Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Sabtu (17/05/2025) siang dan sore.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Pusat. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Malamnya potensi hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Sementara pagi hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah berawan.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir juga berpotensi terjadi di sebagian besar kota di Indonesia.

    Baca: Hujan disertai petir terjadi sore atau malam hari, mengapa?

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, hujan dengan intensitas ringan berpotensi pula terjadi di Kota Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang, Medan, Ternate dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Nabire. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Jambi, Pangkal Pinang, Semarang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Manado, Mamuju dan Merauke.   

    Baca: BMKG kembangkan sistem peringatan dini berbasis AI 

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Barat, pesisir Nusa Tenggara Barat.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Bakal Melanda Sebagian Wilayah Jakarta dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Bakal Melanda Sebagian Wilayah Jakarta dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda sebagian wilayah Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia pada Minggu (18/05/2025).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan tebal.

    Malamnya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan tebal. Sedangkan pagi hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah berawan.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Potensi hujan disertai petir juga akan melanda Kota Tanjung Pinang, Pontianak, Mamuju, Palu dan Nabire.

    Kota-kota lainnya berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Seperti Kota Pekanbaru, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar yang diprediksi hujan berintensitas ringan.

    Selain itu Kota Palangkaraya, Tanjung Selor, Banjarmasin, Makassar, Manado, Gorontalo, Kendari, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi melngguyur Kota Medan, Serang, Semarang, Ternate dan Sorong. Sedangkan hujan dengan intensitas lebat Kota Jayawijaya.

    Baca: BMKG kembangkan sistem peringatan dini berbasis AI

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah,.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Malam Hari

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Malam Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Jakarta akan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada Senin (19/05/2025) malam.

    Dilansir di laman resmi BMKG, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga akan mengguyur wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada siang dan sore hari.

    Di waktu yang sama, hujan disertai petir berpeluang melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi berawan. Sedangkan paginya seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah berawan.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Tak hanya wilayah Jakarta, hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir juga berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia.  

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Semarang, Mamuju dan Nabire. Sedangkan Hujan disertai petir Kota Bandung, Tanjung Pinang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda dan Palu.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau.

    Cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di sebagian Jawa, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

     

  • Mendesain Kota Responsif terhadap Banjir dengan Teknologi Komputasi Dinamika Fluida

    Mendesain Kota Responsif terhadap Banjir dengan Teknologi Komputasi Dinamika Fluida

     

    7cloud.asia – Banjir merupakan bencana alam yang paling umum dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Dan, perubahan iklim telah mengakibatkan bencana banjir makin sering dan intens terjadi.

    Antara tahun 2000 hingga 2019, banjir menyumbang 44 persen dari semua bencana yang tercatat di seluruh dunia.

    Seperti peristiwa ekstrem lainnya seperti kekeringan dan badai, perubahan iklim membuat banjir lebih sering terjadi dan lebih parah.

    Sayangnya, sebagian besar kota di dunia tidak dirancang dengan baik untuk ketahanan banjir.

    Salah satu contohnya adalah sistem drainase yang burukdi ibu kota Uni Emirat Arab, Dubai  membuatnya sangat rentan terhadap banjir, seperti yang terjadi pada tahun 2024.

    Baca: Teknologi CFD bangun ketahanan kota terhadap udara panas

    Kabar baiknya, pengembangan teknologi komputasi dinamika fluida (Computational Fluid Dinamics/CFD) dapat mensimulasikan bagaimana air akan mengalir melalui kota selama hujan ekstrem atau pasang surut.

    Simulasi ini sangat penting untuk merancang pertahanan banjir, sistem air hujan hijau, dan apa yang disebut infrastruktur “kota spons”, yang menyerap air alih-alih mengalirkannya ke laut

    Ambil contoh Rotterdam; beberapa bagian kota berada 7 meter di bawah permukaan laut, sehingga rentan terhadap banjir dan kenaikan permukaan laut.

    Dilansir earth.org, kota terbesar kedua di Belanda ini telah menggunakan teknologi komputasi dinamika fluida (CFD) untuk mensimulasikan aliran air dan risiko banjir.

    Baca: Bangunan hijau jadi solusi untuk kota yang berkelanjutan

    Berbekal pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana banjir dapat dan akan merembes ke kota, para perencana kota Rotterdam telah membangun koridor “hijau biru” – aliran air dan area yang dibuat untuk menampung kelebihan air.

    Mereka telah merancang tempat parkir bawah tanah yang dapat menampung curah hujan, dan bahkan merekayasa struktur terapung yang dirancang agar tangguh jika terjadi banjir.

    Struktur ini menggunakan platform yang dapat mengapung dan sistem penahan yang fleksibel agar tetap stabil di atas air. Misalnya, beberapa rumah dirancang untuk mengapung di atas lambung beton yang dipasang di pantai.

    Dengan semakin meluasnya kota ke wilayah pesisir, teknologi komputasi dinamika fluida atau CFD akan terbukti menjadi alat yang sangat berharga untuk merancang kota yang tahan banjir di masa mendatang.

    Baca: Upaya sektor konstruksi temukan solusi atasi perubahan iklim

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berawan, tetapi Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berawan, tetapi Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Memasuki musim kemarau mayoritas kota di Indonesia diprediksi berawan, namun masih ada potensi hujan disertai petir yang melanda sejumlah kota pada Selasa (20/05/2025).

    Melalui kanal youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir akan melanda Kota Tanjung Pinang,  Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Samarinda, Palu dan Manado.

    Kemudian hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Makassar, Gorontalo, Kendari, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan. Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Mamuju dan Ternate.  

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Jakarta dan kota-kota besar laiinya berpotensi terjadi hujan disertai petir pada Rabu (21/05/2025).

    Dalam laman resminya, BMKG menyebut wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan berpotensi terjadi hujan disertai petir pada siang dan sore hari.

    Di waktu yang sama wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan. Sedangkan wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan.

    Malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu dan wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Pagi hari, hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Barat dan hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi cuaca cerah hingga berawan tebal.

    Baca: Potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur

    BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir akan terjadi di beberapa kota di Indonesia.  

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Semarang, Samarinda, Makassar, Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Bengkulu, Serang, Bandung dan Denpasar.

    Kemudian hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Gorontalo dan Nabire.

    Baca: Cuaca panas lalu hujan lebat, mengapa?

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

  • Kehidupan Kota Makin Sibuk, Hunian dengan Konsep Micro Living Jadi Pilihan Masyarakat Urban

    Kehidupan Kota Makin Sibuk, Hunian dengan Konsep Micro Living Jadi Pilihan Masyarakat Urban

    7cloud.asia – Kehidupan kota yang sibuk mengakibatkan perubahan pola pikir generasi muda urban dalam memilih hunian atau tempat tinggal.

    Ditambah kondisi semakin padatnya kawasan perkotaan yang mengakibatkan ketersediaan lahan untuk hunian semakin terbatas dan semakin mahal

    Rumah besar dengan halaman luas kini bukan lagi menjadi pilihan utama, melainkan hunian fungsional, estetis, dan minimalis.

    “Fenomena ini dikenal sebagai micro living, yakni konsep hunian yang menekankan efisiensi ruang dan gaya hidup praktis,” kata Direktur Penjualan dan Pemasaran Savyavasa, Kristien Joe dalam konferensi pers Beyond the Blueprint Savyavasa, Selasa (20/5/2025).

    Bagi banyak anak muda di kota besar, konsep micro living tak sekadar solusi keterbatasan lahan, melainkan juga cerminan nilai efisiensi, keberlanjutan, dan kebebasan dalam menentukan gaya hidup.

    Baca: Harga rumah di kota besar makin mahal

    Dengan ruang secukupnya, mereka terdorong untuk hidup lebih selektif, terorganisasi, dan sadar akan kebutuhan nyata.

    Meski tidak mengutamakan luas lahan, hunian micro-living tetap dapat menciptakan kesan mewah.

    Kristien menambahkan, seiring perubahan zaman, masyarakat mulai melihat hunian bukan hanya dari luas lahan, tetapi dari seberapa besar hunian tersebut mampu menunjang mobilitas dan produktivitas penghuninya.

    “Kalau dulu orang mencari hunian mewah yang besar, sekarang tren sudah bergeser. Masyarakat mulai mencari hunian minimalis atau mewah dengan tata ruang yang fungsional,” katanya.

    Salah satu aspek penting dalam menerapkan hunian micro-living adalah pemilihan furnitur. Furnitur multifungsi yang mendukung produktivitas menjadi elemen utama.

    Baca: Gerakan rumah mungil sedang ngetren

    Meski jumlah perabotan terbatas, setiap elemen tetap memiliki nilai guna tinggi.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penjualan PITA Collections, Ika Kusuma Putri, menyampaikan bahwa furnitur dalam konsep ini tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga fleksibilitas dan modularitas.

    “Untuk furnitur, kita mengutamakan fleksibilitas, dalam arti modular, agar bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia,” jelas Ika.

    Kristien Joe menambahkan, Savyavasa tidak secara langsung mengadopsi konsep micro-living, namun menerapkan prinsip luxury minimalism dalam desain unitnya.

    “Kami menghadirkan hunian mewah yang sangat fungsional, disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Bagi kami, kemewahan bukan lagi soal 1.000 atau 2.000 meter persegi, tetapi bagaimana seseorang bisa merasa nyaman di hunian yang pas,” kata Kristien.

    Baca: Zilenial kian kesulitan miliki hunian

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir, Seharian Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir, Seharian Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir akan menggguyur wilayah Jakarta pada Kamis (22/05/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan denga intensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di wilayah Kepulauan Seribu dan hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Barat.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan disertai petir yang berpotensi melanda wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara pada pagi hari. Siangnya seluruh wilayah Jakarta berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Baca: Cuaca ekstrem berpotensi melanda Jawa Timur, BMKG keluarkan status Awas

    Selanjutnya malam hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Tak hanya wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di sejumlah kota di Indonesia, seperti Kota Medan, Bengkulu, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Serang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Samarinda.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Tanjung Selor, Mamuju dan Jayapura.

    Baca: Cuaca panas lalu hujan lebat, mengapa?

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Jambi, Palembang, Bandung, Semarang, Banjarmasin dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Selatan.

     

     

  • Setiap Pergantian Musim Jutaan Burung Melakukan Migrasi, Pembangunan Kota Jadi Kendala

    Setiap Pergantian Musim Jutaan Burung Melakukan Migrasi, Pembangunan Kota Jadi Kendala

    ruangkotacom – Dua kali setahun, jutaan burung di seluruh planet Bumi melakukan perjalanan epik antara tempat berkembang biak dan tempat musim dingin mereka.

    Fenomena migrasi burung ini menjadi salah satu keajaiban alam terbesar di dunia. Migrasi burung sangat penting untuk mempertahankan keanekaragaman hayati planet ini.

    Sebagai penyebar benih dan pengendali serangga, burung membantu menjaga ekosistem yang sehat. Melalui perjalanan panjang mereka, burung-burung ini menghubungkan habitat yang jauh dan menumbuhkan keseimbangan ekologi.

    Burung juga menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, dengan kembalinya spesies yang sangat dicintai yang dirayakan dalam banyak budaya sebagai berkah dan penanda pergantian musim.

    Kini, migrasi burung yang biasa terjadi menjelang pergantian musim dan dihormati sebagai Hari Burung Migrasi Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 10 Mei,

    Baca: Kota Chicago cegah burung yang bermigrasi tabrak dinding kaca

    Namun, perjalanan burung, besar dan kecil, penuh dengan bahaya. Bahaya terlemah rentan terhadap cuaca buruk, predator, dan kelelahan. Selama ribuan tahun, orang telah memburu burung yang bermigrasi untuk makanan.

    Belakangan, polusi, kabel listrik, bangunan kaca yang mengilap, hilangnya habitat, dan perubahan iklim menambah ancaman yang dialami burung-burung yang berimigrasi ini.

    Banyak bahaya yang tumpang tindih di kota-kota, yang telah menjadi fokus upaya untuk membantu burung mencapai tujuan mereka, terutama ketika pusat kota terletak di rute migrasi utama, yang dikenal sebagai jalur migrasi.

    Kondisi ini menjadi ancaman nyata terhadap kelestarian burung-burung yang biasa bermigrasi atau yang biasa disebut dengan burung migran.

    Setidaknya 134 spesies burung migran terancam punah, menurut laporan tahun 2024 dari Konvensi Spesies Migrasi, sebuah kesepakatan global yang dirancang untuk melindungi hewan yang melakukan perjalanan lintas batas.

    Baca: Migrasi tahunan burung layang-layang

    Dari 1.189 spesies yang tercantum dalam konvensi tersebut, 44 persen menunjukkan penurunan populasi, dengan 22 persen terancam punah.

    Inisiatif seperti Generation Restoration Cities membantu menginspirasi penduduk dan mendukung pemerintah kota dan daerah di seluruh dunia dalam membangun jaringan dan berbagi pengalaman.

    Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP. Mirey Atallah mengatakan, upaya melestarikan ruang bagi burung telah dilakukan otoritas Seattle (AS) dan Istanbul (Turkiye).

    ”Pelajaran terpenting yang mereka ajarkan kepada kita adalah bahwa daerah perkotaan yang dipulihkan dan dikelola secara berkelanjutan dapat menjadi tempat berlindung di dunia yang terus berubah bagi satwa liar maupun manusia,” katanya.

    Apa yang dilakukan pemerintah dua kota ini akan diulas dalam tulisan selanjutnya.

    Baca: Peran kupu-kupu dan burung bagi lingkungan

  • Cara Kota Istanbul Menjadi Tempat Aman Bagi Burung-burung Migran

    Cara Kota Istanbul Menjadi Tempat Aman Bagi Burung-burung Migran

    7cloud.asia – Bagi burung yang mengikuti jalur migrasi Afrika-Eurasia, kota Istanbul di Turki menjadi masalah tersendiri.

    Setiap musim semi dan musim gugur, ratusan ribu burung bangau dan burung pemangsa mengikuti jembatan darat sempit antara Timur Tengah dan Eropa tempat kota Istanbul berada.

    Burung laut terbang melewati kapal kargo besar yang berlayar melalui Selat Bosphorus; dan burung yang lebih kecil beristirahat dan mengisi bahan bakar di taman dan kebun kota.

    Para pelestari lingkungan khawatir perluasan kota yang cepat, proyek-proyek besar seperti Bandara Internasional Istanbul dan Jembatan Yavuz Sultan Selim mengganggu ritual tahunan burung ini.

    Juga degradasi ekosistem, seperti Danau Büyükçekmece, persinggahan utama bagi unggas liar, meningkatkan tekanan pada satwa liar yang tinggal di sana dan yang bermigrasi.

    Baca: Kota Chicago cegah burung yang bermigrasi tabrak dinding kaca

    Untuk mengatasi ancaman tersebut, pemerintah kota Istanbul telah meluncurkan sebuah proyek untuk meningkatkan kesadaran dan konservasi keanekaragaman hayati, termasuk burung migran, di dalam wilayah metropolitan.

    Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Generation Restoration Cities dari United Nations Environment Programme (UNEP), yang memajukan solusi berbasis alam untuk tantangan lingkungan di wilayah perkotaan.

    Melalui upaya ini, UNEP bekerja sama dengan 24 kota, 14 di antaranya menerima dukungan finansial dan teknis langsung untuk menguji coba solusi berbasis alam perkotaan.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari Dekade PBB untuk Restorasi Ekosistem, sebuah upaya global untuk menghidupkan kembali alam.

    Istanbul juga telah bergabung dengan Journeys for Life, sebuah inisiatif baru yang dipimpin oleh ICLEI – Pemerintah Daerah untuk Keberlanjutan, untuk membantu kota dan wilayah dalam melestarikan spesies migrasi yang rentan.

    Baca: Teknologi CFD dorong ketahanan kota terhadap udara panas

    Untuk membantu penduduk Istanbul menghargai alam di sekitar mereka, kota ini menjalankan kampanye media sosial dan akan menggunakan poster dan video di halte bus kota untuk menyajikan fakta-fakta utama dan gambar-gambar menarik dari burung-burung migrasi.

    Rumput dan bunga akan ditanam di atap halte bus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap spesies asli yang mendukung lebih banyak satwa liar.

    “Jutaan orang menggunakan halte bus ini setiap hari, jadi ini adalah platform yang bagus bagi kami untuk membantu orang memahami hal-hal seperti pentingnya koridor hijau,” kata Nilgün Cendek, Direktur Direktorat Sistem Ekologi Perkotaan di Otoritas Metropolitan Istanbul.

    Untuk menarik kaum muda, pemerintah kota Istanbul merancang rencana pelajaran tentang keanekaragaman hayati untuk digunakan di sekolah dasar.

    Para pejabat juga menyelenggarakan lokakarya pada bulan Mei di mana kelompok masyarakat sipil dan bisnis setempat, serta para ahli dan pejabat pemerintah, akan membahas cara terbaik untuk menjaga ruang hijau, seperti Hutan Kota Atatürk yang banyak dikunjungi, dan menjadikan kota lebih berkelanjutan.

    Baca: Lampu di kota besar mengganggu migrasi burung

    “Dengan keterlibatan dan keterlibatan yang luas, kami berharap dapat menyalurkan minat, kesadaran, dan perhatian masyarakat yang semakin meningkat tentang keanekaragaman hayati menjadi momentum untuk tindakan konservasi,” kata Cendek.

    Puncak dari kampanye ini jatuh pada Hari Burung Migrasi Sedunia, saat pemerintah kota dan mitra mengharapkan ribuan orang untuk bergabung dalam penghitungan burung tahunan dari berbagai titik strategis di kota, seperti perbukitan Büyük dan Küçük Çamlıca.

    Bangau hitam, bangau putih, dan burung pemangsa, termasuk banyak spesies elang dan alap-alap, sering terbang berputar-putar dalam jumlah besar di atas kota saat mereka memanfaatkan arus udara hangat untuk mencapai ketinggian sebelum melanjutkan migrasi mereka.

    Para pecinta burung yang bersenjatakan teropong, kamera, dan teleskop telah melakukan perjalanan ke Istanbul untuk menyaksikan tontonan tersebut, yang menyoroti bagaimana burung dan migrasi mereka dapat mendukung ekowisata.