Tag: kota

  • Diduga Banyak Kebocoran, Pemerintah Kota Surabaya Akan Evaluasi Sektor Perparkiran

    Diduga Banyak Kebocoran, Pemerintah Kota Surabaya Akan Evaluasi Sektor Perparkiran

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengevaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Evaluasi mendalam ini menjadi prioritas utama menyusul banyaknya keluhan masyarakat dan indikasi tingginya potensi kebocoran pendapatan di sektor perparkiran ini.

    Dilansir dari surabaya.go.id, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama evaluasi adalah sektor perparkiran di toko modern. Sebab, banyak keluhan masyarakat bermunculan terkait masalah parkir di lokasi tersebut.

    Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018, setiap tempat usaha wajib menyediakan lahan parkir dan petugas parkir resmi berlabel perusahaan.

    Selain itu, semua tempat usaha yang menyediakan lahan parkir wajib membayar pajak sebesar 10 persen dari total pendapatan parkir bulanan.

    “Banyak toko modern yang memberlakukan parkir gratis. Mereka berasumsi bahwa pajak 10 persen yang disetorkan ke Pemkot sudah mencakup layanan parkir gratis tersebut. Namun, setelah kami teliti, nilai pajak yang disetorkan sangat kecil,” ungkap Wali Kota Eri saat ditemui di Ruang Kerja Walikota, Sabtu (14/6/2025).

    Wali Kota Eri memaparkan, rata-rata toko modern hanya membayar pajak sekitar Rp175.000 per bulan, dengan jumlah tertinggi sekitar Rp250.000 per bulan untuk toko yang beroperasi 24 jam.

    Baca: Penerapan tarif parkir progresif untuk kendaraan tak lolos uji emisi

    Ia merinci, jika pajak yang dibayar Rp250.000 per bulan, itu berarti perkiraan pendapatan parkir mereka Rp2.500.000 per tahun (berdasarkan pajak 10 persen).

    Jika angka ini dibagi 30 hari, pendapatan harian sekitar Rp83.000 hingga Rp85.000. Dengan tarif parkir mobil Rp5.000, ini berarti toko tersebut hanya menampung sekitar 16 mobil per hari, tanpa memperhitungkan sepeda motor.

    “Untuk toko modern yang membayar Rp175.000 per bulan, jika dibagi 30 hari, pendapatan harian sekitar Rp58.000, atau setara dengan 12 kendaraan. Bahkan jika beroperasi 24 jam, sangat tidak masuk akal jika hanya 15-16 mobil yang parkir,” rincinya.

    Oleh sebab itu, menurut Wali Kota Eri, pajak parkir sebesar Rp175.000 per bulan atau Rp2.100.000 per tahun, bahkan Rp250.000 per bulan atau Rp3.000.000 per tahun, adalah jumlah yang sangat kecil.

    Selama ini, parkir gratis di toko modern seringkali berarti tidak ada petugas parkir, sehingga tidak ada yang bisa mengevaluasi jumlah kendaraan sebenarnya yang parkir.

    Angka ini, menurut Eri, sangat tidak realistis untuk toko swalayan yang beroperasi penuh. Inilah mengapa kami meminta agar perhitungan pajak parkir ditinjau kembali. Angka-angka ini menunjukkan potensi kebocoran yang sangat besar.

    Baca: Upaya Pemprov DKI Jakarta menertibkan parkir liar

    “PAD dari pajak parkir ini seharusnya digunakan untuk membiayai layanan publik penting seperti kesehatan dan pendidikan gratis bagi warga Surabaya,” tegasnya.

    Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkot Surabaya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha toko modern dan tempat usaha lainnya untuk menentukan skema pengelolaan parkir yang cocok.

    Ia tidak menutup kemungkinan bahwa sistem parkir berbayar bisa diberlakukan kembali dengan mengedepankan kejujuran pemilik usaha, serta menyediakan petugas parkir resmi.

    Petugas ini bertugas menghitung jumlah kendaraan yang parkir setiap hari dan melaporkannya secara bulanan.

    “Jika parkir digratiskan, kita tidak bisa memastikan kebenaran jumlah kendaraan yang parkir. Karena itu, saya meminta toko modern menerapkan pengelolaan parkir yang transparan. Dengan begitu, jumlah kendaraan yang parkir bisa diketahui secara akurat dan perhitungan pajak menjadi lebih jujur,” terangnya.

    Wali Kota Eri berharap dari pertemuan tersebut, nantinya dapat dirumuskan pengelolaan parkir yang profesional dan transparan akan memastikan pendapatan parkir masuk secara jelas ke PAD. Sehingga tidak menimbulkan kesulitan kerugian dan kesulitan perhitungan.

    Baca: Tarif parkir di kawasan ini mencapai Rp 60.000 per jam

    “Daripada parkir gratis yang menimbulkan kerugian dan kesulitan perhitungan, lebih baik parkir dikelola secara profesional dan transparan. Pendapatan yang jelas dari pengelolaan parkir ini akan langsung masuk ke PAD,” ungkapnya.

    Di samping itu, selama proses evaluasi pengelolaan parkir ini, jumlah lahan parkir toko modern yang sudah disegel terus bertambah, dari 48 kini mencapai 58 lokasi.

    Meskipun beberapa di antaranya sudah mengurus izin, Pemkot Surabaya menegaskan fokus utamanya adalah kejujuran dalam melaporkan jumlah kendaraan.

    Jika masih ada minimarket yang disegel namun tetap menarik parkir, hal tersebut merupakan pelanggaran hukum dan akan ditindak tegas, bahkan hingga penutupan.

    Pertemuan langsung dengan jajaran manajemen toko-toko tersebut juga akan segera dilakukan untuk mendesak penerapan pengelolaan parkir yang transparan.

    “Ini penting agar tidak ada lagi tuduhan atau fitnah yang beredar di masyarakat, misalnya anggapan bahwa sudah bayar pajak ke pemerintah kota, tapi kok masih diganggu,” tambahnya.

    Baca: Penataan transportasi publik di Jakarta

    Penertiban ini tidak hanya berlaku untuk toko modern, tetapi juga akan segera merambah rumah makan dan tempat usaha lain di Kota Surabaya.

    Pemkot Surabaya akan menghitung ulang potensi pajak parkir di semua lokasi ini guna memastikan tidak ada lagi kesalahan perhitungan atau potensi kebocoran.

    Tak hanya itu saja, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan kepolisian, akan menertibkan parkir di tepi jalan umum yang kerap menyebabkan kemacetan.

    Tarif parkir di tepi jalan umum akan disesuaikan, dan warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan juru parkir yang menarik tarif melebihi ketentuan.

    “Kami tegaskan bahwa penindakan terhadap oknum juru parkir nakal tidak memandang suku atau golongan. Siapa pun yang melanggar aturan di Surabaya, pasti akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Bakal Mengguyur Bandung dan Banyak Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Bakal Mengguyur Bandung dan Banyak Kota

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sejumlah kota di Indonesia termasuk Bandung pada Senin (23/06/2026).

    Dalam kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Denpasar, Palangkaraya, Gorontalo.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di KotaPalu, Ambon, Ternate, Manokwari dan Jayawijaya. Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Kendari, Nabire, Jayapura dan Merauke.

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Hujan disertai petir Kota Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Samarinda dan Sorong.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir utara Jakart,.

    Selain itu, banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Jakarta.

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Jakarta.

    7cloud.asia – Beberapa kota di Indonesia termasuk Jakarta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Selasa (24/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang hingga sore hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Kemudian pada pagi hari hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal. Potensi hujan disertai petir hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan tebal.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Denpasar, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar.

    Selain itu Kota Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Merauke dan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung dan Tanjung Selor,

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Jawa Timur, Maluku, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

     

  • Penataan Kabel di Jakarta: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

    Penataan Kabel di Jakarta: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

    7cloud.asia – Sejak 2023 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berupaya untuk melakukan penataan kabel yang semrawut di sejumlah wilayah di Jakarta.

    Penataan kabel ini diharapkan dapat menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih tertata dan aman. Pasalnya, kabel yang semrawut tak hanya mengganggu keindahan kota tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

    Untuk tahap pertama, penataan kabel ini dilakukan di 10 ruas jalan utama di kebayoran Baru Jakarta Selatan dan saat ini pengerjaannya telah mencapai 82 persen.

    Meski proyek ini terus berjalan, tak sedikit wilayah di Jakarta yang masih menghadapi tantangan besar terkait penataan kabel dan saluran utilitas. Kabel semrawut masih banyak ditemukan di sudut kota Jakarta.

    Penataan kabel di Jakarta memang tidak bisa dikatakan berlangsung cepat. Ini karena penataan kabel tak hanya rumit, tetapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Baca: Penataan kabel di Jalan Kuningan Barat Raya dilanjutkan

    Selain kawasan Kebayoran Baru, pembahasan intensif terkait penataan kabel juga tengah dibahas dan menyasar sembilan lokasi lain.

    Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan keinginannya agar sebanyak mungkin kabel utilitas di Jakarta dapat dimasukkan ke dalam tanah. Proses pembenahan ini akan dilakukan secara bertahap mengingat biaya yang cukup tinggi.

    “Jadi yang sekarang sedang dilakukan di Kebayoran Baru. Tapi nanti, Minggu depan kami akan rapat, ratas khusus mengenai Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT),” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).

    Pramono menambahkan, penataan kabel ini akan terus berjalan. Dia menegaskan, penataan kabel ini dilakukan sekaligus.

    Baca: Penataan kabel di Jakarta Pusat

    “Enggak bisa kemudian dana APBD kita gunakan semuanya untuk memasukkan kabel ke bawah. Karena ini biayanya cukup tinggi, ya,” katanya.

    Selain melakukan penataan kabel, Pemprov DKI juga akan menata trotoar sehingga ramah bagi penyandang disabilitas dan pejalan kaki.

    Pembangunan sejumlah trotoar baru, seperti di Blok M juga dilakukan dengan menyediakan fasilitas bagi disabilitas.

    “Ramah yang paling utama sebenarnya bukan kepada pejalan kaki, tapi ke para disabilitas,” tandas Pram.

     

  • KLH Perkenalkan Konsep Baru Penilaian Penghargaan Adipura: Akan Ada Kota Kotor

    KLH Perkenalkan Konsep Baru Penilaian Penghargaan Adipura: Akan Ada Kota Kotor

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memperkenalkan konsep baru Penghargaan Adipura dengan memasukkan penilaian berdasarkan pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA).

    Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, dengan konsep baru ini akan ada Predikat Kota Kotor sebagai peringatan bagi daerah dengan kinerja buruk dalam pengelolaan sampah.

    Berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2025 pada Minggu (22/6/2025), Hanif mengatakan momen itu menjadi kesempatan bagi KLH/BPLH untuk memperkenalkan Konsep Baru Adipura, yang kini tidak hanya menilai estetika dan kebersihan kota.

    KLH/BPLH kini juga mengukur kapasitas kelembagaan, sistem pemilahan dari sumber, dan kepatuhan terhadap pelarangan TPA open dumping. Kota-kota yang masih menerapkan pembuangan terbuka secara otomatis tidak lagi memenuhi syarat Adipura.

    Hasil penilaian diklasifikasikan dalam empat predikat, yakni Adipura Kencana untuk kinerja terbaik, Adipura untuk capaian tinggi, Sertifikat Adipura bagi pemenuhan kriteria dasar.

    Sedangkan Predikat Kota Kotor akan menjadi peringatan bagi daerah dengan kinerja terendah dalam pengelolaan sampah

    Baca: Pengelolaan sampah secara open dumping harus segera diakhiri

    Melalui pendekatan baru ini, penghargaan Adipura harus menjadi motor penggerak kota-kota Indonesia menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

    Revitalisasi Program Adipura, jelasnya, merupakan transformasi strategis dalam pengelolaan lingkungan perkotaan yang kini lebih berbasis data.

    Cara ini, ujar Hanif, wajib diikuti seluruh kabupaten/kota, dan menggunakan pemantauan teknologi seperti citra satelit dan survei udara.

    Adipura diharapkan tidak lagi sekadar simbol kota bersih, tetapi menjadi alat kebijakan untuk mendorong tata kelola persampahan yang sistematis, integratif, dan mendukung target nasional menuju kota beremisi rendah dan berkelanjutan.

    Revitalisasi penilaian Adipura menitikberatkan pada tiga aspek utama yaitu sistem pengelolaan sampah dan kebersihan dengan nilai 50 persen, anggaran dan kebijakan daerah 20 persen, serta kesiapan SDM dan fasilitas 30 persen.

    Evaluasi mencakup operasional TPA, tingkat layanan pengangkutan, dan rasio pengelolaan terhadap kapasitas daerah.

    Baca: Pengelola TPST Bantargebang dipidanakan karena mengabaikan aturan pengelolaan sampah

    Tidak hanya itu, Hanif menjelaskan KLH/BPLH juga sedang menyusun revisi Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018 guna mempercepat pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi (PSEL).

    Revisi itu akan memperkuat dukungan pusat berupa dana APBN, percepatan perizinan, dan jaminan pembelian listrik hasil pengolahan sampah.

    “Tahun 2029 harus menjadi tonggak tercapainya target pengelolaan sampah 100 persen. Tidak ada lagi waktu untuk menunda. Ini bukan hanya tugas KLH/BPLH, tetapi seluruh elemen bangsa,” demikian Hanif Faisol Nurofiq.

    Saat ini, sekitar 10,8 juta ton atau hampir 20 persen dari total sampah nasional merupakan plastik. Namun, tingkat daur ulang nasional baru mencapai 22 persen atau jauh dari harapan.

    “Jawa menjadi wilayah dengan tingkat daur ulang tertinggi 31 persen, diikuti Bali-Nusra 22,5 persen dan Sumatera 12 persen, sementara Indonesia Timur masih menghadapi tantangan besar,” jelas Hanif dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

    Baca: Daur ulang tak akan mampu imbangi ledakan polusi plastik

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Kecil Wilayah Indonesia Masih Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Kecil Wilayah Indonesia Masih Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca cerah dan berawan menyelimuti sebagian besar kota di Indonesia. Hanya sebagian kecil wilayah saja yang berpeluang hujan pada Kamis (26/06/2025).

    Melalui akun youtube Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir terjadi di beberapa kota. Seperti Kota Medan, Palembang yang berpotensi hujan ringan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Pangkal Pinang, Mataram, Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Jayawijaya dan Jayapura.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Manado, Sorong, Nabire dan Merauke. Kota Denpasar, Tanjung Selor dan Palangkaraya berpotensi terjadi hujan disertai petir.  

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta,, pesisir Jawa, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Bakal Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Peluang Hujan di Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Bakal Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Peluang Hujan di Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Mayoritas kota diprediksi cerah dan berawan pada Rabu (25/06/2025), namun masih ada hujan yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di  Kota Tanjung Pinang, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Samarinda.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Manado, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju,. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Merauke.

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta melanda pesisir Jawa Barat, pesisir Yogyakarta, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Pemerintah Kota Bogor Usulkan TPAS Galuga Jadi Fasilitas Waste to Energy

    Pemerintah Kota Bogor Usulkan TPAS Galuga Jadi Fasilitas Waste to Energy

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Bogor menyatakan kesiapannya menjadi salah satu dari 33 lokasi rencana pembangunan fasilitas Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

    ”Kota Bogor pada prinisipnya siap untuk menerima program dari pemerintah pusat berupa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL),” ucap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (22/6/2025).

    Rakor ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong akselerasi pengelolaan sampah, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

    Waste to Energy merupakan proses mengolah sampah menjadi energi yang bermanfaat, seperti listrik, panas, atau bahan bakar.

    Untuk operasional fasilitas Waste to Energy dibutuhkan timbulan sampah 1.000 ton per hari untuk bisa menghasilkan listrik.

    Baca: DKI Jakarta akan bangun sejumlah pembangkit listrik tenaga sampah

    Untuk memasok kebutuhan pasokan (sampah) yang konsisten ini, Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Kabupaten Bogor. Adapun lokasi fasilitas Waste to energy, Kota Bogor mengusulkan agar TPAS Galuga.

    “Terkait dengan pembiayaan, Pemkot masih menunggu (arahan pemerintah pusat), karena pembiayaan untuk PSEL ini luar biasa besar dan hasil berupa listrik ini akan dibeli oleh PLN,” katanya.

    Untuk menuju terwujudnya fasilitas Waste to Energy, secara konsisten Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengikuti prosesnya.

    Bahkan, Dedie Rachim selalu hadir langsung dalam setiap pertemuan dengan Kementerian Lingkungah Hidup dalam pembahasan detail teknis hingga nantinya ada satu kesepakatan langkah untuk bersama membangun PSEL dalam rangka menyelesaikan permasalahan sampah di Bogor.

    Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi isu global dan lokal yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan.

    Baca: KLH pidanakan pengelola TPST Bantargebang

    Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh hingga 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029.

    Hanif Faisol juga menyampaikan bahwa sedang dilakukan pembahasan Rancangan Peraturan Presiden tersebut oleh lintas kementerian/lembaga terkait lainnya.

    Rancangan Peraturan Presiden ini ditujukan untuk membantu pemerintah daerah agar dapat segera menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampahnya melalui dukungan Pemerintah Pusat

    Dukungan itu antara lain berupa pembiayaan dari APBN, kepastian pembelian tenaga listrik, percepatan proses perizinan, dukungan pengolahan sampah yang dilakukan secara profesional oleh badan usaha yang mumpuni, dan dukungan pembinaan lainnya.

    “Sehingga permasalahan pelik, khususnya di kota kota besar yang memiliki timbulan sampah paling sedikit 1.000 ton/hari, dapat selesai dengan metode yang ramah lingkungan,” ucapnya.

    Baca: Ratusan TPA layak ditutup karena terapkan sistem open dumping

  • Pemkot Bandung Bakal Tata Ulang Angkutan Kota Menjadi Transportasi Publik Pintar

    Pemkot Bandung Bakal Tata Ulang Angkutan Kota Menjadi Transportasi Publik Pintar

     

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah merancang transformasi sistem angkutan kota (angkot) menjadi moda transportasi publik pintar yang mengandalkan teknologi digital.

    Penataan transportasi publik bernama angkot ini diharapkan bisa menjadi babak baru kota Bandung sekaligus sejarah transportasi urban.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bahwa langkah ini bukan sekadar modernisasi kendaraan, tetapi merupakan bagian dari visi besarnya untuk menjadikan Bandung menjadi smart city yang sebenarnya.

    Bandung akan menjadi kota yang tidak hanya cerdas dalam teknologi tetapi juga dalam pelayanan publik.

    “Angkot ke depan akan direvitalisasi menjadi angkot-angkot pintar. Di dalamnya akan ada layar informasi, sistem pelacakan ETA dan bisa dipesan lewat aplikasi,” ujarnya dikutip bandung.go.id.

    Baca: Bus listrik mulai layani angkutan massal di Kota Bandung

    Angkot pintar ini nantinya tidak hanya menjadi alat transportasi, tapi juga bagian dari ekosistem digital kota.

    Setiap unit angkot nantinya akan dilengkapi dengan layar digital, koneksi sistem melalui kartu SIM serta kemampuan pemantauan posisi secara real time.

    Pengguna cukup membuka aplikasi, memilih titik penjemputan dan menunggu kendaraan datang mirip seperti memesan ojek online.

    Lebih dari itu, pembayaran sistem langganan bulanan sebesar Rp100.000 membuka akses tak terbatas, mendorong efisiensi dan meringankan beban biaya perjalanan harian warga.

    Pemerintah Kota Bandung juga akan membangun halte-halte khusus di 1.500 titik di seluruh Bandung dengan jarak antar titik maksimal 500 sampai 600 meter.

    Baca: BRT Bandung Raya jadi awal penataan transportasi publik di Kota Bandung

    Setiap halte akan dilengkapi Wi-Fi gratis dan colokan listrik, memastikan bahwa siapa pun bahkan mereka yang kehabisan baterai atau tidak memiliki kuota tetap bisa mengakses layanan.

    “Kami ingin sistem ini bisa dinikmati semua warga, bukan hanya yang punya smartphone terbaru atau saldo digital yang cukup,” imbuh Farhan.

    Farhan menambahkan, proyek ini bukan sekadar kerja pemerintah. Koperasi angkot seperti Kopamas, Kobutri dan Kobanter juga dilibatkan untuk mengganti armada lama dengan kendaraan baru yang memenuhi standar teknologi.

    Jika tidak ada hambatan, sistem ini ditargetkan mulai berjalan paling cepat 2026 dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp500 miliar termasuk subsidi untuk angkot dan BRT. Namun, segalanya masih bergantung pada pembahasan dengan DPRD.

    Bila berhasil, Kota Bandung akan mencatatkan diri sebagai kota pertama di Indonesia yang menyatukan konsep kendaraan umum, ride-sharing dan sistem langganan dalam satu platform pintar.

    Baca: Save The Children kampanyekan naik transportasi publik

  • Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia pada Sabtu (28/06/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Jawa Barat, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Prakirawan BMKG, Rira A Damanik menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipicu oleh bibit siklon 97W diprakirakan berada di Samudra Pasifik timur Filipina, dengan kecepatan angin 15-20 knot, tekanan udara minimum 1007 hPa dan arah pergerakan ke Barat-Barat Laut.

    Baca: Cuaca panas kemudian tiba-tiba hujan, mengapa?

    “Potensi bibit siklon tropis ini untuk menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Sistem ini menyebabkan perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi)  dari Sabah hingga Laut Sulawesi, dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat,” jelas Rira.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi seluruh wilayah berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan dengan intensitas sedang pada siang hari.

    Sebaliknya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan berawan tebal. Sementara pada pagi hari, hampir seuruh wilayah Jakarta berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan terjadi hujan berintensitas ringan.  

    Baca: BMKG pastikan musim kemarau 2025 mundur

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta melanda pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.