Tag: gencatan senjata

  • PM Israel, Benjamin Nentayahu Kecilkan Prospek Gencatan Senjata

    PM Israel, Benjamin Nentayahu Kecilkan Prospek Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meremehkan prospek gencatan senjata dalam perang dengan Hamas di Gaza.

    Pada hari Senin (3/6/2024) Netanyahu mengatakan bahwa kesepakatan untuk menghentikan pertempuran (gencatan senjata, red) dan pembebasan para sandera yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden hanya bersifat parsial.

    Netanyahu sendiri telah lama mendorong upaya untuk menumpas habis Hamas di Gaza. Dalam sebuah pernyataan dia mengatakan bahwa Israel mengajukan syarat untuk menyetujui gencatan senjata.

    “Klaim bahwa kami telah menyetujui gencatan senjata, tanpa dipenuhinya syarat yang kami ajukan, itu tidak benar.” ujarnya dikutip VOA Indonesia.

    Biden menguraikan kesepakatan gencatan senjata baru di Gaza pekan lalu yang mencakup penghentian awal pertempuran dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.

    Baca Juga: Biden Dorong Gencatan Senjata Israel-Hamas, Saat Israel Makin Dalam Kuasai Rafah

    Bahkan ketika para pejabat Israel mempertanyakan rincian proposal gencatan senjata tersebut, militer Israel mengumumkan bahwa empat sandera yang ditangkap Hamas kini telah dikonfirmasi tewas.

    Sandera yang tewas ini, menurut Israel, termasuk tiga orang tua yang memohon untuk dibebaskan.

    Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka percaya jika Hamas setuju dengan proposal gencatan tersebut, yang belum dilakukannya saat ini, maka Israel pun akan melakukannya.

    Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan bahwa “perang akan dihentikan untuk tujuan pengembalian sandera”.

    Baca Juga: Kontroversi Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Israel dan Hamas, PBB Sebut Semua Negara Wajib Hormati Keputusan ICC

    Setelah itu, perang akan dilanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana mencapai tujuan perang untuk melenyapkan Hamas.

    Menurut Departemen Luar Negeri AS, Menteri Luar Negeri Antony Blinken membahas proposal tersebut dengan para pejabat Israel pada Minggu malam (2/6/2024).

    Blinken mengatakan bahwa rencana tersebut akan “memajukan kepentingan keamanan jangka panjang Israel.”

    Blinken juga disebut melakukan pembicaraan terpisah dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Menteri Kabinet Benny Gantz.

    Ia mengatakan kepada mereka bahwa proposal gencatan senjata akan “menjamin dibebaskannya semua sandera dan meningkatnya bantuan kemanusiaan di seluruh Gaza.”

    Sumber:VOA Indonesia

  • Doa Jemaah Haji untuk Palestina: Semoga Gencatan Senjata Segera Terwujud di Gaza

    Doa Jemaah Haji untuk Palestina: Semoga Gencatan Senjata Segera Terwujud di Gaza

    7cloud.asia – Para jemaah haji dari seluruh dunia yang mulai tiba di Makkah, Arab Saudi mengatakan mereka berdoa agar gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Gaza segera tercapai.

    Alia Asmaa, seorang insyinyur sipil dari India yang tiba di Makkah bersama kedua orang tuanya pada Minggu (9/6/2024), berharap bahwa gencatan senjata akan segera terwujud di Gaza.

    Ia juga berharap perang di Gaza yang sudah berlangsung lebih 9 bulan ini bisa “segera berakhir.”

    “Doa kami selau bersama Gaza dan sangat sedih melihat orang-orang meninggal duni setiap harinya sehingga harapan saya untuk Gaza adalah perang ini segera berakhir,” ujarnya dikutip Reuters.com.

    Baca: Operasi pembebasan 4 warga Israel yang disandera tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Menurut pejabat kesehatan Gaza, lebih dari 37.000 warga Palestina telah tewas terbunuh dalam serangan Israel sejak Oktober lalu.

    Sementara itu, jemaah asal Mesir Sameh Al-Zaini mengatakan Gaza selalu ada di pikirannya.

    Al-Zaini mengatakan, kekhawatiran terbesar yang masuk dalam doanya adalah warga Gaza. Gaza ada di hati, ujarnya, Gaza ada dalam luka kami yang terus menganga.

    “Saya berdoa kepada Tuhan untuk meringankan situasi yang dialami orang-orang di Gaza sehingga kesulitan dan kemalangan mereka segera berakhir,” ujar Al-Zaini seusai menjalankan thawaf atau mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram.

    Baca: Israel diingatkan bahayanya jika biarkan otoritas Palestina ambruk

    Senada dengan Asmaa dan Al-Zaini, jemaah asal Amerika Serikat, Obada Al-Kadri, juga mendoakan khusus bagi orang-orang di Gaza dalam ibadahnya kali ini.

    Kami, ujarnya, merasakan sakitnya [luka yang dialami orang-orang di Gaza] sebagai sesama manusia dan juga sebagai sesama Muslim.

    Dia mengatakan, serangan Israel yang brutal, dan apa yang terjadi pada anak-anak dan perempuan di Gaza sema sekali tidak dapat dibenarkan.

    “Dan sebagai bagian dari jemaah [haji] di sini adalah berdoa untuk orang-orang di Gaza. Kami bersama kalian dan insyaallah, Tuhan akan membebaskan kalian dari penindasan segera,” pungkas Al-Kadri.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kelompok Hamas Sambut Baik Proposal Gencatan Senjata yang Diajukan Dewan Keamanan PBB

    Kelompok Hamas Sambut Baik Proposal Gencatan Senjata yang Diajukan Dewan Keamanan PBB

    7cloud.asia – Dewan Keamanan PBB pada Senin (10/6/2024) mendukung proposal gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza yang sebelumnya dipaparkan Presiden AS Joe Biden.

    VOA Indonesia melansir Reuters, menyebut Dewan Keamanan PBB mendesak kelompok Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata yang bertujuan untuk mengakhiri perang selama delapan bulan terakhir.

    Hamas menyambut baik penerapan resolusi yang disusun AS tersebut dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan para mediator dalam menerapkan prinsip-prinsip rencana tersebut.

    Rusia abstain dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, sementara 14 anggota DK PBB lainnya mendukung resolusi rencana gencatan senjata tiga tahap yang diuraikan Biden pada 31 Mei lalu.

    Rencana gencatan senjata ini oleh Biden disebut sebagai inisiatif Israel.

    Baca: Jemaah haji dari seluruh dunia berdoa untuk Gaza

    “Hari ini kita memilih perdamaian,” kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield di hadapan dewan setelah pemungutan suara.

    Isi resolusi Dewan Keamanan PBB menyambut baik proposal gencatan senjata yang baru, menyatakan bahwa Israel telah setuju.

    Dan menyerukan kepada Hamas untuk juga menyepakatinya dan “mendesak kedua pihak untuk sepenuhnya melaksanakan semua ketentuan tanpa penundaan dan tanpa syarat.”

    Aljazair, satu-satunya anggota dewan dari jazirah Arab, mendukung resolusi tersebut karena “kami percaya ini selangkah lebih dekat menuju gencatan senjata segera dan permanen,” ungkap Duta Besar Aljazair untuk PBB Amar Bendjama kepada dewan.

    “Ini memberi secercah harapan kepada warga Palestina,” ungkapnya. “Ini saatnya untuk menghentikan pembantaian.”

     

    Baca: Operasi bebaskan 4 sandera, militer Israel tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Resolusi itu juga merinci proposal yang diajukan dan menyebutkan bahwa “apabila negosiasi memakan waktu lebih lama dari enam pekan untuk fase pertama, maka gencatan senjata akan diteruskan selama negosiasi berlanjut.”

    Thomas-Greenfield mengatakan bahwa hasil pemungutan suara itu menunjukkan kepada Hamas bahwa komunitas internasional bersatu.

    Dia mengatakan, dunia bersatu dalam sebuah kesepakatan yang akan menyelamatkan banyak nyawa dan membantu warga sipil Palestina di Gaza untuk memulai proses pembangunan kembali dan pemulihan.

    ”Bersatu dalam sebuah kesepakatan yang akan mempersatukan kembali para sandera dengan keluarga mereka setelah delapan bulan disandera,” ujarnya.

    Maret lalu, DK PBB menuntut gencatan senjata segera dan pembebasan tanpa syarat seluruh sandera yang disekap Hamas.

    Baca: AS ingatkan Israel agar tak biarkan otoritas Palestina tumbang

    Selama berbulan-bulan, para perunding dari AS, Mesir dan Qatar telah berusaha memediasi gencatan senjata.

    Hamas menginginkan diakhirinya perang di Jalur Gaza secara permanen dan penarikan diri Israel dari wilayah kantong yang menjadi tempat tinggal 2,3 juta orang itu.

    Israel melancarkan serangan balasan terhadap Hamas, yang menguasai Gaza, atas serangan 7 Oktober yang dilakukan kelompok militan itu.

    Lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 250 lainnya diculik Hamas pada serangan 7 Oktober, menurut data Israel. Lebih dari 100 orang sandera diyakini masih ditahan di Gaza.

    Israel meluncurkan serangan udara, darat dan laut ke wilayah Palestina itu dan menewaskan lebih dari 37.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza.

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS Upayakan “Jalur Maju” untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    AS Upayakan “Jalur Maju” untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    7cloud.asia – AS terus berusaha “menciptakan sebuah jalur maju” untuk mencapai gencatan senjata dalam perang di Gaza, setelah Hamas menanggapi proposal multitahap dengan sejumlah perubahan.

    Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan kepada reporter pada Kamis (13/6/2024) bahwa beberapa perubahan yang diminta Hamas terkait syarat gencatan senjata, bersifat “sederhana dan kecil” dan bisa dirundingkan.

    Tetapi sejumlah poin lainnya “tidak konsisten” dengan parameter-parameter yang dirinci oleh Presiden Biden atau yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB.

    Sullivan mengingatkan bahwa karena sifat perundingan itu, yang melibatkan pembicaraan tidak langsung dengan pejabat Mesir dan Qatar, butuh waktu untuk mencapai kemajuan.

    “Kami akan bekerja dengan Qatar dan Mesir. Qatar dan Mesir akan bekerja dengan Hamas. Qatar, Mesir dan AS akan bekerja dengan Israel. Sasarannya adalah untuk menyelesaikan ini secepat mungkin,” kata Sullivan.

    Baca: Perang membuat warga Palestina tak bisa rayakan Kurban

    Pejabat AS mengatakan proposal gencatan senjata saat ini adalah proposal Israel, dan Sullivan mengatakan pihak Israel “mendukung sepenuhnya” proposal itu.

    Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Kamis (13/6/2024), menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Israel agar menyepakati gencatan senjata di Gaza.

    Dewan Keamanan pada awal minggu ini telah mendukung proposal yang diajukan AS.
    Dalam KTT G7 di Italia, Biden mengatakan Hamas “sebagai tantangan utama sejauh ini” dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan.

    “Saya telah membeberkan sebuah pendekatan yang telah didukung oleh Dewan Keamanan PBB, G7, Israel, dan tantangan utama sejauh ini adalah Hamas menolak untuk menandatangani walaupun mereka telah mengajukan [proposal] yang [isinya] serupa,” ujar Biden kepada para wartawan.

    Baca: Doa jamaah haji dari seluruh dunia untuk warga Palestina

    Gerald Feierstein, direktur program Hubungan Semenanjung Arab di Middle East Institute, mengatakan negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel berjalan cukup membingungkan.

    “Muncul pernyataan dari pemerintah Israel yang tampaknya menimbulkan keraguan terakit apa yang Israel percaya tentang hal-hal yang mereka sepakati,” ujarnya.

    “Hamas juga telah mengatakan apa yang mereka terima secara tertulis tidak konsisten dengan apa yang mereka pahami dari pernyataan yang disampaikan secara verbal.“

    “Jadi, tampaknya terdapat kebingungan besar dalam proses negosiasi itu. Dan belum diketahui siapa penyebabnya.” pungkasnya.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    7cloud.asia – Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata di Jalur Gaza dan mengundang anggota Dewan Keamanan PBB untuk menyaksikan secara langsung kengerian yang dialami oleh warga Palestina.

    Berbicara pada sesi Dewan Keamanan tentang Palestina, pada Kamis (22/8), Mansour menyerukan semua orang yang punya nyali untuk datang dan mengatakan kami datang untuk menuntut gencatan senjata dan menuntutnya sekarang di Jalur Gaza.

    Dirinya menegaskan bahwa Gaza tidak membutuhkan lebih banyak kelumpuhan dan kematian.

    Gaza disebutnya telah menyaksikan kehidupan yang hancaru oleh bom dan peluru, lalu kini ditambah dengan kelaparan dan penyakit yang dipicu pendudukan.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak oleh Zionis

    “Gaza membutuhkan kehidupan untuk dipulihkan, dan Gaza membutuhkannya sekarang juga,” kata Mansour.

    Menggambarkan runtuhnya layanan-layanan penting akibat serangan Israel yang sedang berlangsung, dia berkata rakyat Palestina di Jalur Gaza telah menyaksikan dan merasakan secara langsung runtuhnya semua kebutuhan hidup.

    “Pemerintah Israel bahkan tidak peduli terhadap warga negaranya sendiri… Mereka lebih peduli pada pembunuhan warga Palestina dibandingkan menyelamatkan warga Israel,” ucapnya.

    Mansour mengingatkan pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden tentang perlunya sedikitnya 600 truk bantuan kemanusiaan untuk memasuki Jalur Gaza setiap hari dan bertanya siapa yang menghentikan Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan pernyataan Biden.

    Baca: Lebih dari 100 orang tewas dalam serangan Israel ke sekolah di Gaza

    “Tidak ada alasan bagi Israel untuk terus membunuh warga sipil Palestina yang tidak bersalah, anak-anak, bayi. Berapa lama lagi kita akan mengecewakan mereka?,” ucapnya.

    Lebih lanjut dia menyoroti rencana kepemimpinan Palestina untuk melakukan tindakan lebih lanjut di PBB.

    Termasuk mendorong penerapan pendapat penasihat Mahkamah Internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel.

    “Kami akan memulai tindakan lain untuk mengakhiri pendudukan ilegal ini sesegera mungkin,” sebutnya.

    Sembari menekankan bahwa waktu untuk menunggu sudah berakhir dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.

    Baca: Biadab! Tentara Israel perkosa tahanan Palestina secara bergilir

    Dia meminta Dewan Keamanan PBB memenuhi mandatnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

    Selain itu, ia mendesak anggota dewan menerapkan gencatan senjata segera, menghentikan penderitaan, serta melindungi anak-anak dan semua warga sipil sebagaimana yang dituntung pada hukum internasional dan kemanusiaan.

    Sementara itu, utusan baru Israel untuk PBB Danny Dannon menyebut Mansour seorang teroris berjas dan mengeklaim jika utusan Palestina itu tidak mengutuk Hamas, maka ia adalah salah satu dari mereka.

    Sumber : Anadolu

  • Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza Tak Alami Kemajuan Berarti

    Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza Tak Alami Kemajuan Berarti

    7cloud.asia – Para perunding gencatan senjata di Gaza dan penyanderaan berupaya menjembatani kesenjangan antara Israel dan Hamas dengan membahas proposal kompromi baru di Kairo, Mesir, Sabtu (24/8/2024).

    Namun tidak ada indikasi kemajuan yang dicapai Israel dan Hamas, meski perundingan gencatan senjata telah berlangsung selama berjam-jam.

    Pembicaraan di Kairo terjadi ketika situasi kemanusiaan di Gaza memburuk, dengan melonjaknya malnutrisi dan polio yang ditemukan di wilayah kantong Palestina.

    Dua sumber keamanan Mesir mengatakan bahwa delegasi Hamas tiba di Kairo pada Sabtu untuk meninjau setiap proposal yang muncul dalam pembicaraan utama antara Israel dan mediator Mesir, Qatar dan Amerika Serikat (AS).

    Seorang pejabat AS mengatakan para perunding dari AS bertemu dengan Mesir, kemudian dengan perwakilan Mesir dan Qatar pada Sabtu. Pejabat AS itu meyakini bahwa perwakilan dari Mesir dan Qatar sedang bertemu dengan Hamas.

    Baca Juga: Israel Hanya Sisakan 9,5 Persen Wilayah Zona Aman Bagi Pengungsi Palestina di Gaza

    Pejabat Palestina mengatakan delegasi Hamas kembali ke Doha, Qatar, setelah pengarahan mengenai putaran perundingan berakhir.

    Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan gagal menghasilkan terobosan untuk mengakhiri serangan militer Israel yang menghancurkan di Gaza atau membebaskan sisa sandera yang masih disandera oleh Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang memicu perang.

    Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut penghitungan Israel. Otoritas kesehatan Palestina mengatakan serangan balik Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 40.000 orang.

    Sumber-sumber Mesir mengatakan usulan baru tersebut mencakup kompromi pada poin-poin penting seperti bagaimana mengamankan wilayah-wilayah penting dan pemulangan orang ke Gaza utara.

    Namun, tidak ada tanda-tanda adanya terobosan pada poin-poin penting, termasuk desakan Israel bahwa mereka harus mempertahankan kendali atas apa yang disebut Koridor Philadelphi, di perbatasan antara Gaza dan Mesir.

    Baca Juga: Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Harus Didasarkan pada Pembicaraan yang Telah Ada

    Hamas menuduh Israel menarik kembali hal-hal yang telah disepakati sebelumnya dalam perundingan, tetapi hal itu dibantah Israel. Kelompok tersebut mengatakan Amerika Serikat tidak melakukan mediasi dengan itikad baik.

    Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berselisih dengan para perunding gencatan senjata Israel mengenai apakah pasukan Israel harus tetap berada di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Mesir, kata seseorang yang mengetahui perundingan tersebut.

    Lebih banyak peperangan juga berisiko meningkatkan eskalasi baru, karena Iran masih mempertimbangkan pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di wilayahnya bulan lalu.

    Pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran sejak 7 Oktober telah meningkat baru-baru ini, termasuk dengan serangan Israel di Lebanon selatan dan ke Bekaa, dan dengan lebih banyak tembakan roket Hizbullah ke Israel utara.

    Sumber:VOAIndonesia

  • AS Akan Tawarkan Kesepakatan Final Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    AS Akan Tawarkan Kesepakatan Final Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) berencana menawarkan draf final kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dalam beberapa pekan mendatang.

    Jika draf kesepakatan gencatan senjata itu tidak diterima, hal itu bisa berarti berakhirnya peran AS dalam negosiasi antara Israel dan gerakan Palestina Hamas.

    Surat kabar Washington Post pada Selasa (27/8/202) menyampaikan bahwa AS tengah berunding dengan Mesir dan Qatar mengenai garis besar batas kesepakatan akhir ‘terima atau tinggalkan’

    Keterangan ini mengutip pejabat senior pemerintahan Presiden Joe Biden yang tidak mau namanya disebut.

    Jika kedua belah pihak, baik Israel dan Hamas tidak menerimanya, hal itu dapat menandai berakhirnya negosiasi yang dipimpin AS, lanjut surat kabar itu.

    Baca: Hamas hanya terima draf kesepakatan gencatan senjata yang sudah dibahas sebelumnya

    “Anda tidak bisa terus menerus bernegosiasi. Proses ini harus dihentikan pada titik tertentu,” kata pejabat tersebut.

    AS tengah menggodok kesepakatan dengan Mesir dan Qatar sebelum militer Israel menemukan jasad enam sandera yang diculik pada bulan Oktober oleh gerakan Palestina Hamas.

    Seorang pejabat senior menekankan bahwa penemuan jasad-jasad tersebut akan “menambah urgensi tambahan” pada tahap akhir negosiasi antara Israel dan Hamas.

    Pejabat tersebut mengatakan bahwa AS juga yakin bahwa keenam sandera tersebut telah ditembak di kepala sesaat sebelum jasad mereka ditemukan.

     

    Baca: Perundingan gencatan senjata Israel-Hamas gagal capai kemajuan

    Publikasi tersebut mengatakan, mengutip pejabat senior lainnya, bahwa beberapa sandera yang terbunuh seharusnya dibebaskan pada fase pertama negosiasi.

    Di antara mereka, publikasi tersebut menyebutkan nama warga AS Hersh Goldberg-Polin dan dua perempuan Israel.

    Seperti yang diberitakan oleh dua pejabat senior lainnya dari pemerintahan Biden kepada surat kabar tersebut, kematian para sandera menambah kerumitan dalam negosiasi gencatan senjata.

    “Para pejabat AS akan sibuk menelepon selama 48 jam ke depan untuk melihat apakah kesepakatan masih bisa dicapai,” kata pejabat senior AS kedua kepada surat kabar tersebut.

    Baca: Israel hanya sisakan 9,5persen zona aman di Gaza

    Pada Minggu (1/9/2024) pagi, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menerbitkan nama enam sandera yang jasadnya ditemukan di terowongan bawah tanah di kota Rafah di daerah kantong Palestina selatan.

    Di antara mereka terdapat seorang warga negara Rusia, Alexander Lobanov yang berusia 32 tahun, dan seorang warga negara AS, Hersh Goldberg-Polin yang berusia 23 tahun.

    IDF meyakini bahwa keenam sandera yang jasadnya ditemukan di Jalur Gaza pada Sabtu malam dibunuh oleh Hamas beberapa saat sebelumnya.

    Hamas sebelumnya mengatakan bahwa mereka menganggap Israel bertanggung jawab atas kematian tawanan Israel di Jalur Gaza.

    Sehari sebelumnya pada Sabtu (31/8/2024), Presiden Biden mengatakan bahwa para peserta pembicaraan gencatan senjata di Jalur Gaza telah mencapai kesepakatan mendasar tentang kemungkinan kesepakatan.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon


    7cloud.asia – Uni Eropa, Amerika Serikat, Prancis dan delapan negara lainnya menyerukan gencatan senjata segera selama 21 hari di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu (25/9/2024 waktu setempat, negara-negara ini mengatakan bahwa konflik Israel-Lebanon “tidak dapat ditoleransi dan menimbulkan risiko eskalasi regional yang lebih luas yang tidak dapat diterima.”

    Sebuah pernyataan bersama mengatakan gencatan senjata akan memungkinkan perundingan menuju penyelesaian diplomatik sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

    Pernyataan itu juga mendesak penerapan gencatan senjata antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza.

    Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar ikut menyerukan dalam seruan gencatan senjata, yang menyatakan bahwa konflik regional yang lebih luas “tidak ada kepentingannya, baik bagi rakyat Israel maupun rakyat Lebanon.”.

    “Kami kemudian akan siap mendukung penuh semua upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan antara Lebanon dan Israel dalam periode ini, berdasarkan upaya selama beberapa bulan terakhir, yang mengakhiri krisis ini sama sekali,” kata pernyataan itu.

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Rabu pagi bahwa dia akan berangkat ke Beirut akhir pekan ini untuk bekerja dengan pemangku kepentingan setempat dalam mencari resolusi diplomatik atas konflik tersebut.

    Baca: Joe Biden peringatkan kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah

    Perkembangan ini terjadi setelah hari-hari paling mematikan di Lebanon sejak perang saudara berakhir pada awal 1990-an.

    Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan 50 orang pada Rabu, sehingga menambah jumlah korban tewas dalam tiga hari menjadi 615 orang, dan lebih dari 2.000 orang terluka.

    “Kepada semua pihak, mari kita katakan dengan satu suara yang jelas: hentikan pembunuhan dan penghancuran. Kurangi retorika dan ancaman. Mundurlah dari tepi jurang,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada pertemuan dewan.

    “Perang habis-habisan harus dihindari bagaimanapun caranya. Ini pasti akan menjadi bencana besar,” ujarnya.

    Perdana Menteri sementara Lebanon menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.

    “Israel melanggar kedaulatan kami dengan mengirimkan pesawat perang dan drone mereka ke wilayah udara kami; dengan membunuh warga sipil, termasuk pemuda, perempuan dan anak-anak; menghancurkan rumah-rumah dan memaksa banyak keluarga mengungsi karena kondisi kemanusiaan yang buruk,” kata Najib Mikati.

    Baca: Inggris gunakan kekuatan diplomasi untuk dorong gencatan senjata di Gaza

    “Lebih jauh lagi, mereka menyebarkan teror dan ketakutan di kalangan warga Lebanon di hadapan dunia, yang hanya menontonnya dengan santai,” tambahnya.

    Duta Besar Israel mengatakan pemerintahnya tidak menginginkan terjadinya perang skala penuh dan terbuka terhadap solusi diplomatik.

    Danny Danon mengatakan Israel hanya melakukan apa yang negara lain akan lakukan jika warganya mendapat ancaman.

    “Sejak 8 Oktober, 70.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka dijadikan pengungsi di negaranya sendiri,” kata Danon.

    “Mereka tidak tahu kapan mereka bisa kembali ke rumah, memulai kembali kehidupan mereka, atau kapan anak-anak mereka bisa kembali ke sekolah.”

    Hizbullah memecah ketenangan di sepanjang perbatasan setelah serangan teror Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang Gaza. Israel mengatakan Hizbullah telah menembakkan hampir 9.000 roket ke arah permukiman-permukiman di Israel utara sejak saat itu.

    Kelompok Hizbullah mengatakan mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan sekutunya yang didukung Iran, Hamas.

    Baca: Gaza dan Ukraina jadi perhatian di Sidang Umum PBB

    Pertempuran tersebut telah menewaskan 49 orang di Israel, bersama dengan ratusan orang di Lebanon, dan membuat puluhan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

    Masih ada waktu untuk diplomasi
    Di Washington, para pejabat militer bersikeras masih ada waktu untuk diplomasi dan de-eskalasi.

    “Sepertinya tidak ada yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata wakil sekretaris pers Pentagon Sabrina Singh ketika ditanya tentang prospek operasi darat besar-besaran Israel melawan Hizbullah.

    “Kami ingin melihat solusi diplomatik, dan kami ingin segera mewujudkannya,” tambah Singh, sambil menekankan bahwa militer AS tidak memberikan intelijen atau dukungan militer apa pun kepada Israel untuk operasinya di Lebanon.

    Dia mengatakan diskusi dengan Israel terus dilakukan dan Washington yakin “Israel mendengarkan.”

    Konflik tersebut juga telah mendorong beberapa negara untuk mendesak warga negaranya meninggalkan Lebanon.

    Amerika Serikat mengumumkan akan mengirim lebih banyak personel militer ke wilayah tersebut untuk menambah pasukan yang ada, sementara Inggris memperkirakan 700 pasukannya akan tiba pada Rabu di Siprus sebagai persiapan untuk kemungkinan evakuasi warga negaranya dari Lebanon.

    Sumber: VOA Indonesia,Koresponden VOA di PBB Margaret Besheer dan koresponden keamanan nasional Jeff Seldin berkontribusi dalam laporan ini. Beberapa informasi untuk artikel ini disediakan oleh The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

  • Israel-Hizbullah Capai Gencatan Senjata di Lebanon

    7cloud.asia – Israel, pada Selasa (26/11/2024) malam, menyatakan setuju melakukan gencatan senjata dengan militan Hizbullah di Lebanon.

    Persetujuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah ini akan mulai berlaku Rabu (27/11/2024) dini hari, dan diharapkan dapat mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun sejak Oktober tahun lalu

    Sementara di waktu yang sama militer Israel membombardir target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pemirsa televisi nasional bahwa ia akan mendesak menteri Kabinet Keamanannya untuk menyetujui gencatan senjata.

    Persetujuan didapat beberapa saat kemudian. Dengan AS dan Prancis berperan penting dalam dicapainya kesepakatan.

    Sebelumnya, Kelompok tujuh negara industri terkemuka atau G7 mengupayakan mencapai kesamaan sikap mengenai surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu yang dikeluarkan pekan lalu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    Baca: Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan udara Israel

    “Kita perlu bersatu mengenai ini,” kata Tajani setelah menjadi tuan rumah rapat kerja pertama dalam pertemuan dua hari para menteri luar negeri G7 seperti dikutip VOA Indonesia, Senin (25/11/2024)

    Di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menyebut gencatan senjata itu sebagai “langkah penting untuk mengakhiri kekerasan” di Timur Tengah.

    Iran dan proksinya, Hizbullah di Lebanon dan militan Hamas di Gaza, kata Biden, “telah membayar harga yang mahal” dalam lebih dari setahun memerangi pasukan Israel.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah itu “dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen.”

    Namun Biden juga memperingatkan, “Jika Hizbullah atau pihak lain melanggar kesepakatan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel, maka Israel berhak membela diri sesuai hukum internasional, sama seperti negara mana pun dalam menghadapi kelompok teroris yang bertekad menghancurkan negara itu.”

    Baca: AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon

    Biden yang akan lengser kurang dari dua bulan dari masa jabatan empat tahunnya, mengatakan bahwa dengan setujunya Hizbullah untuk mengakhiri serangan ke Israel, maka Hamas harus membuat pilihan.

    “Satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah membebaskan para sandera [yang ditahan di Gaza], termasuk warga negara AS.” ujar Biden.

    “Dalam beberapa hari mendatang, AS akan terus mendesak Turki, Mesir, Qatar, Israel, dan negara lain untuk mencapai gencatan senjata di Gaza,” imbuh Biden.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah menunjukkan bahwa “perdamaian itu mungkin.”

     

  • AS dan Qatar: Israel dan Hamas Hampir Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    AS dan Qatar: Israel dan Hamas Hampir Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Amerika dan Qatar pada Selasa (14/1/2025) mengatakan bahwa perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza hampir mencapai kesepakatan setelah berbulan-bulan perundingan menemui jalan buntu.

    Namun, rincian akhir kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih dalam penggarapan.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan dalam pidatonya di Washington, “Saya yakin kita akan mencapai gencatan senjata,”

    Ia menambahkan bahwa terserah pada Hamas untuk memberikan persetujuan akhirnya. “Itu hampir tercapai. Ini lebih dekat daripada sebelumnya.”

    Berbicara pada briefing mingguan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari menggambarkan pembicaraan yang sedang berlangsung berada pada “tahap akhir” dan pada “titik terdekat” untuk mencapai kesepakatan.

    Majed juga memperingatkan agar semua pihak tidak terlalu bersemangat sampai kesepakatan gencatan senjata tersebut diumumkan.

    Baca: Serangan Israel Lumpuhkan Rumah Sakit Terakhir di Gaza

    Qatar, Mesir dan Amerika Serikat telah memimpin upaya selama berbulan-bulan untuk mencoba menghentikan pertempuran tersebut, dan pembicaraan pada hari Selasa di Doha berfokus pada rincian terakhir dari kesepakatan tersebut.

    Hamas mengatakan pihaknya sedang menunggu peta dari Israel yang menunjukkan bagian mana dari Gaza yang akan ditarik pasukannya pada tahap awal gencatan senjata.

    Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan Israel tidak akan berkompromi soal keamanan dan akan melakukan intervensi jika melihat ancaman dari Gaza di masa depan.

    Presiden Joe Biden mengatakan pada Senin bahwa kesepakatan itu berada di ambang “keberhasilan.”

    Dalam pidatonya di Departemen Luar Negeri untuk menyoroti pencapaian kebijakan luar negerinya, Biden mengatakan kesepakatan itu akan “membebaskan para sandera, menghentikan pertempuran, memberikan keamanan kepada Israel.

    “Dan memungkinkan kami untuk secara signifikan meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang sangat menderita dalam perang yang dimulai oleh Hamas ini.”

    Baca: Kelangkaan Bahan Bakar di Gaza Akibatkan 1,2 Juta Orang Kekurangan Air

    Biden dan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi berbicara tentang kemajuan dalam negosiasi pada hari Selasa.

    “Kedua pemimpin berkomitmen untuk tetap melakukan koordinasi erat secara langsung dan melalui tim mereka selama beberapa jam mendatang,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan telepon kedua pemimpin tersebut.

    Parameter dasar proposal gencatan senjata akan melihat prosesnya berlangsung dalam beberapa tahap.

    Hamas akan membebaskan sandera yang mereka tahan sejak militan melakukan serangan terhadap Israel pada Oktober 2023, sementara otoritas Israel akan membebaskan tahanan Palestina.

    Pasukan Israel akan melakukan penarikan bertahap dari Gaza, dan beberapa warga Palestina yang mengungsi akibat konflik akan diizinkan kembali, seiring dengan peningkatan bantuan untuk warga sipil Palestina.