7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Kabupaten Jambi dilanda banjir beberapa hari terakhir. Penebangan pohon secara liar sebagai salah satu penyebabnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Andrizal Kabupaten Kerinci, Jambi menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan banjir di Kerinci.
“Analisis kami untuk banjir yang terjadi di Kabupaten Kerinci, bahwa kami telah berkali-kali melakukan imbauan untuk tidak menebang pohon atau melakukan penebangan liar, itu menjadi salah satu akibatnya,” jelas Andrizal seperti yang dikutip Antaranews.
Selain itu, lanjut Andrizal, banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan atau pemukiman di bantaran sungai yang membuat penyempitan pada aliran sungai.
Baca: Banjir di Malang diduga akibat sampah
Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai secara tidak langsung akan mengakibatkan penyumbatan dan penumpukan sampah di aliran sungai.
Dengan adanya banjir ini, Andrizal berharap agar masyarakat tidak mengulangi perbuatan yang sama demi mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Imbauan lain seperti mitigasi bencana juga telah dilakukan sebelumnya.
“BPBD Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Daerah sudah melakukan imbauan kepada seluruh wilayah melalui camat dan kades agar selalu waspada, terutama penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Kalau bisa lakukan pengungsian sementara, sebab saat ini hujan terjadi siang dan malam. Kita khawatir rumah masyarakat roboh terbawa arus sungai,” urainya.
Baca:Intensitas hujan tinggi empat kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota
Seperti yang diberitakan sebelumnya, selama beberapa hari terakhir banjir melanda Kabupaten Kerinci terjadi setelah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
Banjir melanda sejumlah wilayah seperti Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak, Siulak Mukai, Air Hangat, Air Hangat Barat, dan Depati Tujuh.
Selanjutnya Andrizal menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir.
Baca: Banjir di Kabupaten Rohul
Bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti TNI dan Polri, BPBD telah melakukan berbagai melakukan sejumlah upaya, di antaranya dengan mendirikan posko darurat bencana di wilayah tersebut.
Selain itu, pihaknya juga telah mengupayakan untuk melakukan evakuasi bagi kelompok rentan, seperti lansia untuk dapat mengungsi di wilayah terdekat.
“Kami juga mengoperasikan dapur umum di masing-masing titik lokasi bencana,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply