7cloud.asia – Dilansir pointship.com pada Juli 2022 lalu, ibu kota Denmark, Kopenhagen dinobatkan sebagai kota yang paling ramah lingkungan di dunia.
Sebenarnya ini bukan kali pertama, Kopenhagen telah berulang kali dinobatkan sebagai kota paling ramah lingkungan di dunia.
Semua ini berkat dedikasi pemerintah kota Kopenhagen yang tiada putus dan terus mengembangkan gaya hidup keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Otoritas kota Kopenhagen sangat menghargai pengguna sepeda dan mendorong setengah dari penduduknya bersepeda ke kantor atau sekolah pada tahun 2022.
Baca: 8 elemen kota ramah lingkungan
Kopenhagen dinobatkan menjadi kota paling ramah lingkungan di dunia berkat investasi berkelanjutan dalam alternatif hijau.
Otoritas kota Kopenhagen terus menerus memperkenalkan inisiatif baru untuk mempromosikan cara hidup yang ramah lingkungan.
Rencana ambisius kota Kopenhagen untuk menjadi lebih ramah lingkungan itu dilakukan sambil tetap menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya.
Pada tahun 2025, Kopenhagen akan berstatus netral atau nol karbondioksida atau CO2.
Baca: Daftar kota ramah untuk pengguna sepeda
Di Kopenhagen, jumlah keluarga yang memiliki mobil hanya 29 persen atau kurang dari sepertiga jumlah penduduk di sana.
Otoritas Kopenhagen telah menambahkan jalur sepeda ekstra karena lebih banyak orang yang lebih suka bersepeda daripada mengemudi untuk berkeliling.
Karena sebagian besar hotel di kota Kopenhagen sekarang meminjamkan sepeda kepada pengunjungnya. Bersepeda menjadi lebih disukai.
Tren yang berkembang di kota adalah makan organik; 24 persen dari makanan yang dijual di Kopenhagen adalah makanan organik yang dihasilkan sendiri warganya.
Baca: Empat kota di dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki
Selain itu, 88 persen makanan yang disajikan di lembaga publik adalah makanan organik.
Penobatan Kopenhagen sebagai kota paling ramah lingkungan ini dicapai berkat upaya terus menerus oleh otoritas kota untuk melestarikan dan melindungi lingkungan sehingga kemudian layak disebut sebagai kota ramah lingkungan.
Upaya kota untuk menjadi ramah lingkungan antara lain dengan menekan emisi karbon, serta memfasilitasi warganya untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan.
Secara global, pemerintah dan otoritas kota mendapat tekanan dari penduduknya sendiri, terutama Generasi Z, yang dikenal sensitif pada isu lingkungan.
Baca: Manfaat urban farming untuk lingkungan kota yang berkelanjutan

Leave a Reply