Tag: kota

  • Greenpeace Ajak Warga Kota Semarang Meneliti Cemaran Mikroplastik di Wilayahnya

    Greenpeace Ajak Warga Kota Semarang Meneliti Cemaran Mikroplastik di Wilayahnya

    7cloud.asia – Tingginya penggunaan plastik sekali pakai membuat pencemaran mikroplastik semakin sulit dibendung. Mikroplastik kini tak lagi hanya ditemukan di perairan, tapi juga sampai ke tubuh manusia.

    Hal ini membuat mikroplastik tak lagi jadi sebatas ancaman bagi lingkungan, tapi juga jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan berpotensi mengganggu kemampuan kognitif manusia.

    Untuk mencari tahu seberapa jauh penyebaran mikroplastik warga Semarang, Jawa Tengah diajak untuk ikut meneliti di mana saja mikroplastik ditemukan melalui uji coba Citizen Science.

    Kegiatan ini digelar Greenpeace Indonesia bersama Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) dan Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima).

    Dilansir di laman resmi Greenpeace, para pengunjung diajak untuk membawa sampel dari rumah, seperti air minum, swab kulit, dan makanan, untuk kemudian diuji menggunakan mikroskop.

    Baca: Pembakaran sampah jadi sumber utama polusi mikroplastik di udara

    “Selain itu, kami juga mengajak pengunjung menampung air hujan sebanyak 1–2 liter dari lingkungan sekitar mereka untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rafika Aprilianti, Kepala Laboratorium Ecoton seperti dikutip greenpeace.org.

    Hasil pengujian sampel yang berasal dari masyarakat ini menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik di sekitar kita, mulai dari air hujan, makanan, hingga pakaian.

    Riset terbaru Ecoton dan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) menyebutkan, Semarang menduduki posisi ke-4 sebagai kota dengan kontaminasi mikroplastik di udara paling tinggi.

    Penelitian yang dilakukan di 18 kota/kabupaten di Indonesia ini menemukan hubungan erat antara cemaran mikroplastik di udara dengan kebiasaan membakar sampah yang membawa partikel mikroplastik naik ke udara dan, pada akhirnya, ikut mencemari air hujan.

    Baca: Penelitian ECOTON dan SIEJ ungkap paparan mikroplastik di 18 kota

    Komposisi polimer mikroplastik di udara Indonesia didominasi poliolefin yang berasal dari pecahan kantong plastik dan kemasan, disusul polyamide dan PTFE dari serat pakaian, komponen otomotif, dan pelapis tahan panas.

    “Polyester dan polyisobutylene, yang umumnya berasal dari tekstil dan material ban, juga ditemukan di dalam sampel, menunjukkan beragamnya sumber polusi mikroplastik di udara” ungkap Rafika.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komposisi polimer mikroplastik di udara selaras dengan data sumber utama mikroplastik di 18 kota dan kabupaten. Pembakaran sampah plastik menyumbang 55 persen, sementara aktivitas transportasi berkontribusi 33,3 persen.

    “Korelasi ini menunjukkan bahwa profil polimer di udara sangat mencerminkan pola aktivitas manusia di kota mulai dari sistem pengelolaan sampah yang buruk, tingginya aktivitas transportasi, hingga beban tekstil rumah tangga,” kata Rafika.

    Sampel mikroplastik juga ditemukan di dalam tubuh manusia. Studi yang dilakukan Greenpeace Indonesia bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengungkap, mikroplastik juga ditemukan di dalam urin, darah, hingga feses manusia. 

  • Jerman dan Uni Eropa Bantu Percepatan Transformasi Digital Jakarta

    Jerman dan Uni Eropa Bantu Percepatan Transformasi Digital Jakarta

    7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berusaha memperluas jejaring internasional Jakarta dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan mobilitas berkelanjutan.

    Untuk mewujudkan hal ini, pekan lalu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan ke Berlin, Jerman. 

    Di sana Pramono bertemu pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation) serta perwakilan BMZ (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development) di Rotes Rathaus, Berlin, pada Senin (24/11/202) lalu.

    Pramono Anung mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa dalam percepatan transformasi digital Jakarta. Dukungan tersebut diberikan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change.

    Pramono menegaskan, Jakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam membangun model kota masa depan berbasis inovasi dan kolaborasi global.

    Baca: Apa dampak yang dirasakan warga jika Jakarta jadi Kota Global

    “Saya ingin menegaskan bahwa kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini adalah upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien,” ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI, Kamis (27/11/2025).

    Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan Jakarta Future City Hub, yang kini berkembang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil.

    Melalui program tersebut, Jakarta bersama GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, serta melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program publik berbasis inovasi.

    Jakarta Future City Hub bukan proyek jangka pendek. Ini adalah fondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta ke depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data dan inovasi,” lanjut Pramono.

    Selain sektor digital, dalam pertemuan ini juga membahas rencana perluasan kerja sama di sektor mobilitas hijau. Kerja sama ini fokus pada pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih serta digitalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas mobilitas warga.

    Baca: Peringkat Jakarta dalam Global Cities Index 2025

    Jakarta menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030. Gubernur Pramono pun membuka peluang kerja sama dalam penelitian, proyek percontohan, serta pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan perencanaan rute.

    Pramono mengatakan, Pemprov melihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi Transjakarta, penerapan Mobility as a Service, dan integrasi data lintas moda.

    ”Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien tetapi juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan bagi warga,” jelasnya.

    Pramono menyampaikan, kolaborasi ini akan menjadi contoh kemitraan strategis antar kota dunia dalam menghadapi tantangan urbanisasi global. Ia juga mengundang GIZ untuk memperdalam kolaborasi teknis dalam fase lanjutan transformasi kota.

    “Saya yakin bahwa perjalanan kita masih panjang. Jika kita melanjutkan kemitraan ini dengan visi dan keberanian, kita tidak hanya memecahkan tantangan Jakarta, tetapi turut menginspirasi kota-kota lain di Asia dan dunia,” tandas Pramono.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Sabtu (29/11/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Semarang, Surabaya.

    Selain itu, Kota Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Manado, Ternate, Ambon, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Palembang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Mamuju.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Surabaya dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Surabaya dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Surabaya pada Rabu (03/12/2025).

    Melalui kanal youtube resminya, BMKG memprediksi hujan disertai petir juga akan melanda Kota Palembang, Yogyakarta, Pontianak dan Banjarmasin.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Bandung. Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Jakarta, Semarang, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi Kota Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jambi, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Samarinda, Denpasar, Mataram, Palu.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Nabire.

    BMKG juga mengimbau warga yang berada di Kepulauan Bangka Belitung agar mewaspadai potensi angin kencang.

     

     

     

  • Hampir Sepekan Bencana di Sumatera, Korban Meninggal Capai 744 Orang

    Hampir Sepekan Bencana di Sumatera, Korban Meninggal Capai 744 Orang

    7cloud.asia – Hampir sepekan bencana banjir dan longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jumlah korban kian bertambah. Hingga Selasa (02/12/2025) malam, total korban meninggal mencapai 744 orang.

    Berdasarkan data Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal terbanyak ditemukan di wilayah Sumatera Utara, 301 orang.

    Baca: YLBHI Dorong Presiden Prabowo Tetapkan Bencana di Sumatera Sebagai Bencana Nasional

    Di wilayah ini sebanyak 163 orang masih dalam pencarian dan 614 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari 17 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 527.300 orang mengungsi. Dan masyarakat yang terdampak sebanyak 1,7 juta orang.

    BNPB juga mencatat lebih dari 1000 unit rumah rusak. Dengan rincian 215 unit rumah rusak berat, 45 unit rusak sedang dan 900 unit rusak ringan.

    Sementara fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 32 unit dan jembatan yang rusak mencapai 29 unit.

    Baca: Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Selanjutnya wilayah Sumatera Barat. Dari 15 kabupaten/kota yang terdampak, korban meninggal mencapai 225 orang, 161 orang lainnya masih hilang dan sebanyak 112 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Jumlah warga yang terdampak sebanyak 141.800 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 137.600 orang.   

    Di Sumatera Barat, rumah rusak berat mencapai 911 unit, rusak sedang 454 unit dan rusak ringan sebanyak 1400 ribu unit. Fasilitas pendidikan yang rusak sebanyak 86 unit dan fasilitas kesehatan yang rusak sebanyak 66 unit.

    Baca: Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    Kemudian di wilayah Aceh. Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, korban meninggal mencapai 218 orang, 227 orang lainnya masih hilang dan sebanyak 1838 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Jumlah warga yang terdampak di Aceh merupakan yang terbanyak, dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat yaitu 1,5 juta orang. Sementara jumlah pengungsi juga terbanyak mencapai 449.600 orang.

    Jumlah rumah rusak di Aceh juga terbanyak jika dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di wilayah yang dijuluki Serambi Mekkah ini sebanya 2.500 unit rumah rusak berat, 1600 unit rusak sedang dan 1300 unit rusak ringan.

    Sementara fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 205 unit dan jembatan yang rusak mencapai 204 unit.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Siang dan Sore Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Siang dan Sore Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Kamis (04/12/2025) siang dan sore hari.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

    Di waktu yang sama, hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan. Malam harinya, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta berawan.

    Sementara untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Selain itu wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua juga berpeluang terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang pula mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang bertiup di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

  • Rencana Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung Dinilai Akan Merusak Lanskap Kota

    Rencana Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung Dinilai Akan Merusak Lanskap Kota

    7cloud.asia – Rencana pemerintah membangun tol dalam kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dinilai sangat tidak tepat.

    Menurut  Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, sejak awal Bandung tidak didesain sebagai kota besar yang dapat menampung mobilitas warga dan kendaraanya dalam jumlah besar. 

    Pembangunan BIUTR dengan ruas-ruas jalan di tengah kota justru hanya akan berdampak negatif pada lingkungan dan mengubah landscape Kota Bandung

    “Selain berada di wilayah cekungan, Bandung didesain sebagai kota dengan mobilitas pendek, mirip dengan kota-kota di Eropa. Jadi, keberadaan tol dalam kota ini sebenarnya tidak sesuai dengan karakter dasar Bandung,” ujar Frans, Rabu (3/12/2025) dikutip TribunJabar.

    Rencana pembangunan BIUTR ini, kata dia, seolah pemerintah terus-menerus memfasilitasi kendaraan pribadi dan melupakan kewajibannya dalam menyediakan fasilitas transportasi publik yang layak bagi masyarakat. 

    “Proyek ini tampak dipaksakan dan keberadaan BIUTR ini jelas akan mengubah landscape Kota Bandung,” katanya.

    Sebaiknya, kata Frans, pembangunan tol difokuskan untuk menghubungkan Kota Bandung dengan daerah lain di cekungan Bandung seperti Sumedang, Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi.

    “Menurut saya BIUTR ini akan berguna jika dibangun bukan membelah Kota Bandung, bukan di dalam kota. Sebaiknya BIUTR menghubungkan Bandung dengan kota-kota satelitnya, seperti Sumedang, Cicalengka, Padalarang, dan lainnya. Itu jauh lebih bermanfaat,” ucapnya.

    Sementara mobilitas dalam kota, kata Frans, dapat diintegrasikan dengan transportasi publik yang sudah ada. Membangun jalan terus menerus pun, kata dia, justru hanya akan mendorong masyarakat untuk memakai kendaraan pribadi. 

    “Ini bukan solusi, solusinya adalah transportasi publik. Jadi, rencana ini tidak tepat jika berada di tengah kota atau di area cekungan Bandung,” katanya.

    Selain itu, kata dia, membangun jalan layang di tengah kota juga merupakan pendekatan yang salah. Sebab, keberadaan infrastruktur berat seperti flyover dapat meningkatkan daya kompaksi tanah, sehingga kemampuan tanah di Kota Bandung untuk menyerap air semakin berkurang.

    “Bandung yang seharusnya berfungsi seperti spons, nanti tidak lagi mampu menyerap air hujan, sehingga banjir akan semakin sering terjadi,” ucapnya. 

    “Kita juga harus ingat, bahwa rancangan Pemerintah Kolonial Belanda dulu menempatkan Bandung sebagai kota yang sangat memperhatikan unsur ekologisnya. Infrastruktur berat di berbagai titik justru merusak prinsip dasar itu,” tambahnya. 

    Pembangunan tol dalam kota dengan jembatan layang pun, kata dia, merupakan gaya pembangunan era 1960-an. Negara-negara seperti di Korea, Jepang dan negara di benua Amerika serta Eropa sudah melakukan.

    Tapi mereka kemudian mengakui itu adalah kesalahan besar. Sejak tahun 1980-an, banyak kota menghancurkan flyover karena dianggap merusak tata ruang dan ekologi.

    “Salah satu contoh di Sungai Cheonggyecheon Korea Selatan. Dulu di atasnya ada jalan tol layang yang kemudian dihancurkan, lalu dikembalikan menjadi sungai yang memiliki fungsi ekologis,” katanya.

    “Celakanya, Indonesia. Termasuk Bandung, justru masih mengadopsi pola pembangunan lama itu,” katanya. 

    Sumber: Tribunnews 

     

     


     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Jawa Barat

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Jawa Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang untuk wilayah Jawa Barat pada Minggu (07/12/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat.

    Sementara wilayah lainnya berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat seperti wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua , Papua Selatan.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, pada pagi hari kondisi cuaca diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Namun masih ada potensi hujan disertai petir di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu pada siang dan sore hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu berpotensi terjadi hujan disertai petir.  

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Padang

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Jakarta dan Padang

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Jakarta, Padang dan sejumlah kota lainnya pada Selasa (09/12/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Serang, Surabaya.

    Selain itu, Kota Pontianak, Palangkaraya, Samarinda. Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kendari dan Merauke. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, Tanjung Selor, Mamuju dan Kupang.

     

  • Berkomitmen Kembangkan Green Tourism, Ini yang Dilakukan Pemerintah Kota Bandung

    Berkomitmen Kembangkan Green Tourism, Ini yang Dilakukan Pemerintah Kota Bandung

    7cloud.asia – Sejak tahun 2016, Kota Bandung, Jawa Barat telah diakui sebagai salah satu dari 10 tujuan wisata utama di Indonesia. Pemerintah pusat bahkan telah menetapkan turunan brand Wonderful Indonesia untuk Bandung dengan nama Stunning Bandung.

    Namun, dalam diskusi “Bandung Bersinar” di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 Desember 2025 terungkap hingga kini, branding tersebut dinilai belum optimal akibat tantangan komunikasi dan implementasi.

    “Yang perlu kita jawab adalah, apa yang membuat orang benar-benar terpana melihat Bandung? Banyak faktornya, mulai dari arsitektur, kuliner, komunitas, hingga event. Tapi salah satu tantangan utama destinasi wisata adalah mobilitas,” ujar Wali Kota Bandung Ahmad Farhan dalam diskusi tersebut.

    Dilansir bandung.go.id, dalam kesempatan itu Farhan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan pariwisata hijau atau green tourism di Kota Bandung.

    Farhan mengungkapkan, konsep pariwisata hijau merupakan inovasi yang untuk pertama kalinya secara serius diperkenalkan di Kota Bandung.

    Menurutnya, aktivitas wisata tidak lagi cukup hanya menawarkan hiburan, tetapi harus memiliki nilai tambah, salah satunya dengan menekan dampak sosial dan dampak lingkungan.

    “Green tourism menunjukkan, kegiatan berwisata harus diberi nilai tambah. Inilah esensi inovasi yang kami dorong di Kota Bandung,” ujar Farhan.

    Dia menambahkan, tingginya aktivitas wisata selalu berbanding lurus dengan kemacetan. Dan, kemacetan berbanding lurus dengan tingginya emisi karbon.

    Baca: Pembangunan jalan tol dalam Kota Bandung dinilai tak sesuai lanskap kota

    Pemerintah kota, ujarnya, bertanggung jawab menangani persoalan lalu lintas, namun partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk menekan dampak emisi.

    “Kalaupun masih macet, emisinya harus minimum. Di sinilah peluang wisata berbasis zero emission,” tuturnya.

    Farhan menyoroti besarnya jejak karbon yang dihasilkan sektor pariwisata, mulai dari transportasi wisatawan hingga operasional hotel. Dengan konsep pariwisata rendah emisi, Kota Bandung berupaya memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing.

    “Semakin kecil jejak karbonnya, semakin tinggi nilai tambah wisatanya,” ujarnya.

    Dalam pengembangan ekonomi daerah, Pemkot Bandung menerapkan strategi TTI (Tourism, Trading, Investment).

    Pariwisata menjadi pintu masuk kedatangan wisatawan, yang kemudian mendorong aktivitas ekonomi melalui transaksi perdagangan.

    “Wisata itu to see, to do, to buy. Ketika orang berbelanja dan beraktivitas, maka trading terjadi. Dari situlah investasi masuk,” jelas Farhan.

    Dampaknya terlihat nyata. Sepanjang semester pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,43 persen, di atas rata-rata nasional. Pada triwulan ketiga, pertumbuhan tercatat 5,26 persen.

    Baca: Bandung siap kembangkan wisata gastronomi kelas dunia

    Tingginya tingkat hunian hotel, terutama hotel berbintang, menunjukkan bahwa wisatawan yang datang memiliki daya beli tinggi.

    Namun, Farhan mengingatkan adanya risiko ketimpangan ekonomi yang harus diantisipasi.
    Dari hasil kunjungan ke sekitar 50 RW, Farhan menemukan adanya disparitas ekonomi yang perlu dijembatani.

    Sektor pariwisata dinilai paling inklusif karena membuka peluang pendapatan bagi semua lapisan, mulai dari pemilik hotel hingga juru parkir.

    “Pariwisata memberi kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan. Karena itu, berbagai jenis pariwisata terus kami kembangkan,” katanya.

    Selain sport tourism, Bandung juga mengembangkan education tourism dengan memanfaatkan banyaknya perguruan tinggi. Mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Bandung, membawa dampak ekonomi berantai bagi sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM.

    Di kesempatan itu, Farhan menjelaskan, program Bandung Bersinar menjadi bagian dari inovasi pariwisata, khususnya dalam mendukung mobilitas wisatawan yang pada 2025 ditargetkan mencapai 8,7 juta kunjungan.

    Farhan berharap jutaan wisatawan ini menggunakan kendaraan listrik yang emisinya lebih rendah sehingga dampaknya akan sangat baik bagi lingkungan. Pemkot Bandung, dengan berkolaborasi dengan PLN akan memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     

    Pemerintah kota Bandung akan memberikan kemudahan perizinan dan mendukung berbagai insentif sesuai kebijakan pusat.

    SPKLU ini umumnya ditempatkan di area parkir pusat perbelanjaan dan ruang publik strategis. Ke depan, ketersediaan fasilitas ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

    Upaya pengurangan emisi juga dilakukan melalui pengembangan angkot listrik sebagai sarana edukasi publik.

    Pemkot Bandung bekerja sama dengan koperasi angkutan umum juga akan melakukan peremajaan armada, sekaligus berkolaborasi dengan Dishub Jawa Barat agar angkot listrik menjadi feeder BRT.

    “Angkot listrik itu nyaman pisan. Ini memberi sentuhan modern bagi Kota Bandung,” kata Farhan.