ruangkotacom – Dua kali setahun, jutaan burung di seluruh planet Bumi melakukan perjalanan epik antara tempat berkembang biak dan tempat musim dingin mereka.
Fenomena migrasi burung ini menjadi salah satu keajaiban alam terbesar di dunia. Migrasi burung sangat penting untuk mempertahankan keanekaragaman hayati planet ini.
Sebagai penyebar benih dan pengendali serangga, burung membantu menjaga ekosistem yang sehat. Melalui perjalanan panjang mereka, burung-burung ini menghubungkan habitat yang jauh dan menumbuhkan keseimbangan ekologi.
Burung juga menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, dengan kembalinya spesies yang sangat dicintai yang dirayakan dalam banyak budaya sebagai berkah dan penanda pergantian musim.
Kini, migrasi burung yang biasa terjadi menjelang pergantian musim dan dihormati sebagai Hari Burung Migrasi Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 10 Mei,
Baca: Kota Chicago cegah burung yang bermigrasi tabrak dinding kaca
Namun, perjalanan burung, besar dan kecil, penuh dengan bahaya. Bahaya terlemah rentan terhadap cuaca buruk, predator, dan kelelahan. Selama ribuan tahun, orang telah memburu burung yang bermigrasi untuk makanan.
Belakangan, polusi, kabel listrik, bangunan kaca yang mengilap, hilangnya habitat, dan perubahan iklim menambah ancaman yang dialami burung-burung yang berimigrasi ini.
Banyak bahaya yang tumpang tindih di kota-kota, yang telah menjadi fokus upaya untuk membantu burung mencapai tujuan mereka, terutama ketika pusat kota terletak di rute migrasi utama, yang dikenal sebagai jalur migrasi.
Kondisi ini menjadi ancaman nyata terhadap kelestarian burung-burung yang biasa bermigrasi atau yang biasa disebut dengan burung migran.
Setidaknya 134 spesies burung migran terancam punah, menurut laporan tahun 2024 dari Konvensi Spesies Migrasi, sebuah kesepakatan global yang dirancang untuk melindungi hewan yang melakukan perjalanan lintas batas.
Baca: Migrasi tahunan burung layang-layang
Dari 1.189 spesies yang tercantum dalam konvensi tersebut, 44 persen menunjukkan penurunan populasi, dengan 22 persen terancam punah.
Inisiatif seperti Generation Restoration Cities membantu menginspirasi penduduk dan mendukung pemerintah kota dan daerah di seluruh dunia dalam membangun jaringan dan berbagi pengalaman.
Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP. Mirey Atallah mengatakan, upaya melestarikan ruang bagi burung telah dilakukan otoritas Seattle (AS) dan Istanbul (Turkiye).
”Pelajaran terpenting yang mereka ajarkan kepada kita adalah bahwa daerah perkotaan yang dipulihkan dan dikelola secara berkelanjutan dapat menjadi tempat berlindung di dunia yang terus berubah bagi satwa liar maupun manusia,” katanya.
Apa yang dilakukan pemerintah dua kota ini akan diulas dalam tulisan selanjutnya.

Leave a Reply