Tag: jakarta

  • Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    7cloud.asia – Pelaksanaan revitalisasi Embung Pekayon, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terus dilakukan.

    Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan revitalisasi Embung Pekayon ini rampung pada Oktober 2024. Sebelumnya revitalisasi Embung Pekayon dijadwalkan rampung awal tahun ini.

    “Mudah-mudahan pembangunan secara keseluruhan Embung Pekayon ini selesai di bulan Oktober 2024,” kata Wali Kota Jaktim M Anwar saat meninjau revitalisasi Embung Pekayon di RT 08/RW 02, Kecamatan Pasar Rebo, Selasa (2/7/2024).

    Dia berharap kembali pulihnya fungsi Embung Pekayon dapat mengatasi persoalan banjir di tiga RW di Kelurahan Pekayon, yakni RW 01, 02, dan 03.

    Menurut dia, penampang basah Embung Pekayon sudah selesai dan revitalisasi hanya menyisakan penambahan beberapa fasilitas di area embung, seperti saung, pemancingan, dan penambahan kearifan lokal lainnya.

    “Saya harap warga bisa menjaga fasilitas Embung Pekayon, dan tidak boleh ada kendaraan yang masuk kecuali sepeda,” tuturnya.

    Baca: Jakarta bangun embung untuk cegah banjir

    Fasilitas lainnya adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    “Jadi, tadi saya sampaikan kepada Sudin SDA agar semua saluran warga yang masuk ke Embung Pekayon melalui IPAL agar airnya menjadi bersih dan air embung tidak menimbulkan bau ataupun kotor,” ucapnya.

    Selain itu, Anwar berharap jika nantinya area embung Pekayon sudah rampung, bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan dan tempat interaksi warga.

    “Saya harapkan ada tempat untuk UMKM. Saya tadi sudah pesan kepada SDA, untuk dibuat tempat UMKM di pintu masuk RW 01, dan pintu masuk di RW 02, agar bisa mengembangkan sektor UMKM di wilayah Kelurahan Pekayon,” kata dia.

    Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur, Teuku Saugi menjelaskan Embung Pekayon mempunyai luas 1,7 hektare, di mana sekitar satu hektare merupakan penampang basah dan sisanya lintas lari (jogging track).

    “Untuk fasilitasnya sedang dikerjakan, di antaranya, tempat pemancingan, sarana olahraga, dan teman bermain anak-anak. Untuk progres hingga saat ini sudah 49 persen. Revitalitasi dimulai 28 Maret 2024 dan akan berakhir pada 23 Oktober 2024,” jelasnya.

    Baca: Cara kota Bandung tangani banjir dan memanen air hujan

    Tahun lalu, pihak Sudin SDA sudah membangun lintasan jogging track sepanjang 600 meter di sisi timur embung.

    Dan saat ini akan dibangun kembali 300 meter menggunakan material beton dengan penambahan desain, tekstur dan warna (stamp concerete).

    “Jogging track dibuat bertahap, tahun ini dibangun di sisi timur, nanti di sisi barat,” katanya.

    Sementara saung akan dibangun 10 titik untuk area pemancingan warga sekitar.

    Embung Pekayon memiliki kedalaman tiga meter sudah dikeruk hingga kedalaman lima meter. Saluran masuk (inlet) sudah terbangun empat, sementara saluran keluar (outlet) satu.

    Saugi menambahkan, pihaknya juga akan menambahkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar air yang masuk ke embung tidak berbau dan lebih bersih.

    Baca: Mengenal apa itu kolam retensi

    “Diharapkan juga untuk warga masyarakat jika sudah selesai pembangunan embung bisa saling menjaga kebersihan embung ini agar tetap bersih, dan menjaga seluruh fasilitas embung ini,” kata Saugi.

    Suku Dinas Sumber Daya Air​​​​​​ Jakarta Timur sudah memasang turap baru di Embung Pekayon, dan selesai dikerjakan pada Desember 2023.

    Pemasangan turap baru yang dilakukan sejak Juli 2023 itu sepanjang 750 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Turap mengelilingi Embung Pekayon.

    “Pekerjaan ini sudah dilakukan sejak 31 Juli 2023 lalu. Saat ini proses pembuatan turap embung, baru mencapai 35 persen dan target selesai pada pertengahan Desember,” kata Saugi.

    Pemasangan turap menggunakan bahan konblok berlubang yang bisa ditanami rumput (grass box) agar lebih kokoh.

    Untuk pondasi, turap menggunakan pondasi yang dibangun secara manual (strauss pile) dengan kedalaman tiga meter dan jarak empat meter.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah di Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah di Jakarta

    7cloud.asia – Dalam prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Secara umum, kondisi cuaca Jakarta akan cerah berawan pada Kamis (4/7/2024).

    Hanya wilayah Jakarta Selatan yang kemungkinan akan mengalami hujan ringan pada siang hari. Suhu berkisar 24-31 derajat celsius, dan kelembapan: 70-100 persen

    Hujan ringan juga berpotensi terjadi di Bogor pada malam hari. Suhu berkisar 23-31 derajat celsius, Kelembapan: 60-95 persen

    Sementara itu, wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi diprediksi akan cerah berawan sepanjang hari. Suhu berkisar 23-31 derajat celsius, kelembapan: 55-95 persen

    Baca Juga: El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang

    Berikut prakiraan cuaca selengkapnya untuk wilayah Jabodetabek Kamis (4/7/2024), mengutip BMKG:

    Jakarta Barat
    Pagi: Berawan
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Jakarta Pusat
    Pagi: Cerah Berawan
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Cerah Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Jakarta Selatan
    Pagi: Berawan
    Siang: Hujan Ringan
    Malam: Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Baca Juga: WMO: Transisi Cepat dari El Nino ke La Nina Bakal Memicu Musim Badai

    Jakarta Timur
    Pagi: Berawan
    Siang: Berawan
    Malam: Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Jakarta Utara
    Pagi: Cerah Berawan
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Cerah Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Kepulauan Seribu
    Pagi: Cerah
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Cerah Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Bogor
    Pagi: Berawan
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Hujan Ringan
    Dini Hari: Berawan

    Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim: Kenali 3 Jenis Cuaca Ekstrem yang Merusak

    Depok
    Pagi: Berawan
    Siang: Berawan
    Malam: Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Tangerang
    Pagi: Cerah Berawan
    Siang: Cerah Berawan
    Malam: Cerah Berawan
    Dini Hari: Berawan

    Bekasi
    Pagi: Berawan
    Siang: Berawan
    Malam: Berawan
    Dini Hari: Berawan

  • Kualitas Udara Buruk, Warga Kota Jakarta Disarankan Mengurangi Kegiatan di Luar Rumah

    Kualitas Udara Buruk, Warga Kota Jakarta Disarankan Mengurangi Kegiatan di Luar Rumah

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (4/7/2024) pagi menduduki urutan nomor tiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

    Kota dengan kualitas udara terburuk pertama, yakni Kinshasa (Kongo) di angka 182 dan urutan kedua Kampala (Uganda) di angka 163.

    Urutan keempat Lahore (Pakistan) di angka 157, urutan kelima Medan (Indonesia) di angka 145, dan urutan keenam Santiago (Cile) di angka 145.

    Urutan ketujuh Accra (Ghana) di angka 127, urutan kedelapan Beijing (China) di angka 124, urutan kesembilan Incheon, Korea Selatan di angka 114, dan urutan kesepuluh Ho Chi Minh (Vietnam) di angka 113.

    Baca Juga: Mengapa ‘WFH’ Layak Jadi Kebijakan Mendesak untuk Memangkas Polusi Udara di Jakarta

    Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 04.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di urutan pertama dengan angka 155 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

    Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan kesehatan bagi kelompok sensitif.

    Kondisi udara ini juga bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Untuk itu masyarakat disarankan mengenakan masker saat keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan

    Masyarakat juga disarankan menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.

    Baca Juga: Warga Jakarta Diingatkan Tak Mengabaikan Kualitas Udara yang Tidak Sehat

    Kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

    Kualitas udara kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

    Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

    Sedangkan kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

  • Mampukah Dewan Aglomerasi Atasi Kemacetan, Polusi Udara dan Banjir di Jakarta?

    Mampukah Dewan Aglomerasi Atasi Kemacetan, Polusi Udara dan Banjir di Jakarta?


    7cloud.asia – Banjir, kemacetan dan polusi udara di Jakarta adalah masalah serius yang belum tertangani dengan baik.

    Dengan disahkannya UU Daerah Khusus Jakarta, maka penanganan tiga masalah klasik ini bisa ditangani lebih baik lewat pembentukan Dewan Aglomerasi.

    Akankah Dewan Aglomerasi yang saat ini sedang digodok pembentukannya mampu memenuhi harapan itu, berikut ulasannya sebagaimana telah diterbitkan di VOA Indonesia

    Jakarta merupakan salah satu kota dengan kemacetan dan polusi udara terburuk di dunia. Kondisi ini tak lepas dari belum memadainya fasilitas transportasi publik di Jakarta dan daerah sekitarnya.

    Jakarta memiliki sekitar 10 juta penduduk, namun wilayah Jabodetabek memiliki lebih dari 30 juta penduduk yang sebagian besar bekerja di Jakarta.

    Sehingga, kemudian muncul istilah penduduk Jakarta pada siang hari bisa dua kali jumlah penduduknya pada malam hari.

    Baca: Dinas Lingkungan hidup kawasan aglomerasi Jakarta sepakat kolaborasi tangani polusi udara

    Dalam hal kota dengan kemacetan lalu lintas terburuk di dunia, spesialis navigasi Tom Tom menempatkan Jakarta di peringkat ke-30 tahun lalu. Peringkat pertama dianggap sebagai yang terburuk di antara 387 kota di 55 negara.

    Jakarta memiliki kereta komuter dan bus, tetapi kebiasaan lama terbukti sulit untuk dihilangkan.

    “Transportasi umum saat ini jauh lebih baik daripada 10 atau 20 tahun lalu,” kata Ahmad Gamal, profesor bidang perencanaan kota Universitas Indonesia. “Tetapi orang-orang belum meninggalkan sepeda motor dan mobil mereka.”

    Ditambahkannya, salah satu alasan yang mendasari masalah kualitas hidup ini adalah karena Jakarta dan masyarakat di sekitarnya belum bekerja sama untuk berkoordinasi di tingkat regional.

    “Jakarta punya semua jenis perkantoran, semua industri, tetapi sebagian besar proyek perumahan, mereka mungkin perlu pergi sedikit lebih jauh karena harga tanah di Jakarta jauh lebih mahal,” kata Gamal.

    “Jadi, tentu saja, daerah-daerah yang berdekatan dengan Jakarta memiliki kepentingan yang lebih besar untuk mendorong pembangunan (yang berlebihan).”

    Baca: WFH diusulkan sebagai solusi polusi udara

    Gamal menambahkan pembangunan yang berlebihan di daerah hulu menyebabkan aliran sungai meluap ke hilir di Jakarta dan membanjiri lingkungan perkotaan.

    “Begitu banyak lahan di hulu sungai yang dibangun secara berlebihan dan tidak mampu menyerap banyak air.”

    Kondisi ini menyebabkan banjir sering terjadi setiap kali hujan deras mengguyur daerah hulu Sungai Ciliwung. Banjir menjadi keseharian warga yang tinggal di bantaran sungai, seperti yang dialami Zainuddin.

    Setelah hujan deras, Zainudin dan tetangganya di DAS Ciliwung harus membersihkan lumpur setebal 30 cm di dalam rumah mereka.

    “Kami sudah terbiasa dengan hal ini,” ujar Zainudin, 58, yang mengaku telah tinggal di tepi sungai Ciliwung sepanjang hidupnya.

    Baca: Transportasi berkualitas kunci masalah kemacetan dan polusi udara Jakarta

    Sementara di pesisir Jakarta Utara, pemerintah membangun tanggul laut. Tepat di sisi lain tanggul laut tersebut terdapat Masjid Wal Adhuna yang sudah tidak digunakan lagi karena selalu tergenang.

    Sebagian kecil wilayah Jakarta Utara telah tersapu oleh meningkatknya permukaan air laut akibat perubahan iklim, dan kini berpacu dengan waktu untuk mencegah lebih banyak lagi wilayah Jakarta yang hilang.

    Sekitar 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut.

    “Bagian utara Jakarta menghadapi tantangan terbesar karena air laut naik, sementara daratannya tenggelam,” kata Gamal.

    Gamal merujuk pada fakta bahwa banyak warga Jakarta mendapatkan air dari berbagai sumur ilegal yang menyedot air tanah, menjadi alasan utama mengapa kota ini sekarang tenggelam.

    Baca: Penataan transportasi publik di Jakarta

    Pemerintah sedang membangun jaringan pipa untuk mengalirkan air bersih ke seluruh kota, namun Gamal mengatakan bahwa proyek tersebut membutuhkan waktu 30 tahun untuk menyelesaikannya.

    Dewan Aglomerasi
    Pemerintah pusat sedang menyusun rencana untuk membentuk dewan Aglomerasi untuk Jakarta Raya untuk mengkoordinasikan semua pemerintah daerah dan lokal.

    Namun, Gamal mengatakan bahwa masih belum jelas apakah dewan ini akan memiliki wewenang yang diperlukan untuk bisa berhasil.

    “Ini akan berhasil jika ada otoritas yang berada di atas pemerintah daerah, yang mendengarkan kebutuhan mereka dan mampu membuat rencana yang mengikat mereka.”

    Sementara itu, orang-orang seperti Andika Hidayatullah mengatakan bahwa mereka hanya berharap pemerintah memikirkan dirinya. “Saya sudah muak dengan kemacetan dan udara yang buruk,” katanya.

  • 4 RT di Jakarta Barat Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian hingga 60 centimeter

    4 RT di Jakarta Barat Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian hingga 60 centimeter

    7cloud.asia – Hingga Minggu (7/7/24) pagi, empat rukun tetangga (RT) di dua kelurahan di DKI Jakarta masih tergenang air akibat curah hujan tinggi pada sabtu (6/7/24).

    Data Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat 4 rukun tetangga (RT) ini berada di Jakarta Barat, dan masih tergenang air dengan ketinggian 30-60 centimeter.

    Untuk kelurahan Kedaung Kaliangke, terdapat 3 RT yang masih tergenang dengan ketinggian 30 centimeter.

    Sementara itu, di kelurahan Rawa Buaya terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian 60 centimeter.

    Baca Juga: Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta mengatakan, untuk saat ini dilakukan penyedotan untuk mengurangi debit air pada wilayah tersebut.

    BPPD,vujarnya, terus mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.

    “Dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, melalui keterangan resmi. Minggu ( 7/7/24).

    Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya memicu terjadinya genangan di beberapa tempat.

    Baca Juga: Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    Tercatat setidaknya 48 RT di Jakarta terendam banjirdengan ketinggian yang beragam
    pada Sabtu (6/7/2024).

    Namun, BPBD DKI melaporkan sebanyak 42 RT di Jakarta surut dalam waktu cepat. Tim BPPD DKI Jakarta juga melakukan penyedotan genangan.

    BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi kedaruratan seperti banjir hingga tanah longsor.

    Sebelumnya, BMKG juga mengingatkan hujan dengan intensitas ringan diprakirakan masih berpotensi mengguyur wilayah Jakarta. Untuk itu warga diingatkan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir.

    Sumber;Kompas.com

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Disertai Petir di Tiga Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Disertai Petir di Tiga Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Hujan disertai petir berpotensi melanda tiga wilayah di Jakarta pada Senin (08/07/2024) malam. Sedangkan paginya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketiga wilayah tersebut adalah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

    Wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Siang harinya peluang hujan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 80 hingga 100 persen.

    Sementara wilayah lain di Indonesia sebagian besar juga berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir.

    Potensi hujan lebat diatas 50 mm/hari terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat.

    Selain itu, wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan juga berpeluang diguyur hujan lebat.

    Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat.

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara juga berpotens terjadi hujan badai.

    BMKG juga memperkirakan peluang angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpotensi mengguyur sejumlah wilayah.

    Seperti wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua.

    Suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius. Suhu terenda diprediksi terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

  • PPDB Bersama Sekolah Negeri dan Swasta Terima 212.334 Siswa di Jakarta

    PPDB Bersama Sekolah Negeri dan Swasta Terima 212.334 Siswa di Jakarta

    7cloud.asia – Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengungkap, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024 terdapat 221 ribu lebih Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang diterima di berbagai jenjang pendidikan.

    “Untuk PPDB ‘online’ jumlah siswa yang diterima sebanyak 212.334 CPDB,” kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Purwosusilo di Jakarta, Senin (8/7/2024).

    Menurut dia, jumlah tersebut merupakan daya tampung sekolah negeri di DKI Jakarta yang tersebar di enam wilayah, yaitu di Jakarta Pusat, Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kabupaten Kepulauan Seribu, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

    Pada PPDB Tahun Ajaran 2024, Disdik DKI juga membuka PPDB bersama negeri dan swasta. Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam memperluas daya tampung siswa.

     

    Baca: Masalah di PPDB adalah daya tampung sekolah negeri belum memadai

    Menurut dia, daya tampung sekolah negeri memang tidak cukup melayani semua peserta didik atau siswa. Karena itu dengan adanya PPDB bersama diharapkan dapat tertampung dengan dibiayai oleh pemerintah.

    “Untuk PPDB bersama jumlah CPDB yang diterima sebanyak 9.002,” ujarnya.

    Ia menambahkan, PDB bersama ini meningkatkan keadilan dan memberikan akses serta meningkatkan mutu.

    Jakarta sudah beberapa tahun ini melaksanakan PPDB bersama, yaitu PPDB sekolah swasta bersama dalam satu sistem dengan sekolah negeri.

    Baca: Sekitar 110.000 siswa di Jakarta diterima lewat PPDB jalur prestasi

    Purwo mengatakan bahwa PPDB di Jakarta dari tahun ke tahun terus diperbaiki dan pelayanan kepada masyarakat pun ditingkatkan demi keadilan.

    Pada PPDB 2024, ada beberapa kasus yang masuk dan sudah ditindaklanjuti seperti permasalahan Kartu Keluarga, sertifikat prestasi, zonasi dan lain sebagainya.

    “Kami tangani dan ketika memang tidak sesuai maka diberikan edukasi kepada yang bersangkutan apa penyebabnya,” kata Purwo.

    Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa tidak ada istilah “orang dalam” dan jual-beli kursi pada PPDB Tahun Ajaran 2024 karena semua telah ada sistemnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan

    7cloud.asia – Cuaca di seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan Rabu (10/07/2024) pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 60 hingga 90 persen.

    Sementara hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi mengguyur sejumlah kota di Indonesia.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Tarakan, Ambon dan Kendari pada pagi hari.

    Namun di waktu yang sama, Kota Gorontalo diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Gorontalo, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Kendari dan Medan.

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Manado dan hujan yang disertai petir berpotensi mengguyur Kota Pontianak pada siang hari.

    Kemudian malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Gorontalo, Samarinda, Ambon, Manokwari, Mamuju dan Medan.

    Kota Tanjung Pinang berpeluang terjadi hujan dengan ntensitas sedang dan Kota Tarakan berpotensi diguyur hujan disertai petir pada malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Mataram.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Semarang, Pontianak, Banjarmasin, Bandar Lampung, Kupang, Makassar dan Medan.

  • Jakarta Butuh Dana Hingga Rp600 Triliun untuk Menjadi Kota Global

    Jakarta Butuh Dana Hingga Rp600 Triliun untuk Menjadi Kota Global

    7cloud.asia – Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebut, butuh anggaran sekitar Rp600 triliun agar Jakarta bisa setara dengan kota-kota global yang sudah ada saat ini.

    Kenyataan yang ada, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta saat ini berkisar antara Rp80-84 triliun setahun.

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setyono mengatakan, ini artinya masih ada celah (gap) sangat besar untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global.

    “Gap antara kebutuhan anggaran dari Rp600 triliun, kita topang dari anggaran belanja modal yang sekarang ini masih sekitar 19 persen. Artinya apa yang harus kita siapkan masih jauh,” katanya pada acara sosialisasi Undang-Undang No. 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta Bersama dengan Kementerian Dalam Negeri” yang diadakan di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

    Baca: Mampukah Dewan Aglomerasi atasi macet dan polusi udara Jakarta

    Oleh karena itu, sambung Joko, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selalu bersinergi dengan DPRD DKI Jakarta untuk selalu mengefisienkan anggaran di setiap sektor dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    Di sisi lain, Jakarta berbeda dengan daerah provinsi khusus lain seperti Yogyakarta, Papua, Aceh, tidak mendapatkan alokasi dana khusus.

    Oleh karena itu diperlukan kreativitas dari pegawai Pemprov DKI yang bersinergi dan didukung DPRD DKI Jakarta untuk bisa menemukan metode dan strategi inovatif dalam penggalangan dana untuk pembangunan atau creative financing.

    “Creative financing supaya paling tidak kita ada peningkatan pendapatan,” kata Joko.

    Baca: Setiap bulan 10 juta warga kena tilang E-TLE di Jakarta 

    Adapun Jakarta kini bertransformasi dari Ibu Kota menjadi kota bisnis berskala global seiring disahkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

    Joko mengatakan, Jakarta akan berfungsi sebagai bagian dari simpul utama jaringan ekonomi dunia yang memiliki dampak langsung dan nyata pada tataran global.

    Menurut Joko, pengesahan UU Daerah Khusus Jakarta merupakan bukti dukungan dan keseriusan DPR bersama Pemerintah untuk merancang ulang berbagai aspek yang membutuhkan optimalisasi seiring peningkatan peran dan dinamika pembangunan yang kompleks di kota Jakarta.

    UU Daerah Jakarta juga mengatur hubungan pemerintahan pada lingkup kawasan Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang –Bekasi – Cianju​r (Jabodetabekpunjur) melalui format kawasan aglomerasi.

  • Pemkot Depok dan Pemprov Daerah Khusus Jakarta Sepakat Menormalisasi Situ Pedongkelan

    Pemkot Depok dan Pemprov Daerah Khusus Jakarta Sepakat Menormalisasi Situ Pedongkelan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Pemprov DKI Jakarta sepakat untuk atau menormalisasi Situ Pedongkelan di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

    Saat ini kondisi Situ Pedongkelan yang terletak di perbatasan Depok dan Jakarta ini sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah.

    “Jangka pendek mudah-mudahan bisa melakukan perbaikan terutama masalah sampah dan endapan sedimentasi,” kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono di Depok, Kamis (11/7/2024).

    Dilansir Antaranews.com, Imam mengaku telah meninjau Situ Pedongkelan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta pada Rabu (10/7/2024).

    Dari hasil peninjauan situ tersebut, katanya, kondisi Situ Pedongkelan terjadi pendangkalan dan endapan sedimentasi.

    Baca: Revitalisai embung Pekayon di Jakarta Timur

    Kondisi Situ Pedongkelan cukup memprihatinkan. Permukaan situ telah mengalami pedangkalan karena sampah yang dibuang sembarangan. Sampah terbawa aliran Kali Laya yang masuk ke dalam situ.

    Situ Pedongkelan merupakan salah satu situ yang ada di Depok. Manfaat normalisasi situ-situ di Depok, termasuk Situ Pendongkelan akan dirasakan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta.

    Seperti diketahui, elevasi tanah DKI Jakarta setinggi 50 meter di atas permukaan laut, sedangkan Depok berada di 50 hingga 150 meter.

    Sehingga, secara tidak langsung air di Kota Depok akan mengalir ke wilayah Jakarta, begitu pun saat hujan turun.

    Dengan dinormalisasi, Situ Pedongkelan dapat menahan air dari wilayah Depok menuju Jakarta saat musim hujan. Sebaliknya, pada musim panas air yang ditampung Situ Pedongkelan menjadi tabungan air bagi wilayah Jakarta.

    Baca: Jakarta bangun embung untuk cegah banjir

    “Anggaran normalisasi Situ Pedongkelan hingga saat ini belum ada baik dari Kota Depok maupun Pemprov DKI Jakarta. Tetapi DKI Jakarta sudah banyak membantu dalam memperbaiki kondisi situ-situ di Depok,” kata Imam.

    Tahun lalu, DKI Jakarta menyediakan anggaran senilai Rp17 miliar yang dialokasikan untuk normalisasi Situ Sidomukti di Studio Alam TVRI, Situ Tipar, dan beberapa situ lainnya.

    “Harapan ke depannya lebih banyak yang diberikan untuk memperbaiki situ-situ untuk menjaga kelestarian alam di wilayah Jabodetabek dan juga mengatasi banjir,” tuturnya.

    Ia berharap situ-situ di Depok dapat dikembangkan menjadi tempat wisata, sarana olahraga, menampung air dan lainnya.

    “Harapannya bisa dikembangkan seperti situ lainnya sebagai tempat menampung air, wisata, sarana olahraga, maupun sarana lainnya,” ujarnya.