7cloud.asia – Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi diguncang gempa bumi besar berkedalaman dangkal. Ancaman ini berasal dari aktivitas sesar aktif, termasuk sistem sesar besar yang dikenal sebagai Java Back-arc Thrust.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sonny Aribowo, mengungkapkan bahwa salah satu bagian dari sistem tersebut adalah Sesar Baribis–Kendeng yang membentang di wilayah Jawa Barat hingga mendekati Jakarta.
“Di Jawa Barat, sesar ini melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor,” ungkap Sonny seperti yang dilansir CNBC.
Baca: Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia
Menurut Sonny, Sesar Baribis–Kendeng telah aktif sejak sekitar 11 ribu tahun lalu. Catatan sejarah menunjukkan Jakarta pernah mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903 yang diduga berkaitan dengan aktivitas Java Back-arc Thrust.
Dalam artikel ilmiah yang terbit di jurnal Tectonics pada 2022, Sonny menjelaskan bahwa Java Back-arc Thrust masih aktif hingga kini. Jejak morfologi berdasarkan data Digital Elevation Model (DEM) menunjukkan sesar tersebut menerus hingga ke selatan Jakarta dan Bogor.
Ancaman serupa juga disampaikan Associate Professor di Global Geophysics Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB), Endra Gunawan.
Berdasarkan riset terbaru menggunakan metode Global Navigation Satellite System (GNSS), ditemukan adanya deformasi kerak bumi di wilayah Jakarta.
Baca: Tak Bisa Dipastikan Kapan Gempa Megathrust akan Terjadi
“Patahan di bagian selatan Jakarta memiliki laju pergeseran sekitar tiga milimeter per tahun, dengan kedalaman penguncian sekitar tujuh kilometer,” ujar Endra.
Ia menambahkan, temuan tersebut memperkuat pentingnya pemantauan deformasi kerak bumi sebagai dasar mitigasi gempa di kawasan perkotaan padat penduduk.
Indonesia sendiri berada di pertemuan empat lempeng tektonik dunia dan memiliki lebih dari 295 sesar aktif. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rata-rata terjadi sekitar 30 ribu gempa bumi setiap tahunnya.
Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sebagai langkah penting, khususnya bagi wilayah berisiko tinggi seperti Jakarta.

Leave a Reply