Tag: jakarta

  • Penataan Kota Jakarta Gunakan Dana Kompensasi KLB, Ini Risiko di Baliknya

    Penataan Kota Jakarta Gunakan Dana Kompensasi KLB, Ini Risiko di Baliknya

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang fokus membangun sektor transportasi untuk mengurangi angka kemacetan di ibu kota.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, selain menggunakan APBD, pembangunan di Jakarta ini akan memanfaatkan dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan pengembangan Transit Oriented Development (TOD).

    “Sekarang Jakarta kan membangun dengan berbagai cara, yang saya memang kembangkan. Misalnya, urusan KLB, TOD itu kita gunakan untuk membangun Jakarta,” ujar Pramono, Rabu (11/6/2025).

    Sebelumnya, Pramono Anung berjanji tetap transparan terkait penggunaan dana kompensasi KLB di ibu kota. Ia menyatakan, seluruh proses administrasi terkait KLB akan dipercepat.

    “Apapun administrasi dan Pemerintah Jakarta harus lebih terbuka untuk itu, sehingga KLB yang bertele-tele atau SLF yang bertele-tele saya akan percepat,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/4/2025).

    Pramono memastikan, seluruh dana yang diperoleh dari KLB akan sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat Jakarta, termasuk pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di lokasi strategis seperti Bundaran HI dan Blok M.

    Baca: Jalur MRT akan dikembangkan dengan konsep TOD

    Selain itu, dana KLB juga akan dialokasikan untuk menambah ruang terbuka hijau di Jakarta melalui pembangunan taman-taman kota.

    “Termasuk yang kemarin ditandatangani sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yaitu nanti untuk TOD di Bundaran HI dan TOD di Blok M dan juga untuk membangun taman-taman yang ada di Jakarta,” ungkapnya.

    Taman yang direvitalisasi dengan menggunakan dana kompensasi KLB adalah Taman Ayodia, Taman Langsat, dan Taman Leuser.

    “Dari dana KLB, dananya sudah ada, sehingga dengan demikian saya mengharapkan pembangunan ini bisa dimulai pada pertengahan tahun ini,” kata Pramono.

    Revitalisasi dilakukan agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas di area taman secara maksimal. Selain itu, Pramono ingin mengembangkan ketiga taman tersebut menjadi sarana pendukung kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta akan menjadikan tiga taman ini Ayodia, Langsat dan Leuser ini menjadi taman utamanya ASEAN.

    Baca: Rencana pengembangan Blok M menjadi pusat ekonomi baru

    “Dan dalam jangka menengah panjang, tempat ini akan menjadi betul-betul sarana ibu kota ASEAN. Kenapa itu kami lakukan? Karena fasilitas yang ada selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tandasnya.

    Koefisien Lantai Bangunan (KLB) merupakan angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dengan luas tanah perpetakan atau daerah perencanaan yang dikuasai sesuai dengan rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan.

    KLB masuk ke dalam mekanisme pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) yang termaktub dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (KEMEN-ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau.

    Sementara, menurut laman Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), dana KLB merupakan sejenis denda yang diserahkan oleh perusahaan swasta kepada Pemprov DKI Jakarta karena membangun gedung melebihi ketentuan jumlah lantai.

    Baca: Layanan TransJabodetabek diperluas hingga Depok dan Bogor

    Pembangunan infrastruktur menggunakan dana kompensasi KLB diinisiasi oleh Ahok hingga akhirnya diteruskan oleh Anies Baswedan sebagai gubernur selanjutnya.

    Keberadaan dana kompensasi KLB pernah dikritik oleh mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Desember 2016 lalu.

    Kebijakaan yang diinisiasi Gubernur Ahok itu memberikan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dengan membayar denda merupakan tindakan koruptif gaya baru.

    Bambang bilang, Pemprov Jakarta pada akhirnya menggunakan dana pihak ketiga untuk melakukan pembangunan, melalui pembayaran denda tersebut. Tindakan koruptif sendiri merupakan perbuatan yang mengarah kepada korupsi.

    “Ini lah tindakan koruptif gaya baru yang belum bisa disentuh hukum,” kata Bambang kala itu.

  • DKI Jakarta Didorong Kembangkan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

    DKI Jakarta Didorong Kembangkan Kawasan Rendah Emisi Terpadu

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta bekerja sama dengan Breathe Cities dan Empatika menyelenggarakan Lokakarya Validasi: Studi Kebutuhan Inklusif dan Penilaian Kesetaraan untuk mendukung implementasi Kawasan Rendah Emisi Terpadu.

    Acara yang berlangsung di Jakarta Future City Hub ini sebagai bentuk komitmen terhadap pengendalian polusi udara dan penanganan perubahan iklim.

    Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian studi kelayakan dan roadmap implementasi Kawasan Rendah Emisi Terpadu (KRE-T), hasil kolaborasi dengan Program Breathe Cities Jakarta.

    Breathe Cities Jakarta adalah sebuah inisiatif global dari Clean Air Fund, C40 Cities, dan Bloomberg Philanthropies, yang diimplementasikan di Jakarta bersama Vital Strategies.

    City Advisor Breathe Jakarta dari C40 Cities, Fadhil Firdaus menyampaikan, berbeda dengan upaya sebelumnya yang lebih berfokus pada sektor transportasi, upaya pengurangan emisi melalui Kawasan Rendah Emisi Terpadu (KRE-T) lebih menyeluruh dengan pertimbangkan sektor-sektor lain.

    Baca: Upaya Jakarta membangun ketahanan iklim

    Kawasan rendah emisi terpadu ini juga melibatkan sektor persampahan, bangunan gedung, energi, industri, tata guna lahan, hingga pengelolaan limbah.

    Fadhil menyampaikan, dalam lokakarya ini dilakukan perumusan strategi bagi kelompok marginal yang paling terdampak jika kawasan rendah emisi terpadu dilaksanakan di beberapa lokasi potensial, dan strategi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kelompok yang terpinggirkan.

    “Selain itu, diskusi juga difokuskan pada aspek inklusivitas dan keadilan sosial dalam merancang kebijakan, sehingga manfaat KRE-T dapat dirasakan oleh kelompok marginal dalam proses perencanaan dan implementasinya melibatkan masyarakat,” tandasnya.

    Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, lokakarya ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota beremisi rendah dan berkelanjutan.

    Ia menyampaikan, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan tingkat urbanisasi tertinggi di Asia Tenggara menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk kualitas udara yang memburuk, tingginya emisi gas rumah kaca, dan risiko iklim ekstrem.

    Baca: Jakarta terus perluas kawasan rendah emisi

    “Kawasan Rendah Emisi Terpadu bukanlah sekadar kebijakan tunggal, melainkan rangkaian intervensi multi sektor yang ditujukan untuk menurunkan emisi, memperbaiki kualitas udara, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan inklusif,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

    Asep menjelaskan, kawasan rendah emisi terpadu merupakan kelanjutan komitmen Jakarta dalam Rencana Pembangunan Rendah Karbon sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

    “SPPU sendiri berfokus pada tiga strategi utama, yaitu peningkatan tata kelola, pengendalian emisi dari sumber bergerak seperti kendaraan, dan sumber tidak bergerak seperti industri,” katanya.

    Asep mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus mendukung kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak-pihak eksternal dalam mendukung inisiatif ini.

    Jakarta menargetkan tercapainya net zero emission pada tahun 2050, dan kawasan rendah emisi terpadu dipandang sebagai salah satu terobosan strategis untuk mencapai tujuan tersebut.

    Ia berharap lokakarya ini dapat dirumuskan rekomendasi dan inisiatif kawasan rendah emisi terpadu yang inklusif dan selaras dengan visi utama Jakarta menuju kota global.

    Baca: Perjuangan Kota London menjadi kawasan rendah emisi

  • 20 Bus TransJakarta Terbakar di Terminal Rawa Buaya, Ini Penjelasan Dishub

    20 Bus TransJakarta Terbakar di Terminal Rawa Buaya, Ini Penjelasan Dishub

    7cloud.asia – Sebanyak 20 unit Transjakarta terbakar dalam peristiwa kebakaran di Terminal Mobil Barang (TMB), Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (10/6/2025).

    Dalam kebakaran tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.

    Total sebanyak 18 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut. Dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan tidak ada korban jiwa.

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo memastikan bahwa unit-unit Transjakarta tersebut tidak lagi menjadi aset Pemprov DKI Jakarta maupun PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

    “Ratusan bus rongsok yang berada di area Pool Rawa Buaya kepemilikannya ada pada perusahaan yang memenangkan lelang eks armada bus Transjakarta,” ujar Syafrin, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2025) seperti dikutip beritajakarta.id.

    Syafrin menyampaikan, bus-bus eks TransJakarta tersebut sudah tidak laik jalan karena faktor usia maupun kondisi yang tidak lagi baik.

    Unit-unit bus yang tidak terpakai itu telah melalui proses lelang yang telah dimenangkan oleh salah satu perusahaan.

    Baca: TransJakarta sudah operasikan 200 bus listrik

    Selanjutnya, bus-bus yang masih berada di area pool maupun terminal tersebut mulai dipotong-potong oleh sejumlah tukang las. Namun, percikan api las menyambar komponen bus yang mudah terbakar.

    “Ditambah lagi angin sedang berhembus kencang sehingga api menjalar ke bus-bus lainnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, terdapat 104 unit bus Transjakarta yang berada di area Terminal Mobil Barang (TMB) Rawa Buaya.

    “Unit-unit bus tersebut merupakan bagian dari penghapusan sebanyak 417 unit eks bus Transjakarta oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) Jakarta,” tandasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (15/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan berintensitas ringan berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jakarta pada pagi, siang dan sore.

    Selanjutnya pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Palu, Mamuju, Ternate, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Sorong, Manokwari, Nabire dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Samarinda.   

    BMKG mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Pulau Jawa, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Malam Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Malam Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan seluruh wilayah Jakarta pada Senin (16/06/2025) siang hingga malam.

    Dalam laman resminya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Pada malam hari, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.  Wilayah lainnya berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Hujan berintensitas ringan juga diprediksi terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Medan, Padang, Jambi, Serang, Bandung, Surabaya, Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin, Mamuju, Gorontalo, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Semarang, Denpasar dan Palu. Sedangkan hujan disertai petir diprediksi melanda Kota Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Pontianak, Ternate.

    BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Sejumlah Masalah Muncul di SPMB di Jakarta

    Sejumlah Masalah Muncul di SPMB di Jakarta

    7cloud.asia – Sejumlah masalah muncul dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Jakarta yang mulai digelar Senin, (16/6/2025).

    Seluruh tahapan proses pendaftaran hingga daftar ulang SPMB 2025 dapat diakses secara online oleh wali atau murid melalui portal resmi SPMB Jakarta agar memastikan kemudahan akses, hasil transparan, dan adil.

    Namun demikian para orang tua yang mengeluhkan lambatnya akses ke dalam sistem. Masalah lainnya adalah kurangnya sosialisasi kepada wali murid sehingga mereka mengalami kebingungan.

    Berikut sejumlah masalah yang muncul dalam SPMB di Jakarta seperti dilansir Tempo.co:

    1. Portal Sulit Diakses
    Portal SPMB Jakarta dikabarkan mengalami kegagalan (galat) di hari pertama pendaftaran dan sulit diakses oleh orang tua calon peserta didik.

    Salah seorang wali murid mengatakan telah berulang kali mencoba masuk atau log in ke situs tersebut menggunakan akun yang telah dibuat, namun laman SPMB tetap tak bisa diakses.

    Baca: Perbedaan sistem zonasi dan domisili dalam SPMB

    Beberapa kali mencoba, selalu muncul pemberitahuan ‘Terjadi Kesalahan’. Dia khawatir situs SPMB yang eror membuat anaknya kehilangan kursi dan gagal mendapatkan sekolah yang diinginkan.

    Dia juga mengeluhkan sistem pendaftaran SPMB yang dinilainya masih prematur sehingga menyulitkan orang tua untuk mendaftarkan anak mereka.

    Akun instagram Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga tampak diserbu oleh orang tua calon murid. Rata-rata mengeluhkan situs SPMB yang eror dan lemot.

    Banyak orang tua mengatakan akun mereka terlempar keluar dan gagal masuk. Mereka menduga hal itu terjadi karena membludaknya pendaftar yang mengakses situs tersebut.

    2. Orang Tua Murid Kebingungan dengan Mekanisme SPMB
    Fera, 40 tahun, tampak kebingungan saat mendatangi posko aduan pendaftaran SPMB wilayah Jakarta Selatan di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan di hari pertama pendaftaran.

    Ia bolak-balik dari tempat duduknya ke meja pelayanan untuk bertanya. Dengan berlembar-lembar berkas dan dokumen yang telah disiapkan di tangannya, ia tampak kewalahan mengisi data dan mengikuti proses pendaftaran yang sudah serba daring.

    Baca: Daya tampung sekolah negeri belum memadai

    Dia mengungkapkan baru memiliki akun pendaftaran dan memverifikasinya pada Sabtu 14 Juni 2025. Hari itu merupakan batas akhir pembuatan akun dan verifikasi akun.

    Fera mengatakan ia akan memasukkan anaknya di salah satu SMA negeri di Jakarta Selatan. Sekolah yang selama ini menjadi pilihan pertama anaknya.

    “Saya pakai jalur domisili. Semoga saja bisa diterima,” ucapnya.

    Menurut Fera, sistem yang baru dan serba daring itu membuatnya bingung sehingga dia meminta bantuan dari petugas untuk memasukkan berbagai data dan memverifikasinya.

    Suasana di posko aduan SPMB Jakarta Selatan juga tampak ramai. Dari luar ruangan orang tua calon murid telah antre. Rata-rata meminta bantuan untuk mekanisme pendaftaran dan meminta petugas untuk memandu memverifikasi data calon murid.

    3. SPMB tak tersosialisasi dengan baik
    Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menyampaikan lembaganya mendapatkan banyak aduan ihwal sistem galat.

    Selain itu, Ubaid menyebut pihaknya juga mendapat laporan mengenai banyak orang tua tak tersosialisasi dengan baik.

    Meski pendaftaran dilakukan secara daring, masih banyak orang tua yang mengantre di sekolah sejak subuh.

    Baca: Sistem zonasi di PPDB akan dipertahankan

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Sedang Hingga Lebat Berpotensi Guyur Banyak Wilayah, Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hujan Sedang Hingga Lebat Berpotensi Guyur Banyak Wilayah, Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur banyak wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta pada Kamis (19/06/2025).

    Dalam laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tak hanya mengguyur wilayah Jakarta tetapi juga mengguyur banyak wilayah di Indonesia.

    Yaitu  Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.  

    Selain itu, hujan hujan berintensitas sedang hingga lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang terjadi di wilayah Aceh,  Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

    Tak hanya angin kencang. Banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah pesisir juga perlu diwaspadai.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda sebagian wilayah Jakarta pada Jumat (20/06/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan disertai petir berpotensi terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan ringan.

    Hujan disertai petir ini masih berlanjut hingga malam hari di wilayah Kepulauan Seribu dan wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan tebal.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Sedangkan pagi hari, hanya wilayah Jakarta Timur yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan.

    Selanjutnya kota-kota lain di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi terjadi di mayoritas kota. Seperti Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Baca: BMKG kembangkan sistem peringatan dini berbasis AI 

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Manado dan Sorong. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Banjarmasin, Palu dan Mamuju.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang dapat melanda wilayah Aceh, Bali, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu, masyarakat juga harus waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

     

  • Pro Kontra Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

    Pro Kontra Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

    7cloud.asia – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan keberatan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok di DKI Jakarta.

    Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, menilai, pasal-pasal dalam naskah Raperda Kawasan Tanpa Rokok tersebut akan semakin memperberat kinerja hotel, kafe dan restoran.

    “Jangan lupa bahwa hotel dan resto juga telah turut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DKI Jakarta,” katanya di Jakarta, Jumat (20/6/2025) seperti dilansir Antaranews.com.

    Menurut Iwantono, kontribusi PHRI DKI Jakarta terhadap ekonomi cukup tinggi dan menyerap lebih dari 600.000 tenaga kerja. Dia menegaskan bahwa tamu hotel dan restoran didominasi oleh konsumen perokok.

    Kalau merokok dilarang total, tidak diperbolehkan sama sekali, maka ini kemunduran bagi kafe, restoran dan hotel. “Dampaknya luas,” kata Iwantono.

    Baca: Isi Raperda kawasan tanpa rokok di Jakarta

    Sebelumnya, berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan PHRI DKI Jakarta pada April 2025 terhadap anggotanya, tercatat 96,7 persen hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian.

    Hal itu berdampak pada banyak pelaku usaha yang terpaksa melakukan pengurangan karyawan sekaligus menerapkan berbagai strategi efisiensi.

    Menurut Iwantono, DKI Jakarta perlu melakukan riset terkait aturan serupa di negara-negara lainnya bahwa merokok masih diperbolehkan, namun dibatasi, diberi tempat tertentu.

    “Peraturan semacam ini, prosesnya harus bertahap, tidak bisa ‘ujug-ujug’. Ekonomi akan terguncang, nanti masyarakat terkejut. Kami mohon, tolong pelaku usaha dilibatkan dalam proses penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok ini,” kata Iwantono.

    Di sisi lain, Anggota Pansus Kawasan Tanpa Rokok DPRD DKI Jakarta Inad Luciawaty juga mengutarakan kekhawatirannya atas dampak Raperda KTR ini bagi kondisi ekonomi masyarakat.

    Baca: Pelanggaran larangan merokok di kawasan tanpa rokok bakal kena denda

    Tidak menutup kemungkinan bahwa memang harus ada kawasan khusus merokok. Ini tidak bisa dihilangkan atau dihapus total, karena memang masyarakat kita banyak perokok.

    “Terutama di mal, resto dan kafe, harus ada kawasan khusus merokok,” kata Inad.

    Inad juga mengingatkan bahwa penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok dapat mencontoh negara maju seperti Jepang dan Singapura yang menyediakan tempat khusus merokok.

    Inad pun secara khusus menyoroti pasal mengenai larangan berjualan rokok dalam radius 200 meter dari satuan tempat pendidikan dan tempat bermain anak.

    Pasal larangan ini, menurut Inad, akan sulit diterapkan khususnya di kawasan padat pemukiman.

    Baca: Larangan merokok di ruang publik di Jakarta akan dituangkan dalam Perda

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat untuk Jakarta dan Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat untuk Jakarta dan Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada Minggu (22/06/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi pula terjadi di wilayah Jawa Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah dan Papua.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Selatan.

    Wilayah perairan pun juga berpotensi hujan berintensitas lebat seperti Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara dan selatan.

    Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Teluk Bone, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafura bagian utara dan tengah juga berpotensi hujan lebat.

    Hujan lebat berpotensi pula terjadi di Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku Utara ,Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan Samudra Pasifik utara Papua.