Tag: banjir

  • Waspada Banjir, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Wilayah Ini Beberapa Hari Mendatang

    Waspada Banjir, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Wilayah Ini Beberapa Hari Mendatang

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat berpotensi melanda sebagian wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari kedepan. Karena itu, masyarakat diimbau waspada banjir dan bencana hidrometeorologis lainnya.

    Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Endah Paramita menjelaskan hujan lebat tersebut dapat disertai petir dan angin kencang.

    “Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di lereng barat, lereng timur dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor,” jelas Endah seperti yang dilansir Antaranews.

    Secara umum cuaca di Sumatera Utara dalam dua hari ke depan pada pagi hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Medan, Langkat, Binjai Deli Serdang dan sekitarnya.

    Siang dan sore hari berawan dan berpotensi hujan ringan hingga lebat. Hujan lebat dapat terjadi di Simalungun, Pematang Siantar, Langkat, Medan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Sibolga.

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang terjadi di Padang Lawas, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal dan sekitarnya.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara

    Pada dinihari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padang Sidempuan, Padang Lawas dan sekitarnya.

    Suhu udara rata-rata 16–31.0 Derajat Celcius, kelembapan udara 60–95 persen dan angin berhembus dari timur laut – tenggara dengan kecepatan 10 – 30 km/jam.

    Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah DKI Jakarta pada Selasa (26/12/2023).

    Hujan disertai kilat dan petir serta angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur pada malam hari.

    Sedangkan pada pagi hari seluruh wilayah diperkikan cerah dan berawan. Kemudian pada siang hari, hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Pada malam hari hujan ringan berpeluang terjadi di Jakarta Barat dan Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 65 hingga 100 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir Hingga Dua Meter Rendam Puluhan Desa di Kabupaten Rohul

    Banjir Hingga Dua Meter Rendam Puluhan Desa di Kabupaten Rohul

    7cloud.asia – Intensitas hujan yang tinggi membuat puluhan desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau terendam banjir. Ketinggian air mencapai dua meter.

    Menurut Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jim Ghafur ada 3 kecamatan di Rokan Hulu terdampak banjir.

    Ketiga kecamatan tersebut adalah Rambah, Rambah Hilir dan Rokan IV Koto. Banjir di Rambah dan Rambah Hilir akibat luapan Sungai Rokan Kanan atau Batang Lubuh.

    Pihaknya, lanjut Jim, akan menurunkan tim ke sejumlah desa tersebut. “Besok kami (saya) mau ke Rokan Hulu,” kata Jim seperti yang dilansir Liputan 6.

    Baca: Waspada banjir di beberapa wilayah ini

    Sementara itu, salah satu warga Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Mawan, menjelaskan air mulai naik sejak Selasa (26/12/2023) malam akibat intensitas hujan yang tinggi.

    Akibatnya lantai satu rumahnya tidak bisa digunakan beraktivitas lagi. “Saat ini keluarga tinggal di lantai dua,” ucapnya.

    Saat ini, lanjut Mawan, ketinggian air belum berkurang karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

    “Airnya naik tadi malam, saat ini belum berkurang karena masih hujan,” ujarnya.

    Mawan mengatakan, genangan air di rumah tetangganya nyaris sampai ke atap. Hal ini membuat warga mengungsi ke tempat lebih tinggi atau rumah keluarga yang tidak terdampak.

    Baca: Intensitas hujan tinggi, banjir dan longsor landa wilayah Kota Padang

    “Ada rumah tetangga, jarak air dengan atapnya kira-kira tinggal 20 centimeter lagi,” jelas Mawan.

    Menurut Marwan, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah setempat kepada warga desanya yang menjadi korban banjir.

    Masih banyak warga yang bertahan didalam rumahnya masing-masing. Mereka membutuhkan makanan dan pakaian bersih.

    Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Rohul bersiaga di lokasi banjir. Petugas juga membantu mengevakuasi warga dan barang-barang peralatan rumah tangga sejumlah korban.

    Reporter: Nurakmayani

  • Cuaca Awal Tahun, Waspada Jakarta Banjir

    Cuaca Awal Tahun, Waspada Jakarta Banjir

    7cloud.asia – Musim hujan tengah melanda sebagian wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bencana hidrometeorologi di sejumlah tempat, diantaranya DKI Jakarta.

    BMKG memperkirakan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang terjadi di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau.

    Wilayah lainnya adalah Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.

    Bencana hidrometeorologi berpeluang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

    Pada 1 Januari, BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50mm/hari mengguyur di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

    Selain itu, hujan lebat juga berpeluang mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

    BMKG memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai melanda sebagian wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten.

    Wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur berpeluang hujan badai.  

    Cuaca serupa juga berpotensi melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

    Sementara itu, di perairan, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat terjadi di Selat Malaka, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, Laut Natuna Utara.

    Hujan lebat juga berpeluang mengguyur Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudera Hindia barat Sumatera Barat hingga selatan Banten, Selat Makassar, Teluk Bone, dan Laut Seram.

    Tak cuma hujan, BMKG memprediksi angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam terjadi di Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat.

    Angin kencang juga berpeluang terjadi di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

    Suhu berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Penebangan Liar Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kabupaten Kerinci

    Penebangan Liar Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kabupaten Kerinci

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Kabupaten Jambi dilanda banjir beberapa hari terakhir. Penebangan pohon secara liar sebagai salah satu penyebabnya.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Andrizal Kabupaten Kerinci, Jambi menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan banjir di Kerinci.

    “Analisis kami untuk banjir yang terjadi di Kabupaten Kerinci, bahwa kami telah berkali-kali melakukan imbauan untuk tidak menebang pohon atau melakukan penebangan liar, itu menjadi salah satu akibatnya,” jelas Andrizal seperti yang dikutip Antaranews.

    Selain itu, lanjut Andrizal, banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan atau pemukiman di bantaran sungai yang membuat penyempitan pada aliran sungai.

    Baca: Banjir di Malang diduga akibat sampah

    Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai secara tidak langsung akan mengakibatkan penyumbatan dan penumpukan sampah di aliran sungai.

    Dengan adanya banjir ini, Andrizal berharap agar masyarakat tidak mengulangi perbuatan yang sama demi mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

    Imbauan lain seperti mitigasi bencana juga telah dilakukan sebelumnya.

    “BPBD Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Daerah sudah melakukan imbauan kepada seluruh wilayah melalui camat dan kades agar selalu waspada, terutama penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Kalau bisa lakukan pengungsian sementara, sebab saat ini hujan terjadi siang dan malam. Kita khawatir rumah masyarakat roboh terbawa arus sungai,” urainya.

    Baca:Intensitas hujan tinggi empat kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, selama beberapa hari terakhir banjir melanda Kabupaten Kerinci terjadi setelah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

    Banjir melanda sejumlah wilayah seperti Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak, Siulak Mukai, Air Hangat, Air Hangat Barat, dan Depati Tujuh.

    Selanjutnya Andrizal menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir.

    Baca: Banjir di Kabupaten Rohul

    Bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti TNI dan Polri, BPBD telah melakukan berbagai melakukan sejumlah upaya, di antaranya dengan mendirikan posko darurat bencana di wilayah tersebut.

    Selain itu, pihaknya juga telah mengupayakan untuk melakukan evakuasi bagi kelompok rentan, seperti lansia untuk dapat mengungsi di wilayah terdekat.

    “Kami juga mengoperasikan dapur umum di masing-masing titik lokasi bencana,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Deras, 46 RT di Jakarta Banjir

    Hujan Deras, 46 RT di Jakarta Banjir

    7cloud.asia – Sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (06/01/2024).

    Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 75 sentimeter.

    “BPBD mencatat hingga pukul 20.00 WIB genangan yang terjadi menjadi 46 RT,” kata Isnawa seperti dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Isnawa menjelaskan banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga membuat sejumlah aliran kali, yakni Kali Angke Hulu, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan hingga Kali Grogol meluap.

    Baca: Penebangan liar picu banir

    Daftar 46 RT yang terendam banjir pada Sabtu malam:

    Wilayah Jakarta Barat

    1. Kelurahan Rawa Buaya, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    2. Kelurahan Kedaung kali Angke, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 35 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    3. Kelurahan Sukabumi Selatan, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 60 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.
    4. Kelurahan Kembangan Selatan, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke Hulu.
    5. Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Wilayah Jakarta Selatan

    1. Kelurahan Cilandak Timur, 2 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 55 cm sampai 75 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Krukut.
    2. Kelurahan Pondok Pinang, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 40 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Pesanggrahan.
    3. Kelurahan Kebayoran Lama Utara, 3 RT yang terendam banjir. Ketinggian air 30 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Sekretaris.
    4. Kelurahan Lebak Bulus, 1 RT yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 50 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.
    5. Kelurahan Kramat Pela, 30 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air 40 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Grogol.

    Baca: Banjir hingga 2 meter di Rohul

    Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 3 sampai 10 Januari 2024.

    Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang menjelaskan bencana hidrometeorologi berpotensi melanda wilayah Jakarta akibat hujan lebat setiap siang hingga sore dan juga malam hingga dini hari.

    Bencana hidrometeorologi dapat berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang disebabkan oleh tingginya curah hujan.

    “Pada siang hingga menjelang malam hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas lebat di sebagian wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” jelas Michael.

    Baca: Penataan kawasan cegah banjir Jakarta

    Sementara itu, pada malam hingga dini hari kata Michael, berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

    Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah utara Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

    “Pada malam hingga dini hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat pada 3-10 Januari 2024,” ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan cuaca ekstrem dalam bentuk hujan lebat ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

    Karena itu, BMKG mengimbau instansi terkait di semua wilayah termasuk Jakarta, untuk mewaspadai terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem pada 3-10 Januari 2024.

    “Waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” papar Guswanto.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Waspada Banjir, Cuaca Tiga Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    Waspada Banjir, Cuaca Tiga Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan badai terjadi di tiga wilayah di Jakarta pada Senin (08/01/2024) siang hingga malam hari.

    Ketiga wilayah tersebut adalah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Jakarta Utara pada malam hari juga berpotensi hujan dengan intesitas ringan.

    Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan. Suhu berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius.

    BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm per hari mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Wilayah lain yang berpotensi hujan lebat adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Hujan lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Sedangkan hujan badai berpeluang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Selain itu wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah juga berpotensi dilanda hujan badai.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    Angin Kencang diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau sejumlah wilayah untuk mengantisipasi dampak yang mungkin akan terjadi dari cuaca tersebut.

    Wilayah yang diperkirakan akan terdampak adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

    Wilayah lain yang diperkirakan juga terdampak adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

    Dampak yang terjadi berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang,dan lain-lain.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan yang tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang dan Kupang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Wilayah di Kota Serang Banjir

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini pada Minggu (07/01/2024).

    Salah seorang warga Aprilia Nuridah menjelaskan air mulai meninggi dan masuk ke dalam rumah sekitar pukul 11.43 WIB.

    “Sejak hujan deras tadi. Air mulai naik sekitar pukul 11.43 WIB dan masuk ke dalam rumah,” ujarnya seperti dilansir Antaranews.

    Memang, Aprilia mengakui wilayah ini kerap dilanda banjir ketika hujan deras. Namun kali ini di jalan pemukiman sampai sepinggang orang dewasa.

    “Padahal hujannya mah sebentar tapi deres banget. Tinggi air itu sampai sepinggang orang kalau jalan sampe ke ujung lagi,” jelasnya.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Karena banjir kerap terjadi saat musim hujan, dia berharap pemerintah daerah dapat menyelesaikan persoalan banjir.

    Bagi warga setempat, banjir menjadi hal menakutkan setiap curah hujan tinggi sejak beberapa tahun terakhir.

    “Ini sudah menjadi persoalan lama, seharusnya ada solusinya, nambah atau membuat aliran pembuangan baru atau bagaimana. Kalau hujan lebat, tidur pun tak nyenyak, takut banjir,” urainya.

    Senada dengan, warga Trip Jamaksari, Cinanggung, Kota Serang, Banten, Aliudin.

    Aliudin beserta keluarga terkejut ketika mengetahui air sudah masuk setinggi mata kaki di lantai rumahnya. Saat itu, ia segera memindahkan kendaraan yang tersimpan di garasi.

    Baca: 46 RT di Jakarta banjir

    “Jam 11 kami, langsung memindahkan kendaraan, mobil, motor. Barang barang di rumah juga terpaksa dinaikkan ke tempat lebih tinggi,” jelas Aliudin.

    Sementara itu, Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat menjelaskan adanya penyempitan drainase sehingga membuat Kota Serang kerap dilanda banjir. “Ternyata ada penyempitan saluran air,” ujarYedi.

    Selanjutnya Yedi menjelaskan ketika intensitas hujan tinggi, maka beberapa titik wilayah di Kota Serang banjir.

    Karena itu, ia berjanji pihaknya akan membersihkan selokan agar air yang keluar juga besar.

    Baca: Cuaca awal tahun, waspada Jakarta banjir

    “Kasihan juga warga kami banyak yang terdampak, meski airnya setinggi tumit. Jadi ke depan kami akan memperbaiki dari hulu hingga hilirnya agar tidak lagi terjadi banjir,” terangnya.

    Untuk menanggulangi banjir, Yedi telah memerintahkan kepada Dinas PUPR agar segera melakukan perbaikan drainase.

    Pihaknya juga akan melakukan pelebaran aliran air di wilayah terdampak banjir. “Mungkin dari tim Dinas PUPR dan yang lainnya untuk segera mengatasi banjir ini, karena untuk masyarakat kita semua,” ucapnya. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Daftar Wilayah Berpotensi Banjir dan Longsor di Jakarta

    Daftar Wilayah Berpotensi Banjir dan Longsor di Jakarta

    ruangkotacom – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga di tiga wilayah Jakarta yang berpotensi banjir per 11 Januari 2024.

    “Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur masuk dalam kategori waspada maka perlu diantisipasi potensi banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/01/2024).

    Peringatan itu berasal dari analisa prediksi berdasarkan dampak (impact based forecast) yang dihimpun dari BMKG, Satgas Banjir (PUPR), dan Inarisk (BNPB).

    Lebih lanjut Isnawa merinci wilayah Jakarta Barat yang berpotensi banjir meliputi Kecamatan Kalideres dan Cengkareng.

    Baca: Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Jakarta kebanjiran

    Sedangkan, Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, dan Pasar Minggu.

    Sementara wilayah Jakarta Timur yang berpotensi terjadi banjir adalah Kecamatan Ciracas, Cipayung, Cipinang dan Jatinegara.

    Maka dari itu, Isnawa mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem

    “Salah satunya mengecek melalui situs pemantau banjir. Informasi banjir terkini dapat dipantau melalui situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt,” tuturnya.

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana

    BPBD DKI mengimbau masyarakat apabila menemukan atau mengalami keadaan darurat dapat menghubungi pusat bantuan (call center) Jakarta Siaga di pesawat 112.

    BPBD DKI Jakarta menyiagakan 267 petugas yang telah dibekali keahlian untuk mengevakuasi warga dalam keadaan darurat dan terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta.

    BPBD DKI Jakarta juga menyampaikan sebanyak 16 kecamatan di Jakarta masuk dalam zona berpotensi mengalami gerakan tanah atau rawan longsor pada Januari 2024.

    Prakiraan wilayah potensi gerakan tanah itu disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diterbitkan BMKG.

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana hidrometrologi makin sering terjadi

    Isnawa menyebutkan 16 kecamatan tersebut tersebar di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

    Berdasarkan data BPBD DKI yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah yang rawan longsor itu berada di zona menengah.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Tanggul Sungai  Jebol, Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Rumah Warga di Dayeuhkolot

    Tanggul Sungai  Jebol, Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Rumah Warga di Dayeuhkolot

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian air hingga mencapai 2 meter melanda Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Jawa Barat sejak Kamis (11/01/2024).

    Tingginya curah hujan di wilayah ini membuat tanggul sungai Cigede di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot jebol hingga air merendan ratusan rumah warga pada Kamis sore.

    Melansir detik.com, sejumlah warga hingga saat ini masih terjebak di dalam rumahnya masing-masing.

    Salah satu korban banjir, Iis Rohaeni (35) menjelaskan banjir menerjang saat menjelang petang. Warga pun belum sempat melakukan evakuasi barang-barang.

    Baca: Sejumlah wilayah di Kota Serang Banjir

    “Kejadian mau adzan maghrib, nggak sempat beres-beres. Nggak keburu, ketinggian air di dalam rumah sampai dua meter mah ada. Pokonya kalau di rumah orang tua mah se-atap. Pas kejadian lagi sama keluarga di rumah. Air tiba-tiba masuk udah mirip tsunami,” jelasnya pada Kamis malam.

    Memang, lanjut Iis, air Sungai Cigede kerap meluap saat hujan deras. Namun saat ini yang paling parah.

    “Kita tahu kalau volume air lagi gede. Tapi belum pernah jebol kaya gini. Kalau banjir limpas mah sering. Cuma kita nggak tahu bakal jebol kaya gini,” terangnya.

    Hingga Kamis malam sejumlah petugas gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di area permukiman. Terlihat ada beberapa warga yang dievakuasi harus menggunakan tandu.

    Mereka dikumpulkan di area Kampung Pasigaran sambil menunggu anggota keluarganya yang lain untuk dievakuasi.

    Baca: Hujan deras 46 RT di Jakarta Banjir

    Beberapa dari mereka tampak menangis khawatir dengan keluarganya yang masih terkepung banjir di dalam rumahnya. Adapula yang terdiam menanti keluarganya yang tengah dievakuasi.

    Mengenai evakuasi ini, Iis mengungkapkan sampai Kamis malam masih banyak tetangganya yang terjebak di dalam rumah. Bahkan suami dan dua anaknya masih terjebak di rumah.

    “Cuma itu anak saya sama suami belum dievakuasi. Tadi saya diem di lantai dua rumah. Di atas juga saya ngerasa takut, tadinya mau diem di rumah,” kata Iis.

    Selanjutnya Iis menerangkan masih banyak warga yang mencoba bertahan di rumah. Bahkan hingga saat ini ada yang bertahan di atas genteng.

    “Di dalam masih banyak terjebak beberapa keluarga lagi yang dekat rumah saya. Yang dekat bibir sungai yang belum terevakuasi. Banyak juga warga yang di atas genteng,” ungkapnya.

    Pada banjir yang terjadi kali ini, ada beberapa RW yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

    Baca: Puluhan desa di Kabupaten Rohul banjir Hingga 2 meter

    “Yang terdampak tiga RW, ada RW 16, RW 17, dan RW 5. Yang paling parah di RW 17. Sekarang yang lagu dievakuasi baru di RW 17, kalau RW lain saya belum tahu,” ujarnya.

    Beberapa warga yang telah dievakuasi berkumpul di area Kampung Pasigaran. Di tempat tersebut warga berkumpul menunggu keluarganya dievakuasi petugas.

    Terlihat ada yang menangis khawatir dengan keluarganya yang ada di dalam rumahnya. Kemudian ada yang terdiam menanti keluarganya yang tengah dievakuasi.

    Sementara itu, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Desa Citeureup, Deni Mirnawati air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 17.30 WIB.

    Baca: Cuaca awal tahun, Jakarta siap banjir

    Peristiwa tersebut terjadi dekat dengan jembatan Pasigaran. “Iya benar. Kejadiannya sekitar jam 5-an lebih. Lokasinya dekat jembatan Pasigaran,” kata Mirna.

    Air sungai yang meluber tersebut melanda ke beberapa RW di wilayah tersebut. Bahkan saat ini beberapa warga masih terjebak di rumahnya. Ketinggian air bahkan nyaris mencapai atap rumah warga.

    “Iya masuk ke pemukiman warga. Ada beberapa ratus KK terdampak, di RW 05 sekitar 400 KK dan di RW 17 ada sekitar 300 lebih, sekarang masih kejebak,” katanya.

    Menurutnya ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga dua meter di dalam rumah. Sehingga belum bisa melakukan evakuasi barang-barang yang ada di rumah.

    Baca: Banjir dan longsor landa empat kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota

    “Sekarang warga masih banyak kejebak, ga ada yang fokus beberes barang. Ini mah kejebak, kalau korban belum ada informasi. Ketinggian 1,5 sampe 2 meter di dalam rumah,” jelasnya.

    Mirna memprediksi ketinggian air akan terus mengalami kenaikan. Pasalnya saat ini curah hujan di Bandung Raya masih tinggi.

    “Airnya dari Sungai Cigede, dan sekarang masih terus naik,” ucapnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Riau Banjir, 2 Ribu Lebih Warga Mengungsi

    Riau Banjir, 2 Ribu Lebih Warga Mengungsi

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat 2.066 orang warga Provinsi Riau terpaksa mengungsi akibat banjir. Total warga daerah itu yang terdampak banjir sebanyak 131.834 jiwa.

    “Dari data yang kami himpun 2.066 jiwa warga mengungsi itu berasal dari enam kabupaten/kota di Riau, dominan asal Kabupaten Pelalawan,” kata Kepala pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal dalam keterangnya di Pekanbaru, Senin (15/01/2024)

    Ia mengatakan warga Riau yang masih mengungsi tersebut yakni di Kota Dumai sebanyak 88 jiwa, Kabupaten Indragiri Hulu 424 jiwa.

    Selain itu, Kabupaten Rokan Hiir 572 jiwa, Kabupaten Pelalawan 870 jiwa, Kabupaten Siak 40 jiwa dan Kabupaten Bengkalis 72 jiwa.

    Baca: Jakarta waspada banjir

    Sedangkan untuk rumah yang terdampak banjir katanya tercatat 32.303 unit, fasilitas kesehatan enam unit, fasilitas pendidikan 49 unit serta fasilitas umum 79 unit.

    Gubernur Riau, Edy Natar Nasution yang melakukan peninjauan bencana banjir di Jl Lintas Timur Kilometer 75 Kabupaten Pelalawan mengatakan banjir yang terjadi bukan siklus 5 tahun namun 20 tahun dan kondisi saat ini termasuk agak ekstrem.

    “Kita prihatin dan ada beberapa daerah kabupaten yang meningkatkan status menjadi tanggap darurat,” kata Edy.

    Selain itu Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat banjir mulai 22 Desember 2023 sampai 31 Januari 2024 atau selama 40 hari dengan tetap memantau situasi dan kondisi terkini.
    Baca: Hujan deras rendam 46 RT di Jakarta

    Sementara itu berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Pekanbaru menyebutkan banjir di Riau akan terjadi sampai akhir Januari 2024.

    Karena itu, Gubernur Riau mengajak seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk bergerak bersama sama.

    “Sebab situasi ini tidak bisa diduga, bahkan pada beberapa daerah juga terjadi banjir dan Pemerintah Provinsi Riau telah memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” katanya.

    Sumber: Antara