Tag: jokowi

  • Tingkat Stres yang Dialami Guru Tinggi, Jokowi Pesan Nadiem Harus Hati-hati

    Tingkat Stres yang Dialami Guru Tinggi, Jokowi Pesan Nadiem Harus Hati-hati

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tingkat stres yang dialami guru lebih tinggi daripada profesi lainnya. Karena itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim harus hati-hati menghadapinya.

    Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo  dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

    Pada kesempatan itu, Jokowi mengaku kaget dengan lembaga riset internasional, RAND Corporation yang mengatakan tingkat stres guru disebabkan oleh beberapa faktor.

    “Menjadi guru itu bukan pekerjaan yang ringan,” ucap Jokowi seperti yang dilansir Antaranews.

    baca: berita terpopuler pekan ini dinasti politik jokowi jadi sorotan publik

    Selanjutnya Jokowi menjelaskan tingginya tingkat stres guru tersebut disebabkan oleh tiga faktor, yaitu perilaku siswa, perubahan kurikulum, dan perkembangan teknologi.

    “Hati-hati Pak Mendikbud, tetapi ya kurikulum memang harus berubah karena setiap saat perubahan itu selalu ada. Apalagi sekarang ini dengan disrupsi teknologi yang begitu cepatnya—setiap hari berubah,” jelasnya.

    Karena itu, Jokowi meminta semua guru untuk bisa beradaptasi, terutama untuk mengikuti perubahan teknologi.

    Selain itu masih ada kesenjangan infrastruktur dan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    “Saya kalau (kunjungan) ke daerah mampir ke SMK, saya lihat SMK di sebuah kabupaten kemudian saya bandingkan dengan SMK yang di kota memang gap sarana prasarana jauh berbeda. Ini menjadi tugas Menteri Pendidikan (untuk mencarikan solusinya),” paparnya.

    Mengingat beratnya tantangan dan tugas yang dihadapi guru, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pahlawan pendidikan di Tanah Air.

    baca: beda dinasti jokowi dan dinasti politik di dalam dan luar negeri

    “Pada kesempatan yang baik ini atas nama pribadi, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, atas kontribusi para guru dalam mendidik generasi muda Indonesia—dalam mendidik kita semua,” ucapnya.

    Dalam Peringatan HUT ke-78 PGRI ini, Jokowi didampingi sejumlah pejabat diantaranya Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Menko PMK, Muhadjir Effendy, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Forum Alumni UI Desak Presiden Jokowi Cuti untuk Jaga Netralitas Pejabat

    Forum Alumni UI Desak Presiden Jokowi Cuti untuk Jaga Netralitas Pejabat

    7cloud.asia – Forum Alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Indonesia Hebat mendesak agar Presiden Joko Widodo cuti sebagai kepala negara hingga masa pemilihan presiden berakhir.

    Dalam rilis yang diterima 7cloud.asia pada Selasa (28/11/2023) malam, cuti tersebut perlu dilakukan untuk menjaga netralitas para aparatur pemerintah sampai pada jajaran terbawah.

    “Kalau tetap masih menjabat, pasti curang,” ujar Dedy Syeh, salah satu anggotan dewan presidium Forum Alumni UI untuk Indonesia Hebat kepada 7cloud.asia.

    Selanjutnya Dedy menjelaskan, dinamika politik seputar pemilihan presiden saat ini banyak muncul tuduhan adanya sikap sepihak di kalangan pejabat pemerintah.

    baca: alumni ui desak pemerintah hentikan intimidasi

    “Kami dengan tegas menduga bahwa sikap sepihak ini adalah hasil dari upaya untuk menguntungkan pihak penguasa saat ini. Selain itu kami khawatir bahwa sikap sepihak pejabat pemerintah berasal dari arahan di balik layar dari kepemimpinan pemerintah,” jelasnya.

    Pada kesempatan itu Forum Alumni UI juga menyatakan keprihatinannya dan khawatir dengan berbagai peristiwa seperti memobilisasi pejabat desa untuk mendukung salah satu kandidat capres.

    Apalagi dengan adanya peristiwa intimidasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah terhadap pejabat desa oleh aparat penegak hukum terkait dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka, putera Presiden Jokowi.

    Karena itu, untuk menjaga kepercayaan rakyat, Jokowi harus cuti sementara waktu dari tugas kenegaraan dan pemerintahan.

    baca: intimidasi terhadap oposisi mulai dari ketua bem ui hingga kantor dpc pdip

    “Kami khawatir kepercayaan rakyat terhadap negara akan terkikis jika pejabat pemerintah gagal untuk tetap netral selama proses pemilihan yang sedang berlangsung,” papar alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI tersebut.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sejumlah organisasi perangkat desa yang tergabung dalam Desa Bersatu memberikan sinyal dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Sinyal itu terlihat ketika mereka menggelar acara bertajuk “Silaturahmi Nasional Desa 2023” di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (19/11/2023), yang dihadiri oleh Gibran.

    baca: menkopolhukam mahfud md kecurangan tidak akan menang maka jangan menekan masyarakat

    Peristiwa ini disesalkan oleh Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy

    Menurutnya acara tersebut bukanlah forum silaturahim nasional, melainkan kampanye.

    “Ini bukan acara silaturahmi, tapi ini kampanye. Ada yang pakai baju 02 dan itu terlihat jelas dan ada deklarasi dukungan,” ujar Ronny di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (20/11/2023).

    Aparat negara termasuk kepala desa dan perangkat desa dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 harus netral seperti yang  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Langkah Politik Keluarga Jokowi Jadi Sorotan

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Langkah Politik Keluarga Jokowi Jadi Sorotan

    7cloud.asia – Langkah politik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan dan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Alumni UI mendesak agar Presiden Jokowi cuti dari jabatannya demi menjaga netralitas menjadi berita terpopuler pekan ini.

    Demikian juga sorotan terhadap gimmick gemoy yang dipertontonkan pasangan putra Jokowi Gibran Rakabuming Raka mejadi berita terpopuler ketiga.

    Berikut daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Alumni UI desak Jokowi cuti untuk jaga netralitas

    Forum Alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Indonesia Hebat mendesak agar Presiden Joko Widodo cuti sebagai kepala negara hingga masa pemilihan presiden berakhir.

    Dalam rilis yang diterima 7cloud.asia pada Selasa (28/11/2023) malam, cuti tersebut perlu dilakukan untuk menjaga netralitas para aparatur pemerintah sampai pada jajaran terbawah.

    “Kalau tetap masih menjabat, pasti curang,” ujar Dedy Syeh, salah satu anggotan dewan presidium Forum Alumni UI untuk Indonesia Hebat kepada 7cloud.asia.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Menghabiskan masa pensiun dengan nyaman di kota yang tenang menjadi impian banyak orang.

    Mereka yang usianya mendekati 55 tahun mungkin sudah saatnya mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Apakah tetap tinggal di kota lamanya atau mencari tempat baru yang lebih tenang.

    Nah buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini 

    3. Gimmick politik gemoy tunjukkan pasangan Prabowo-Gibran minim gagasan

    Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka atau Prabowo-Gibran menggunakan gimmick politik santuy untuk menarik pemilih di Pilpres 2024.

    Seperti diketahui, pasangan Prabowo-Gibran menggunakan strategi kampanye politik gimmick seperti Joged Gemoy dan Politik Santuy yang disebarkan dalam berbagai platform media sosial untuk memikat pemilih.

    Meski dinilai sebagai langkah terobosan untuk menarik pemilih khususnya pemilih muda, gimmick politik pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran ini menuai kritik.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Curi start kampanye terselubung para caleg

    Masa kampanye Pemilu 2024 baru resmi dimulai hari ini, Selasa (28/11/2023).

    Namun, derdasarkan pantauan 7cloud.asia sejumlah kader partai di Jakarta Timur telah melakukan kampanye terselubung untuk pemenangan Pemilu 2024 sejak lama.

    Beberapa partai melakukan kampanye untuk pemenangan Pemilu 2024 dengan mengatasnamakan “silaturahmi” ke sejumlah tempat di wilayah Jakarta Timur.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Cucu Soeharto maju menjadi caleg

    Cucu mantan Presiden ke-2 Indonesia Soeharto, Danty Indriastuti Purnamasari Rukmana turut meramaikan Pemilu 2024.

    Putri sulung Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Seoeharto itu maju menjadi calon anggota DPR dari Partai Golkar.

    Danty Soeharto mulai melakukan sosialisasi di teras mesjid Al Muhajirin, Malaka Jaya, Jumat (24/11/2023) lalu.

    Baca berita selengkapnya di sini 

  • Agus Rahardjo Sebut Jokowi Pernah Minta KPK Hentikan Penanganan Kasus eKTP, Ini Respon Jokowi

    Agus Rahardjo Sebut Jokowi Pernah Minta KPK Hentikan Penanganan Kasus eKTP, Ini Respon Jokowi

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkal pengakuan Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo yang menyebut bahwa Jokowi pernah mengintervensi KPK dalam penanganan kasus e-KTP dengan tersangka mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pada 2017 silam.

    Jokowi menegaskan dirinya telah menugaskan Kemensetneg untuk memeriksa agenda pertemuan sebagaimana yang diungkapkan Agus. Namun menurutnya tidak ada agenda tersebut.

    “Saya suruh cek, saya sehari kan berapa puluh pertemuan, saya suruh cek di Setneg, enggak ada. Agenda yang di Setneg enggak ada, tolong dicek, dicek lagi saja,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12/2023).

    Dilansir CNN Indonesia, Jokowi kemudian meminta publik untuk kembali mencari rekam jejak digital atau pemberitaan pada 2017 silam.

    Baca: Alumni UI minta Jokowi cuti untuk jaga netralitas

    Jokowi menegaskan kala itu dirinya sudah memerintahkan KPK agar kasus Setnov diproses sesuai ketetapan hukum yang ada.

    Pun saat ini Setnov juga sudah dijatuhi pidana kurungan 15 tahun.

    “Terus untuk apa diramaikan itu, kepentingan apa diramaikan itu, untuk kepentingan apa?” ujar Jokowi.

    Agus Rahardjo baru-baru ini mengungkapkan dirinya pernah dipanggil dan diminta Presiden Jokowi untuk menghentikan penanganan kasus korupsi pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov.

    Setnov kala itu menjabat Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar, salah satu partai politik pendukung Jokowi.

    Baca: 

    Status hukum Setnov sebagai tersangka diumumkan KPK secara resmi pada Jumat, 10 November 2017.

    Baca: Politik dinasti Jokowi mengancam demokrasi

    Sebelum mengungkapkan kesaksiannya, Agus menyampaikan permintaan maaf dan merasa ada hal yang harus dijelaskan.

    “Saya terus terang pada waktu kasus e-KTP, saya dipanggil sendirian oleh presiden. Presiden pada waktu itu ditemani oleh pak Pratikno [Menteri Sekretariat Negara]. Jadi, saya heran ‘biasanya manggil [pimpinan KPK] berlima ini kok sendirian’. Dan dipanggilnya juga bukan lewat ruang wartawan tapi lewat masjid kecil,” tutur Agus dalam program Rosi dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat (1/12/2023).

    “Itu di sana begitu saya masuk presiden sudah marah, menginginkan, karena begitu saya masuk beliau sudah teriak ‘hentikan’. Kan saya heran yang dihentikan apanya. Setelah saya duduk saya baru tahu kalau yang suruh dihentikan itu adalah kasusnya pak Setnov, Ketua DPR waktu itu mempunyai kasus e-KTP supaya tidak diteruskan,” sambung Agus.

    Namun, Agus tidak menjalankan perintah itu dengan alasan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) sudah ditandatangani pimpinan KPK tiga minggu sebelum pertemuan tersebut.

    Agus menegaskan hal tersebut sebagai sebuah kesaksian. Ia mengaku telah menceritakan kejadian dimaksud kepada koleganya di KPK.

    Baca: Staf khusus Jokowi pilih dukung Ganjar ketimbang Gibran

    Agus kemudian merasa kejadian tersebut berimbas pada diubahnya Undang-undang KPK.

    Dalam revisi UU KPK, terdapat sejumlah ketentuan penting yang diubah. Di antaranya KPK kini di bawah kekuasaan eksekutif dan bisa menerbitkan SP3.

    Jokowi sendiri sering mengeluarkan pernyataan yang kemudian bertentangan dengan kondisi yang terjadi. 

    Salah satunya, saat Jokowi mengatakan keluarganya tidak ada yang tertarik terjun ke panggung politik, tetapi yang terjadi sekarang Gibran maju menjadi cawapres dan Kaesang menjadi ketua umum PSI hanya dua hari setelah bergabung. 

     

  • Rakyat, Mahasiswa dan Seniman Bergerak Bersama Melawan Politik Dinasti Jokowi

    Rakyat, Mahasiswa dan Seniman Bergerak Bersama Melawan Politik Dinasti Jokowi

    7cloud.asia – Ribuan anggota masyarakat dan aktivis pro demokrasi, Sabtu (9/12/2023) menghadiri konser Panggung Rakyat Bongkar yang dihelat di Stadion Madya, Senayan Jakarta. 

    Konser yang berlangsung sejak siang itu, peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) merilis pernyataan bersama.

    Dalam pernyataannya ASDI menyebut, Indonesia menghadapi ancaman serius resesi demokrasi. Ancaman ini tampak dari penyusutan ruang kebebasan publik untuk kritik dan protes. 

    Selain itu, ASDI  juga menilai terjadi pelemahan pengawasan legislatif dan yudikatif, hingga pelemahan integritas sistem pemilihan umum.

    Akibatnya penegakan hak asasi manusia, pemberantasan korupsi dan kelestarian alam semakin jauh dari cita-cita Reformasi 1998.

    Baca: Serunya konser Panggung Rakyat Bongkar

    Kehendak Jokowi untuk terus berkuasa ditempuh dengan melemahkan kebebasan ekspresi, menjauhkan akuntabilitas aparat keamanan, dan mengabaikan penyelesaian pelanggaran berat HAM.

    “Haris-Fatia, Budi Pego, hingga Butet Kertaredjasa adalah sedikit sasaran dari kriminalisasi dan intimidasi penguasa atas kritik.” demikian salah satu poin pernyataan yang ditandatangani lebih dari 400 orang tersebut. 

    ASDI juga melihat tak ada keadilan untuk para korban Kanjuruhan dan
    korban pelanggaran HAM berat.  Tak ada kemauan politik Presiden dan para elite politik.

    Presiden melemahkan aktor-aktor politik yang semestinya berperan sebagai check and balance, seperti DPR dengan cara memperalat badan penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan MK sebagai senjata kekuasaan eksekutif.

    Bukan hanya demi mengamankan penguasa dankroninya, tapi sekaligus menekan siapa pun yang berseberangan.

    Baca: Politik dinasti Jokowi ciderai demokrasi

    Terakhir adalah ancaman terhadap para kepala desa dan intimidasi Presiden Jokowi kepada Ketua KPK Agus Rahardjo.

    Hukum-hukum hasil perjuangan reformasi yang pro kepentingan rakyat di bidang anti korupsi dan hak asasi dilemahkan melalui Revisi UU KPK, Revisi UU MK, hingga Revisi KUHP dan UU ITE.

    Hukum-hukum baru yang anti-kepentingan rakyat seperti UU Cipta Kerja, UU Minerba, justru diperkuat oleh proses cepat, tertutup, dan tanpa partisipasi publik.

    Yang terbaru adalah RUU Daerah Khusus Jakarta yang mencuri hak pilih warga atas pemilihan langsung gubernur.

    KPK yang efektif melawan korupsi dan dipuji dunia dikebiri. KPK tak independen dan diperalat.

    Baca: Tokoh bangsa nilai politik dinasti Jokowi melukai kepercayaan rakyat

    “Pimpinan KPK dipilih karena kompromi elit, bukan integritas. Tak heran kini tersangkut korupsi,” lanjut pernyataan itu.

    Integritas sistem pemilu di ujung tanduk. Jelang Pemilu 2024 Presiden tanpa malu bermanuver untuk terus berkuasa lewat rekayasa politik.

    Presiden menjadikan Ketua MK yang juga adik ipar Presiden untuk mengubah aturan konstitusi demi anaknya menjadi Calon Wakil Presiden.

    Untuk itu ASDI menyerukan agar seluruh rakyat bergerak bersama mencegah politik Dinasti dan kembalinya Tirani.

    “Mahasiswa harus segera mengkosolidasikan diri dan mengambil tantangan sejarah untuk berdiri tegak menjadi tonggak Demokrasi dengan menolak kembalinya Orde Baru dan Republik rasa kerajaan,” 

    Baca: Pencawapresan Gibran dinilai cacat hukum

    Untuk mencegah semakin parahnya resesi demokrasi, ASDI menuntut:

    1. Negara harus memulihkan hak masyarakat dan menghentikan represi aparat kepada warga yang bersuara kritis di bidang hak asasi manusia, lingkungan, hak
    perempuan/kesetaraan gender, hak-hak adat dan anti korupsi, juga isu keragaman/inklusifitas.

    2. Negara harus memulihkan penegakan hukum atas korupsi, pelanggaran berat hak asasi, dan kejahatan ekologis yang merusak bumi dan merenggut hak-hak generasi mendatang.

    3. Memilih pemimpin bangsa dalam seluruh tingkatan yang faham hak asasi, punya integritas tinggi, tidak punya jejak melakukan pelanggaran hak asasi dan berwatak inklusif dan menjunjung kesetaraan.

    4. Menghentikan segala bentuk penggunaan aparat penegak hukum untuk hal-hal apa pun, kecuali bagi penegakan hukum yang jujur, adil, dan bermartabat.

    Baca: Pasangan Prabowo Gibran dinilai tak punya perspektif HAM

    5. Negara harus memulihkan integritas badan pengawas seperti DPR dan stop penyalahgunaan penegak hukum seperti KPK maupun MK demi kepentingan keluarga dan golongan sendiri.

    6. Menjaga Pemilu jujur, adil, damai, bermartabat dan inklusif

     

  • Emosinya Keluar Saat Debat Capres, Prabowo Dianggap Gagal Meniru Presiden Jokowi

    Emosinya Keluar Saat Debat Capres, Prabowo Dianggap Gagal Meniru Presiden Jokowi

    7cloud.asia – Debat capres perdana telah usai pada Selasa (12/12/2023) malam. Calon presiden Prabowo Subianto dianggap gagal meniru Presiden Joko Widodo yang selama ini dikenal kalem dan tenang.

    Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Aryo Seno Bagaskoro menjelaskan hal ini sangat tampak ketika menjawab pertanyaan salah satunya tentang penyelesaian kasus HAM.

    “Emosinya keluar sering kali dalam perdebatan ini, sering kali terpancing dengan pertanyaan yang muncul. Sehingga kalau selama ini kita sering membaca Pak Prabowo ini sangat tenang, gemoy, ingin meniru Pak Jokowi, ternyata hari ini kurang berhasil menampilkan itu,” jelasnya usai debat capres.

    Melansir Antaranews, Aryo menjelaskan kondisi sebaliknya ditunjukkan oleh capres Ganjar Pranowo.

    Baca: KPU tegaskan debat capres 3 kali

    Menurutnya Ganjar Indonesiasentris yang berkomitmen menegakkan hukum serta menyelewaikan masaklah pelanggarahn Hak Asasai Manusia (HAM) masa lalu.

    “Terkait dengan pelanggaran HAM masa lalu, Pak Ganjar memberikan pandangan yang sangat tegas, yang sangat clear (jelas), dan kami bangga bahwa pasangan Ganjar-Mahfud hari ini menampilkan perfoma yang paling baik,” paparnya.

    Selanjutnya Aryo mengatakan penampilan Ganjar saat debat capres tersebut sangat baik menguraikan visi dan misinya.

    “Pak Ganjar pada hari tampil dengan sangat baik menampilkan visi Indonesiasentris dan punya komitmen yang tegas,” ujar Seno.

    Baca: KPU diputus bersalah langgar administrasi pemilu

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPU menggelar debat pertama capres-cawapres Pilpres 2024 di Jakarta, Selasa malam.

    Tema yang diangkat adalah pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

    Debat diikuti tiga pasangan capres-cawapres yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

    Rangkaian debat akan dilanjutkan pada 22 Desember 2023, 7 Januari 2024, 21 Januari 2024, dan 4 Februari 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Catahu LBH Jakarta 2023: Jokowi Membawa Demokrasi di Indonesia ke Dalam Cengkeraman Oligarki

    Catahu LBH Jakarta 2023: Jokowi Membawa Demokrasi di Indonesia ke Dalam Cengkeraman Oligarki

    7cloud.asia – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta meluncurkan Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2023 Jumat, 15 Desember 2023.

    Tahun ini, LBH Jakarta mengangkat tajuk “Jalan Asa Demokrasi di Negara Oligarki” dengan dilatarbelakangi oleh kondisi demokrasi di tengah cengkraman oligarki, yang semakin kacau terlebih menjelang tahun politik 2024.

    LBH Jakarta menilai, dua periode Presiden Jokowi telah nyata membawa demokrasi mundur ke era yang lebih culas ketimbang keterang-terangan rezim orde baru.

    Melalui berbagai kebijakan pembangunan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan keberlanjutan lingkungan, maupun pasal-pasal karet dalam KUHP dan UU ITE, rezim ini berhasil merampas ruang hidup rakyat, serta berhasil merampas kemerdekaan berekspresi, berpikir, berpendapat, dan berorganisasi, ruang sipil pun semakin menyempit (shrinking civic space).

    Di akhir masa jabatannya, Jokowi mewariskan sejumlah maslah. Salah satu ciri yang mencolok sekaligus warisan di ujung masa pemerintahan Jokowi adalah adanya regulasi-regulasi anti demokrasi.

    “Hal tersebut ditandai dengan proses legislasi yang mengabaikan prinsip partisipasi warga secara bermakna (meaningful participation) sekaligus substansinya yang melenceng jauh dari kepentingan publik,” ujar Direktur LBH Jakarta, Citra Referandum, dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia Jumat (15/12/2023).

    Baca Juga: Pecah! Konser Panggung Rakyat Bongkar Tolak Koruptor dan Pelanggar HAM

    Citra mencontohkan, Perppu Cipta Kerja. Walaupun telah inkonstitusional secara bersyarat dan diperintahkan untuk diperbaiki berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020.

    Pada 30 Desember 2022, alih-alih memperbaiki, Pemerintah justru menerbitkan Perppu 2/2022 tentang UU Cipta Kerja.

    Pada 21 Maret 2023, DPR RI memperparah situasi dengan menggelar rapat paripurna yang menghasilkan kesepakatan untuk menyetujui Perppu 2/2022 tentang UU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

    “Hal tersebut jelas merupakan jalan culas penguasa untuk tetap memberlakukan substansi dalam ketentuan UU Cipta Kerja tanpa perlu memperbaikinya melalui proses legislasi<” imbuh Citra.

    Seolah tidak puas menyelundupkan pasal-pasal anti demokrasi, tahun ini Pemerintah dan DPR RI mengesahkan revisi kedua UU ITE.

    Beberapa norma dalam UU ITE mengadopsi dari UU KUHP. Walau berulang kali melakukan protes, hingga menunjukkan bukti dampak pasal-pasal ITE yang selama ini digunakan untuk mengkriminalisasi masyarakat, pembuat undang-undang tetap tidak menghapus pasal terkait.

    Misalnya, tindak pidana menyerang kehormatan atau nama baik orang lain, dan pasal pemberitahuan bohong atau informasi menyesatkan. Tak mengherankan substansi undang-undang ini bermasalah.

    Baca Juga: Rakyat, Mahasiswa dan Seniman Bergerak Bersama Melawan Politik Dinasti Jokowi

    Selain itu, undang-undang ini secara formil juga tidak transparan dan tidak partisipatif. Pendapat masyarakat sipil tidak pernah dijadikan pertimbangan dalam proses pembahasannya.

    Keadilan Di Ujung Tanduk, Rakyat Di Tepi Jurang Penderitaan

    Tiga tahun pasca UU Cipta Kerja disahkan, undang-undang ini melahirkan kasus-kasus pelanggaran HAM. Regulasi tersebut nyatanya memfasilitasi pengusaha dengan beragam alasan yang sah untuk mengebiri hak buruh.

    LBH Jakarta kerap menemui kasus pelanggaran hak-hak normatif buruh/pekerja. Tercatat 120 kasus perburuhan (Nov 2022 s/d Oktober 2023) diadukan melalui mekanisme konsultasi hukum LBH Jakarta.

    Terdapat 8 kasus terkait PHK sepihak, 63 kasus terkait hak normatif seperti upah, lembur, tunjangan hari raya (THR), jam kerja dan lain-lain, serta 3 kasus terkait buruh migran. Sementara itu, kasus pidana perburuhan tercatat 39 kasus.

    “Sisanya terkait masalah pekerja gig economy, serikat buruh dan lain-lain,” papar Citra.

    Di sisi yang bersamaan, investasi dan pembangunan merupakan mantra pokok masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Tak ubahnya dengan rezim orde baru, Jokowi melanggengkan berbagai cara demi memuluskan agenda oligarki yang meminggirkan hak warga. Tak terkecuali hak atas tanah.

    Selama November 2022 hingga Oktober 2023, LBH Jakarta telah menerima pengaduan sebanyak 115 kasus konflik agraria dan 7 kasus penggusuran paksa.

    Hak-hak terdampak dalam sejumlah kasus tersebut diantaranya hak atas standar hidup yang layak, hak atas kesehatan, hak mendapat perlindungan dari kekerasan aparat, hak atas perumahan yang layak, dan lain-lain.

    Baca Juga: Aktivis Pro Demokrasi: Budiman Adalah Contoh Aktivis yang Rusak Moralnya

    Salah satu wujud konkret watak pembangunan yang eksesif adalah Proyek Strategis Nasional (PSN). Lewat dalih meningkatkan pertumbuhan ekonomi, PSN justru menjadi alat merampas ruang hidup warga.

    Pada tahun 2023, LBH Jakarta menerima pengaduan ancaman penggusuran paksa dari warga Kampung Bulak, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

    Warga yang menggarap lahan sejak tahun 1990-an tersebut harus menghadapi ancaman ini, demi pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang diberi ‘stempel’ Proyek Strategis Nasional. Penggusuran ini telah berlangsung sejak tahun 2019.

    Ruang hidup warga juga terus dihantui penggusuran paksa. Melalui UU No. 51 Prp Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak, penggusuran paksa tanpa musyawarah dan tanpa melalui putusan pengadilan seolah-olah mendapatkan legitimasi hukum.

    Aturan tersebut bahkan diadopsi oleh Pemerintah DKI Jakarta melalui Peraturan Gubernur No. 207 Tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian/ Penguasaan Tanah Tanpa Izin.

    Catatan LBH Jakarta, terdapat 3 wilayah atau kampung kota yang sudah, atau terancam penggusuran paksa melalui legitimasi Pergub ini, yakni Sunter Agung, Menteng Dalam, dan Pancoran Buntu II.

    Baca Juga: Seruan Tokoh Bangsa dari Jembatan Serong: Demokrasi Dipertaruhkan karena Praktik Politik Dinasti di Pemilu 2024

    Kelompok Minoritas dan Rentan (KMR) tak luput pula dari represi dan pengabaian. Di Kota Bogor, terdapat Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).

    Perda ini berpotensi melanggengkan stigma terhadap kelompok minoritas identitas gender dan orientasi seksual. Stigmatisasi tersebut merupakan akar penyebab terjadinya tindakan persekusi terhadap kelompok LGBTI+.

    Selain itu, tindakan diskriminatif juga masih dihadapi oleh kelompok minoritas agama dan kepercayaan.

    Akhir tahun 2022, jemaat HKBP Betlehem (Pos Parmingguan) di Batu Gede, Desa Cilebut Barat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menghadapi pelarangan ibadah natal pada 24 dan 25 Desember 2022 oleh warga dan aparat kepolisian.

    Ibadah dianggap tidak sah lantaran dilaksanakan di rumah pribadi. Pembatasan hak beribadah ini adalah pelanggaran terhadap UUD 1945, UU HAM, dan UU No. 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Hak-Hak Sipil dan Politik.

     

     

  • Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis Desak Jokowi Copot Panglima TNI dan KASAD

    Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis Desak Jokowi Copot Panglima TNI dan KASAD

    7cloud.asia – Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis mendesak Presiden Jokowi mencopot Panglima TNI dan KASAD sebagai buntut penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud hingga berakibat kematian.

    Pernyataan ini disampaikan oleh salah satu anggota koalisi, yaitu Direktur Eksekutif Amnesti Internasional, Usman Hamid dalam siaran persnya yang diterima ruangkota pada Sabtu (31/12/2023).

    Menurutnya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI merupakan tindakan kesewenang-wenangan hukum yang brutal.

    Sebab penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas adalah tugas kepolisian atau dinas perhubungan bukan tugas TNI.

    Baca: 7 Relawan Ganjar-Mahfud dianiaya TNI

    “Korban adalah massa politik yang sedang berkampanye politik, maka seharusnya dianggap sebagai dugaan pelanggaran yang masuk ranah penindakan bawaslu,” jelas Usman.

    Selanjutnya Usman menjelaskan tindakan main hakim sendiri atau kesewenang-wenangan hukum oleh anggota TNI tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

    Karena itu, lanjut Usman, harus dilakukan penindakan yang tegas secara institusional.

    Tindakan penganiayaan ini jelas mencederai netralitas TNI. Apalagi sebelumnya ramai diberitakan adanya dugaan kuat keterlibatan anggota TNI dalam pemasangan alat peraga kampanye.

    Baca: Ganjar jenguk relawan yang dianiaya

    Selain itu, masuknya Mayor Teddy Widjaja, ajudan capres Prabowo Subianto atau capres 02, yang ikut dalam timses capres 02 dalam debat Capres yang digelar KPU beberapa waktu lalu.

    Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis menyesalkan rendahnya kepekaan dari para pelaku penganiayaan tersebut terhadap konteks masa kampanye politik.

    “Seharusnya para anggota TNI tersebut melaporkan dugaan pelanggaran lalu lintas ketertiban kampanye Pemilu dilaporkan ke Bawaslu. Bukan main hakim sendiri,” ucapnya.

    Adanya tindakan penganiayaan ini sebagai bukti Panglima TNI dan KASAD gagal mengontrol anggotanya sehingga berakibat kematian pada korban.

    Baca: Prabowo harus diadili untuk membuktikan tak terlibat dalam kasus penculikan

    Panglima TNI dan KASAD juga dianggap gagal dalam menjaga citra TNI untuk bersikap netral dalam pemilu 2024.  

    “Koalisi mendesak Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk mengevaluasi dan mencopot Panglima TNI dan KASAD yang gagal mengontrol anggota sehingga terjadi penganiayaan berakibat kematian yang berulang dan gagal menjaga citra TNI untuk bersikap netral dalam Pemilu,” tegas Usman.

    Selain Amnesty International, Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis terdiri dari berbagai macam organisasi dan LSM diantaranya IMPARSIAL, KontraS, YLBHI, PBHI, LBH Pers, ICW, IKOHI, dan lain-lain.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus Pelanggaran HAM Masih Mangkrak, Aktivis Pro Demokrasi Adukan Presiden Jokowi ke Ombudsman

    Kasus Pelanggaran HAM Masih Mangkrak, Aktivis Pro Demokrasi Adukan Presiden Jokowi ke Ombudsman

    7cloud.asia – Sejumlah aktivis pro demokrasi Kamis (18/01/2024) mengadukan Presiden Joko Widodo ke lembaga Ombudsman karena mengabaikan rekomendasi DPR tentang kasus pengilangan paksa aktivis.

    Menurut aktivis yang terdiri dari Forum Rakyat Demokratik (FRD), Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) dan Kawan’98 ini pengabaian tersebut menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah dalam menyelesaikan pelanggaran HAM.

    “FRD, IKOHI dan Kawan ’98 menuntut Presiden Jokowi melaksanakan rekomendasi DPR RI dalam surat Nomor PW 01/6204/DPR RI/ IX/2009 terkait penanganan pembahasan atas hasil penyelidikan penghilangan orang secara paksa periode 1997-1998”, jelas Petrus H Hariyanto, jurubicara FRD dalam keterangan tertulis.

    Selanjutnya Petrus menjelaskan rekomendasi tersebut seharusnya dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menyelesaikan kejahatan penghilangan paksa.

    Baca: Aktivis pro demokrasi dukung pemakzulan Jokowi

    Selain itu, mantan sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini mengatakan bahwa komitmen tersebut juga untuk menghentikan praktik penghilangan paksa di Indonesia.

    Menurut mereka, selama 9 tahun pemerintahan Jokowi, tidak ada inisiatif atau niat politik yang serius untuk menjalankan rekomendasi DPR tersebut.

    Justru inisiatif politik yang dijalankan Jokowi sejak 2019 malah semakin memperkuat impunitas pada para pelaku penghilangan paksa aktivis 1997-1998. Tampak dari 3 indikator yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi.

    Pertama, Jokowi mengangkat pelaku utama penghilangan paksa aktivis 1997-1998, yaitu Prabowo Subianto.

    “Dengan terpilihnya Prabowo menjadi Menhan, upaya penuntasan kasus HAM masa lalu menjadi tertutup. Upaya menyelesaikan kasus HAM di masa lalu terutama penghilangan paksa tentu tak ada kemajuan lagi.tidak akan ada pengungkapan,” jelas Zaenal Muttaqin, Sekjen IKOHI.

    Baca: Milinial dan Gen Z jangan terjebak gemoy penjahat HAM

    “Sosok Prabowo Subianto harus bertanggung jawab atas kasus penculikan tersebut,” sambung Petrus.

    Kedua, adanya Keputusan Presiden RI Nomor 166/TPA tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan madya di lingkungan Kemenhan.  

    Kepres tersebut mengangkat dua mantan anggota Tim Mawar yaitu Brigjen TNI Yulius Selvanus sebagai kepala instalasi strategis dan Brigjen TNI Dadang Hendra Yudha sebagai dirjen potensi pertahanan di Kemenhan.

    “Dengan langkah tersebut, Presiden Jokowi semakin dinilai melanggar janjinya terutama dalam mengusut kasus penculikan aktivis dan penghilangan paksa serta pelanggaran HAM masa lalu di negara ini,” kata Fatia Maulidiyanti dari Kontras.

    Ketiga, Presiden Jokowi secara politik tampak tidak netral dalam pilpres 2024 dengan memberikan dukungan politik kepada capres Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putranya, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. 

    Baca: Budiman adalah aktivis yang rusak moralnya

    “Politik dinasti dan politik impunitas yang dilakukan selama 9 tahun pemerintahannya juga telah mencederai janji Nawa Cita Jokowi sendiri,” kata Ki Joyo Sardo, wakil ketua Kawan ’98.

    Menurutnya apa yang dilakukan Jokowi selama 2 periode pemerintahannya telah mengingkari janji Presiden RI 2014, Jokowi dalam program prioritas Nawa Cita untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM.

    Karena itu mereka menuntut agar Presiden Jokowi segera menjalankan rekomendasi dari DPR RI sebelum pemilu 14 Februari.

    Selain itu mereka juga mendesak presiden membentuk peradilan HAM ad hoc dan bersama intitusi pemerintahan melakukan pencarian 13 orang aktivis yang hilang.

    Pemerintah juga harus merehabilitasi dan memberikan kompensasi terhadap keluarga korban yang hilang serta segera meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa.

    “Ombudsman dapat sesegera mungkin mengirimkan peringatan keras kepada Presiden Jokowi untuk menjalankan pengaduan dari FRD, IKOHI dan Kawan ’98,” tegas Sardo.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sri Mulyani dan Pak Bas Dikabarkan Akan Mundur dari Kabinet Indonesia Maju, Ini Respon Jokowi

    Sri Mulyani dan Pak Bas Dikabarkan Akan Mundur dari Kabinet Indonesia Maju, Ini Respon Jokowi

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo atau Jokowi membantah kabar yang beredar yang menyebutkan sebagian menteri di Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mundur.

    Mundurnya sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju tersebut diungkap ekonom senior Faisal Basri dalam sebuah acara diskusi di Jakarta baru-baru ini.

    Faisal Basri menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah menteri yang secara moral paling siap untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

    Selain Sri Mulyani, Faisal juga menyebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

    Baca: Peringatan HUT PDI Perjuangan tanpa kehadiran Jokowi

    Menurut Faisal, menteri dari kalangan teknokrat itu siap mundur karena perkembangan politik terkini yakni dukungan Presiden ke salah satu paslon di pilpres 2024.

    Menepis kabar yang menyebutkan sejumlah menteri akan mundur tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa setiap hari ia menggelar rapat internal bersama para menteri dari pagi hingga malam.

    “Menteri setiap hari kita ratas, setiap kita rapat terbatas, setiap hari rapat internal, setiap hari dengan semua menteri atau dengan sebagian menteri,” kata Jokowi saat ditemui usai menghadiri acara Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/1/2024).

    Baca: Megawati tegaskan PDI Perjuangan tak lagi di balik berbagai pelanggaran konstitusi yang dilakukan Jokowi

    Jokowi mengaku dalam setiap rapat dengan menteri yang berbeda itu tidak menemukan ada masalah.

    Jokowi balik menanyakan informasi mengenai mundurnya menteri itu kabar dari siapa. Karena menurutnya, rapat kabinet digelar dari pagi sampai sore, pagi siang malam.

    “Kita rapat paripurna, rapat internal, rapat terbatas, selalu enggak pernah ada jedanya. Setiap jam, setiap dua jam gonta ganti rapat, gonta ganti menteri juga enggak ada masalah,” kata Jokowi.

    Baca: Aktivis pro demokrasi desakkan pemakzulan ke Jokowi

    Menurut dia, isu menteri mundur itu termasuk hal yang dikaitkan dengan politik, mengingat sudah memasuki bulan politik atau menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024 pada Februari mendatang.

    Namun begitu, Jokowi menekankan bahwa para menteri masih bekerja rutin seperti biasanya.

    “Ya namanya bulan politik, tahun politik ya, semua hal akan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat politik, tapi biasa kok kita kerja biasa, kerja rutin biasa,” kata Jokowi.

    Baca: Ganjar tak keberatan isu Wadas dibahas di debat capres

    Selain isu mundurnya sejumlah menteri, sejumlah kalangan seperti aktivis pro demokrasi, mahasiswa dan politisi menyerukan pemakzulan Jokowi.

    Jokowi dinilai telah melanggar prinsip demokrasi lewat praktik politik dinasti dan sikap tidak netralnya sebagai kepala negara.