Penataan Kabel di Jakarta: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

Written by

in

7cloud.asia – Sejak 2023 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berupaya untuk melakukan penataan kabel yang semrawut di sejumlah wilayah di Jakarta.

Penataan kabel ini diharapkan dapat menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih tertata dan aman. Pasalnya, kabel yang semrawut tak hanya mengganggu keindahan kota tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Untuk tahap pertama, penataan kabel ini dilakukan di 10 ruas jalan utama di kebayoran Baru Jakarta Selatan dan saat ini pengerjaannya telah mencapai 82 persen.

Meski proyek ini terus berjalan, tak sedikit wilayah di Jakarta yang masih menghadapi tantangan besar terkait penataan kabel dan saluran utilitas. Kabel semrawut masih banyak ditemukan di sudut kota Jakarta.

Penataan kabel di Jakarta memang tidak bisa dikatakan berlangsung cepat. Ini karena penataan kabel tak hanya rumit, tetapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca: Penataan kabel di Jalan Kuningan Barat Raya dilanjutkan

Selain kawasan Kebayoran Baru, pembahasan intensif terkait penataan kabel juga tengah dibahas dan menyasar sembilan lokasi lain.

Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan keinginannya agar sebanyak mungkin kabel utilitas di Jakarta dapat dimasukkan ke dalam tanah. Proses pembenahan ini akan dilakukan secara bertahap mengingat biaya yang cukup tinggi.

“Jadi yang sekarang sedang dilakukan di Kebayoran Baru. Tapi nanti, Minggu depan kami akan rapat, ratas khusus mengenai Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT),” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).

Pramono menambahkan, penataan kabel ini akan terus berjalan. Dia menegaskan, penataan kabel ini dilakukan sekaligus.

Baca: Penataan kabel di Jakarta Pusat

“Enggak bisa kemudian dana APBD kita gunakan semuanya untuk memasukkan kabel ke bawah. Karena ini biayanya cukup tinggi, ya,” katanya.

Selain melakukan penataan kabel, Pemprov DKI juga akan menata trotoar sehingga ramah bagi penyandang disabilitas dan pejalan kaki.

Pembangunan sejumlah trotoar baru, seperti di Blok M juga dilakukan dengan menyediakan fasilitas bagi disabilitas.

“Ramah yang paling utama sebenarnya bukan kepada pejalan kaki, tapi ke para disabilitas,” tandas Pram.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *