memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di beberapa wilayah.

    Baca: Curah hujan tinggi hingga Januari 2025

    Selain itu, indeks monsun asia menunjukkan nilai yang lebih kuat daripada normalnya serta masih adanya La Nina lemah sejak September 2024 lalu.

    “Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan hujan sedang hingga lebat dan cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai,” jelas Sentia.

    Untuk wilayah lainnya, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekabaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandar Lampung dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Kupang, Mamuju dan Merauke.

    Selain cuaca ekstrem kondisi atmosfer juga mempengaruhi tinggi gelombang laut hingga mencapai 4 meter yang mengakibatkan terjadinya banjir rob di sejumlah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung.

    Pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan tengah, pesisir Maluku, pesisir Maluku Utara juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi melanda Bali dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia pada Minggu (19/01/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Mteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selain wilayah Bali, cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah sebagian wilayah Sumatera.

    Cuaca ekstrem berpeluang pula melanda sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian wilayah Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem hingga Februari 2025

    Selain cuaca ekstrem, hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju, Manado dan Ternate.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Palu, Gorontalo, Nabire dan Merauke.

    Sementara hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Bandung, Semarang, Denpasar, Mataram, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi pagi hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan sejumlah wilayah

    Siang harinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda wilayah Jakarta Timur. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat waspada adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

     

  • Sampah Plastik yang Kotori Pantai di Bali Berasal Dari Enam Sungai di Jawa dan Bali

    Sampah Plastik yang Kotori Pantai di Bali Berasal Dari Enam Sungai di Jawa dan Bali

    7cloud.asia – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah akan menangani sampah plastik yang mengotori sejumlah pantai di Pulau Bali.

    Hanif memperkirakan sampah plastik ini terbawa aliran empat sungai di Jawa dan dua sungai di Bali sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pulau Bali.

    “Yang terutama itu Sungai Ciliwung menyumbang 20-30 persen sampah di laut,” kata Hanif Faisol Nurofiq di sela aksi bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19/1/2025).

    Ia menjelaskan sampah yang terbawa melalui aliran Sungai Ciliwung menjadi kontributor utama karena membelah kota-kota besar di antaranya Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

    Selain Sungai Ciliwung, sungai lain yang juga membawa sampah termasuk sampah plastik adalah Sungai Citarum, Sungai Bengawan Solo, dan Sungai Brantas.

    Sedangkan dua sungai di Bali yang menjadi sumber sampah atau sampah plastik, yakni Tukad (Sungai) Badung dan Tukad Mati.

    “Kedua sungai itu tidak terlalu panjang sekitar 20 kilometer dan 22 kilometer,” katanya.

    Baca: Thailand resmi melarang impor sampah plastik

    Ada pun upaya penanganannya, kata dia, pihaknya akan memasang jaring-jaring yang menangkap sampah dan kemudian akan dipungut agar tidak bermuara hingga ke laut.

    Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan sampah kiriman yang terdampar di beberapa pesisir pantai di Bali sebagian besar berasal dari aliran sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Laut Jawa.

    “Sampah ini akan mengikuti arus terus bergerak ke arah timur, kemudian selatan dan sebagian terdampar di pantai Bali,” kata Hanif Faisol Nurofiq di sela aksi bersih sampah laut di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

    Dia menjelaskan sampah laut itu terjadi saat angin musim barat yang terjadi pada Oktober-Maret tiap tahun.

    Dalam sambutannya, Menteri LH memperkirakan jumlah sampah kiriman yang ditemukan di pesisir Bali pada 2024-2025 lebih tinggi dibandingkan pada 2020-2021 yang mencapai sekitar 6.000 ton dan pada 2023 sekitar 2.900 ton.

    Sampah kiriman itu terdampar, salah satunya di pesisir Pantai Kuta, Pantai Kedonganan dan pantai lainnya yang selama ini menjadi daya tarik wisata.

    Baca: KLH kaji kebijakan impor sampah plastik

    Peningkatan timbunan sampah itu, dipicu peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas yang tidak ramah lingkungan.

    Tak hanya dari aliran sungai di Pulau Jawa, lanjut dia, sampah laut kiriman di Pantai Kuta tersebut juga berasal dari negara lain, meski ia tidak menyebutkan detail asal negara tersebut.

    “Bahkan, berdasarkan data timbunan sampah yang terbawa di Pantai Kuta ini sebagian dari negara lain,” ucapnya ketika memberikan sambutan.

    Selain mendarat di pesisir Bali, lanjut dia, sampah laut yang terbawa arus tersebut juga sampai di pesisir Afrika tepatnya di Madagaskar.

    “Jadi ini perjalanan sampah dari hilir Pulau Jawa sampai Madagaskar,” ucapnya.

    Menyikapi kondisi tersebut, Hanif menyebutkan bahwa pihaknya akan membangun program kali (sungai) bersih dari sampah dengan menyasar sungai-sungai utama.

    Baca: KLHK targetkan emisi nol dari sektor sampah pada 2050

    Adapun target pertama, yakni menyasar tiga hingga empat sungai yang ada di destinasi wisata unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

    “Dari 17 destinasi wisata unggulan dari Kemenpar, saya minta tiga-empat yang kami selesaikan sampahnya dulu tahun ini,” imbuhnya.

    Pemerintah menggandeng Badan PBB Bidang Program Pembangunan (UNDP) dan didukung sejumlah negara di antaranya Norwegia dan Uni Emirat Arab (UEA).

    Pemerintah UEA memberikan bantuan jaring penangkap sampah atau trach boom yang rencananya akan ditempatkan di 14 titik lokasi sungai di Bali.

    “Saya minta di Tukad Mati dan Tukad Badung tahun ini harus selesai tidak boleh ada lagi sampah, tidak ada lagi pencemaran karena kami sudah memiliki sumber daya manusia, tim dan dana yang cukup,” katanya.

    Aksi bersih sampah laut tersebut kembali diadakan para menteri Kabinet Merah Putih setelah perdana diadakan pada Sabtu (4/1/2025) lalu di Pantai Kuta, Kabupaten Badung.

    Hingga saat ini sampah plastik masih terus ditemukan di sepanjang kawasan pantai wisata di antaranya Jimbaran, Kelan, dan Kedonganan.

     

  • Bali Kembali Sabet Gelar Pulau Terbaik Versi DestinAsian Readers Choice Awards 2025

    Bali Kembali Sabet Gelar Pulau Terbaik Versi DestinAsian Readers Choice Awards 2025

    7cloud.asia – Bali kembali mendapatkan penghargaan sebagai pulau terbaik dalam ajang penghargaan bagi industri pariwisata Asia Pasifik, ​​​​​​​DestinAsian Readers Choice Awards 2025.

    Menurut siaran pers Kementerian Pariwisata di Jakarta, Sabtu (8/3/2025) dalam kategori penghargaan pulau terbaik, Bali berhasil mengungguli sejumlah pulau tujuan wisata baik di dalam maupun di luar negeri.

    Beberapa pulau tujuan wisata yang masuk dalam nomisasi ini adalah Lombok (Indonesia), ​​​​​​Maladewa, Boracay (Filipina), Phuket (Thailand), Phu Quoc (Vietnam), Palawan (Filipina), Koh Samui (Thailand), Langkawi (Malaysia), dan Penang (Malaysia)

    Bali dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa, mulai dari pantai-pantai eksotis seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur, hingga Uluwatu.

    Tak ketinggalan pesona budaya khas seperti tarian tradisional, upacara keagamaan, dan keunikan arsitektur pura yang memikat wisatawan.

    Selain itu, keramahan masyarakatnya serta berbagai pilihan akomodasi, mulai dari resort mewah hingga penginapan budget-friendly, turut menjadi daya tarik utama.

    Baca: Konservasi di Kaimana didorong jadi ikon ekowisata

    Tak hanya itu, sektor kuliner dan wellness tourism juga berkontribusi besar dalam menarik wisatawan global. Restoran kelas dunia, spa, serta berbagai aktivitas seperti yoga dan meditasi di Ubud semakin mengukuhkan Bali sebagai destinasi wisata unggulan.

    DestinAsian, sebuah media ternama yang berfokus pada perjalanan dan pariwisata di kawasan Asia Pasifik. Kriteria penilaian meliputi kualitas layanan, fasilitas, keindahan alam, daya tarik budaya, hingga pengalaman wisata secara keseluruhan.

    Keberhasilan Bali dalam meraih penghargaan ini tentu tidak lepas dari peran pemerintah dan para pelaku industri pariwisata dalam menjaga kualitas layanan serta keberlanjutan lingkungan di Pulau Dewata.

    Upaya dalam memperkenalkan konsep pariwisata berkelanjutan juga menjadi nilai tambah yang diapresiasi wisatawan mancanegara.

    “Terima kasih telah memilih Bali sebagai The Best Island. Hal ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi top of mind wisatawan untuk berwisata ke Indonesia,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, yang menerima penghargaan itu dalam acara yang digelar di Ayana Resort Hotel Jimbaran, Bali, Jumat (7/3/2025).

    Dia mendedikasikan penghargaan itu untuk masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pelaku industri pariwisata yang telah menjaga keindahan alam, kekayaan budaya, dan daya tarik wisata Bali.

    Baca: Masyarakat Pulau Pahawang kembangkan ekowisata berkelanjutan

    Ni Luh Puspa berharap penghargaan untuk Bali dapat menjadi inspirasi bagi pengelola destinasi wisata lain di Indonesia untuk berbenah.

    “Semoga prestasi ini juga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memajukan industri pariwisata, dan memperkenalkan destinasi-destinasi luar biasa Indonesia lainnya kepada dunia,” katanya.

    DestinAsian Readers’ Choice Awards merupakan ajang penghargaan tahunan bagi industri pariwisata di kawasan Asia Pasifik.

    Dalam acara tahunan yang telah digelar selama 18 tahun itu, penerima penghargaan dipilih langsung oleh pembaca setia Majalah DestinAsian.

    Selain pulau terbaik DestinAsian Readers’ Choice Awards juga diberikan untuk sejumlah kategori lain seperti kota terbaik, hotel&resor terbaik, kapal pesiar terbaik dan sebagainya.

  • Gelombang PHK Juga Dialami Sektor Perhotelan di Bali

    Gelombang PHK Juga Dialami Sektor Perhotelan di Bali

    7cloud.asia – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda Bali beberapa waktu belakangan ini akibat lesunya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

    Seperti dilaporkan sebelumnya, sekitar 100 pekerja di sektor pariwisata di Bali mengalami PHK sejak awal 2025. PHK ini dilakukan salah satu hotel besar di Badung.

    Terbaru, sebanyak 70 karyawan PT Coca Cola Bottling Indonesia juga terkena PHK. Pabrik yang berlokasi di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, itu dipastikan tutup mulai 1 Juli 2025.

    Gelombang PHK ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPR Puan Maharani yang meminta pemerintah segera bertindak nyata untuk mengantisipasi terjadinya badai PHK yang lebih besar lagi di Pulau Dewata.

    “Gelombang PHK yang juga melanda daerah pariwisata seperti Bali menjadi bukti bahwa sektor ketenagakerjaan di Indonesia sedang rapuh. Kita berharap Pemerintah bisa segera bertindak nyata menyelamatkan para tenaga kerja kita,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/6/2025).

    Baca: Gelombang PHK membesar di empat bulan pertama tahun 2025

    Puan menilai, gelombang PHK di Bali merupakan cermin nyata kerapuhan struktur ketenagakerjaan nasional, khususnya di daerah-daerah yang sangat bergantung pada sektor tertentu.

    “Kita tidak bisa menganggap gelombang PHK di Bali yang semakin melebar hanya sebagai kasus sporadis. Badai PHK terjadi karena adanya sebab-akibat. Pemerintah harus bisa menjawab tantangan ini,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    “Gelombang PHK bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Baik karena industri yang melemah, maupun karena menurunnya daya beli masyarakat akibat ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian,” imbuh Puan.

    Puan melihat hingga saat ini belum terlihat mekanisme konkret dan terukur dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah untuk merespons PHK massal yang semakin meluas.

    “Termasuk belum ada skema pelatihan ulang (reskilling) yang siap dijalankan dan dukungan bagi pekerja yang di-PHK lalu memutuskan menjadi wirausaha kecil maupun pekerja di sektor informal,” ucap mantan Menko PMK tersebut.

    Baca: Keran Impor membuat gulung tikar industri tekstil lokal

    Puan pun menilai, PHK yang kini merambah dari sektor manufaktur ke sektor pariwisata menunjukkan ketidaksiapan sistem ketenagakerjaan nasional dalam menghadapi tekanan ekonomi.

    “Bahkan daerah seperti Bali yang selama ini menjadi ikon pariwisata Indonesia, terkesan dibiarkan menghadapi krisis ini sendirian,” jelas Puan.

    Oleh karena itu, Puan mendorong pemerintah pusat untuk segera membentuk Gugus Tugas Nasional Penanggulangan PHK, dengan prioritas daerah terdampak seperti Bali, Batam, dan kawasan industri lainnya.

    Puan menekankan pentingnya mengevaluasi kebijakan efisiensi anggaran secara selektif. Efisiensi pastinya baik, tapi tetap juga harus mendukung ekonomi kerakyatan.

    “Sektor seperti MICE yang memiliki multiplier effect tinggi tidak bisa disamakan dengan sektor belanja birokrasi biasa,” paparnya.

    Baca: Gelombang PHK di Indonesia dipengaruhi kondisi ekonomi global

    Selain itu, Puan juga meminta Pemerintah mengintegrasikan program Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pariwisata, terutama dalam hal pelatihan digital, peralihan sektor kerja, dan penguatan UMKM berbasis pariwisata.

    “Tentunya juga harus ada insentif khusus untuk sektor hospitality dan manufaktur yang terbukti menyerap banyak tenaga kerja di tingkat lokal,” terang Puan.

    “Jangan biarkan narasi pertumbuhan ekonomi jadi bising di pusat, tapi hening di daerah. Jika negara gagal hadir di tengah krisis ketenagakerjaan ini, maka kepercayaan publik akan runtuh perlahan,” sambungnya.

    Puan menekankan bahwa PHK bukan sekadar persoalan statistik semata, tetapi permasalahan sosial masyarakat yang berdampak pada kehidupan jutaan keluarga di Indonesia.

    “Pemerintah harus segera membuktikan bahwa Negara tidak hanya pandai bicara di panggung konferensi, tetapi juga tanggap dalam melindungi pekerja yang kini kehilangan pekerjaan dan sebagian juga kehilangan harapan,” tutup Puan.

    Baca: Gelombang PHK tempatkan perempuan sebagai kelompok yang paling terdampak

  • Pulau Bali Diproyeksikan Menjadi Pulau Pertanian Organik

    Pulau Bali Diproyeksikan Menjadi Pulau Pertanian Organik

    7cloud.asia – Komisi IV DPR menyatakan dukungannya terhadap program pertanian berkelanjutan atau pertanian organik berbasis kearifan lokal yang diusung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

    Dalam kunjungan kerja ke Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (4/8/2025) sejumlah anggota Komisi IV DPR, berjanji untuk memperjuangkan tambahan bantuan dari pemerintah pusat guna mendorong terwujudnya visi Bali sebagai Pulau Organik.

    “Kami siap membantu penambahan kuota pupuk organik, menyalurkan bantuan benih, mendukung pembangunan jalan usaha tani, serta memperkuat pengembangan budidaya perikanan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman dikutip Parlementaria Senin (4/8/2025).

    Alex menambahkan, pihaknya akan memperkuat dukungan terhadap program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi landasan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata itu.

    Bentuk dukungan itu mencakup penambahan kuota pupuk organik, bantuan benih pertanian, pembangunan jalan usaha tani, hingga pengembangan budidaya perikanan.

    Baca: DPR dorong subsidi untuk pengadaan pupuk organik

    “Kami menilai produk pertanian organik Bali memiliki kualitas tinggi dan potensi besar untuk ekspor. Karena itu, kami akan memperjuangkan kebijakan fasilitasi ekspor agar produk Bali bisa menembus pasar internasional,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

    Alex juga menekankan pentingnya kebijakan pusat dalam membuka akses pasar lebih luas untuk produk pertanian dan perikanan Bali, sekaligus meningkatkan daya saing petani dan nelayan lokal.

    Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas komitmen Komisi IV DPR dalam membantu krama Bali.

    Pertemuan ini, ujarnya, menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan di Bali, dari sistem konvensional menuju sistem hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan arah pembangunan berbasis kearifan lokal dan pelestarian alam.

    Sistem pertanian organik telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019, yang ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda nomor 8 tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

    Baca: Pupuk kandang lebih bagus untuk lingkungan

    Selain sawah, sistem pertanian organik juga diterapkan ke subsektor perkebunan. Di Bali, lahan kebun organik sudah mencapai 154 ribu hektare dari total lahan yang ada sekitar 200 ribu hektare.

    Untuk mendukung program ini, Pemprov Bali menggandeng periset pertanian BRIN dan berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mengembangkan pertanian organik melalui inovasi teknologi guna meningkatkan produksi dan kualitas tanaman padi khususnya di Bali.

    Penerapan pertanian organik memiliki tantangan tersendiri. Petani tidak bisa langsung mendapatkan hasil yang baik namun perlu proses dan peningkatan hasil yang bertahap.

    Pada awalnya produksi tanaman padi akan menurun karena tanah tempat tumbuhnya padi belum stabil.

    “Hambatan lainnya adalah harga gabah kering hasil panen padi yang diusahakan secara organik maupun non-organik tidak berbeda. Hal ini membuat petani kurang tertarik untuk beralih ke pertanian padi organik,” bebernya.

    Baca: Mengenal konsep pertanian regeneratif yang kini makin banyak dilirik

  • Banjir Besar di Bali, 2 Orang Meninggal Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

    Banjir Besar di Bali, 2 Orang Meninggal Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

    7cloud.asia – Banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Bali, pada Rabu (10/9/2025) mengakibatkan 2 orang tewas, 4 orang hilang dan ratusan orang lainnya harus diungsikan.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah dalam 10 tahun terakhir.

    Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terpantau terjadi di empat kota dan kabupaten di Bali, yaitu Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar.

    Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menuturkan proses evakuasi terhadap korban banjir masih terus berlangsung hingga pukul 12.00 Wita sejak pukul 05.00 Wita.

    Menurut Juni Antara, hujan yang melanda sejak kemarin, tidak berhenti sampai hari ini, mengakibatkan luapan air di sungai-sungai wilayah Denpasar.

    Banyak jalan tergenang air sehingga akses jalan terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

    Baca: Banjir bandang di Nagekeo NTT menewaskan 3 orang

    Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar melaporkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di sebagian besar wilayah Bali sejak Selasa (09/09) pagi.

    Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9/2025), pukul 11.30 WIB menyebutkan dua warga meninggal dan 103 KK (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana. Dua orang meninggal tersebut merupakan warga Kabupaten Jembrana,

    Selain itu, BPBD mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, musala Assidiqie 40 jiwa dan musala Darul Mustofa 25 jiwa.

    Sedangkan di Kabupaten Klungkung, sebanyak 104 KK (432 jiwa) jiwa terdampak.

    Sementara itu, untuk wilayah lain masih dalam proses pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    Berikut ini wilayah kecamatan yang terdampak banjir di Provinsi Bali, empat kecamatan di Kota Denpasar yaitu Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Debpasar Barat.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Di wilayah Kabupaten Jembrana, banjir melanda Kecamatan Jembrana. Sedangkan daerah lain banjir Kecamatan Sukawati di Kabupaten Gianyar, Kecamatan Kediri di Kabupaten Tabanan dan Kecamatan Dawan di Kabupaten Klungkung.

    Menyikapi bencana tersebut, BPBD setempat masih melakukan upaya penanganan darurat. BPBD Provinsi Bali turut mendukung BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik.

    Kondisi terkini pada Rabu pagi (10/9/2025), banjir masih menggenangi wilayah-wilayah terdampak. BNPB telah memantau situasi penanganan banjir dan berkoordinasi dengan BPBD setempat.

    Melihat pemantauan potensi cuaca, wilayah Bali pada hari ini (10/9/2025) hingga pukul 16.00 Wita masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.

    Peringatan dini cuaca teridentifikasi berada di beberapa wilayah Bali, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Kota Denpasar.

    Menyikapi kondisi ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang.

    Baca: Hujan ekstrem akibat perubahan iklim picu bencana hidrometeorologi

  • Korban Tewas akibat Banjir di Bali dan Nagekeo Bertambah, Total Menjadi 13 Orang

    Korban Tewas akibat Banjir di Bali dan Nagekeo Bertambah, Total Menjadi 13 Orang

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir di Bali dan Nagekeo Nusa Tenggara Timur terus bertambah.

    Hingga Rabu (10/9/2025) petang, sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat banjir di Bali, dua orang hilang dan sebanyak 202 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak.

    Sedangkan di Nagekeo, jumlah korban meninggal akibat banjir di Nagekeo bertambah menjadi 4 orang.

    Wilayah yang terdampak banjir di Bali mencakup enam kabupaten/kota, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.

    Adapun data rincian penemuan dan pencarian korban meliputi; di Kota Denpasar terdapat lima korban meninggal dunia dan dua orang hilang, di Kabupaten Jembrana dua orang meninggal dunia dengan total 103 kepala keluarga atau 200 jiwa terdampak, di Kabupaten Gianyar satu orang meninggal dunia,

    Sedangkan Kabupaten Badung satu orang meninggal dunia, Kabupaten Klungkung mencatat 99 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak, dan Kabupaten Tabanan masih dalam proses pendataan.

    Baca: Banjir Bali kali ini terbesar dalam 10 tahun terakhir

    Imbas banjir tersebut, sebagian warga juga harus mengungsi karena tempat tinggal mereka masih terendam, dengan rincian di Kabupaten Jembrana tercatat 85 jiwa mengungsi dengan penyebaran di sejumlah posko, di antaranya Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Musholla Assidiqie, dan Musholla Darul Musthofa.

    Sementara itu, di Kota Denpasar terdapat 108 jiwa mengungsi yang tersebar di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, serta Banjar Dakdakan Peguyangan.

    Dari Nagekeo, pada Rabu (10/9/2025) tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan satu (dari lima orang) warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi tidak bernyawa.

    Penemuan jasad tersebut sekaligus menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang, empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

    Tim gabungan terus berupaya memaksimalkan operasi SAR dengan tetap memastikan kondisi lapangan dan cuaca demi keselamatan dan keamanan.

    Hasil kaji cepat di lapangan, banjir yang dipicu oleh cuaca buruk ini berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mauponggo, Kecamatan Nangaroro, dan Kecamatan Boawae.

    Baca: Banjir bandang di Nagekeo Nusa Tenggara Timur

    Kerugian materil mencakup satu rumah hanyut, dua kantor terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor yang meliputi satu jalan provinsi dan dua jalan kabupaten, dua jembatan rusak, serta lahan pertanian dan ternak yang terdampak. Data kerusakan lainnya masih dalam proses pendataan.

    Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD telah menyiapkan bantuan logistik berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan biskuit protein untuk anak-anak, serta tenda keluarga.

    Bantuan tersebut dijadwalkan dikirim pada Kamis (11/9/2025) melalui jalur laut Kupang–Aimere. Selain itu, BPBD Kabupaten Kupang juga menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa bahan bangunan.

    Meski dua titik jalan yang sebelumnya terputus sudah dapat ditangani, tiga titik jalan lain masih lumpuh dan membutuhkan alat berat untuk membuka akses.

    Kendala lain yang dihadapi di lapangan antara lain jaringan komunikasi dan listrik yang terputus sehingga menghambat penyampaian laporan dan distribusi bantuan.

    Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem melalui Keputusan Nomor 330/KEP/HK/2025 yang berlaku selama 21 hari, mulai 9 hingga 30 September 2025.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim