7cloud.asia –Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis (11/12/2025).
Wilayah tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.
Baca: Waspada Bibit Siklon Tropis yang Picu Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara
Kondisi cuaca yang sama berpeluang pula terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya dan Papua Barat.
BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bengkulu, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung dan Papua.
Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. BMKG telah melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini berada di Samudera Hindia sebelah Barat Provinsi Lampung.
Baca: sepekan Kedepan Cuaca Ekstrem Masih Landa Sejumlah Wilayah
Dinamika atmosfer aktif saat ini mempengaruhi intensitas hujan di wilayah Sumatra, dan Bibit Siklon 91S berpotensi memicu peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat tersebut.
“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, di Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (10/12).
BMKG menegaskan potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dan memasuki wilayah daratan, seperti halnya Siklon Tropis Senyar, berada dalam kategori rendah.
Baca: Memasuki Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang, tidak panik, dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG secara real-time.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis terkini, pergerakan 91S diprakirakan cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai 11 Desember 2025 siang atau sore hari.
Selanjutnya, sistem diperkirakan mulai menunjukkan pola pegerakan yang konsisten ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025.
Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini
“BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” kata Guswanto.
Pun, pemerintah daerah melalui BPBD diminta memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lainnya.
Kolaborasi lintas sektoral yang solid, adalah kunci utama untuk menciptakan keharmonisan antara sistem peringatan dini (early warning) dan tindakan dini (early action).

Leave a Reply