Tag: cuaca ekstrem

  • Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca selama lima hari ke depan atau mulai Sabtu hingga Rabu (17-20/3/2024).

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan, modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan yang pemicu banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah.

    Wilayah sasaran operasi modifikasi cuaca atau TMC itu meliputi kawasan Jawa Tengah Bagian Tengah, termasuk Pantura dan Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

    “Operasi modifikasi cuaca yang sudah di mulai hari ini dilakukan dengan cara penyemaian garam (Natrium Clorida/NaCl) menggunakan pesawat ke gumpalan awan di langit wilayah sasaran,” kata dia dikutip Antaranews.com.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa

    Ia menjelaskan, pada operasi hari pertama ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sortie menghabiskan tiga ton NaCl.

    Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan penerbangan pesawat jenis Cesna Grand Carravan berlogo BNPB dengan nomor lambung PK-SNG dari Lanud Ahmad Yani Semarang.

    Adapun sortie pertama dan kedua, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Eggy itu mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 – 12.000 kaki.

    Kemudian sortie ketiga, pesawat melakukan penyemaian di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

    Baca: Pemantauan BRIN ungkap cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Hal ini dilakukan dengan harapan bisa mengurangi intensitas hujan dan mempercepat penanganan banjir yang selama beberapa hari ini melanda kawasan pantura bagian selatan termasuk Grobogan, sejak Rabu (13/3/2024).

    Menurut Abdul, ​​​​operasi modifikasi cuaca tersebut diselenggarakan berkat dukungan kerjasama antara BNPB dengan BMKG, BRIN, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ​​​​dan unsur terkait lainnya.

    ​​​​​Semua upaya ini dilakukan tidak lepas dari laporan hasil analisa Stasiun Meteorologi Kelas II BMKG Ahmad Yani Semarang yang menyebut, hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Grobogan dan sekitarnya.

    Bahkan, BMKG memperingatkan cuaca ekstrem juga masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga Senin (18/3/2024).

    Baca: BRIN usulkan dibentuk tim khusus untuk tangani bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem

    Masyarakat diharapkan apat bersinergi dengan pemerintah daerah setempat sehingga dapat mengurangi dampak risiko bencana hidro-meteorologi basah ini.

    BNPB mengimbau warga waspada jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter.

    Jika ini terjadi, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman, dan tetap dalam pengawasan pemerintah daerah setempat.

    Sumber: Antaranews.com

  • BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

    BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia masih bisa terjadi hingga Senin (18/3/2024).

    BMKG menyebut cuaca ekstrem ini  berdampak pada peningkatan curah hujan signifikan, sehingga warga diminta waspada. 

    Kanal informasi BMKG yang dikutip di Jakarta, menyebutkan potensicuaca ekstrem ini merupakan hasil analisa cuaca mengidentifikasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif sebagai pemicu peningkatan curah hujan.

    “Serta, adanya tiga bibit Siklon Tropis diprakirakan menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang, lebat, disertai kilat atau angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024,” demikian petikan peringatan dini BMKG.

    Baca: Potensi cuaca ekstrem sepekan ini

    Sejumlah daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem adalah Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur.

    Cuaca ekstremjuga berpeluang terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada Jumat (15/3/2024) mengatakan tiga bibit siklon tropis yakni 91S, 94S, dan 93P termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia.

    Tiga bibit sikon ini menunjukkan pengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia bagian selatan.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Berdasarkan analisa meteorologi diketahui bahwa bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30-35 knots (56–65 km/jam).

    Sedangkan tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi siklon tropis pada kategori sedang-tinggi.

    Selanjutnya, bibit Siklon Tropis 94S memiliki kecepatan angin maksimum 15-20 knots (28-37 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 999,9 hPa, pergerakan ke arah timur-tenggara.

    Bibit siklon ini berpeluang untuk menjadi siklon tropis pada kategori rendah.

    Baca: Tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Begitu pula, bibit Siklon Tropis 93P memiliki kecepatan angin maksimum 20-25 knots (37-46 km/jam),

    Sedangkan tekanan udara di pusat sistem sebesar 1003 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi siklon tropis pada kategori rendah.

    Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait dengan informasi bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P, namun tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem.

    Sumber: Antaranew.com

  • BRIN: Kemunculan Siklon Tropis adalah Indikasi Perubahan Iklim

    BRIN: Kemunculan Siklon Tropis adalah Indikasi Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kemunculan banyak siklon tropis mengindikasi perubahan iklim yang telah berkontribusi dalam peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem di Indonesia.

    Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Eddy Hermawan mengatakan, munculnya tiga siklon tropis saat ini telah memicu cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi di berbagai daerah di Indonesia.

    “Kemunculan mata badai banyak, frekuensi kejadian ekstrem meningkat, dan juga lokasinya bertambah,” kata Eddy saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/3/2024).

    Baca: Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah

    Selain kemunculan siklon tropis di wilayah perairan Indonesia yang berbatasan dengan Australia, dua mata badai yang juga muncul di atas Jepang.

    Eddy menuturkan mata badai yang muncul dalam waktu bersamaan seperti saat ini adalah fenomena tidak biasa yang mengindikasikan efek perubahan iklim.

    Keberadaan siklon tropis dalam jumlah banyak tersebut tidak hanya menimbulkan cuaca ekstrem dan  bencana hidrometeorologi.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi di Indonesia 

    Badai siklon tropis tetapi juga menarik angin dingin dari Kutub Selatan yang membuat udara di Indonesia terasa cukup dingin.

    “Salah satu teori dampak perubahan iklim adalah frekuensi kemunculan fenomena ekstrem meningkat. Kemudian, lokasi yang tidak biasanya,” kata Eddy.

    Lebih lanjut dia mencontohkan daerah yang biasanya tidak mengalami hujan justru turun hujan, seperti Timur Tengah. Lalu, kutub yang dingin kini mulai menghangat.

    Baca: BRIN usulkan bentuk tim khusus untuk tangani cuaca ekstrem 

    Bagi wilayah tropis seperti Indonesia yang hanya memiliki dua musim, cuaca ekstrem yang meningkat tidak hanya terjadi saat musim hujan.

    Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan ekstrem juga terjadi saat periode transisi menuju musim kemarau atau musim pancaroba seperti sekarang.

    Eddy mengatakan kondisi cuaca di Indonesia akan kembali normal bila siklon tropis mendekati wilayah daratan.

    Baca:  3 jenis cuaca ekstrem yang merusak 

    Hal ini karena mata badai punya energi yang kuat saat berada di tengah laut, melemah saat mencapai daratan karena menemukan lebih banyak penghalang.

    “Cuma sampai kapannya saya belum berani (memprediksi), karena memang kondisinya masih seperti ini,” kata Eddy.

    Sumber: Antaranews.com

  • Komisi VIII DPR Minta BNPB Lebih Responsif dalam Memitigasi Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

    Komisi VIII DPR Minta BNPB Lebih Responsif dalam Memitigasi Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – DPR menyayangkan respons Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dinilai kurang responsif dalam menanggapi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor.

    Anggota Komisi VIII DPR, Wisnu Wijaya antara lain menyoroti kinerja BNPB dalam menangani musibah banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang beberapa waktu lalu.

    “Terkait respons masalah banjir di Kota Semarang misalnya, kami menyayangkan tata kelola penanganan bencana oleh BNPB yang kami nilai kurang fleksibel dalam merespons situasi yang extraordinary di lapangan,” terang Wisnu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Jumat (29/03/2024).

    Wisnu mencontohkan, misalnya ketika Komisi VIII mengajukan permohonan advokasi terkait bantuan permakanan dan dapur umum untuk korban di pengungsian kepada BNPB, akan tetapi pihaknya justru memperoleh respons yang tidak memadai.

    “Kami justru dilempar ke BPBD dengan alasan ‘terbentur kewenangan’ hingga belum adanya penetapan status darurat dari pemda setempat,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

    Baca: Wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau

    Padahal warga butuh respons yang cepat dan konkret dari pusat. Semestinya BNPB bisa melakukan asesmen secara mandiri dan mengambil keputusan yang cepat, sehingga bantuan bisa segera diakses oleh masyarakat.

    Oleh karena itu, dia menilai hambatan-hambatan birokratis ini semestinya bisa dihilangkan karena taruhannya adalah kelangsungan hidup korban bencana.

    Selain menyoroti isu hambatan birokratis di BNPB, Wisnu juga menyoroti kurangnya sosialisasi kebencanaan oleh BNPB kepada masyarakat.

    Wisnu menilai BNPB merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab memitigasi risiko bencana dan memiliki peta potensi bencana di setiap wilayah di Indonesia.

    “Upaya sosialisasi kebencanaan yang menyasar langsung ke masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, kurang maksimal” jelasnya.

    Baca: Musim kemarau 2024 diperkirakan akan mundur

    BNPB, ujarnya, semestinya dapat meningkatkan frekuensi kegiatan sosialisasi kebencanaan dengan memanfaatkan berbagai medium yang efektif

    Tidak hanya itu, ia menambahkan, masyarakat juga perlu dibekali dengan pengetahuan teknis yang memadai seputar simulasi tanggap darurat apabila terjadi bencana secara tiba-tiba

    Anggota DPR Dapil Jateng 1 ini menambahkan, Komisi VIII DPR siap bekerja sama dengan BNPB dalam menyukseskan program sosialisasi kebencanaan dengan menyasar masyarakat di dapil.

    Terlebih, tambahnya, setiap wilayah di dapil juga menyimpan karakteristik risiko bencananya tersendiri.

    “Kami, Komisi VIII DPR  sangat terbuka untuk dilibatkan dalam membantu BNPB memenuhi tanggung jawab itu. Sehingga, ke depan, masyarakat diharapkan semakin sadar terhadap risiko bencana yang berpotensi timbul di daerahnya maupun sekitarnya,” tandasnya.

    Baca: Hindari korban, ahli geologi minta masyarakat perhatikan peta bencana

  • Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana, Pemudik Diimbau Waspada

    Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana, Pemudik Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Para pemudik dan masyarakat diimbau mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari kedepan sehingga mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

    Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyusul adanya bibit siklon tropis baru 96S di sekitar Laut Sawu.

    Bibit siklon tropis ini cenderung menguat secara perlahan hingga beberapa hari ke depan dan berpotensi memicu cuaca ekstrem.

    “Kemunculan bibit siklon baru ini akan memicu terjadinya cuaca ekstrem. Jadi mohon kepada masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada,” ungkap Dwikorita dalam rilisnya Kamis (04/04/2024).

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan lain-lain yang menimbulkan banyak kerugian, baik secara materil dan imateril.

    Baca: BMKG siap modifikasi cuaca saat mudik lebaran

    Karena itu, Dwikorita mengimbau kepada pemudik untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan mudik.

    “Apabila kondisi cuaca sedang buruk, jangan memaksakan diri dan sebaiknya ditunda. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto memaparkan bahwa Bibit Siklon Tropis 96S teridentifikasi menunjukkan kecenderungan menguat secara perlahan dalam beberapa hari kedepan.

    Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem Bibit Siklon 96S tersebut, kata dia, berkisar 15 – 20 knot (28 – 37 km/jam) dengan tekanan di pusatnya sekitar 1007 mb, dengan pergerakan ke arah barat daya hingga selatan, menjauhi perairan selatan NTT.

    Sistem Bibit Siklon 96S tersebut cenderung memiliki peluang RENDAH menjadi siklon tropis di sekitar perairan NTT untuk 24 jam kedepan,

    “Tetapi diprediksikan meningkat menjadi potensi SEDANG – TINGGI dalam periode 2 – 3 hari kedepan dimana posisi sistem diprediksikan sudah berada di sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem saat puncak musim hujan

    Sistem Bibit Siklon 96S di sekitar wilayah NTT tersebut dapat memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia dalam 24-48 jam kedepan.

    Pertama, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Kedua, Potensi Angin kencang di sekitar Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Ketiga gelombang Tinggi 1.25 – 2.5 meter (moderate sea) di sekitar Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan P. Sumba, Perairan selatan Kupang – P. Rote, dan Laut Sawu bagian selatan.

    Cuaca ekstrem juga dipengarunhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

    Selain itu, suhu muka laut yang hangat juga berperan dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

    Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, secara umum, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas SEDANG-LEBAT yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 11 April 2024, yaitu:

    Baca: Cuaca ekstrem masih berlanjut hingga lebaran

    4-7 April 2024

    * Sumatra Barat

    * Jambi

    * Bengkulu

    * Kep. Bangka Belitung

    * Sumatra Selatan

    * Lampung

    * Banten

    * Jawa Barat

    * Jawa Tengah

    * DI Yogyakarta

    * Jawa Timur

    * Bali

    * Nusa Tenggara Barat

    * Nusa Tenggara Timur

    * Kalimantan Barat

    * Kalimantan Tengah

    * Kalimantan Timur

    * Kalimantan Utara

    * Kalimantan Selatan

    * Sulawesi Utara

    * Sulawesi Barat

    * Sulawesi Tengah

    * Sulawesi Selatan

    * Sulawesi Tenggara

    * Maluku Utara

    * Maluku

    * Papua Barat

    * Papua

    8-11 April 2024

    * Aceh

    * Sumatra Utara

    * Sumatra Barat

    * Riau

    * Kep. Riau

    * Jambi

    * Kep. Bangka Belitung

    * Sumatra Selatan

    * Bengkulu

    * Jawa Timur

    * Bali

    * Nusa Tenggara Barat

    * Nusa Tenggara Timur

    * Kalimantan Barat

    * Kalimantan Tengah

    * Kalimantan Timur

    * Kalimantan Utara

    * Kalimantan Selatan

    * Sulawesi Utara

    * Gorontalo

    * Sulawesi Barat

    * Sulawesi Tengah

    * Sulawesi Selatan

    * Sulawesi Tenggara

    * Maluku Utara

    * Maluku

    * Papua Barat

    * Papua

    Meski tetap waspada, Andri mengimbau masyarakat tidak panik terkait dengan informasi Bibit Siklon Tropis 96S.

    “Mohon dipahami yang kami sampaikan ini adalah kondisi secara umum atau general di masing-masing wilayah. Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dengan resolusi yang lebih tinggi di setiap kecamatan. Mohon untuk dapat melihat atau mengunjungi aplikasi InfoBMKG untuk mengetahui informasi cuaca dengan perubahan cuaca setiap 3 jam.,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG Ingatkan Pemudik Sepeda Motor Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah

    BMKG Ingatkan Pemudik Sepeda Motor Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik, khususnya pemudik sepeda motor agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

    Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang ini berpotensi terjadi di Jawa Tengah, 

    “Wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Senin (8/4) meliputi Kabupaten Cilacap, Boyolali, Pemalang, dan sekitarnya,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jateng, Minggu (7/4/2024).

    Dilansir Antaranews.com, Teguh memaparkan potensi cuaca ekstrem itu dipicu oleh pola belokan angin dan konvergensi yang terlihat dominan untuk wilayah Pulau Jawa, termasuk Jateng serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

    Baca: Antisipasi cuaca ekstrem saat mudik Lebaran, BMKG siap lakukan modifikasi cuaca

    Di sisi lain, lanjut dia, wilayah Jateng saat sekarang telah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju kemarau.

    Pada masa pancaroba, lanjut Teguh, hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang yang kadang disertai petir.

    “Waktu terjadinya hujan di wilayah pesisir selatan Jateng cenderung pada malam dan pagi hari, sedangkan di wilayah yang lebih ke utara atau jauh dari pesisir cenderung pada siang hingga sore hari,” katanya.

    Menurut dia, beberapa hal yang perlu diwaspadai pada masa peralihan musim, di antaranya kejadian hujan lebat durasi singkat, petir, dan angin kencang, atau kombinasi dari ketiga hal tersebut.

     

    Baca: Cuaca ekstrem membayangi puncak Mudik 2024

    Ia menambahkan hujan lebat disertai petir, hujan lebat disertai angin kencang atau puting beliung, serta hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah ini.

    “Faktor yang paling dominan mempengaruhi hal tersebut adalah adanya awan cumulonimbus atau Cb, walaupun tidak semua awan cumulonimbus berpengaruh,” katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, pemudik bersepeda motor diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah jalur mudik wilayah Jateng.

    Terkait dengan prakiraan cuaca di jalur mudik wilayah Jateng, dia mengatakan secara umum pada hari Minggu (7/4/2024) diprakirakan dalam kondisi cerah berawan.

    Baca: Demi keselamatan pemudikmotor tidak disarankan lakukan perjalanan pada malam hari

    “Pemudik yang membutuhkan informasi cuaca jalur darat dapat mengunjungi laman Digital Weather for Traffic yang dapat diakses melalui https://signature.bmkg.go.id/dwt/main,” kata Teguh.

     

    Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyumas Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu mengatakan kendaraan berat telah disiagakan di sejumlah titik pada jalur mudik yang berada di wilayah Kabupaten Banyumas.

    Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan banjir, longsor, atau pohon tumbang.

    “Kami berupaya agar pemudik di jalur selatan dapat melintas dengan aman dan nyaman,” katanya.

    Sumber: Antaranewscom

  • Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG, Sejumlah Wilayah Mengalami Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG, Sejumlah Wilayah Mengalami Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (24/06/2024).

    Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Cuaca ekstrem tersebut akibat adanya sirkulasi siklonik terpantau di Selat Makassar yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Sulawesi Selatan bagian utara dan Selat Makassar bagian utara.

    Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di Aceh, Sumatera Barat, Lampung, di Kepulauan Riau, dari Jawa Timur bagian utara hingga Laut Jawa, perairan utara NTT dan dari Papua Tengah hingga Papua Barat Daya.

    Selain itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Sulawesi Tengah dan di perairan utara Pulau Papua.

    Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

    Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah : Bengkulu, DI Yogyakarta , Kalimantan Utara , Kalimantan Timur.

    Kondisi cuaca yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara , Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.

    Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat.

    Wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan juga berpotensi diguyur hujan disertai kilat/petir dan angin kencang.  

    Tak hanya hujan, BMKG juga memprediksi angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh dan Nusa Tenggara Timur

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh.

    Sementara itu, untuk seluruh wilayah Jakarta cuaca diperkirakan cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara di Jakarta berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 85 persen.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam perkiraan cuaca yang dirilis di laman resminya mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Minggu (7/7/2024).

    Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang itu juga terjadi pada Sabtu (6/7/2024) kemarin.

    BMKG menyatakan, cuaca ekstrem itu dikarenakan adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Selat Karimata dan Samudra Pasifik timur Filipina.

    Sejumlah sirkulasi siklonik itu membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Jawa hingga Bangka Belitung, dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Barat, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, dan dari Filipina hingga Samudra Pasifik timur Filipina.

    Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di pesisir barat Bengkulu, dari perairan barat Banten hingga barat daya Lampung, dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat, di Laut Banda, dan dari Papua hingga Papua Barat.

    Baca: Indonesia bersiap menyambut La Nina

    Selain itu, juga muncul daerah pertemuan angin (konfluensi) yang terpantau memanjang di Laut Jawa dan Laut Filipina.

    “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” bunyi penjelasan BMKG.

    Adapun wilayah berpotensi hujan lebat, petir, dan angin kencang antara lain adalah
    Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung

    Di pulau Jawa, hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Banten dan Jawa Tengah.

    Hujan lebat, petir, dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Baca: Sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau

    Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi diguyur hujan lebat, petir, dan angin kencang.

    Adapun Sumatera Barat, Jawa Barat dan DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan berintensitas sedang, petir, dan angin kencang.

    Sedangkan angin kencang berpotensi melanda Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

  • Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    7cloud.asia – Sedikitnya enam orang tewas dan ribuan orang dilarikan ke rumah sakit akibat gelombang panas ekstrem musim hujan yang langka.

    Departemen Pemadam Kebakaran dan Bencana Alam Jepang mencatat sejak Juni, tercatat sekitar 2.276 orang mengalami heatstroke dan dilarikan ke rumah sakit.

    Sementara korban yang tewas merupakan para lansia dengan usia 70 tahun keatas.

    Seorang lansia 70 tahun di Jepang ditemukan meninggal dunia setelah memotong rumput di rumahnya pekan lalu. Berikutnya lansia 80 tahun yang tewas saat bekerja di perkebunan.

    Baca: Panas ekstrem di Jepang, suhu capai 35 derajat lebih

    Heatstroke di Jepang memang begitu mematikan untuk para lansia. Mereka merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap heatstroke.

    Apalagi terlebih negara sakura tersebut memiliki salah satu populasi tertua di dunia.

    Tak hanya bagi lansia, kondisi ini juga berbahaya bagi bayi, orang yang tinggal sendirian, atau mereka yang miskin tak mampu membeli pendingin ruangan.

    Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara.

    Warga di Jepang juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

    Baca: India dan Pakistan tutup sekolah gara-gara suhu hampir 50 derajat celsius

    Pihak berwenang di Tokyo mencatat tiga kematian terkait heatstroke pada Sabtu (06/07/2024) lalu dan tiga kematian baru pada Senin (08/07/2024), ketika suhu mencapai 35 derajat pada tengah hari.

    Kondisi ini mendorong pihak berwenang mengeluarkan banyak peringatan kesehatan dan mendirikan ‘shelter pendingin’ dengan water mist di sekitar ibu kota.

    Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik karena Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringkat tingkat ‘bahaya’ tertinggi.

    “Ini adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa,” ujar salah satu warga bernama Hisako Ichiuji (60) ketika menggunakan fasilitas shelter pendingin di sekitar Menara Tokyo dikutip dari SCMP, Rabu (10/7/2024).

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Akhir pekan kemarin, wilayah Shizuoka bagian tengah menjadi wilayah pertama di Jepang yang mengalami suhu mencapai 40 derajat celcius tahun ini.

    Angka tersebut jauh melampaui ambang batas 35 derajat celcius yang diklasifikasikan ahli cuaca sebagai ‘sangat panas’.

    “Dulu suhunya tidak sampai seperti ini. Saya pikir penting untuk menjaga diri kita tetap terhidrasi dan berlindung di fasilitas seperti ini,” kata Hisako.

    Panas ekstrem yang terjadi di musim hujan di Jepang seperti saat ini jarang sekali terjadi.

    Menurut pejabat badan cuaca Jepang, hal ini terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang kuat di Pasifik Selatan.

    Baca: Panas ekstrem landa Asia, 30 orang tewas

    Asosiasi Pengobatan Akut Jepang memperingatkan peningkatan angka kematian akibat kelelahan panas secara nasional.

    Angkanya meningkat dari hanya beberapa ratus per tahun pada dua dekade lalu menjadi sekitar 1.500 pada tahun 2022.

    Banyaknya jumlah korban jiwa menunjukkan bahwa heatstroke kini menimbulkan bahaya yang setara bencana alam besar menurut mereka.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Hujan Disertai Petir di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Hujan Disertai Petir di Kota Ini

    7cloud.asia – Cuaca sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Minggu (14/07/2024). Namun, masih ada kota yang berpotensi hujan bahkan hingga disertai petir.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir memang masih berpeluang terjadi di musim kemarau ini.

    Menurut kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, kondisi tersebut adalah sesuatu yang normal dan wajar terjadi di Indonesia serta bukan sebagai anomali cuaca..

    Hal ini karena letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia dan dua samudra yaitu Pasifik dan Hindia.

    “Letak geografis ini menjadikan Indonesia memiliki dua musim yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Angin monsun barat dari Benua Asia membuat Indonesia mengalami musim hujan,” jelas Dwikorita.

    “Sementara secara umum, musim kemarau di Indonesia berkaitan dengan aktifnya angin monsun timur dari Australia yang bersifat kering,” lanjutnya .

    Dwikorita menjelaskan, meski berstatus musim kemarau, namun bukan berarti tidak turun hujan sama sekali.

    Melainkan curah hujan di suatu tempat kurang dari 50 mm/dasarian dan terjadi minimal tiga dasarian berturut-turut.

    Musim kemarau sendiri, tidak terjadi secara bersamaan di Indonesia dan berlangsung dengan durasi yang berbeda antar wilayah.

    Seperti hujan dengan intensitas ringan masih terjadi Kota Jayapura dan Manokwari pada siang hari. Bahkan Kota Samarinda berpotensi hujan disertai petir. Padahal kota-kota lainnya cerah berawan sejak pagi hari.

    Kemudian malam harinya, hanya Kota Jayapura yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan kota-kota lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Suhu berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Kupang dan suhu ertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Pontianak dan Medan.

    Sementara untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan seharian dari pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.