Tag: ramah lingkungan

  • Semen Non OPC Disebut Rendah Emisi Gas Rumah Kaca dan Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Penggunaan material konstruksi ramah lingkungan seperti semen Non Ordinary Portland Cement (Non OPC) dapat membantu Indonesia mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca pada 2030.

    Semen Non OPC adalah semen yang dalam proses produksinya menggunakan bahan-bahan substitusi ke dalam “blended cement” yang nantinya akan menjadi bahan penyusun beton sehingga dapat menurunkan emisi gas rumah kaca.

    Penurunan emisi gas rumah kaca ini disebabkan karena substitusi tersebut dapat mengurangi energi yang diperlukan dalam pembakaran klinker untuk menghasilkan volume tertentu dari semen Non OPC yang diproduksi. 

    “Material konstruksi ramah lingkungan, seperti semen Non OPC dapat mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Staf Khusus Bidang Manajemen Sumber Daya Air Kemen PUPR, Firdaus Ali saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

    Baca: Tantangan penerapan infrastruktur ramah lingkungan 

    Ali mengatakan, sektor konstruksi merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar nomor dua.

    Sehingga dengan mereduksi sumber emisi gas rumah kaca dari salah satu sektor yang menjadi penyumbang terbesar maka dampaknya akan signifikan.

    Selain itu, menurut Ali, negara-negara seperti Singapura dan Malaysia sudah menggunakan semen Non OPC sejak lama dalam pembangunan infrastrukturnya.

    Indonesia sendiri melakukan pembangunan infrastruktur ke depan secara masif dan otomatis meningkatkan kebutuhan semen.

    “Jangan sampai pembangunan tersebut menghasilkan emisi yang tinggi karena penggunaan material yang tidak ramah lingkungan, sehingga target NDC Indonesia tidak tercapai,” tandas Ali.

    Baca: Mengenal apa itu infrastruktur ramah lingkungan

    Ali juga mengatakan, Kementerian PUPR ingin perusahaan-perusahaan semen untuk menyebar produksi semen Non OPC di banyak tempat.

    Dan, kemudian mendistribusikannya, sehingga semen ini bisa digunakan dalam proyek-proyek pemerintah maupun non pemerintah.

    “Dengan demikian kita dapat mencapai target NDC pada 2030,” katanya.

    Kementerian PUPR sebagai pembina jasa konstruksi mengimplementasikan prinsip-prinsip konstruksi berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan.

    Salah satu upaya untuk mengimplementasikan prinsip konstruksi berkelanjutan adalah dengan penggunaan material tepat guna yang ramah lingkungan.

    Semen sendiri merupakan material baku yang sangat penting dalam pekerjaan konstruksi. Penentuan jenis semen akan berpengaruh terhadap proses pelaksanaan dan hasil konstruksi yang dihasilkan.

    Baca: Slow city, konsep baru pengelolaan kota yang lebih ramah lingkungan

    Instruksi Menteri PUPR No. 04/IN/M/2020 tentang Penggunaan Semen Non OPC pada Pekerjaan Konstruksi di Kementerian PUPR, merupakan langkah untuk meningkatkan penggunaan semen Non OPC dalam pekerjaan konstruksi di Kementerian PUPR sebagai upaya mewujudkan pembangunan konstruksi berkelanjutan.

    Semen Non OPC memiliki beberapa kelebihan, baik dari sisi teknis, ekonomi maupun lingkungan.

    Pemanfaatan semen Non OPC dilakukan dengan menyesuaikan jenis/spesifikasinya dengan jenis/peruntukan pekerjaan konstruksinya, apakah untuk konstruksi jalan, bendungan atau konstruksi bangunan gedung.

    Sumber: Antaranews.com

  • Butik Ini Menjual Produk Ramah Lingkungan dari Limbah Tekstil

    Butik Ini Menjual Produk Ramah Lingkungan dari Limbah Tekstil

    7cloud.asia –  Butik mungil berwarna hijau di salah satu pusat perbelanjaan ternama di DKI Jakarta, Grand Indonesia itu tak pernah sepi.

    Sejumlah anak muda hingga orang tua silih berganti mendatangi butik Sejauh Mata Memandang yang menjual fesyen ramah lingkungan ini.

    Masuk ke dalam butik sejauh mata memandang terlihat berbagai jenis produk fesyen mulai dari pakaian, aksesoris, jilbab, hingga kebaya. Semuanya ramah lingkungan karena dibuat  dari limbah tekstil.

    Pemilik butik Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto mendaur limbah tekstil, busana atau sisa-sisa kain yang sudah tak terpakai lagi menjadi produk fesyen apik yang kini terpajang di butiknya. 

    Desainer Chitra Subyakto akhirnya tergerak untuk menjadikan bisnis fesyen yang telah dirintisnya sejak 2014, turut membuat produk dari daur ulang limbah tekstil.

    Baca: Misi lingkungan Chitra Subyakto

    Hal itu bermula dari ajakan para komunitas pecinta lingkungan untuk melihat langsung kondisi alam yang memprihatinkan, karena banyak limbah tekstil menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sungai, hingga laut.

    Chitra menyadari bahwa produk fesyen menjadi lima terbesar sebagai penyumbang polusi dunia, mulai dari proses pembuatan sampai akhirnya tidak terpakai lagi.

    Ia kemudian memutar otak dan mencoba bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yang mendaur ulang limbah tekstil untuk belajar bagaimana mengolah pakaian bekas menjadi benang.

    Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa membuat benang-benang menjadi kain juga turut dilibatkan dalam produksi butik Sejauh Mata Memandang ini.

    Baca: DemiBumi hadir demi lingkungan

    Akhirnya benang-benang ditenun menjadi kain, dan dia mulai merancang guna menjadikannya produk pakaian, tas, jilbab, kebaya, aksesoris, fiber penyekat, hingga insulator atau peredam suara.

    Produk fesyen hasil daur ulang tersebut dijual seharga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

    Kini para penggunanya tidak hanya dari kalangan masyarakat umum dan artis dalam negeri, tapi juga telah menyasar pelanggan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

    Sepanjang September 2021 hingga Mei 2023, Chitra telah mengumpulkan sebanyak 5.719 kilogram pakaian bekas atau limbah tekstil yang didaur ulang.

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke pembalut kain

    Masyarakat juga dapat mengirimkan pakaian dengan kondisi apapun, seperti robek, bolong, ataupun kain perca, yang penting bukan termasuk bahan poliester.

    Dengan menyumbangkan pakaian bekas warga sudah ikut kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Ada tiga langkah yang bisa diterapkan dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan menyelamatkan para generasi yang akan datang.

    Langkah pertama bisa dilakukan dengan membeli pakaian yang bisa digunakan untuk jangka waktu panjang dan tidak kehilangan tren.

    Hindari bahan poliester karena tidak bisa terurai, serta memilih produk lokal yang memperhatikan cara berproses yakni slow fashion.

    Baca: Thrifting, cara anak muda kurangi sampah

    Kedua, tidak malu menggunakan pakaian secara berulang-ulang, dimana hal itu sudah mulai dikampanyekan lewat sejumlah publik figur.

    Terakhir adalah tidak langsung membuang pakaian yang sudah rusak, tetapi diperbaiki, atau membuat arisan tukar-tukar baju kepada sesama teman maupun keluarga.

     

  • Bendungan Dioptimalkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air yang Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pemerintah berusaha memastikan pembangunan infrastruktur yang mengutamakan prinsip-prinsip lingkungan berkelanjutan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

    Salah satunya adalah melalui perkuatan pemanfaatan 187 bendungan eksisting dan 61 bendungan baru yang dibangun dari tahun 2015 hingga 2024 untuk pembangkit listrik tenaga air yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

    Total ada 248 bendungan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang berkelanjutan, termasuk Waduk Cirata yang telah diremikan Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

    Baca: Pro kontra sistem power wheeling dalam RUU Energi baru dan terbarukan

    Pembangkit listrik berkelanjutan dan ramah lingkungan ini diungkapkan Menteri PUPR Basuki HAdimuljono dalam acara Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara atau yang dikenal CAFEO (Conference of ASEAN Federation of Engineering Organization) ke-41 di Bali, Rabu (22/11/2023).

    “Hal ini bertujuan untuk menyediakan energi listrik terbarukan dari tenaga air dan tenaga surya dan mengembangkan proyek pengolahan Sampah menjadi Energi (Waste to Energy),” katanya seperti dilansir Kompas.com.

    Berdasarkan data Perusahaan Listrik Negara (PLN) tahun 2021, kapasitas listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air adalah 9 persen dari seluruh jenis pembangkit listrik di Indonesia sebesar 6.410 Megawatt (MW) listrik yang dihasilkan.

    Baca: Aktivis lingkungan dukung pembangkit listrik tenaga surya di atap

    Hingga tahun 2015, ada 23 bendungan eksisting yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas total sebesar 507 MW.

    “Termasuk Bendungan Batutegi (28 MW), Bendungan Jatiluhur (150 MW), dan Bendungan Bili-Bili (20.1 MW),” kata Basuki.

    Selanjutnya pada 2015 hingga 2024, dari 61 bendungan baru yang dibangun, sebanyak 43 bendungan mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 258 MW.

    Baca: Desa ini sukses gunakan pembangkit listrik tenaga surya

    Daftar bendungan pembangkit listrik tenaga air yang ramah lingkungan ini antara lain Bendungan Way Sekampung (5,40 MW), Bendungan Jatigede (110 MW), Bendungan Leuwikeris (20 MW).

    “Selain itu, kami berencana membangun 11 tambahan bendungan pada tahun 2021-2027 yang memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 122 MW,” imbuh Basuki.

    Menurut Basuki, bendungan juga memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik dengan metode pembangkit listrik tenaga surya terapung yang memanfaatkan lebih dari 20 persen luas permukaan genangan bendungan.

    Baca: Bendungan Karian, salah satu bendungan terbesar di Indonesia

    Pada tanggal 9 November 2023 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata dengan kapasitas sebesar 192 MW, terbesar di Asia Tenggara.

  • Fesyen Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan Bakal Makin Ngetren

    Fesyen Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan Bakal Makin Ngetren

    7cloud.asia – Fesyen berkelanjutan lagi ramah lingkungan dan produk perawatan kulit (skincare) yang ramah untuk vegan diprediksi kian populer pada tahun 2024.

    Trend fesyen berkelanjutan dan ramah lingkungan ini, menurut Peritel produk kecantikan, fesyen dan gaya hidup Korea Selatan iStyle.id, sudah mulai muncul bebarapa tahun belakangan, dan makin memuncak pada 2023.

    “Tahun 2023 adalah tahun di mana semakin banyak konsumen yang menyadari dampak lingkungan atas produk-produk yang mereka konsumsi,” kata Chief Marketing Officer iStyle.id Dennis Fabian dalam pernyataan, Kamis (23/11/2023).

    Baca: ControlNew, jenama lokal yang mengusung konsep fesyen berkelanjutan

    Kondisi inilah yang membuat fesyen berkelanjutan dan ramah lingkungan makin diminati konsumen.

    Senada dengan iStyle.id, perancang busana Bertha Puspita memprediksi bahwa sustainable fashion (fesyen berkelanjutan) akan menjadi salah satu tren yang akan berkembang pada 2024.

    Selain fesyen, produk kecantikan dari Korea Selatan juga dinilai masih menjadi kiblat dalam perawatan kulit.

    Baca: Thrifting, cara anak muda jalani fesyen berkelanjutan

    “Terlebih perbincangan seputar perlindungan kulit secara efektif dari paparan sinar UV menjadi salah satu topik yang marak dibahas sepanjang tahun ini,” kata Dennis menambahkan.

    Salah satu jenis produk kecantikan yang kian populer adalah skincare vegan dan produk 2in1, yaitu produk yang memadukan perawatan kulit dengan riasan. 

    Jenis skincare seperti itu dinilai sesuai dengan jenis kulit orang Indonesia, terutama untuk produk-produk yang mampu memberikan perlindungan baik dari polusi, hingga sinar matahari di iklim tropis seperti Indonesia.

     

    Baca: Slow fashion, alternatif pilihan atasi dampak fast fashion

    Hingga tahun ini, popularitas fesyen dan produk kecantikan asal Korea Selatan masih diminati di Indonesia.

    iStyle.id melihat pengaruh Korea soal fesyen dan kecantikan terlihat dari gaya berpakaian anak muda, terutama Gen Z, saat ini.

    Sejumlah drama Korea saat ini sedang mengadopsi fesyen Y2K alias busana yang populer pada tahun 2000an, yang diikuti anak-anak muda sekarang.

    Baca: Butik ini memasarkan produk fesyen ramah lingkungan dari limbah tekstil

    Gaya Y2K terlihat dari perpaduan bawahan hipster, atasan crop top, dan sunglasses (kacamata hitam).

    Sumber: Antaranews.com

  • Toko Amal Bekas Jadi Alternatif Fast Fashion yang Tak Ramah Lingkungan

    Toko Amal Bekas Jadi Alternatif Fast Fashion yang Tak Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Di dunia yang didominasi oleh praktik-praktik fast fashion yang dinilai tak ramah lingkungan, muncul alternatif yang menjanjikan. Yaitu, toko pakaian bekas atau thrifting.

    Harta karun berupa pakaian bekas atau thrifting ini tidak hanya merupakan pilihan yang ramah lingkungan namun juga mengubah cara pikir orang tentang fesyen.

    Earth.Org berbincang dengan Susan Flaherty, pemilik toko amal pakaian bekas yang berkembang pesat di Galway, Irlandia, untuk membahas semakin besarnya daya tarik gaya ramah lingkungan dan dampak positifnya bagi Bumi.

    Susan Flaherty adalah manajer toko amal Vision Ireland di Galway dengan lebih dari 13 tahun pengalaman ritel dan keranjingan berbelanja barang bekas.

    Baca: Thrifting makin diminati, ini alasannya

    Dan, ternyata dia sangat antusias dengan masa depan fesyen bekas dan ingin lebih banyak orang mengetahui apa yang ditawarkan di sana. 

    “Toko barang bekas sudah benar-benar berkembang dibandingkan tahun lalu,” kata Flaherty kepada Earth.Org.

    “Ini bukan sekadar apa saja yang dijual. Standarnya lebih tinggi, dan kualitas pakaiannya lebih baik dibandingkan sebelumnya.”

    Dalam masyarakat kita yang sadar lingkungan, toko-toko amal di seluruh negeri melaporkan adanya peningkatan jumlah pengunjung.

    Menurut survei terbaru dari Vision Ireland, 20% responden mengunjungi toko amal setidaknya sebulan sekali.

    Baca: Era baru thrifting, mengolah baju bekas jadi lebih bernilai

    Meskipun 70% responden berbelanja barang bekas dengan harga murah, 36% mengatakan mereka menikmati manfaat keberlanjutan yang didapat dari berbelanja barang bekas.

    Sayangnya, banyak dari kita yang salah paham tentang pakaian bekas dan memerlukan panduan tentang cara berbelanja ramah lingkungan.

    Namun anggapan bahwa pilihan pakaian bekas yang tersedia terbatas, berkualitas buruk, atau ketinggalan jaman tidak sepenuhnya benar.

    “Jangan meremehkan [belanja barang bekas], ini sudah berkembang pesat, Kualitas dan harga ada,”

    Dia melanjutkan, dan jika Anda mempertimbangkan untuk membantu badan amal disertai dengan faktor keberlanjutan, maka hal ini sama-sama menguntungkan.”

    Baca: Industri fesyen ini berproduksi dari tekstil sisa

    Mengapa Fashion Berkelanjutan Penting? Pasar ritel barang bekas sedang booming dan menyediakan alternatif yang berkelanjutan dan terjangkau dibandingkan fast fashion baru.

    Namun, perusahaan fast fashion tetap populer, meskipun kesadaran masyarakat meningkat terhadap isu lingkungan yang terkait dengan fast fashion.

    Promosi  merek-merek besar memikat kita untuk tertarik pada produk mereka, dan kenikmatan yang kita peroleh dari membeli produk fast fashion yang murah, bahkan sampai merugikan dompet dan planet kita, membuat kita terjebak.

    Dampak negatif fast fashion sudah banyak diketahui. Mode cepat (fast fashion) bertanggung jawab atas hampir 10% emisi karbon global.

    Baca: Sustainable ala ControlNew

    Angka ini lebih besar dari total emisi yang berasal dari penerbangan internasional dan gabungan industri maritim.

    Banyak tragedi besar yang menyoroti eksploitasi pekerja di industri fast fashion ini. Sementara itu, dengan dampak krisis iklim yang sudah mulai dirasakan, kita harus keluar dari perangkap fast fashion.

    Dan jika Anda berpikir berbelanja secara ramah lingkungan berarti menghabiskan banyak uang untuk membeli barang-barang yang dipesan lebih dahulu, hal ini salah besar.

    “Kami mempunyai pilihan pada tingkat yang lebih rendah dan lebih tinggi,” jelas Flaherty. “Dan untuk pelajar, kami menawarkan diskon 10% dengan identitas yang masih berlaku. Jadi, ini pasti dapat diakses oleh semua orang.”

    Sumber : earth.org, baca artikel asli di sini

     

  • Gaya Hidup Ramah Lingkungan Tak Hanya Suka Tanaman, Tapi Soal Cara Kita Mengonsumsi

    Gaya Hidup Ramah Lingkungan Tak Hanya Suka Tanaman, Tapi Soal Cara Kita Mengonsumsi

    7cloud.asia – Gaya hidup ramah lingkungan kini seolah menjadi satu keharusan di tengah kondisi alam yang makin tidak ramah ini.

    Orang sering mengartikan gaya hidup ramah lingkungan adalah banyak-banyak menanam pohon.

    Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, tetapi senyatanya gaya hidup ramah lingkungan bukan sekadar menanam pohon.

    Salah satu aspek penting gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi jejak karbon atau jumlah emisi gas rumah kaca atau biasa disebut dengan jejak atau emisi karbon yang kita hasilkan.

    Emisi karbon itu dihasilkan dari penggunaan energi, transportasi, maupun cara kita mengonsumsi. 

    Baca: Toko amal pakaian bekas jadi alternatif dari fast fashion

    Jadi gaya hidup ramah lingkungan adalah tentang upaya untuk lebih bijak dalam mengonsumsi.

    Gaya hidup ramah lingkungan ini berujung pada pengurangan sampah dan emisi karbon yang dihasilkan dengan mengadopsi praktik-praktik baik.

    Gaya hidup ramah lingkungan juga berarti mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menghindari penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

    Ada beberapa langkah kecil yang bisa kamu lakukan untuk memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan, seperti mengurangi sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Baca:  Gerakan menanam pohon dicanangkan dari Pulo Gadung, Jakarta Timur

    Berikut beberapa gaya hidup ramah lingkungan yang bisa kamu lakukan: 

    1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    2. Hemat energi, baik air listrik maupun BBM

    3. Menggunakan transportasi umum

    4. Mendaur ulang

    5. Mengurangi penggunaan bahan kimia

    6. Mengurangi konsumsi daging

    7. Banyak menanam pohon

    8. Menggunakan produk ramah lingkungan

    9. Tidak membuang makanan

    10. Cerdas dalam menggunakan internet

    Baca: Kiat menggunakan internet yang ramah lingkungan

  • Alasan Mengapa Kopenhagen Selalu Jadi Kota Paling Ramah Lingkungan

    Alasan Mengapa Kopenhagen Selalu Jadi Kota Paling Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Dilansir pointship.com pada Juli 2022 lalu, ibu kota Denmark, Kopenhagen dinobatkan sebagai kota yang paling ramah lingkungan di dunia.

    Sebenarnya ini bukan kali pertama, Kopenhagen telah berulang kali dinobatkan sebagai kota paling ramah lingkungan di dunia.

    Semua ini berkat dedikasi pemerintah kota Kopenhagen yang tiada putus dan terus mengembangkan gaya hidup keberlanjutan dan ramah lingkungan. 

    Otoritas kota Kopenhagen sangat menghargai pengguna sepeda dan mendorong setengah dari penduduknya bersepeda ke kantor atau sekolah pada tahun 2022.

    Baca: 8 elemen kota ramah lingkungan

    Kopenhagen dinobatkan menjadi kota paling ramah lingkungan di dunia berkat investasi berkelanjutan dalam alternatif hijau.

    Otoritas kota Kopenhagen terus menerus memperkenalkan inisiatif baru untuk mempromosikan cara hidup yang ramah lingkungan.

    Rencana ambisius kota Kopenhagen untuk menjadi lebih ramah lingkungan itu dilakukan sambil tetap menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya.

    Pada tahun 2025, Kopenhagen akan berstatus netral atau nol karbondioksida atau CO2.

    Baca: Daftar kota ramah untuk pengguna sepeda

    Di Kopenhagen, jumlah keluarga yang memiliki mobil hanya 29 persen atau kurang dari sepertiga jumlah penduduk di sana.

    Otoritas Kopenhagen telah menambahkan jalur sepeda ekstra karena lebih banyak orang yang lebih suka bersepeda daripada mengemudi untuk berkeliling.

    Karena sebagian besar hotel di kota Kopenhagen sekarang meminjamkan sepeda kepada pengunjungnya. Bersepeda menjadi lebih disukai.

    Tren yang berkembang di kota adalah makan organik; 24 persen dari makanan yang dijual di Kopenhagen adalah makanan organik yang dihasilkan sendiri warganya.

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki

    Selain itu, 88 persen makanan yang disajikan di lembaga publik adalah makanan organik.

    Penobatan Kopenhagen sebagai kota paling ramah lingkungan ini dicapai berkat upaya terus menerus oleh otoritas kota untuk melestarikan dan melindungi lingkungan sehingga kemudian layak disebut sebagai kota ramah lingkungan.

    Upaya kota untuk menjadi ramah lingkungan antara lain dengan menekan emisi karbon, serta memfasilitasi warganya untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

    Secara global, pemerintah dan otoritas kota mendapat tekanan dari penduduknya sendiri, terutama Generasi Z, yang dikenal sensitif pada isu lingkungan.

    Baca: Manfaat urban farming untuk lingkungan kota yang berkelanjutan

     

  • Lebih Ramah Lingkungan, Mobilitas di Kompleks DPR Gunakan Mobil Golf Listrik

    Lebih Ramah Lingkungan, Mobilitas di Kompleks DPR Gunakan Mobil Golf Listrik

    7cloud.asia – Keberadaan mobil golf listrik atau mobil listrik di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR sangat mendukung mobilitas kegiatan antargedung atau sejumlah lokasi di komplek parlemen, Senayan, Jakarta.

    Mobil listrik ramah lingkungan ini sangat serba guna dan sering dimanfaatkan untuk mengantar kunjungan anak sekolah, delegasi masyarakat, pengunjung lansia serta disabilitas yang datang ke gedung DPR.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Selasa (9/1/2024) menyebut pengadaan mobil listrik ramah lingkungan tersebut dengan sistem sewa.

    Pengadaan mobil listrik ramah lingkungan ini diharapkan mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan udara bersih.

    Baca: Menilik kesiapan penggunaan mobil listrik

    Ia menambahkan, pengadaan mobil listrik ini menggunakan anggaran tahun ini untuk menggantikan mobil golf non listrik pengadaan tahun 2011 yang kondisinya rusak dan sebagian sudah dihapuskan.

    Langkah ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menggunakan mobil ramah lingkungan, penggunaan mobil golf kali ini dengan energi listrik menggantikan mobil golf non listrik pengadaan tahun 2011.

    “Data yang saya peroleh 9 unit dalam kondisi rusak dan 3 unit sudah dihapuskan,” jelas Indra, seperti dikutip Parlementaria.

    Ia menambahkan luasan lahan komplek parlemen cukup luas,yaknimencapai 80.000 meter persegi.

    Baca: Anggota DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil Oksigen  

    Sehingga, perlu mobilitas untuk mencapai titik tertentu sebagai contoh dari Gedung Nusantara I ke pintu gerbang depan seperti memantau kegiatan unjuk rasa. 

    Mobil listrik ini juga dapat digunakan satuan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI dalam pemeriksaan berkala keamanan lingkungan dan area gedung yang cukup luas.

    Pemeriksaan atau patroli oleh Pamdal DPR ini dilakukan baik pada siang maupun malam hari di komplek parlemen, Senayan.

    Pada bagian lain Indra Iskandar menambahkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, Setjen DPR RI membutuhkan volume pekerjaan 120 unit dengan rincian 10 unit mobil golf x 12 bulan.

    Baca: Mobil listrik lebih ramah lingkungan dan keuangan negara

    “Jadi kebutuhan mobil golf (mobil listrik ramah lingkungan, red) hanya 10 unit, bukan 120 unit,” tandas Indra.

    Perkembangan sampai saat ini pengadaan belum terlaksana karena anggaran sewa mobil listrik tersebut masih diblokir oleh Kementerian Keuangan.

  • 5 Cara Mengubah Gaya Hidup Jadi Lebih Ramah Lingkungan

    5 Cara Mengubah Gaya Hidup Jadi Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Orang-orang di seluruh dunia biasa menggunakan tahun baru untuk mengawali perubahan gaya hidup termasuk mulai jalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Survei opini publik The People’s Climate Vote yang dihelat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap, orang-orang di seluruh dunia sepakat gaya hidup ramah lingkungan perlu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan iklim ini.

    Orang secara perlahan menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Namun, tak sedikit orang yang masih bingung  dari mana memulai perjalanan untuk gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Jadi, jika kamu berniat menjadikan hidupmu lebih ramah lingkungan pada 2024, ada beberapa perubahan yang terjangkau dan terbilang mudah untuk dilakukan. 

    Baca: Gaya hidup ramah lingkungan tak hanya suka tanaman

    1. Makan
    Kita membuang miliaran ton makanan setiap tahun. Sampah makanan kerap menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang lebih merusak atmosfer dibandingkan karbon dioksida.

    Untungnya ada langkah-langkah mudah agar kebiasaan makanmu lebih berkelanjutan (dan juga bisa lebih murah). Misalnya, makanlah pangan lokal yang sesuai musimnya, atau konsumsi daging lebih sedikit, lebih banyak pangan nabati terutama dari kacang-kacangan dan sayuran hijau.

    Kacang-kacangan tidak membutuhkan pupuk nitrogen (sebagiannya diproduksi dari gas bumi) karena kemampuan mereka mengonversi nitrogen dari udara dan menyerapnya.

    Penerapan kebiasaan makan bebas daging sepekan sekali bisa jadi awal yang bagus. Konsumsi daging tiruan olahan mock meats“ bisa jadi batu loncatanmu menuju gaya hidup nabati, meski harganya mahal.

    Perencanaan makanan yang baik dan menihilkan makanan sisa dapat membantumu mengurangi sampah makanan.

    Penggunaan microwave untuk memasak sesering mungkin juga lebih hemat energi dibandingkan dengan kompor.

    Ingat, kamu tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Pilihlah salah satu yang paling mungkin kamu lakukan.

    Baca: Ini dampak yang ditimbulkan dari sampah makanan

    2. Perjalanan
    Kita semua butuh bepergian, entah untuk ke kantor, sekolah, kampus, ataupun toko. Perjalanan yang berkelanjutan bisa menjadi pilihan.

    Pemilihan active travel atau moda bepergian aktif (berjalan kaki, bersepeda, ataupun kursi roda) adalah opsi paling ramah lingkungan. Selain tidak menghasilkan emisi karbon, cara ini juga lebih sehat.

    Cobalah mengganti satu atau dua kali perjalanan mobilmu dalam sepekan dengan moda bepergian aktif jika memungkinkan.

    Di daerah perkotaan, saat bepergian jarak pendek, transportasi aktif kerap lebih cepat dan murah dibandingkan perjalanan dengan mobil.

    Kita juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, yang menjadi penyumbang signifikan polusi udara perkotaan.

    Untuk jarak jauh, perjalanan dengan kereta ataupun bus juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil dan pesawat. Kamu perlu merencanakannya jauh-jauh hari supaya ongkosnya lebih murah.

    Baca: Naik transportasi publik berarti dukung keberlanjutan bumi

    3. Hemat energi
    Energi yang kita gunakan di rumah menjadi semakin mahal dan berkontribusi melepaskan gas rumah kaca. Perubahan kecil atas pemakaian energi dapat menciptakan perubahan, bagi tagihan sekaligus emisi rumah tangga kita.

    Kebanyakan perubahan ini mudah dan nyaman dilakukan. Matikan lampu saat meninggalkan ruangan. Masak makanan dengan wajan yang tertutup.

    Turunkan temperatur pengatur suhu rumahmu sebesar 1°C. Cuci pakaian dan perkakas pecah belah dengan air dingin. Jangan berlama-lama saat mandi.

    Cabut perkakas elektronik seperti microwave saat tidak digunakan, dan charger ketika baterai gawaimu telah penuh. Gantilah lampu halogenmu dengan LED yang lebih hemat energi.

    Pemakaian smart meter (jika ada) untuk memantau penggunaan energimu dapat membantumu melakukan perubahan ini.

    Baca: Mengenal green building atau bangunan hemat energi

    4. Pakaian
    Orang suka membeli baju baru. Namun fast fashion mempunyai biaya lingkungan dan sosial yang tinggi. Industri fesyen menghasilkan lebih dari 92 juta ton sampah setiap tahunnya.

    Sebagian besar di antaranya dibakar, dibuang ke tempat pembuangan sampah, atau diekspor ke negara-negara berkembang.

    Ada banyak cara agar kita lebih modis sekaligus ramah lingkungan. Mulailah dengan mengatur lemari pakaian sehingga kamu bisa melihat apa saja kamu miliki sebelum mulai berbelanja.

    Harapannya, apapun yang kamu beli dapat “cocok” dengan apa yang kamu miliki saat ini.

    Jangan membuang barang rusak. Ada banyak video YouTube untuk membantumu memperbaiki pakaian dan aksesoris.

    Kamu bahkan dapat menjadikan pakaianmu lebih personal menggunakan metode perbaikan seperti Jahitan Sashiko, yang membuat fitur perbaikan menjadi pilihan bagi pakaianmu.

    Pembelian barang bekas akan menghemat fulus, serta manfaat sosial dan lingkungan dari retail amal juga diakui secara luas. Kamu juga bisa menukar pakaian yang tidak diinginkan lagi dengan teman dan keluarga atau di toko tukar.

    Alternatifnya, kamu dapat membeli pakaian dalam jumlah lebih sedikit tapi lebih berkualitas. Barang-barang ini biasanya lebih awet dan tahan lama.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    5. Pengelolaan sampah
    Kita menghasilkan lebih dari 2 miliar metrik ton limbah padat perkotaan di seluruh dunia setiap tahunnya.

    Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 70% pada 2050. Ada banyak perubahan kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang kita buang ke tempat sampah.

    Penulisan daftar belanjaan dapat mengurangi pembelian berlebihan dan pembelian impulsif. Bawalah tas yang dapat digunakan kembali saat kamu berbelanja.

    Usahakan berbelanja barang yang bebas kemasan. Ada banyak tempat untuk membeli makanan tanpa kemasan berlebih seperti toko tanpa limbah.

    Toko ini mendorong pelanggan untuk menggunakan wadah dari rumah untuk mengisi dan mengisi ulang makanan utuh dalam jumlah besar.

    Baca: Pengelolaan sampah harus libatkan konsumen, produsen dan pemerintah

    Pastikan kamu mengetahui barang apa yang dapat didaur ulang secara lokal. Ikuti saran yang diberikan. Pengurangan limbah akan menghemat sumber daya yang berharga serta mengurangi polusi dan pengeluaran mingguanmu.

    Dengan melakukan perubahan kecil pada gaya hidup, kita dapat secara kolektif bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris

  • Aksi Petani Memprotes Kebijakan Ramah Lingkungan Meluas di Eropa

    Aksi Petani Memprotes Kebijakan Ramah Lingkungan Meluas di Eropa

    7cloud.asia – Aksi protes petani Prancis terkait kebijakan ramah lingkungan yang sangat ketat meluas di negara itu.

    Aksi petani memprotes kebijakan ramah lingkungan dipusatkan di pasar Rungis, pasar terbesar di Prancis yang menjual bahan makanan.

    Polisi berjaga-jaga ketika para petani telah sampai di pusat produksi itu pada Rabu (31/1/2024). Aksi ini sebagai bagian dari aksi protes yang juga telah meluas ke negara-negara lain di Eropa.

    Gambar-gambar dari pasar itu menunjukkan puluhan kendaraan polisi, petugas antihuru-hara dan lainnya tampak menggeledah orang-orang yang ingin mengikuti aksi ini.

    Baca: Dari Bumi, produk yang lahir dari dan untuk Indonesia

    Pasar Rungis, salah satu pasar terbesar di dunia, telah menjadi sasaran simbolis para petani yang marah akibat kebijakan ramah lingkungan yang terlalu membebani mereka.

    Banyak dari petani ini menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan traktor untuk sampai ke lokasi aksi.

    Para petani mengatakan mereka tidak dibayar dengan cukup, terbebani oleh pajak dan aturan ramah lingkungan, serta menghadapi persaingan tidak sehat dari luar negeri.

    Aksi memprotes kebijakan ramah lingkungan yang membuat harga jual produk mahal juga terjadi di Italia dan Spanyol. 

    Baca: Planto kenalkan produk sayuran yang ramah untuk petani

    Bendera nasional Italia berkibar di depan traktor yang diparkir di sepanjang jalan saat para petani melakukan aksi protes di dekat pintu masuk jalan raya di Melegnano, dekat Milan, 30 Januari 2023. 

    Para petani Spanyol dan Italia mengatakan mereka bergabung dengan gerakan protes yang juga melanda Jerman, yang bertujuan untuk menekan pemerintah agar melonggarkan peraturan lingkungan hidup.

    Pemerintah juga diminta melindungi mereka dari kenaikan biaya dan gempuran produk impor yang murah.

    Aksi protes petani ini digelar Menjelang pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa yang dijadwalkan pada Kamis (1/2/2024) hari ini.

    Baca: Cara petani Klaten lepas dari ketergantungan pupuk kimia  

    Menyikapi hal ini, komisi eksekutif Uni Eropa telah menyusun proposal untuk membatasi impor pertanian dari Ukraina dan melonggarkan beberapa peraturan ramah lingkungan.

    Sumber: VOA Indonesia