Tag: kota

  • Ketika Kota Semakin Panas, Warga Miskin Semakin Menderita

    Ketika Kota Semakin Panas, Warga Miskin Semakin Menderita

    7cloud.asia – Sejak awal bulan Juli lalu, sejumlah negara di Eropa disibukkan dengan adanya gelombang panas ekstrem.

    Gelombang panas ini bahan memaksa pemerintah Prancis mengeluarkan peringatan tingkat merah saat suhu mencapai 36-40°C. Sejumlah sekolah ditutup, begitu pula kunjungan ke puncak Menara Eiffel di Paris disetop sementara demi keselamatan pengunjung.

    Di Brussels, Belgia, Atomium, landmark ikonik kota tersebut juga menyesuaikan jam operasional sebagai respons terhadap suhu panas yang menyengat.

    Sementara itu, di Indonesia yang beriklim tropis, suhu panas sering kali dianggap sebagai hal biasa. Pemerintah cenderung tidak menanggapinya dengan serius.

    Warga dibiarkan tetap beraktivitas seperti biasa meski suhu panas di atas 36°C. Para siswa tetap bersekolah meski banyak ruangan kelas tidak punya pendingin udara yang memadai.

    Padahal, gelombang panas bukan hal sepele. Paparan suhu tinggi dalam jangka waktu lama bisa berdampak serius terhadap produktivitas dan kesehatan manusia, bahkan bisa meningkatkan risiko kematian.

    Baca: Gelombang panas melanda negara-negara Eropa

    Jika dibiarkan, efek jangka panjangnya bisa mengganggu stabilitas ekonomi. Di kota-kota besar, risiko ini lebih tinggi akibat fenomena urban heat island—kondisi ketika suhu di area perkotaan lebih panas dibanding wilayah sekitarnya.

    Hal ini disebabkan oleh kepungan permukaan keras seperti beton, aspal, serta minimnya pepohonan di perkotaan.

    Polusi dari berbagai kegiatan manusia seperti lalu lintas transportasi dan industri makin memperburuk efek urban heat island ini. Akibatnya, orang miskin menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

    Dampak suhu panas
    Banyak anggapan bahwa tubuh manusia mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu panas. Tapi faktanya, tubuh manusia punya ambang batas biologis untuk menahan panas.

    Saat kombinasi suhu udara dan kelembapan mencapai 35°C, tubuh kehilangan kemampuan mendinginkan diri, bahkan saat berkeringat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hipertemia dan bisa berujung pada kematian.

    Panas ekstrem juga memberi tekanan besar pada organ tubuh, terutama jantung dan ginjal. Hal ini bisa memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan pernapasan, diabetes, dan kerusakan ginjal akut.

    Baca: Pembangunan ruang terbuka hijau mikro di kawasan kumuh Jakarta

    Selain itu, suhu panas juga menyebabkan gangguan tidur dan ketidaknyaman saat bekerja. Akibatnya, performa kerja berisiko menurun.

    Jika berasal dari keluarga mampu atau orang kaya, mungkin kita bisa berlindung di rumah ber-AC, bepergian nyaman dengan mobil, ‘ngadem’ di kantor atau kafe.

    Tapi bagi orang miskin, pilihan yang mereka punya mungkin hanya tetap bertahan di cuaca sepanas apa pun, terutama bagi mereka yang harus bekerja di luar ruangan (outdoor).

    Masyarakat miskin yang tinggal di kawasan padat penduduk biasanya menempati rumah dari bahan bangunan seadanya, tanpa AC, dan minim ventilasi. Akses ke taman hijau pun sangat terbatas. Padahal ruang terbuka seperti taman bisa menjadi pendingin alami.

    Ironisnya, sebaran taman justru lebih banyak di sekitar kawasan elite.

    Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk meredam panas perkotaan

    Pemerintah tidak serius
    Selama ini, pemerintah belum menjadikan urban heat island sebagai agenda kebijakan yang perlu ditangani secara serius.

    Tidak seperti bencana alam seperti banjir, gempa, atau tanah longsor yang memiliki regulasi khusus, fenomena ini belum mendapat pengaturan jelas dalam kebijakan penanggulangan bencana.

    Penanganan urban heat island masih sekadar disisipkan dalam program ketahanan iklim, seperti rencana pengembangan bangunan hijau atau penambahan ruang terbuka hijau.

    Akibatnya, tak ada institusi penanggung jawab, anggaran, atau sistem pemantauan yang jelas.

    Lebih buruk lagi, tidak ada identifikasi wilayah prioritas sehingga mitigasi dan penyediaan ruang hijau untuk masyarakat rentan terus terabaikan.

    Artinya, masyarakat miskin perkotaan akan terus terjebak ‘kepanasan’ tanpa adanya bantuan nyata. Apa yang harus dilakukan pemerintah, akan diulas di tulisan selanjutnya.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Nimas Maninggar (Peneliti bidang kebijakan inovasi/inovasi wilayah, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN)

  • Cuaca Hari Ini: Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Yogyakarta

    Cuaca Hari Ini: Beberapa Kota Berpotensi Hujan Termasuk Yogyakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur beberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta pada Jumat (08/08/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Yogyakarta hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Kota Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Nabire dan Merauke. Hujan disertai petir Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Ambon.

    Sementara untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca pagi hari berawan dan berawan tebal.

    Siangnya hingga sore hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi cerah berawan. Selanjutnya di malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan tebal.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta.

    Selain itu, banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan dan pesisir Kalimantan Barat.

     

     

     

     

     

  • Pemkot Jakarta Pusat Dorong Sekolah dan Perkantoran Memilah Sampah

    Pemkot Jakarta Pusat Dorong Sekolah dan Perkantoran Memilah Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong pihak sekolah dan perkantoran di wilayahnya untuk aktif memberikan contoh baik dalam pengelolaan sampah.

    saat menghadiri pengukuhan pengurus bank sampah yang tergabung dalam Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) PT Pegadaian se DKI Jakarta, Wali kota Jakarta Pusat, Arifin meminta sekolah dan perkantoran mulai memilah sampah.

    Arifin juga mengajak pengurus bank sampah terus aktif mengedukasi warga untuk memilah sampah dari rumah, guna mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    “Kami tidak berhenti sebatas membentuk kelembagaan di setiap RW, namun terus mendorong agar bank sampah aktif beroperasi,” ujar Arifin, di Hotel Rivoli, Jalan Kramat Raya, Kamis (7/8/2025).

    Baca: Industri daur ulang kekurangan suplai sampah plastik

    Pada kesempatan ini, Arifin mengucapkan selamat kepada pengurus Forsepsi yang terus bergerak untuk menyadarkan warga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, sehingga Jakarta menjadi kota yang bersih, nyaman dan sehat.

    Saat ini, 387 RW di Jakarta Pusat telah terbentuk pengurus bank sampah. Namun, tidak semua bank sampah yang ada aktif beroperasi.

    Menurut data Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, pada Februari lalu tercatat 413 Bank Sampah Unit telah berdiri di Jakarta Pusat.

    Adapun jumlah Bank Sampah Unit setiap RW bervariasi antara satu hingga ada yang sampai tiga unit. Namun diakuinya dari sejumlah Bank Sampah Unit yang ada tidak semuanya beroperasi maksimal.

    Baca: Puluhan bank sampah di Jakarta Pusat tidak beroperasi

    Dari total 413 Bank Sampah Unit yang ada hanya 342 yang telah beroperasi maksimal. Sedangkan sisanya sebanyak 71 Bank Sampah Unit lainnya termasuk dalam kategori tidak aktif.

    SudinLH Jakarta Pusat akan terus melakukan penguatan ke Bank Sampah Unit yang termasuk kategori tidak aktif dan berkordinasi dengan jajaran kelurahan untuk terus melakukan pemantauan.

    Sementara Deputy Operasional Kanwil 9 Jakarta II, Indra Firmansyah menuturkan, sampah yang dikelola merupakan sesuatu yang berguna dan menghindari dari bahaya.

    “Sampah menjadi emas merupakan program luar biasa karena tidak ada di dunia yang tidak bermanfaat. Semoga hari ini sebagai awal kebahagian warga Jakarta untuk mendisiplinkan agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

  • Cuaca Hari Ini: Akhir Pekan, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Bakal Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Akhir Pekan, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Bakal Hujan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi hujan seharian pada akhir pekan, Sabtu (09/08/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

    Selanjutnya pada siang dan sore hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat. Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Selatan diprediksi hujan dengan intensitas sedang.

    Malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara. Sementara wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan terjadi hujan berintensitas sedang.

    Untuk kota-kota besar lainnya di Indonesia, hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang terjadi. Seperti Kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di Kota Serang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Bandung dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Ternate dan Nabire.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta.

    Selain itu, banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Papua Selatan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siang Hari, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang Hari, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (10/08/2025) siang.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan dengan intensitas ringan berpeluang pula terjadi pada pagi hari di Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi cerah berawan.  

    Malamnya hampir seluruh wilayah di Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.  

    Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpeluang pula terjadi di sejumlah kota di Indonesia.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Pontianak, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire dan Merauke.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang Kota Medan, Serang, Ternate dan Jayawijaya. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin dan Mamuju.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Yogyakarta.

    Selain itu, banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Papua Selatan.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Malam

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Senin (11/08/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal pada pagi hari.

    Tak hanya wilayah Jakarta, sejumlah kota besar di Indonesia juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan. Sementara hujan disertai petir diprediksi melanda Kota Padang, Palembang, Bengkulu, Bandung, Palangkaraya, Banjarmasin dan Mamuju.   

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta.

    Selain itu, banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Kota Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Kota Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan sangat lebat disertai petir berpotensi melanda Kota Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada Selasa (12/08/2025).

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah lainnya di Indonesia seperti wilayah Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Tengah dan Papua Selatan.

    Tak hanya hujan, angin kencang juga berpeluang melanda wilayah Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

    Prakirawan BMKG, Nurul Izzah menjelaskan kondisi cuaca seperti ini di tengah musim kemarau terjadi karena adanya dinamika atmosfer yang tengah terjadi.

    “Seperti adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah perairan Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Makassar kemudian Pasifik Timur Filipina yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia Barat Sumatera kemudian di Selat Makassar dan dari Sulawesi Utara hingga Samudra Pasifik Filipina”, jelas Nurul dalam kanal youtube resmi BMKG.  

    Selain itu adanya daerah pertemuan angin atau konfluensi yang diperkirakan terbentuk di sekitar wilayah Laut Natuna Utara dan perairan utara Papua Barat Daya.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, selatan pesisir Yogyakarta.

    Selain itu, banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 26 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi akan dirasakan masyarakat di Kota Ternate, Ambon dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Makassar.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Kamis (14/08/2025) pagi hingga sore hari.

    Dalam laman youtube resmi BMKG, wilayah Jakarta Selatan berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah berawan.

    Selanjutnya siang hingga sore hari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan. Wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Malam harinya BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Jakarta cerah hingga berawan tebal.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi terjadi.

    Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Mamuju dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jambi, Tanjung Selor, Ternate dan Merauke.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku dan Sulawesi Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Tiga Kota Ini Masih Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Tiga Kota Ini Masih Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tetapi masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Jumat (15/08/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi melanda tiga kota, yaitu Kota Jambi, Bengkulu dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Nabire dan Jayawijaya.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Bandung, Serang, Samarinda, Palu, Jayapura, Manokwari, Sorong, Ambon, Ternate dan Merauke.   

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Banten, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Bali, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

  • Di Otavalo, Ekuador Para Pemuda Adat Memelopori Revitalisasi Kota

    Di Otavalo, Ekuador Para Pemuda Adat Memelopori Revitalisasi Kota

    7cloud.asia – Di pegunungan Ekuador, pemuda adat bernama Lenin Zambrano merepresentasikan pendekatan yang berbeda namun sama kuatnya terhadap pembangunan berkelanjutan.

    Sebagai seorang Kichwa Otavalo yang bangga dan anggota komunitas Adat Otavalango, ia memimpin transformasi Museo Viviente Otavalango (Museum Hidup Otavalango) menjadi Pusat Perbelanjaan Adat pertama di dunia

    Dilansir di laman resmi UN Habitat, tempat ini menjadi sebuah ruang yang melestarikan warisan Kichwa sekaligus mempromosikan urbanisasi berkelanjutan melalui kepemimpinan pemuda.

    Melalui partisipasi mereka dalam inisiatif Youth 2030 Cities, Lenin dan komunitasnya menyusun Deklarasi Pemuda Otavalo tentang Urbanisasi Berkelanjutan kepada Wali Kota.

    Deklarasi ini menyerukan perubahan sistemik yang berakar pada identitas Adat, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan pemuda.

    Baca: Hari Pemuda Internasional 2025, merayakan aktivisme anak muda

    “Kaum muda, khususnya pemuda Adat, membawa pengetahuan vital, kreativitas, dan urgensi ke dalam proses pembangunan lokal,” jelas Lenin dikutip UN Habitat

    Inklusi mereka memastikan keputusan mencerminkan realitas kehidupan yang beragam,” menekankan bagaimana partisipasi pemuda membantu merebut kembali memori budaya sekaligus membentuk sistem pendidikan, tata kelola, dan ketenagakerjaan yang lebih adil dan berkelanjutan.

    Kota Otavalo, Ekuador, menjadi rumah bagi 125 komunitas adat. Dalam beberapa dekade terakhir, mereka telah menyaksikan kemunduran budaya adat, termasuk budaya masyarakat Kichwa di Otavalo.

    Kemunduran ini tercermin dalam hilangnya pengetahuan tentang beberapa upacara leluhur, hilangnya tradisi dari mata publik, serta posisi bahasa dan pakaian adat Kichwa yang kurang menguntungkan.

    Baca: Pusat kota di Italia ini hanya diperuntukan bagi pejalan kaki

    Kekhawatiran terbesar yang timbul dari kejadian ini adalah terbatasnya komunikasi antara generasi tua dan muda penutur bahasa Kichwa, yang menyebabkan penyebaran informasi yang keliru tentang struktur budaya penutur bahasa Kichwa.

    Dalam praktiknya, hal ini juga berarti hilangnya partisipasi efektif masyarakat Kichwa di lembaga-lembaga publik dan swasta di Otavalo.

    Oleh karena itu, inisiatif yang digagas oleh perwakilan muda masyarakat Kichwa di Otavalo berfokus pada pengajaran bahasa Kichwa yang berkualitas kepada anak-anak dan remaja, dengan harapan untuk mempelajari lebih lanjut dan melestarikan budaya Kichwa Otavalo.

    Untuk mewujudkan transfer warisan adat antargenerasi, para kakek-nenek dari berbagai komunitas dilibatkan dalam sesi pembelajaran agar mereka dapat berdialog dengan anak-anak dan remaja modern.

    Sebagai mitra utama proyek ini, Museum Hidup Otavalango telah menjadi sekolah budaya Otavalo, di mana para kakek-nenek menjadi guru yang bijaksana, dan cucu-cucu mereka menjadi pembelajar tekun akan pengetahuan adat Otavalo yang tak ternilai harganya.