Tag: kebakaran

  • Kebakaran di Kantor Kementerian ATR/BPN, Belum Diketahui Apakah Ada Dokumen Penting yang Terbakar

    Kebakaran di Kantor Kementerian ATR/BPN, Belum Diketahui Apakah Ada Dokumen Penting yang Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2025) malam menghanguskan area seluas 8 x 6 meter persegi di kantor tersebut.

    Hingga saat ini belum ada penjelasan dari pihak Kementerian ATR/BPN apakah ada dokumen penting yang terbakar dalam kebakaran tersebut.

    Kebakaran yang terjadi saat publik menyoroti pembuatan sertifikat di atas ruang laut di sejumlah daerah ini diduga diakibatkan oleh korsleting pada perangkat AC.

    Dilansir Kompas.com, (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi mengatakan pihaknya menerjunkan 80 personel dengan 20 unit mobil pemadam untuk menanggulangi kebakaran itu.

    Api dilaporkan terlihat pertama kali di ruang humas lantai dasar. Pihak sekuriti yang menyadari keberadaan api langsung berupaya memadamkannya menggunakan apar. Namun, api terlanjur bertambah besar.

    Baca: Ratusan gedung bertingkat di Jakarta belum penuhi standar proteksi kebakaran

    Petugas Damkar menerima laporan kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN itu sekitar pukul 23.10 WIB. Sementara pemadaman dinyatakan selesai Minggu dini hari pukul 00.05 waktu Indonesia Barat (WIB).

    Menteri ATR/BPN Nusron Wahid langsung ke lokasi kejadian seusai mendapat laporan kebakaran ini. Dia tiba di lokasi sekitar pukul 23.40 WIB.

    Dalam keterangannya, seperti dilansir surabaya.net, Nusron menyebut tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu karena gedung dalam keadaan kosong waktu kebakaran terjadi.

    Sementara, terkait berkas-berkas penting yang ada di kantornya, Nusron mengatakan belum mengetahui pasti ada tidaknya yang rusak atau hangus terbakar.

    Baca: Standar Keselamatan Gedung di Jakarta akan dievaluasi

    “Enggak ada korban, kosong, enggak ada orang. Jadi, korban dipastikan tidak ada. Tapi untuk berkas itu belum tahu,” ujarnya.

    Lebih lanjut, dia mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari komputer yang tidak dimatikan.

    “Sepertinya ya itu ada petugas, pegawai, komputernya itu enggak dimatikan,” ucap Nusron.

    Sampai sekarang, pihak yang berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, serta kondisi dokumen-dokumen penting di Kantor Kementerian ATR/BPN.

  • Jepang Hadapi Kebakaran Lahan Terbesar Sejak Beberapa Dekade

    Jepang Hadapi Kebakaran Lahan Terbesar Sejak Beberapa Dekade

    7cloud.asia – Jepang menghadapi kebakaran hutan terbesarnya dalam lebih dari tiga dekade pada Sabtu (1/3/2025), yang merenggut satu nyawa dan memaksa lebih dari seribu orang untuk dievakuasi.

    Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran memperkirakan api telah menghanguskan sekitar 1.200 hektare di hutan Ofunato, wilayah utara Iwate, sejak kebakaran terjadi pada Rabu (26/2/2025).

    “Kami masih memeriksa ukuran area yang terkena dampak, tetapi ini adalah yang terbesar sejak kebakaran hutan tahun 1992 di Kushiro, Hokkaido,” kata seorang juru bicara badan tersebut.

    Kebakaran itu membakar 1.030 hektare lahan yang merupakan rekor sebelumnya. Sekitar 1.700 petugas pemadam kebakaran dikerahkan dari seluruh negeri, kata badan tersebut.

    Baca: Perubahan iklim pengaruhi kebakaran hebat di Los Angeles

    Rekaman udara dari lembaga penyiaran publik NHK menunjukkan asap putih yang mengepul dan menutupi seluruh gunung.

    Polisi setempat menemukan jasad satu orang yang terbakar pada Kamis (28/2/2025). Penyebab kebakaran masih belum diketahui.

    hingga Jumat (28/2/2025), pemerintah kota Ofunato melaporkan lebih dari 1.000 penduduk sekitar telah dievakuasi dan terdapat lebih dari 80 bangunan yang rusak

    Dua kebakaran lainnya juga terjadi pada Sabtu (1/3/2025), satu di Yamanashi dan satu lagi di tempat lain di Iwate.

    Baca: Suhu Bumi makin panas dan dampaknya semakin nyata

    Pada 2023, tercatat sekitar 1.300 kebakaran hutan di seluruh Jepang, yang sebagian besar terjadi antara Februari hingga April ketika udara mengering dan angin bertiup kencang.

    Menurut data pemerintah, jumlah kebakaran hutan di Jepang telah menurun sejak mencapai puncaknya pada era 1970-an.

    Ofunato hanya mengalami curah hujan sebesar 2,5 milimeter pada bulan ini, dan diperkirakan akan turun jauh di bawah rekor terendah sebelumnya, yaitu 4,4 milimeter yang dicatat pada Februari 1967.

    Tahun lalu merupakan tahun terpanas di Jepang sejak pencatatan suhu dimulai. Hal ini mengikuti tren negara-negara lain akibat emisi gas rumah kaca yang terus meningkat dan memicu perubahan iklim.

  • Gelombang Panas Landa Yunani, Suhu Udara Capai 46 Derajat Celsius

    Gelombang Panas Landa Yunani, Suhu Udara Capai 46 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Gelombang panas (heat wave) mulai melanda sejumlah negara di Eropa. Salah satunya Yunani. Bahkan gelombang panas di negara ini mencapai suhu hingga hampir 46 derajat celsius pada Jumat (25/07/2025).

    Melansir AFP, Observatorium Nasional di Athena mencatat pada Jumat lalu suhu terpanas yang tercatat adalah 45,8°C di wilayah Peloponnesos, Messinia.

    Di Athena, suhu tertinggi di beberapa bagian ibu kota adalah 42°C, yang juga tercatat di pelabuhan utama Piraeus.

    Badan Meteorologi Yunani (EMY) menjelaskan gelombang panas ini telah berlangsung sejak Senin lalu dan diprediksi masih akan terus berlangsung hingga lebih dari seminggu.

    Baca: Gelombang panas sebabkan 2300 kematian di Eropa

    Kondisi cuaca seperti ini membuat para pejabat mengubah jam buka Akropolis, situs arkeologi terkemuka di negara itu. Hal ini dilakukan demi keselamatan pengunjung dan staf.

    Monumen tersebut ditutup dari tengah hari hingga pukul 17.00, waktu terpanas dalam sehari-sesuai dengan aturan keselamatan yang berlaku.

    Gelombang panas yang menerjang Yunani ini juga meningkatkan resiko kebakaran. Apalagi adanya peningkatan angin dari arah utara yang dapat memicu bencana tersebut.

    Baca: Gelombang panas semakin mematikan, ini penyebabnya

    Sebelumnya, pada awal pekan ini kebakaran hutan telah menghancurkan lebih dari 2.800 hektar hutan dan padang rumput di dekat desa pegunungan Feneos di Peloponnesos.

    Observatorium Nasional mengungkap kebakaran tersebut dipicu oleh dua pekerja yang menggunakan peralatan las di dekat hutan. Lebih dari separuh area yang terdampak adalah hutan pinus yang tidak dapat beregenerasi.

    Pada hari Jumat, kebakaran yang terjadi di dekat kota Kilkis di Yunani utara memaksa evakuasi sebuah universitas, rumah, dan bisnis, kata dinas pemadam kebakaran.

    Baca: Gelombang panas di Prancis tewaskan 2 orang

    Suhu tertinggi 44°C diperkirakan terjadi di Yunani pada hari Sabtu, dengan suhu maksimum 42°C diperkirakan terjadi di Athena.

    Di negara tetangga Albania, terdapat 10 kebakaran aktif, termasuk satu di Delvina, dekat perbatasan dengan Yunani.

    Kebakaran lain di Kakavia, dekat perbatasan dengan Yunani, berhasil dikendalikan pada hari Kamis (24/07/2025).

    (AFP/detik.com)

     

     

  • Ancaman Kebakaran Lahan di Kalimantan Masih Rendah, Karena Banjir Belum Sepenuhnya Surut

    Ancaman Kebakaran Lahan di Kalimantan Masih Rendah, Karena Banjir Belum Sepenuhnya Surut

    7cloud.asia – WALHI Kalimantan Selatan mencatat, hingga akhir Juli 2025, terpantau terdapat 120 titik api atau hotspot di wilayah Kalimantan Selatan.

    Berdasarkan klasifikasi tingkat keparahan, 115 titik tergolong sedang, 4 titik tergolong tinggi, dan 1 titik tergolong rendah.

    Dari temuan ini, titik hotspot dengan kategori tinggi teridentifikasi berada dalam wilayah konsesi PT Subur Agro Makmur, sebuah perusahaan perkebunan sawit yang sebelumnya juga tercatat berulang kali mengalami insiden kebakaran lahan di wilayah operasionalnya.

    Dilansir di laman resmi WALHI, rekam jejak kebakaran lahan di area konsesi sawit memang menjadi sorotan penting.

    Baca: Impunitas membuat kebakaran lahan terus terulang

    Salah satu contohnya, pada tahun 2023, PT Palmina Utama yang juga bergerak di sektor perkebunan sawit, telah dikenai sanksi administratif oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) karena terbukti lalai dalam pencegahan dan pengendalian karhutla di areal konsesinya.

    Sementara itu, pada tahun 2024 hingga pertengahan tahun ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih tergolong rendah.

    Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, bahkan beberapa daerah justru masih terdampak banjir.

    Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Jejangkit, yang hingga kini masih dalam masa pemulihan pasca banjir.

    Baca: KLH ingatkan potensi kebakaran di awal bulan Agustus

    Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan, Raden Rafiq mengatakan akibat genangan air yang baru mulai surut, sebagian besar petani di daerah tersebut belum dapat memulai musim tanam padi, sehingga mempengaruhi siklus pertanian setempat.

    Situasi ini menggarisbawahi pentingnya mitigasi bencana yang terintegrasi antara kebakaran dan banjir sebagai dua sisi krisis ekologis yang saling berkelindan.

    “Selain menyoroti kelalaian dalam pengelolaan izin konsesi, fakta ini juga menunjukkan bagaimana perubahan iklim dan degradasi ekosistem memperparah kerentanan masyarakat lokal,” kata Rafiq,

    Rafiq juga menambahkan bahwa kejadian karhutla yang berulang di wilayah konsesi, serta banjir berkepanjangan di wilayah lain, harus dibaca sebagai manifestasi nyata dari krisis iklim dan krisis tata kelola lingkungan.

    Pemerintah perlu memperkuat penegakan hukum, meninjau kembali izin-izin konsesi di wilayah rawan, serta mendorong restorasi ekosistem sebagai bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

    Baca: Pemerintah dinilai lamban dalam mengantisipasi kebakaran hutan

  • Ketua DPR Ingatkan Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Harus Perhatikan Asas Keadilan

    Ketua DPR Ingatkan Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Harus Perhatikan Asas Keadilan

    7cloud.asia – Pihak berwenang telah menangkap 44 tersangka pembakaran lahan gambut pada semester pertama tahun ini.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 44 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga secara sengaja membakar lahan mineral dan gambut di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Juli 2025.

    Penetapan puluhan tersangka itu berdasarkan penindakan yang dilakukan Satgas Penegakan Hukum atas 35 kejadian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla yang dilaporkan.

    Merespon penangkapan ini, Ketua DPR Puan Maharani menyatakan penegakan hukum semata tidak cukup untuk mengatasi masalah kebakaran lahan gambut yang terjadi setiap tahun dan menimbulkan dampak sosial serta lingkungan yang luas.

    “Kebakaran lahan gambut atau karhutla tidak hanya merusak ekosistem yang vital bagi penyerapan karbon dan pengendalian iklim, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat,” kata Puan dalam keterangan persnya, Senin (28/7/2025).

    “Maka penanganan karhutla atau pembakaran lahan gambut harus berbasis pada keadilan sosial dan tata kelola berkelanjutan sehingga masalah ini tidak berulang setiap tahunnya,” lanjutnya.

    Baca: Kebakaran hutan terus berulang karena lemahnya penegakan hukum

    Puan juga menyoroti mayoritas pelaku yang ditangkap adalah petani kecil dan masyarakat lokal yang sering kali menjadi korban dari ketimpangan sistem agraria.

    Sementara itu di sisi lain, izin pembukaan lahan oleh korporasi besar di kawasan gambut seringkali luput dari pengawasan dan penegakan hukum.

    “Ketidakadilan ini harus dihentikan. Kita harus mengetahui siapa sebenarnya aktor utama di balik kebakaran ini dan apa langkah konkret yang diambil untuk menindak pelaku yang sering melakukan pembakaran sebagai metode pembersihan lahan,” sebut Puan dalam keterangan tertulisnya di akhir pekan lalu.

    Sebagai solusi, mantan Menko PMK itu mendorong agar penanganan kebakaran lahan gambut tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap perorangan yang terlibat.

    Menurut Puan, penanganan kebakaran hutan dan lahan juga perlu dilakukan melalui reformasi tata kelola agraria yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.

    “Pemerintah perlu memperkuat sistem deteksi dini kebakaran, mengaudit izin korporasi secara menyeluruh, serta menerapkan sertifikasi komoditas bebas bakar untuk melindungi reputasi ekspor Indonesia dan mendorong industri yang ramah lingkungan,” jelasnya.

    Baca: Kebakaran hutan di Aceh paling banyak terjadi di lahan milik Negara

    Puan mengatakan masyarakat yang terdampak juga perlu dilibatkan untuk mencari solusi kebakaran lahan gambut.

    “Negara harus memastikan bahwa warga terdampak tidak hanya menjadi korban, tetapi juga bagian dari solusi. Mereka harus dilibatkan dalam pembangunan berkelanjutan,” terang Puan.

    Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa Indonesia sedang dalam upaya transisi energi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    Oleh karena itu, pemerintah melalui kementerian terkait harus mengambil langkah strategis yang mengutamakan kepentingan rakyat.

    “Penegakan hukum dalam kebakaran hutan ini harus dilaksanakan dengan adil, dan negara harus berpihak pada rakyat demi masa depan bangsa,” tutup Puan.

    Baca: KLH ingatkan potensi kebakaran hutan di 10 hari pertama bulan Agustus

     

     

  • Kebakaran Hanguskan Lebih dari 82.000 Hektare Hutan di Spanyol dan Portugal

    Kebakaran Hanguskan Lebih dari 82.000 Hektare Hutan di Spanyol dan Portugal

    7cloud.asia – Petugas pemadam di Spanyol dan Portugal terus berjibaku untuk mengatasi puluhan titik kebakaran hutan di wilayah itu.

    Menurut laporan stasiun berita Spanyol RTVE, kondisi suhu udara yang lebih sejuk dan kelembaban yang meningkat hanya memberikan sedikit bantuan untuk pemadaman.

    Hingga Kamis (21/8/2025), meskipun suhu telah menurun lebih dari 20 kebakaran hutan masih aktif di Spanyol, dengan wilayah Galicia menjadi salah satu yang paling parah terdampak.

    Pejabat setempat menyatakan api melahap 15.000 hektare lahan lainnya pada Rabu (20/8/2025), sehingga total area yang terbakar menjadi lebih dari 82.000 hektare.

    Dilansir Anadolu, di wilayah Castile dan Leon, upaya pemadaman terhambat oleh perubahan arah angin dalam kebakaran hutan Porto di Zamora.

    Baca: Dampak Lingkungan Jika Pemanasan Global Mencapai 2°C

    Pihak berwenang setempat mengatakan api berhasil dikendalikan pada Rabu berkat pengerahan sumber daya besar-besaran, namun situasinya tetap tidak stabil.

    Sebanyak 21 titik kebakaran masih dikategorikan dalam status operasional level 2, yang memerlukan respons darurat terkoordinasi.

    Di Provinsi Leon, warga Kota Iguena menghadapi malam yang menegangkan karena kobaran api mendekati desa-desa sekitarnya.

    “Warga sangat marah, ini adalah malam yang sangat sulit,” kata Wali Kota Alider Presa.

    Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan nasional Spanyol Civil Guard sedang menyelidiki kemungkinan penyebab kebakaran karena api muncul dalam kondisi cuaca yang tenang saat pekerjaan pembersihan dilakukan menggunakan buldoser.

    Baca: Copernicus Sebut Eropa Alami Bencana Terburuk Akibat Perubahan Iklim pada 2024

    Di wilayah lain Spanyol, Galicia, warga masih terpukul akibat kehancuran di daerah Vilamartin de Valdeorras, di mana ribuan hektare hutan dan sebagian desa San Vicente hangus berubah menjadi abu.

    “Asap mulai menghilang dan kami menyadari betapa dahsyatnya bencana ini,” ujar Wali Kota Enrique Alvarez Barreiro, menggambarkan bagaimana warga menangis saat melihat skala kehancuran.

    Pihak berwenang mengatakan delapan jalan masih ditutup akibat kebakaran di Castile dan Leon serta Extremadura.

    Badan cuaca nasional AEMET memperingatkan risiko kebakaran masih sangat tinggi atau ekstrem di beberapa wilayah barat laut, timur laut, dan tenggara negara itu, meskipun kondisi secara keseluruhan sudah membaik.

    Sedangkan di Portugal, lebih dari 2.800 petugas pemadam kebakaran dan hampir 900 kendaraan dikerahkan semalaman untuk menangani lima kebakaran hutan besar.

    Baca: Penggunaan Teknologi Komputasi Dinamika Fluida untuk Mencegah dan Mengatasi Kebakaran Hutan

    Kebakaran di kota Arganil, distrik Coimbra, telah meluas ke tiga wilayah di Castelo Branco, melibatkan lebih dari setengah dari total sumber daya pemadam kebakaran negara itu, menurut stasiun penyiaran RTP.

    Kebakaran juga dilaporkan di Sabugal, Penamacor, Figueira de Castelo Rodrigo, dan Fafe. Di wilayah lainnya, Braganca dan Viseu, api sedang dalam penanganan.

    Adapun di wilayah Sintra, dekat ibu kota Lisbon, lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran bekerja semalaman setelah kebakaran memaksa penutupan sebagian jalan tol A16, meskipun pejabat mengatakan tidak ada rumah yang terancam.

    Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, diperkirakan akan menghadapi pertanyaan di parlemen pada 27 Agustus 2025, untuk menjelaskan koordinasi pemerintah dalam menangani kebakaran.

    Pasalnya, Portugal bersiap menghadapi musim kebakaran yang diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca: Bencana Alam Makin Intens Akibat Perubahan Iklim

  • Kasus Karhutla 2025 Melonjak: Narasi Cuaca Ekstrem Menutupi Tanggung Jawab Pemerintah dan Korporasi

    Kasus Karhutla 2025 Melonjak: Narasi Cuaca Ekstrem Menutupi Tanggung Jawab Pemerintah dan Korporasi

    7cloud.asia – Pantau Gambut dan Madani Berkelanjutan menemukan masifnya aktivitas perkebunan monokultur skala besar masih menjadi faktor utama penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025.

    Dalam jumpa pera yang dihelat Senin (15/9/2025), Juru Kampanye Pantau Gambut, Putra Saptian menegaskan cuaca panas bukanlah faktor utama penyebab karhutla seperti yang berulang kali diklaim oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

    Putra juga menyayangkan sikap Menhut yang menyalahkan masyarakat atas karhutla yang terjadi karena mereka melakukan pembukaan lahan.

    Pada periode Januari–Agustus 2025, Madani Berkelanjutan mencatat adanya Angka Indikatif Terbakar (AIT) seluas 89.330 hektare.

    Angka karhutla ini tersebar pada konsesi Hak Guna Usaha (HGU) sawit, migas, minerba, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di seluruh Indonesia.

    Baca: Kemenhut segel sejumlah lahan konsesi penyebab karhutla

    Bahkan, jika dilihat pada ekosistem gambut pun hasilnya masih sama. Pantau Gambut mengidentifikasi adanya 9.336 titik api di area HGU dan PBPH pada periode yang sama.

    Klaim Menteri Kehutanan semakin tidak relevan ketika jumlah kebakaran di tahun 2025 justru lebih tinggi dibandingkan kejadian di tahun 2023, tahun ketika Indonesia mengalami El Nino.

    Madani Berkelanjutan mencatat 99.099 hektare terbakar pada Juli 2025, hampir 2 kali dari Juli 2023 yang berada pada 53.973 hektare.

    Lebih parah lagi, Pantau Gambut menemukan adanya 3.157 titik panas di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) pada Juli 2023, yang kemudian melonjak hingga 4 kali lipat atau setara 13.608 titik panas pada Juli 2025.

    PT Sumatera Riang Lestari menjadi perusahaan pemilik konsesi PBPH dengan kontribusi karhutla terluas di KHG sepanjang bulan Juli 2025 yang mencapai 4.787 hektare.

    Baca: Impunitas membuat kebakaran hutan terus berulang

    Sementara untuk pemegang Hak Guna Usaha (HGU), PT Alam Sari Lestari mendominasi kasus kebakaran dengan 284 hektare.

    “Pernyataan Menteri Kehutanan tentang cuaca ekstrem yang menjadi penyebab terjadinya karhutla merupakan ungkapan keliru. Pernyataan ini seakan membenarkan praktik salah yang dilakukan oleh korporasi atas aktivitas mereka yang berada di area KHG.”

    Putra menambahkan, seharusnya pemerintah lebih fokus dalam melakukan upaya perlindungan ekosistem gambut dan tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum.

    Hal ini mengingat banyak perusahaan yang telah mengonversi lahan gambut penyebab terjadinya karhutla.

    “Ketika Menhut mengkambinghitamkan cuaca sebagai sumber karhutla, sama saja dia melepas tanggung jawabnya untuk mencegah karhutla agar tidak kembali terjadi,” tandasnya.

    Baca: Potensi karhutla meningkat pada Agustus

  • Kebakaran di Tamansari Akibatkan Ratusan Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

    Kebakaran di Tamansari Akibatkan Ratusan Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

    7cloud.asia – Peristiwa kebakaran di Jalan Tangki, Gang Langgar, RW 06 dan RW 06, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat mengakibatkan 319 Kepala Keluarga dengan 1.268 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

    Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan, kejadian kebakaran pada Minggu (28/9/2025) menghanguskan lahan seluas kurang lebih 10.406 meter persegi.

    Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp 35 miliar.

    Pihak kelurahan dan aparat setempat juga segera menyiapkan penampungan sementara bagi para korban, dan bantuan darurat mulai disalurkan.

    Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin mengatakan, kebakaran yang diduga akibat korsleting dari salah satu rumah warga ini terjadi pada Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

    “Api berkobar hebat di permukiman padat penduduk ini. Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan 120 personel dikerahkan ke lokasi,” ujarnya, Senin (29/9/2025) dikutip dari beritajakarta.id

    Syarifudin menjelaskan, penanganan kebakaran ini baru dinyatakan tuntas pada pukul 23.09 WIB.

    “Para penyintas kebakaran sudah disiapkan tempat pengungsian,” terangnya.

    Yohan menuturkan, BPBD DKI Jakarta sudah menyerahkan bantuan sejak tadi malam berupa air mineral 200 dus, paket sandang 200 paket, dan kidsware 200 paket.

    Kemudian, BPBD juga terus melakukan pemantauan dan pendampingan bagi para penyintas kebakaran di dua titik lokasi pengungsian, yakni di Masjid Al-Muhajirin dan di Kantor Kelurahan Tangki.

    “Kami terus melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait hingga nantinya seluruh penanganan pascakebakaran ini berjalan dengan baik,” tandasnya.

  • Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah di Benhil dan Palmerah

    Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah di Benhil dan Palmerah

    7cloud.asia – Kebakaran di Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, menghanguskan 20 rumah tinggal dan membuat 150 orang terpaksa mengungsi.

    “Lokasi pengungsi saat ini berada di GOR Tanah Abang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin (17/11/2025).

    Dia menyebutkan kebakaran itu terjadi di Jalan Bendungan Hilir Nomor 118, RT.13/RW.6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025) malam.

    Petugas mendapatkan laporan peristiwa tersebut pada Minggu (16/11) pukul 20.32 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian. Api dipastikan padam seluruhnya pada pukul 22.25 WIB.

    Akibat kebakaran tersebut, menurut dia, sebanyak 150 jiwa dari 33 kartu keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan saat ini mereka mengungsi di GOR Tanah Abang.

    Baca Juga: Kebakaran di Tamansari Akibatkan Ratusan Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

    “Selesai ditangani oleh 20 unit Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan), petugas BPBD, PMI, dan lainnya,” ujar Yohan.

    Dia menambahkan dari laporan yang masuk, dugaan sementara penyebab kebakaran itu berasal dari korsleting listrik. Sedangkan jumlah kerugian masih dalam pendataan.

    “Untuk korban dipastikan nihil,” terang Yohan.

    Kebakaran juga terjadi di Jalan Pelita VIII RT 09/RW 04, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat yang mengakibatkan 50 rumah terdampak kebakaran yang terjadi pada Minggu sore.

    “Objek terdampak ada 50 rumah tinggal yang berada di empat Rukun Tetangga (RT), yakni RT 007, RT 008, RT 009, dan RT 010 dengan jumlah 100 kepala keluarga (KK),” kata Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/11/2025)

    Baca Juga: Pernah Tiga Kali Mengalami Kebakaran, Revitalisasi Pasar Taman Puring Harus Didasarkan pada Evaluasi Menyeluruh

    Yohan menjelaskan kebakaran tersebut selesai ditangani oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI, BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personil PSKB/Tagana Dinsos, personel kepolisian dan TNI pada pukul 18.42 WIB.

    “Untuk korban tercatat satu orang luka ringan karena tersetrum. Saat ini sudah ditangani oleh PMI,” katanya

    Sementara untuk pengungsi tercatat ada 350 jiwa, yang diungsikan di Lapangan Taman Jati di wilayah RT 011/RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

    “Dugaan penyebab kebakaran adanya korsleting listrik, sedangkan estimasi kerugian mencapai Rp1,3 miliar,” kata Yohan.

    Kebakaran melanda sebuah pemukiman warga di Gang Pelita 10, Jalan Tomang Banjir Kanal, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu sore.

    “Obyek yang terbakar rumah tinggal, api pertama kali muncul pada pukul 16.30 WIB,” kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

     

  • Kebakaran Ganggu Penyelenggaraan COP 30, Ribuan Peserta Konferensi Harus Diungsikan

    Kebakaran Ganggu Penyelenggaraan COP 30, Ribuan Peserta Konferensi Harus Diungsikan

    7cloud.asia – Kebakaran besar terjadi di sebuah paviliun di lokasi penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim ke-30 PBB COP 30 di Belem, Brasil, pada Kamis (20/11/2025)

    Kebakaran ini mengakibatkan 21 orang harus menjalani perawatan medis, dan ribuan peserta COP 30 harus diungsikan.

    Api muncul di dalam paviliun yang menampung lebih dari 50.000 diplomat, jurnalis, dan aktivis yang menghadiri pembicaraan iklim global yang diselenggarakan di kota gerbang Amazon tersebut.

    Kebakaran terjadi sesaat sebelum pukul 14.30 waktu setempat di sebuah tenda di “Zona Biru”, area resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menampung paviliun nasional dan ruang negosiasi.

    Rekaman media sosial menunjukkan peserta berlarian menghindari asap dan api, sementara petugas keamanan segera menginstruksikan evakuasi seluruh area untuk mencegah risiko tambahan.

    Baca: Masyarakat adat menggelar unjuk rasa di sela COP 30

    Kepulan asap cepat memenuhi aula utama, tempat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato beberapa menit sebelumnya, sementara api membakar atap dan mengancam bangunan di sekitarnya.

    Petugas pemadam kebakaran dari stasiun terdekat bergerak cepat dan berhasil mengendalikan kobaran api dalam hitungan menit setelah alarm darurat berbunyi.

    Menteri Pariwisata Brasil, Celso Sabino mengonfirmasi tidak ada laporan korban luka di antara peserta KTT maupun staf penyelenggara.

    “Untungnya tidak ada yang terluka, berkat tindakan cepat tim keamanan dan Dinas Pemadam Kebakaran Pará,” kata Sabino dalam pernyataannya kepada wartawan.

    Ia menambahkan dugaan awal bahwa korsleting listrik kemungkinan menjadi penyebab kebakaran, meski investigasi resmi masih berlangsung.

    Baca: COP 30 jadi pertarungan antara kekuatan lobi korporasi dengan perjuangan masyarakat sipil

    Persiapan menuju KTT telah dibayangi tantangan logistik di Belem, termasuk keterbatasan infrastruktur dan melonjaknya biaya akomodasi bagi ribuan delegasi internasional.

    Menepis kekhawatiran soal kelanjutan acara, Sabino menegaskan kepada wartawan bahwa insiden seperti ini dapat terjadi di negara mana pun dan tidak mengancam keseluruhan konferensi.

    “Tidak ada kemungkinan pembatalan KTT, yang tetap berlangsung sukses,” ujarnya, menekankan keutuhan agenda pembahasan iklim.

    COP 30 yang digelar di jantung Amazon itu awalnya dijadwalkan berakhir Jumat (21/11/2025) waktu setempat atau Sabtu waktu Indonesia.

    Namun, para negosiator gagal mencapai tenggat Rabu (19/11/2025) untuk menyepakati peta jalan transisi energi, penghapusan bahan bakar fosil, dan perjanjian adaptasi iklim.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu