UNEP Dorong Segera Terwujudnya Perjanjian Pembatasan Plastik Global

Written by

in

7cloud.asia – Direktur Eksekutif Badan Lingkungan PBB (UNEP), Inger Andersen melihat ada tekad yang kuat dari seluruh negara-negara di dunia untuk mewujudkan perjanjian plastik global.

Berbicara di pertemuan tahunan World Economic Forum, di Davos, Inge mengatakan dibutuhkan dorongan politik dan diplomasi intensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk meletakkan dasar bagi keberhasilan di INC 5.2.

”Dunia usaha telah terlibat sejak awal dan terus memainkan peran penting, begitu pula lembaga swadaya masyarakat dan kelompok lainnya. Bisnis telah menyerukan aturan global,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UNEP, unep.org.

Dalam kesempatan itu, Inge mengatakan masyarakat dunia sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Dunia, ujarnya, membutuhkan memiliki teks yang mempromosikan, mendorong, dan memastikan pengurangan produksi plastik sekali pakai dan berumur pendek.

Baca: Sampah plastik dibahas di World Economic Forum

Negara-negara di dunia, menurutnya harus bersama-sama merumuskan kebijakan tentang tanggung jawab produsen yang diperluas dan menetapkan target daur ulang sampah plastik.

”Kita perlu berpikir inovatif mengenai bahan kimia yang mengkhawatirkan, mengambil inspirasi dari perjanjian yang ada yang melindungi Bumi dari bahan kimia berbahaya,” tandasnya.

Inge juga menyerukan kepada negara-negara di dunia perlunya memastikan bahwa daur ulang mekanis yang tidak terkontaminasi oleh bahan kimia berbahaya.

Hal ini khususnya berlaku pada lokasi di mana daur ulang mekanis dilakukan dengan teknologi dasar—seringkali pada tingkat UKM yang lebih kecil.

Kita perlu merancang produk untuk diisi ulang, digunakan kembali, dibongkar, dan didaur ulang. Meningkatkan transparansi, keterlacakan, dan pengungkapan.

Baca: Perjalanan panjang wujudkan Perjanjian Plastik Global

Inge mengajak para pemodal dan pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasilah dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Ditegaskannya ada banyak hal yang harus dilakukan terkait masalah plastik ini, seperti pembersihan plastik warisan, menyiapkan pendanaan dan membatasi produksi.

”Saya menghimbau para negosiator untuk fokus pada tiga elemen yang perlu dikerjakan terkait polusi plastik ini,” ujarnya.

Diakui adanya perbedaan pandangan soal produksi dan penanganan limbah plastik. Tetapi dunia harus bersatu, guna memastikan bahwa perjanjian menghilangkan polusi plastik (termasuk di lingkungan laut), benar-benar terwujud.

Dunia telah sepakat untuk mengakhiri polusi plastik, karena itu UNEP mengajak semua aktor terkait melakukan bagiannya untuk memenuhi komitmen mengakhiri polusi plastik.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *