Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Padang

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Padang

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Jakarta, Padang dan sejumlah kota lainnya pada Selasa (09/12/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Serang, Surabaya.

    Selain itu, Kota Pontianak, Palangkaraya, Samarinda. Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kendari dan Merauke. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, Tanjung Selor, Mamuju dan Kupang.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia –Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis (11/12/2025).

    Wilayah tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Baca: Waspada Bibit Siklon Tropis yang Picu Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara

    Kondisi cuaca yang sama berpeluang pula terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya dan Papua Barat.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bengkulu, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung dan Papua.

    Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. BMKG telah melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini berada di Samudera Hindia sebelah Barat Provinsi Lampung.

    Baca: sepekan Kedepan Cuaca Ekstrem Masih Landa Sejumlah Wilayah

    Dinamika atmosfer aktif saat ini mempengaruhi intensitas hujan di wilayah Sumatra, dan Bibit Siklon 91S berpotensi memicu peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat tersebut.

    “Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, di Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (10/12).

    BMKG menegaskan potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dan memasuki wilayah daratan, seperti halnya Siklon Tropis Senyar, berada dalam kategori rendah.

    Baca: Memasuki Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi

    Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang, tidak panik, dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG secara real-time.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis terkini, pergerakan 91S diprakirakan cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai 11 Desember 2025 siang atau sore hari.

    Selanjutnya, sistem diperkirakan mulai menunjukkan pola pegerakan yang konsisten ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    “BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” kata Guswanto.

    Pun, pemerintah daerah melalui BPBD diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lainnya.

    Kolaborasi lintas sektoral yang solid, adalah kunci utama untuk menciptakan keharmonisan antara sistem peringatan dini (early warning) dan tindakan dini (early action).

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat dua bibit siklon tropis yang dapat memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah hingga Sabtu (13/12/2025).

    Dalam akun instagram resmi BMKG, bibit siklon tropis 91S terbentuk sejak 7 Desember 2025 di wilayah Samudera Hindia barat Lampung. Saat ini kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara minimum 1006 hPa.

    Dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam bibit siklon tropis ini berpeluang tinggi menjadi siklon tropis yang memicu terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Siklon tropis ini juga memicu terjadinya gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Sunda bagian Selatan.

    Sedangkan gelombang laut tinggi antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

    Sementara, bibit siklon tropis 93S terbentuk pada 11 Desember di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Saat ini kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1009 hPa.

    Baca: Memasuki Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

    Dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam bibit siklon tropis ini berpeluang rendah menjadi siklon tropis yang memicu terjadinya hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

    Bibit siklon tropis 93S juga memicu terjadinya gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca dan gelombang tinggi tersebut.

    Baca: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Ini

    “Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, Kamis (11/12/2025)

    Di sisi lain, masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan wilayah yang rentan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan.

    Demikian pula pelaku kegiatan pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diharapkan menyesuaikan aktivitas mereka berdasarkan informasi resmi gelombang tinggi yang BMKG keluarkan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siklon Tropis Bakung Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Siklon Tropis Bakung Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi peningkatan status Bibit Siklon 91S di Samudra Hindia barat daya Lampung menjadi Siklon Tropis Bakung yang memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi persnya menjelaskan peningkatan status bibit siklon ini terpantau sejak Jumat (12/12/2025) pukul 19:00 WIB.

    Hasil analisis BMKG, Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan di sekitar sistem mencapai 1000 hPa dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

    Bca: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    Meski pergerakan Siklon Tropis Bakung menjauhi wilayah Indonesia namun tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari ke depan.

    Oleh karenanya, BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

    “Berdasarkan hasil pemantauan ini, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” jelas Faisal.

    Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam 24 jam ke depan (13/12/2025), kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung diprediksikan meningkat menjadi 55 knot (100 km/jam).

    Baca: Waspada Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara

    Kondisi ini menunjukkan peningkatan intensitas menjadi sistem siklon kategori dua dengan tekanan angin di sekitar sistem mencapai 988 hPa dan pergerakan ke arah barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    BMKG memprediksi dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung terhadap wilayah Indonesia ialah adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian Bengkulu, Lampung, dan Banten.

    Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu dan gelombang tinggi (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, dan Selat Sunda bagian selatan.

    Baca: Waspada, Peningkatan Curah Hujan di Jakarta Hingga Akhir Tahun

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, juga meminta masyarakat untuk mewaspadai perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini masih terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara.

    Hasil analisis BMKG, 93S diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan dalam periode 24 hingga 72 jam kedepan masih berpeluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis.

    “Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Yaitu, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara,” kata Guswanto.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gangguan aktivitas harian yang dapat terjadi terutama di lokasi yang rawan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Pagi Hingga Sore Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Pagi Hingga Sore Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu (14/12/2025) pagi hingga sore.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hingga malam hari hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta barat dan Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah lainnya berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Malam harinya hampir seluruh wilayah Jakarta berawan tebal. Peluang hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Demikian juga wilayah Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku.

    Untuk wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: Awas, Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Awas, Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Sikkon Tropis Bakung yang terbentuk dari bibit siklon 91S memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung pada Senin (15/12/2025).

    Dalam akun instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Senin dinihari Siklon Tropis Bakung berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum 60 knot (111 km/jam) dan tekanan udara minimum 981 hPa.

    BMKG memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga Selasa (16/12/2025) pukul 01.00 WIB.

    Sementara bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk pada 11 Desember lalu saat ini berada di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timurdengan kecepatan maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1004 hPa.

    Meski bibit Siklon Tropis memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi Siklon Tropis, namun hingga besok, Selasa (16/12/2025) pukul 01.00 WIB berdampak tidak langsung di sejumlah wilayah.

    Seperti wilayah Jawa Timur dan Bali berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Selain itu, BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh dan Jakarta.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau jajaran pemerintah daerah dan masyarakat  mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, longsor dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Bali dan Sejumlah Kota Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Bali dan Sejumlah Kota Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir akan melanda sejumlah kota di Indonesia pada Selasa (16/12/2025). Diantaranya adalah Kota Denpasar.

    Dalam akun youtube resmi BMKG, hujan disertai petir berpeluang pula menda Kota Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju dan Kendari.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pekanbaru, Ambon dan Nabire.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Palangkaraya, Banjarmasin, Kupang, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat yang berada di wilayah Bali, Banten, Jawa Timur untuk mewaspadai potensi angin kencang.

     

  • Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    7cloud.asia – Siklon tropis beberapa kali melanda Indonesia dengan berbagai nama seperti Siklon Tropis Anggrek, Siklon Tropis Seroja, Siklon Tropis Senyar, Siklon Tropis Bakung dan lain-lain. Namun apa sebenarnya siklon tropis?

    Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

    Siklon tropis dikenal sebagai salah satu fenomena atmosfer paling kuat karena dapat membawa angin kencang, hujan ekstrem, dan gelombang tinggi dalam skala luas.

    Baca: Waspada Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angi Kencang di Wilayah Ini

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar dengan radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 km.

    Sebelum menjadi siklon tropis, akan muncul bibit siklon tropis yang terbentuk di atas lautan luas dan mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C.

    Semakin hangat lautan, semakin besar energi yang memberi “bahan bakar” pada siklon. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

    Bibit siklon tropis tersebut terbentuk di suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km.

    Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

    Umumnya siklon tropis ini dapat bertahan antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

    Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan.

    Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan sebenarnya kemunculan siklon tropis di sekitar Indonesia bukanlah anomali. Menurutnya fenomena ini memiliki pola periodik yang berulang setiap tahun.

    “Siklon tropis di wilayah Indonesia memiliki periodisasi, belahan Bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian, periodisasi selatan, di belahan Bumi selatan itu terjadi Desember-April, terdapat satu bulan ‘overlapping’ bulan Desember,” jelas Guswanto seperti yang dilansir dari laman RRI, Sabtu (13/12/25).

    Selanjutnya Guswanto memaparkan adanya siklon tropis yang terjadi di waktu yang bersamaan di wilayah utara dan selatan Indonesia menyebabkan siklon tampak lebih sering dalam beberapa pekan terakhir.

    “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” katanya.

    Baca: Mengapa Siklon Langka Bisa Melanda Kawasan Tropis?

    Jika siklon tropis mulai terbentuk, maka akan memengaruhi cuaca dalam radius ratusan kilometer. Dampaknya dapat dirasakan bahkan ketika pusat siklon berada jauh dari wilayah pemukiman.

    Seperti yang terjadi di Pulau Sumatera, hujan lebat yang menyebabkan banjir dan banjir bandang. Siklon tropis juga menyebabkan terjadinya angin kencang yang dapat menumbangkan pepohonan, merusak bangunan ringan, dan mengganggu transportasi.

    Intensitas hujan yang tinggi akhirnya menyebabkan pergerakan permukaan tanah yang gundul sehingga terjadi tanah longsor.

    Tak hanya di darat. Siklon tropis juga memengaruhi tinggi gelombang dan badai laut yang dapat mencapai kategori berbahaya bagi nelayan dan pelayaran.

  • Cuaca Hari Ini: Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat, Termasuk Jawa Barat

    Cuaca Hari Ini: Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat, Termasuk Jawa Barat

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada Rabu (17/12/2025). Diantaranya Jawa Barat.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), disebutkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang pula mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu.

    Selain itu, wilayah Banten, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga berpotensi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Baca: Bibit siklon tropis 93S berpotensi dadi ‘Next Senyar’ pada akhir tahun

    Wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah dan Papua juga berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.

    Untuk seluruh wilayah Jakarta, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari. Sedangkan pagi hari, cuaca diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Demikian juga pada malam hari. Seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

  • Cuaca Hari Ini: Indonesia Dikepung Satu Siklon dan Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    Cuaca Hari Ini: Indonesia Dikepung Satu Siklon dan Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa wilayah dan perairan Indonesia pada Kamis (19/12/2025) hingga Jumat (19/12/2025) dinihari.

    Dalam akun instagram resminya, BMKG mendeteksi adanya Siklon Bakung yang telah tumbuh dari dari bibit siklon 91S pada 12 Desember lalu.

    Saat ini Siklon Tropis Bakung berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung dan akan menurun dalam 24 jam kedepan.  

    Kemudian BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk mulai 11 Desember lalu. Saat ini bibit siklon tersebut berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur.

    Baca: Beberaapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Dalam 24 jam kedepan bibit siklon 93S berpeluang tinggi untuk berubah menjadi Siklon Tropis.    

    Selanjutnya bibit Siklon Tropis 95S yang mulai terbentuk pada 15 Desember. Saat ini bibit siklon tersebut terpantau berada di sekitar wilayah Laut Arafura Selatan Kepulauan Aru, Maluku.

    Sistem bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk tumbuh menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam kedepan.

    Dengan kondisi seperti ini, BMKG mengeleuarkan peringatan dini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua Selatan.

    Baca: Siklon Tropis Bakung Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat

    Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi pula mengguyur wilayah Maluku bagian selatan dan tenggara.

    BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Pesisir selatan Jawa Barat, Pesisir selatan Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi angin kencang.

    Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan Pulau Sumba.

    Sementara gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi melanda Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat.