Tag: gempa

  • BNPB Imbau Masyarakat Jauhi Pantai Hingga Peringatan Dini Tsunami Dicabut

    BNPB Imbau Masyarakat Jauhi Pantai Hingga Peringatan Dini Tsunami Dicabut

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan propagasi atau perambatan gelombang tsunami di Samudera Pasifik- wilayah perairan Indonesia masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap menjauhi pantai sampai peringatan dini tsunami resmi dicabut.

    Peringatan dini tsunami di wilayah Indonesia diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pascagempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, Rabu pagi.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers terkait evaluasi potensi tsunami di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pemantauan di beberapa lokasi menunjukkan kenaikan tinggi muka air laut sekitar 40–50 centimeter di kawasan Indonesia timur.

    Baca: Gempa megathrust mengancam wilayah Indonesia

    “Patokan yang harus menjadi panduan bagi teman-teman di daerah adalah bahwa propagasi tsunami masih terjadi hingga saat ini. Jadi masyarakat tetap harus menjauhi daerah pantai untuk sementara waktu,” katanya.

    Baca juga: BMKG prakirakan tsunami di Biak dan Supiori pada Rabu pukul 16.21 WIT

    Ia menyebut data pengamatan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di Manokwari Papua Barat dari 1,5 meter menjadi lebih dari 2 meter, serta di Sorong Papua dari 1,6 meter menjadi di atas 2 meter.

    “Ini adalah indikasi front wave yang masih bergerak,” ujarnya.

    BNPB mengingatkan bahwa kondisi gelombang yang terlihat tenang tidak berarti situasi sudah aman.

    Baca: Apa itu megathrust yang dapat memicu gempa dan tsunami di Indonesia?

    “All clear hanya ketika BMKG sudah menghentikan peringatan dini tsunami. Sebelum ada pengumuman itu, masyarakat jangan kembali ke pantai,” katanya.

     Dia juga mengapresiasi beberapa daerah yang menunjukkan masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini dinlai respon yang tepat demi keselamatan bersama.

    BNPB meminta BPBD dan aparat daerah bersama TNI-Polri menjaga komunikasi dengan masyarakat agar tetap tenang, disiplin mengikuti arahan, dan tidak kembali ke pantai hingga BMKG mencabut peringatan dini tsunami.

    Sumber: Antaranews

  • BRIN: Pembangunan Wilayah Selatan Jawa Belum Mengintegrasikan Risiko Tsunami

    BRIN: Pembangunan Wilayah Selatan Jawa Belum Mengintegrasikan Risiko Tsunami

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bukti ilmiah tentang keberadaan tsunami raksasa yang pernah melanda wilayah selatan Jawa ribuan tahun lalu.

    Temuan ini merupakan hasil riset paleotsunami yang dilakukan oleh tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG), dan menjadi peringatan penting akan potensi ancaman megatsunami yang masih membayangi wilayah selatan Jawa yang padat penduduk tersebut.

    Dilansir di laman resmi BRIN, brin.go.id, Peneliti Ahli Madya PRKG BRIN, Purna Sulastya Putra menyoroti masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Jawa di era Jokowi.

    Dia menyebut pembangunan bandara, pelabuhan, dan kawasan industri di wilayah selatan Jawa belum sepenuhnya mengintegrasikan risiko tsunami.

    “Jika tidak dirancang dengan mempertimbangkan sejarah bencana, dampaknya akan sangat besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian ekonomi,” ujarnya.

    Baca: BRIN temukan jejak tsunami berumur 1800 tahun di wilayah selatan Jawa

    Dengan semakin banyak dibangunnya infrastruktur strategis di wilayah selatan Jawa, kawasan sekitarnyapun ikut berkembang, ditandai dengan semakin banyaknya fasilitas seperti hotel, restoran, hingga destinasi wisata baru akan ikut bermunculan.

    “Peningkatan aktivitas ini, meski memberikan dampak positif dari sisi ekonomi, juga secara tidak langsung menambah kerentanan wilayah terhadap potensi bencana tsunami,” tambah Purna.

    Dia berharap data paleotsunami yang dihasilkan BRIN ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam penetapan kebijakan tata ruang dan mitigasi bencana.

    Informasi tentang sebaran wilayah terdampak, periode ulang, serta estimasi jarak genangan sangat berguna untuk menetapkan zona rawan, menentukan lokasi tempat evakuasi, dan merancang jalur evakuasi yang efisien.

    “Pemerintah daerah sebaiknya mulai memanfaatkan data ini untuk menyusun rencana pembangunan yang berwawasan risiko, serta melakukan sosialisasi rutin ke masyarakat,” tegasnya.

    Baca: Kapan gempa megathrust terjadi, tidak bisa ditentukan

    BRIN mendorong agar edukasi kebencanaan berbasis riset ditingkatkan di sekolah-sekolah, media massa, hingga komunitas lokal.

    Sebagai peneliti, Purna mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemangku kepentingan di daerah masing-masing.

    “Kalau terjadi gempa kuat di dekat pantai, jangan tunggu sirine atau pemberitahuan. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Alam sering memberi sinyal pertama, dan kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan,” pesannya.

    Dengan hasil riset ini, BRIN mengajak semua pihak, baik pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya sadar risiko.

    “Tsunami mungkin tak bisa dicegah, tapi korban jiwa dan kerugian bisa kita minimalisir dengan pengetahuan dan kesiapan,” pungkas Purna.

    Baca: Mengenal 16 titik megathrust di Indonesia

  • Ratusan Orang Tewas Akibat Gempa Magnitudo 6 yang Mengguncang Afghanistan

    Ratusan Orang Tewas Akibat Gempa Magnitudo 6 yang Mengguncang Afghanistan

    7cloud.asia – Lebih dari 250 orang tewas dan 500 lainnya terluka saat gempa magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan pada Minggu (31/8/2025) malam waktu setempat, kata Kementerian Informasi negara tersebut kepada Anadolu.

    Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pukul 23.47 waktu setempat (Senin, 02.17 WIB), dengan pusat gempa berlokasi 27 kilometer sebelah timur laut Jalalabad pada kedalaman 8 kilometer.

    Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada Anadolu bahwa korban jiwa telah dilaporkan dari distrik Nur Gal, Sawki, Watpur, Manogi, dan Chapa Dara di provinsi Kunar.

    Ia mengatakan angka kematian dan korban luka belum final karena para pejabat masih berkomunikasi dengan penduduk setempat di banyak daerah terpencil dan tim bantuan sedang dalam perjalanan.

    Baca: Gempa dan tsunami Aceh dorong perkembangan riset dan mitigasi bencana

    Jalan menuju Dewa Gul di distrik Sawki dan Mazar Dara di distrik Nur Gul terblokir akibat longsor, sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk mencapai daerah terdampak.

    Warga setempat menggambarkan gempa tersebut sebagai salah satu yang terkuat yang pernah melanda negara mereka.

    Sementara itu, Juru bicara pemerintahan sementara Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa.

    “Sangat disayangkan, gempa malam ini telah menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan properti di beberapa provinsi timur kami,” tulisnya di platform media sosial X milik perusahaan AS.

    Baca: Korban tewas akibat gempa Myanmar lampaui 3000 orang

    Mujahid menuturkan pejabat lokal dan penduduk terlibat dalam upaya penyelamatan, dengan tim bantuan dari provinsi pusat dan sekitarnya menuju ke daerah tersebut.

    “Semua sumber daya yang tersedia akan dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

    Setidaknya dua gempa susulan dengan magnitudo 5,2 mengguncang daerah yang sama setelah gempa besar, menurut USGS.

    Sumber: Antaranewscom/Anadolu

  • Korban Gempa Magnitudo 6,9 di Cebu Bertambah Menjadi 72 Orang

    Korban Gempa Magnitudo 6,9 di Cebu Bertambah Menjadi 72 Orang

    7cloud.asia – Korban gempa magnitudo 6,9 yang mengguncang Provinsi Cebu di Filipina bertambah menjadi 72 orang per Kamis (2/10/2025) malam. Gempa susulan masih terjadi dan menimbulkan kepanikan masyarakat.

    Menurut Dewan Nasional Penanggulangan dan Pengelolaan Risiko Bencana Filipina (NDRRMC), gempa Cebu yang terjadi pada Selasa malam (30/9/2025) tersebut menyebabkan 294 orang terluka dan menimbulkan kerusakan terhadap infrastruktur lokal.

    Dinas Pertahanan Sipil (OCD) melaporkan bahwa Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah berkunjung ke Cebu pada Rabu (1/10/2025) untuk meninjau situasi pascagempa di wilayah tersebut.

    Baca: Ratusan orang tewas akibat gempa magnitudo 6 di Afghanistan

    Dalam kunjungannya, Marcos memberi arahan kepada kepala badan pemerintah, pejabat setempat, serta petugas tanggap darurat yang terlibat dalam operasi penyelamatan untuk memastikan implementasi segera langkah-langkah kritis yang diperlukan.

    Situasi darurat telah ditetapkan di Cebu beserta wilayah lain. Hingga saat ini, sejumlah 53 kota dan kotamadya telah menyatakan situasi darurat.

    Lebih dari 170.000 orang dilaporkan terdampak gempa tersebut, dengan 20.000 orang di antaranya terpaksa mengungsi. Sementara, 600 rumah dilaporkan rusak akibat gempa.

    Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), sejumlah 2.329 gempa susulan, yang beberapa di antaranya mencapai magnitudo 5, terus terjadi hingga Kamis pagi di Provinsi Cebu.

    Baca: Gempa dan Tsunami Aceh dorong perkembangan riset dan mitigasi bencana

    Phivolcs mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan longsor atau benda jatuh ketika beraktivitas di luar ruangan.

    Ketika terjadi gempa kuat lagi, masyarakat disarankan melindungi diri dengan ‘merunduk, berlindung, dan berpegangan’.

    “Di rumah-rumah dan perkantoran, mebel dan perangkat berat harus ditambatkan ke dinding, sementara benda yang bergantung harus dipastikan terpasang aman untuk mencegah cedera,” menurut badan tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Wilayah Utara Afghanistan, Puluhan Orang Tewas

    Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Wilayah Utara Afghanistan, Puluhan Orang Tewas

    7cloud.asia – Sedikitnya 20 orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan pada Senin (3/11/2025) dini hari waktu setempat (Minggu 20.30 GMT, Senin 03.30 Wib), menurut keterangan pejabat setempat.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Sharafat Zaman, mengatakan bahwa 20 orang dipastikan meninggal dunia, dengan sebagian besar korban berasal dari Provinsi Samangan dan Balkh di bagian utara negara itu.

    Palang Merah Afghanistan (Afghan Red Crescent Society) menyebut gempa tersebut menimbulkan “kerugian besar baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.”

    Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan para korban gempa.

    Ibu kota Provinsi Balkh, Mazar-e-Sharif, juga melaporkan adanya korban serta kerusakan pada sejumlah bangunan dan properti warga. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Provinsi Baghlan di barat laut Afghanistan.

    Baca: Potensi lebih banyak banjir di Afghanistan akibat perubahan iklim

    Sekitar 800 rumah dilaporkan rusak sebagian di Desa Chogani, Distrik Shahr-e-Bozorg, Provinsi Badakhshan.

    Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS), pusat gempa berada pada kedalaman 28 kilometer, dekat kota Mazar-e-Sharif yang merupakan salah satu kota terbesar di Afghanistan.

    Pihak berwenang telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk siaga penuh dan siap memberikan layanan medis kepada para korban gempa.

    Guncangan kuat akibat gempa juga mengganggu jalur pasokan listrik dari Uzbekistan dan Tajikistan, sehingga menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.

    Perusahaan listrik nasional, Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS), menyebut bahwa jalur listrik yang menghubungkan Naibabad ke Samangan serta dari Khulm ke Pul-e-Khumri terputus.

    Baca: Lebih 1 juta anak perempuan di Afghanistan dilarang sekolah

    “Akibat gangguan ini, provinsi Kabul, Baghlan, Parwan, Panjshir, Kapisa, Logar, Paktia, Ghazni, dan Maidan Wardak sepenuhnya kehilangan pasokan listrik impor dari jalur tersebut,” lapor Tolo News.

    Tim teknis tengah bekerja untuk menilai kerusakan jaringan dan memulihkan kembali pasokan listrik, kata pihak DABS.

    Kementerian Pertahanan Afghanistan menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah membersihkan jalan-jalan yang tertutup longsor akibat gempa.

    Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, Afghanistan telah diguncang sedikitnya delapan gempa besar, termasuk yang terbaru ini.

    Pada Agustus lalu, gempa berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang Provinsi Kunar di bagian timur, menewaskan lebih dari 2.200 orang dan meratakan ratusan rumah serta bangunan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Gempa 7 Magnitudo Guncang Alaska, AS

    Gempa 7 Magnitudo Guncang Alaska, AS


    7cloud.asiaGempa dengan kekuatan 7,0 magnitudo mengguncang Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (6/12/2025) pukul 20.41 GMT atau Minggu (7/12/2015) pukul 03.41 WIB.

    Menurut Survei Geologi AS (U.S. Geological Survey/USGS), gempa tersebut berpusat di 96 kilometer sebelah timur laut Yakutat dengan kedalaman 10 kilometer.

    Guncangan hebat dirasakan di Juneau, ibu kota negara bagian itu, dan di Whitehorse, ibu kota wilayah Yukon di Kanada, lapor media setempat.

    Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti yang dilaporkan dari pihak otoritas setempat

    Pusat Peringatan Tsunami Nasional (National Tsunami Warning Center) juga menyatakan bahwa tidak ada ancaman tsunami setelah gempa besar tersebut.

    CBC News, mengutip Earthquakes Canada mengatakan getaran terjadi di dekat perbatasan Alaska-Yukon.

    Otoritas setempat, termasuk Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan departemen pemadam kebakaran, mengatakan tidak ada laporan langsung mengenai korban luka atau pun kerusakan bangunan ataupun infrastruktur lainnya.

     

     

  • Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang, 20 Luka-luka

    Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang, 20 Luka-luka

    7cloud.asiaPerdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Selasa (9/12/2025) menyampaikan bahwa 30 orang terluka akibat gempa bermagnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah timur laut Jepang pada malam sebelumnya.

    Ia memperingatkan kemungkinan munculnya gempa serupa atau bahkan lebih kuat di sepanjang pesisir Pasifik, pasca gempa ini.

    Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa terjadi pada Senin (8/12/2025) pukul 23.15 waktu setempat, dengan pusat gempa di lepas pantai Pasifik Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer.

    Badan tersebut juga memperingatkan potensi gempa dengan magnitudo serupa atau lebih besar di wilayah yang sama dalam beberapa hari mendatang.

    Baca Juga: Gempa 7 Magnitudo Guncang Alaska, AS

    Peringatan khusus itu menjadi yang pertama bagi pesisir Hokkaido dan pantai Sanriku, kawasan yang membentang dari Aomori hingga Iwate dan Prefektur Miyagi.

    Kantor Kabinet meminta masyarakat untuk tetap dalam kondisi waspada setidaknya selama satu minggu, termasuk menyiapkan perlengkapan darurat guna memudahkan evakuasi bila diperlukan.

    Gempa tersebut terjadi di sepanjang palung di lepas pantai Hokkaido dan timur laut Jepang, wilayah yang selama ini diwaspadai pemerintah sebagai sumber potensi gempa besar akibat pergerakan Lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah Pulau Honshu.

    Badan Meteorologi Jepang merevisi magnitudo dari laporan awal 7,2 dan mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi ketinggian hingga tiga meter.

    Baca Juga: Pemprov Sumatera Barat Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember

    Namun, tsunami tertinggi yang tercatat hanya sekitar 70 sentimeter di Iwate, tiga setengah jam setelah gempa, peringatan tsunami diturunkan menjadi peringatan waspada, dan seluruh peringatan dicabut pada Selasa pukul 06.20 waktu setempat.

    Gempa itu tercatat mencapai intensitas 6 atas pada skala intensitas seismik Jepang, yang memiliki kekuatan maksimum 7, di beberapa bagian Aomori. Getaran akibat gempa itu terasa hingga pusat Tokyo.

    Sementara itu, Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang menyebut tidak ada WNI yang jadi korban dan meminta mereka mewaspadai potensi gempa susulan.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo-OANA

     

     

  • Jakarta Waspada, Ada Sesar Aktif yang Dapat Picu Gempa Besar

    Jakarta Waspada, Ada Sesar Aktif yang Dapat Picu Gempa Besar

    7cloud.asia – Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi diguncang gempa bumi besar berkedalaman dangkal. Ancaman ini berasal dari aktivitas sesar aktif, termasuk sistem sesar besar yang dikenal sebagai Java Back-arc Thrust.

    Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sonny Aribowo, mengungkapkan bahwa salah satu bagian dari sistem tersebut adalah Sesar Baribis–Kendeng yang membentang di wilayah Jawa Barat hingga mendekati Jakarta.

    “Di Jawa Barat, sesar ini melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor,” ungkap Sonny seperti yang dilansir CNBC.

    Baca: Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia

    Menurut Sonny, Sesar Baribis–Kendeng telah aktif sejak sekitar 11 ribu tahun lalu. Catatan sejarah menunjukkan Jakarta pernah mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903 yang diduga berkaitan dengan aktivitas Java Back-arc Thrust.

    Dalam artikel ilmiah yang terbit di jurnal Tectonics pada 2022, Sonny menjelaskan bahwa Java Back-arc Thrust masih aktif hingga kini. Jejak morfologi berdasarkan data Digital Elevation Model (DEM) menunjukkan sesar tersebut menerus hingga ke selatan Jakarta dan Bogor.

    Ancaman serupa juga disampaikan Associate Professor di Global Geophysics Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB), Endra Gunawan.

    Berdasarkan riset terbaru menggunakan metode Global Navigation Satellite System (GNSS), ditemukan adanya deformasi kerak bumi di wilayah Jakarta.

    Baca: Tak Bisa Dipastikan Kapan Gempa Megathrust akan Terjadi

    “Patahan di bagian selatan Jakarta memiliki laju pergeseran sekitar tiga milimeter per tahun, dengan kedalaman penguncian sekitar tujuh kilometer,” ujar Endra.

    Ia menambahkan, temuan tersebut memperkuat pentingnya pemantauan deformasi kerak bumi sebagai dasar mitigasi gempa di kawasan perkotaan padat penduduk.

    Indonesia sendiri berada di pertemuan empat lempeng tektonik dunia dan memiliki lebih dari 295 sesar aktif. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rata-rata terjadi sekitar 30 ribu gempa bumi setiap tahunnya.

    Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sebagai langkah penting, khususnya bagi wilayah berisiko tinggi seperti Jakarta.

  • Mitigasi Gempa Sesar Lembang Harus Disesuaikan dengan Karakter Masing-masing Segmen Agar Tepat Sasaran

    Mitigasi Gempa Sesar Lembang Harus Disesuaikan dengan Karakter Masing-masing Segmen Agar Tepat Sasaran

    7cloud.asia – Sesar Lembang yang membentang sekitar 29 kilometer di utara Kota Bandung, bukanlah jalur patahan tunggal dengan risiko homogen.

    Penyelidikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terbaru mengungkap bahwa sesar ini terbagi menjadi tiga segmen dengan karakteristik geologi, aktivitas, dan potensi gempa yang berbeda.

    Kondisi ini menuntut strategi mitigasi spesifik, terukur dan tepat sasaran yang disesuaikan karakter masing-masing segmen.

    Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka Adi Saputra mengatakan Sesar Lembang adalah sistem yang kompleks dengan tiga karakter segmen yang berbeda dan setiap segmen punya karakter sendiri.

    Dia menegaskan, memahami konsep tersebut adalah kunci mitigasi efektif. menurutnya, mitigasi bukan hanya melihat angka magnitudo.

    Baca: Mengenal tiga segmen sesar Lembang yang membayangi Bandung 

    Supartoyo menambahkan, bahwa dengan segmentasi sesar, pihak terkait memiliki peta risiko lebih tajam untuk melindungi Bandung Raya.

    Kesiapsiagaan dan implementasi standar bangunan harus konsisten agar risiko korban jiwa dan kerugian ekonomi dapat diminimalkan.

    Analisis segmentasi, integrasi data geofisika, serta pemahaman geologi lokal menjadi dasar strategi mitigasi yang tepat sasaran.

    Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi, Supartoyo menekankan pentingnya mitigasi berbasis data historis guna mencegah kerusakan akibat gempa bumi.

    “Sejak 2000 hingga 2025, kejadian gempa bumi merusak berkisar lima hingga 41 per tahun, dengan tertinggi pada 2025. Pada 2026 tercatat enam kejadian gempa merusak.” jelasnya.

    Dia menjelaskan gempa Yogyakarta 2006 menyebabkan kerugian Rp29,2 triliun, Aceh 2004 sekitar Rp13,4 triliun, Palu 2018 Rp8,5 triliun, dan Cianjur 2022 Rp4 triliun atau dengan kata lain nilai ini hampir setara APBD Provinsi atau Kota Bandung.

    Baca: Badan Geologi ESDM selidiki sesar aktif pemicu gempa Bandung

    Badan Geologi menekankan bahwa gempa berpotensi merusak umumnya memiliki intensitas IV–V MMI, sementara gempa Cianjur 2022 dengan magnitudo 5,6 mencapai VIII MMI.

    “Dampak akan lebih besar jika bangunan tidak tahan gempa,” tambah Supartoyo.

    Supartoyo menjelaskan, bahaya gempa terbagi tiga: guncangan permukaan, sesar permukaan, dan bahaya ikutan seperti penurunan tanah dan likuifaksi.

    Apa yang terjadi saat gempa Palu 2018 menimbulkan pergeseran permukaan hingga 580 centimeter. Angka ini termasuk salah satu terbesar di dunia.

    Mitigasi sendiri harus dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, melalui pendekatan struktural dan non-struktural.

    “Gempa tidak bisa dicegah, tapi risikonya dapat ditekan jika kesiapsiagaan dan standar konstruksi diterapkan secara konsisten,” ujarnya.

  • Puluhan Orang Tewas Akibat Gempa di Filipina Selatan

    Puluhan Orang Tewas Akibat Gempa di Filipina Selatan

    7cloud.asia – Sedikitnya 37 orang tewas, dan sekitar 500 lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan pada Senin (8/6/2026) pagi waktu setempat

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (9/6/2026), Kantor Pertahanan Sipil Filipina, korban jiwa disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh gempa, tenggelam, dan luka-luka akibat tertimpa puing-puing yang jatuh atau runtuh.

    Di Provinsi Sarangani, sebanyak 14 orang tewas ketika tanah longsor menimbun rumah mereka di kaki gunung.

    Departemen Pendidikan Filipina menyampaikan bahwa gempa itu berdampak terhadap lebih dari 8.600 sekolah, mengganggu aktivitas pembelajaran bagi lebih dari 4 juta siswa dan lebih dari 150.000 personel sekolah.

    Sementara Departemen Energi Filipina menuturkan bahwa sekitar 864.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik.

    Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya Filipina memaparkan nilai kerusakan properti yang disebabkan oleh gempa tersebut mencapai 1 miliar peso Filipina (1 peso Filipina setara dengan Rp293) atau sekitar 16,2 juta dolar AS (1 juta dolar AS sama dengan Rp18.171).

    Kerugian terbesarakibat gempa dilaporkan terjadi di General Santos City, kota pelabuhan berpopulasi lebih dari 700.000 jiwa.

    Menurut otoritas penerbangan sipil, operasi pendaratan dan lepas landas di Bandar Udara Internasional General Santos saat ini dibatasi hanya untuk penerbangan pemerintah, militer, dan kemanusiaan hingga 11 Juni pukul 18.00 waktu setempat.

    Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology) mengatakan gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di kedalaman 33 km.

    Adapun pusat gempa terletak 32 kilometer di sebelah barat daya pesisir wilayah Maasim di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.