7cloud.asia – Polusi udara yang masih terjadi di Jakarta tak hanya berdampak buruk bagi orang dewasa, tetapi juga bagi proses tumbuh kembang anak.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Tropik Anak pada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Ari Prayitno, Sp.A (K) yang menyoroti dampak buruk polusi udara terhadap perkembangan anak.
“Polusi udara yang terjadi di kota-kota besar termasuk di Jakarta memang sangat memprihatinkan. Udara yang seharusnya bersih untuk dihirup dan memenuhi paru-paru tiap individu yang hidup, apalagi anak-anak itu harus bersih,” jelas Ari seperti yang dilansir Antaranews.
Baca: BPBD DKI Jakarta lakukan modifikasi cuaca
Menurut Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat IDAI ini, polusi udara secara tidak langsung juga menjadi salah satu penyebab anak terkena stunting.
Kualitas udara yang buruk akibat polusi rentan membuat anak-anak jadi mudah sakit. Hal ini berdampak pada minat untuk mengonsumsi makanan.
Akibatnya, asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh berkurang drastis dan menyebabkan anak kekurangan gizi kronis.
“Apalagi kalau penyakit infeksi, kalau terjadi kronis akan sakit juga. Jadi secara tidak langsung ada hubungannya, makanya anak yang tinggal di daerah yang polusinya tinggi itu lebih mudah terjadi stunting ketimbang daerah yang udaranya bersih,” terangnya.
Baca: Pantau sumber polusi udara, ini yang dilakukan DLHK Jakarta
Dia menyayangkan kualitas udara di Jakarta kian memburuk. Kondisi ini menyebabkan banyaknya partikel berbahaya dalam udara yang dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit.
Sebut saja penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan adanya infeksi lainnya. Penyakit tersebut akibat masuknya mikroorganisme asing dalam tubuh berupa virus atau baktersi saat udara sengan kering dan berpolutan tinggi.
Kondisi ini, lanjut Ari, diperparah jika orang memiliki penyakit penyerta seperti asma. Akan tambah parah lagi jika ada anggota keluarga yang merokok atau rutin memasak dalam ruangan dengan ventilasi tak memadai.
Baca: Perlu sistem transportasi publik yang berkualitas atasi polusi udara
“Ini tugas kita bersama karena kalau polusi tidak diatasi maka kesehatan paru-paru kita, terutama anak-anak itu akan memburuk. Terlebih paru-paru anak-anak kita itu masih dalam tubuh dan kembang makanya polusi ini akan berdampak cukup luas pada anak anak kita,” katanya.
Berdasarkan laman IQAir pada Rabu (26/06/2024) pukul 15.00 WIB menunjukkan tingkat polusi udara di Jakarta tercatat masuk dalam kategori sedang.
Indeks polusi udara Jakarta berada pada poin 69 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 19 mikrogram per meter kubik.
Angka ini menunjukkan 3,8 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO).









