Tag: kota

  • Separuh Kota Besar di Jepang Alami Penurunan Jumlah Penduduk

    Separuh Kota Besar di Jepang Alami Penurunan Jumlah Penduduk

    7cloud.asia – Separuh dari 20 kota besar di Jepang dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa mengalami penurunan jumlah penduduk dibandingkan 10 tahun lalu.

    Penurunan jumlah penduduk kota-kota di Jepang antara lain dipengaruhi oleh rendahnya angka kelahiran, demikian berdasarkan analisis Kyodo News yang dirilis Minggu (1/2/2026).

    Proyeksi hingga 2050 menunjukkan, jumlah kota di Jepang yang akan mengalami penyusutan penduduk diperkirakan meningkat menjadi 18 kota, meskipun sebelumnya kota-kota tersebut berhasil menarik penduduk muda dari wilayah sekitarnya.

    Kitakyushu, yang terletak di wilayah barat daya Jepang, mencatat penurunan paling tajam di antara kota berstatus ordinance-designated city. Jumlah penduduk Kitakyushu turun 6,5 persen dari sekitar 970 ribu menjadi 910 ribu jiwa.

    Kota berstatus ordinance-designated city adalah kota yang memiliki kewenangan setara dengan prefektur dalam sejumlah bidang, termasuk kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat.

    Baca: Upaya mendongkrak angka kelahiran di Jepang

    Menyusutnya jumlah penduduk mendorong para pembuat kebijakan untuk meninjau kembali sistem kota berstatus khusus tersebut, yang sejak awal didasarkan pada asumsi pertumbuhan penduduk.

    Sistem ini diperkenalkan pada 1956 dengan asumsi adanya tingkat pertumbuhan populasi tertentu. Yokohama, Nagoya, Kyoto, Osaka, dan Kobe menjadi kota pertama yang memperoleh status tersebut pada tahun yang sama.

    Seiring waktu, Shizuoka dan enam kota lainnya menyusul setelah pemerintah menurunkan syarat minimum jumlah penduduk dari satu juta menjadi 700 ribu jiwa untuk memperoleh status tersebut.

    Berdasarkan perbandingan data registrasi penduduk dasar per 1 Januari 2015 dan 1 Januari 2025, Kitakyushu diikuti oleh Shizuoka yang mencatat penurunan 6,0 persen, dari sekitar 710 ribu menjadi 670 ribu jiwa.

    Sebaliknya, analisis data menunjukkan Fukuoka mencatat kenaikan penduduk paling tinggi, yakni 8,2 persen menjadi sekitar 1,60 juta jiwa.

    Baca: Jumlah pekerja asing di Jepang catat rekor tertinggi

    Kota Saitama menyusul dengan kenaikan 7,1 persen menjadi sekitar 1,35 juta jiwa, sementara Kawasaki meningkat 6,2 persen menjadi sekitar 1,53 juta jiwa.

    Berdasarkan data 2025 dan proyeksi 2050 dari Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang, hanya Fukuoka dan Kawasaki yang diperkirakan tidak akan mengalami penurunan jumlah penduduk hingga 2050.

    Sejumlah pengamat menilai kota-kota berstatus khusus tersebut belum memperoleh alokasi sumber daya keuangan yang memadai dibandingkan dengan beban tugas yang kompleks.

    Hal ini mendorong sebagian anggota parlemen lintas partai mengusulkan agar kota-kota tersebut diubah menjadi kota khusus yang berdiri independen dari pemerintah prefektur.

    Sementara itu, dari 62 kota inti dengan jumlah penduduk sedikitnya 200 ribu jiwa, sebanyak 52 kota atau sekitar 84 persen juga menghadapi penurunan jumlah penduduk dibandingkan satu dekade lalu, menurut hasil analisis tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo-OANA

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia pada Selasa (03/02/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui akun youtube resminya memprakirakan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diguyur hujan ringan pada Selasa malam.

    Lain halnya dengan Kepulauan Seribu yang akan berawan tebal.

    Pada siang hari, Jakarta Barat dan Jakarta Utara diprediksi berawan. Kemudian, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu cerah berawan, sementara Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berawan tebal.

    Pada pagi hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan tebal.

    Sementara, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Ambon, Nabire dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Semarang, Tanjung Selor dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Banjarmasin dan Kendari.

    BMKG juga mengajak masyarakat di wilayah Aceh, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara agar mewaspadai potensi angin kencang.

     

  • Indeks Copenhagenize 2025 Ungkap Kota Ramah Sepeda di Dunia

    Indeks Copenhagenize 2025 Ungkap Kota Ramah Sepeda di Dunia

    7cloud.asia – Enam tahun setelah dibuat peringkat kota ramah sepeda, dan setelah pandemi yang mengubah kebiasaan mobilitas harian, muncul pertanyaan kota-kota global mana yang benar-benar berinvestasi dalam mentransformasi jalanan mereka untuk para pesepeda? Dan kota mana yang tertinggal?

    Jawabannya terungkap dalam Indeks Copenhagenize 2025 – EIT Urban Mobility Edition yang dirilis November 2025 lalu.

    Dari 150 kota yang telah dipilih sebelumnya, 100 kota dari 44 negara dievaluasi, menjadikan peringkat ini sebagai tolok ukur global yang unik, menampilkan pusat-pusat kota dari setiap benua.

    Dilansir eiturbanmobility.eu, Indeks Copenhagenize 2025 yang dirilis baru-baru ini mengungkap, setidaknya 100 kota di seluruh dunia yang sedang mentransformasi jalanan mereka untuk mengembangkan bersepeda sebagai solusi mobilitas utama.

    Indeks Copenhagenize – edisi EIT Urban Mobility yang merupakan inisiatif dari Institut Inovasi dan Teknologi Eropa (EIT) sebuah badan Uni Eropa ini penuh dengan data dan kisah baru dari seluruh dunia bersepeda.

    Indeks Copenhagenize 2025 menunjukkan kematangan global dalam kebijakan bersepeda. Bersepeda tidak lagi diperlakukan sebagai isu mobilitas khusus, tetapi sebagai penggerak lintas sektor untuk aksi iklim, kesehatan masyarakat, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

    Baca: Tren bersepeda di Indonesia meredup

    Di berbagai benua, terlihat adanya pergeseran dari proyek percontohan menuju program jangka panjang yang lebih terstruktur, yang tertanam dalam rencana ketahanan dan mobilitas berkelanjutan yang lebih luas.

    Namun, kesenjangan antara ambisi dan implementasi tetap lebar, dengan stabilitas pendanaan, kesinambungan politik, dan kapasitas teknis muncul sebagai pembeda utama antara kota-kota peringkat atas dan menengah.

    Peringkat internasional ini menyatukan kota-kota dari setiap benua, mewakili beragam bentuk perkotaan, iklim, dan ekonomi. Iklim saja tidak menentukan apakah sebuah kota dapat menjadi ramah sepeda atau tidak.

    Dari panas dan kelembapan Singapura dan Dubai hingga musim dingin yang dingin dan bersalju di Helsinki, Kota Québec, dan Minneapolis, semuanya telah layak mendapatkan tempat mereka dalam peringkat ini.

    Kota-kota ini menunjukkan bahwa bersepeda dapat berkembang di mana saja, dan bahwa sepeda telah menjadi alat yang ampuh dalam mengatasi perubahan iklim.

    Baca: Daftar kota ramah sepeda di dunia

    Di luar iklim atau topografi, prediktor terkuat keberhasilan bersepeda adalah investasi berkelanjutan yang didukung oleh tata kelola antar departemen yang efektif.

    Kota-kota yang memperlakukan bersepeda sebagai sebuah sistem – mengintegrasikan infrastruktur, komunikasi, dan pemantauan – secara konsisten mencapai hasil yang lebih tinggi dan lebih stabil.

    Meskipun kota-kota bersepeda bersejarah telah berinvestasi selama beberapa dekade, banyak kota peringkat teratas saat ini mencapai posisi mereka dengan melakukan perubahan kebijakan yang menentukan, yakni beralih dari inisiatif sederhana menjadi menjadikan bersepeda sebagai pilar utama pembangunan perkotaan.

    Dengan memanfaatkan sepenuhnya manfaat bersepeda, kota-kota ini mentransformasi mobilitas dan kualitas hidup perkotaan, menyesuaikan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang sebenarnya, dan memungkinkan orang dari segala usia dan latar belakang untuk bersepeda setiap hari.

    Kota-kota Eropa mendominasi Indeks Copenhagenize 2025 ini karena beberapa alasan, termasuk komitmen politik yang kuat — yang sering kali didorong dan didukung oleh warga setempat — untuk berinvestasi dalam transisi ekologis.

    Baca: Membangun kesadaran bersepeda sebagai transportasi sehat dan ramah lingkungan

    Namun, kemajuan tidak seragam. Beberapa kota yang pernah dipuji sebagai pelopor bersepeda, khususnya di Eropa dan Amerika, telah memperlambat investasi mereka atau mengurangi ambisi, dan oleh karena itu tidak lagi termasuk di antara yang terdepan.

    Demikian pula, di beberapa bagian Global Selatan, jalan-jalan yang dulunya penuh dengan pesepeda kini semakin banyak dilalui kendaraan bermotor seiring dengan kemajuan pembangunan ekonomi.

    Bersepeda sehari-hari terjebak dalam paradoks: peningkatan pendapatan dan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor mengurangi penggunaan sepeda tepat ketika pemerintah mulai berinvestasi dalam infrastruktur.

    Hal ini menggarisbawahi pentingnya memposisikan bersepeda bukan sebagai moda transportasi yang dibutuhkan, tetapi sebagai pilihan transportasi yang diinginkan, efisien, dan modern.

    Pergeseran ini menyoroti kebutuhan berkelanjutan akan pengumpulan data yang kuat dan peningkatan kapasitas di antara pemerintah daerah, untuk membalikkan penurunan dan mendukung pertumbuhan bersepeda.

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir, Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir, Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (04/02/2026), termasuk Bandung.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Pontianak, Surabaya dan Mamuju.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Semarang, Kupang, Jayapura dan Merauke.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Serang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Denpasar, Kendari, Ternate, Nabire dan Jayawijaya

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi pagi hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Siang hingga sore hari peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan.

    Malamnya, peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. 

  • Indonesia Eco Jamboree 2026 Dibuka: Soroti Darurat Pengelolaan Sampah Perkotaan

    Indonesia Eco Jamboree 2026 Dibuka: Soroti Darurat Pengelolaan Sampah Perkotaan

    7cloud.asia – Indonesia Eco Jamboree (IEJ) 2026 resmi dibuka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Rabu (4/2/2026), di tengah kondisi pengelolaan sampah perkotaan yang kian mengkhawatirkan dan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

    Mengusung tema “Zero Waste Lifestyle: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar”, kegiatan yang digagas Komunitas KALIRA ini berlangsung hingga 6 Februari 2026.

    IEJ 2026 menghadirkan Eco Craft Display serta Eco Seminar sebagai ruang edukasi publik untuk mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.

    Ketua Komunitas KALIRA, Waskita Rini, menilai persoalan sampah di kota-kota besar tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan hilir semata.

    Baca: IEJ 2026 Dorong Aksi Lingkungan dan Energi Terbarukan

    Penumpukan di tempat pembuangan akhir, kata dia, merupakan cermin kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah dan minimnya perubahan pola konsumsi masyarakat.

    Zero waste bukan sekadar gaya hidup, tetapi kritik terhadap sistem yang terus memproduksi sampah tanpa pengendalian,” kata Rini dalam pembukaan acara.

    Dukungan terhadap edukasi lingkungan berbasis komunitas juga disampaikan Marsekal Muda (Purn) I Nyoman Tri Santosa.

    Ia menekankan pentingnya peran ruang publik sebagai medium penyadaran kolektif, di saat kebijakan pengelolaan sampah masih cenderung berorientasi jangka pendek.

    Baca: Darurat Sampah di Sejumlah Kota

    Pembukaan IEJ 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen Zero Waste Lifestyle serta aksi simbolis penyiraman tanaman bambu.

    Komitmen ini dinilai sebagai pengingat bahwa solusi krisis sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi pada perubahan perilaku dan keberanian politik.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan peninjauan Eco Craft Display, pameran karya daur ulang yang menampilkan praktik ekonomi sirkular sebagai alternatif atas budaya sekali pakai yang mendominasi kota-kota besar.

    Penyelenggara berharap Indonesia Eco Jamboree 2026 dapat menjadi ruang kritik sekaligus aksi, di tengah absennya kebijakan pengurangan sampah yang tegas dan berkelanjutan di wilayah perkotaan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Jakarta dan Beberapa Kota Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Jakarta dan Beberapa Kota Bakal Hujan

    7cloud.asia – Jakarta dan beberapa kota berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Kamis (05/02/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kanal youtube resminya menjelaskan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Kupang, Mataram, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Denpasar, Makassar, Jayapura dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Bengkulu, Banjarmasin dan Tanjung Selor.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang berada di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara untuk mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan maksimal 20 knot.

  • Puluhan Kota di Dunia Bakal Terapkan Larangan Iklan Bahan Bakar Fosil

    Puluhan Kota di Dunia Bakal Terapkan Larangan Iklan Bahan Bakar Fosil

    7cloud.asia –  Lebih dari 50 kota di seluruh dunia telah membatasi atau mulai merencanakan untuk membatasi iklan bahan bakar fosil karena dinilai sebagai sumber utama pencemaran lingkungan.

    Adapun sejumlah kota seperti Stockholm (Swedia), Edinburgh (Skotlandia), dan Sydney (Australia) telah melarang iklan bahan bakar fosil.

    Ibu kota Belanda, Amsterdam, dan Florence di Italia ada dua kota terbaru yang menyetujui larangan iklan bahan bakar fosil, bergabung dengan puluhan kota di seluruh dunia yang telah memperkenalkan pembatasan promosi produk-produk yang mencemari lingkungan.

    Hingga saat ini, lebih dari 50 kota, sebagian besar di Eropa, telah membatasi iklan tersebut di area tertentu atau mengajukan mosi untuk memperkenalkan batasan formal.

    Dilansir earth.org, beberapa kota, termasuk beberapa kota di Belanda, Stockholm, Edinburgh, dan Sydney, telah melarangnya sama sekali.

    Baca: Kota Den Haag terapkan larangan iklan bahan bakar fosil

    Den Haag, ibu kota administratif Belanda, menjadi kota pertama di dunia yang melarang iklan yang mempromosikan layanan berkarbon tinggi seperti kapal pesiar dan perjalanan udara pada tahun 2024.

    Sementara itu, Spanyol dapat segera menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan larangan nasional setelah pada tahun lalu, pemerintah menyetujui rancangan undang-undang yang akan melarang iklan bahan bakar fosil.

    Beleid itu juga melarang iklam kendaraan bertenaga bahan bakar fosil, dan penerbangan jarak pendek di mana alternatif kereta api yang lebih berkelanjutan tersedia.

    Bulan lalu, dewan kota Amsterdam mengesahkan larangan yang mengikat secara hukum terhadap iklan bahan bakar fosil dan produk daging dalam pemungutan suara, di mana 27suara mendukung dan 17 lainnya menentang.

    Keputusan ini menjadikannya ibu kota negara pertama yang sepenuhnya melarang iklan bahan bakar fosil.

    Baca: Bersepeda efektif turunkan emisi dari sektor transportasi

    Larangan yang akan berlaku mulai 1 Mei 2026 ini mencakup produk dan layanan berkarbon tinggi seperti penerbangan, kendaraan bensin dan diesel, kontrak pemanas gas, dan produk daging di semua ruang publik di kota, termasuk di transportasi umum.

    Pada hari Selasa (3/2/2026), kota Florence mengikuti jejak Amsterdam, menjadi kota Italia pertama yang mengadopsi larangan iklan bahan bakar fosil di ruang publik dalam pemungutan suara 18-3.

    “Dengan menyetujui mosi ini, Florence memilih untuk memimpin Italia dalam pergeseran budaya dan simbolis yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim,” kata Anggota Dewan Kota Florence, Giovanni Graziani.

    Graziani mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menghakimi atau mengutuk pilihan individu, tetapi lebih untuk mengurangi paparan kolektif terhadap model konsumsi berbasis bahan bakar fosil yang merusak lingkungan dan kesehatan.

    ”Ini adalah tindakan tanggung jawab terhadap warga negara kita dan terhadap komitmen yang telah dibuat Florence untuk mencapai netralitas iklim pada tahun 2030,” tambah Graziani.

    Baca: Pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar fosil

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Status “Siaga” di Sejumlah Wilayah Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Status “Siaga” di Sejumlah Wilayah Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status “Siaga” hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat untuk sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jakarta pada Sabtu (07/02/2026).

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, di Provinsi Jambi, status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Tebo, Merangin, Batanghari.

    Di Provinsi Banten, status “Siaga” meliputi Kabupaten Pandeglang. Demikian juga untuk Provinsi DKI Jakarta. wilayah  Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Di Provinsi Jawa Barat meliputi Bogor, Cirebon dan Kuningan.

    Di Provinsi Jawa Tengah, wilayah yang berstatus “Siaga” adalah Cilacap, banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

    Untuk Provinsi Yogyakarta, wilayah Gunung Kidul, bantul, Kulon Progo berstatus “Siaga”. Sementara di Provinsi Jawa Timur, wilayah Lumajang, Probolinggo dan Bondowoso juga berstatus “Siaga”.

    Status “Siaga” juga berlaku di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencakup wilayah Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten dan Kota Bima.

    Sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, status “Siaga” meliputi Kota Kupang, Belu, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor dan Sumba Timur.  

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai angin kencang dengan kecepatan maksimal 20 knot di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

  • Program ‘Gentengisasi’ Prabowo: Apakah Atap Estetik Menjawab Masalah Panas Perkotaan?

    Program ‘Gentengisasi’ Prabowo: Apakah Atap Estetik Menjawab Masalah Panas Perkotaan?

    7cloud.asia – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana program baru ‘gentengisasi’ saat membuka rapat koordinasi dengan kepala daerah seluruh Indonesia di Sentul, Jawa Barat pada 2 Februari lalu.

    Kata Prabowo, program nasional gentengisasi atau mengganti atap rumah berbahan seng menjadi genteng tersebut penting demi estetika dan menanggulangi udara panas di dalam rumah warga.

    Prabowo menilai atap metal atau ‘seng’ kurang meredam panas, mudah berkarat, dan kurang estetik.

    Secara kasat mata, tampilan genteng mungkin terlihat lebih sedap dipandang mata. Namun, persoalan hunian warga di Indonesia bukan cuma soal estetika. Solusinya pun tidak sesederhana mengganti bahan atap.

    Sebagai akademisi yang mendalami ilmu arsitektur dan perencanaan kota, kami melihat program gentengisasi ini terlalu menyederhanakan isu struktural tanpa melihat persoalan warga sesungguhnya lebih mendalam.

    Rumah panas bukan cuma karena atap
    Pertama, masalah panas di permukiman warga bukan sekadar urusan jenis atap.

    Persoalan ini tidak terlepas dari dampak pemanasan global dan fenomena pulau bahang perkotaan (urban heat island)—kondisi ketika suhu di area perkotaan lebih panas dibanding wilayah sekitarnya.

    Kepadatan bangunan, berkurangnya ruang hijau, hingga polusi membuat kota semakin gerah. Jakarta tercatat menjadi salah satu provinsi terpanas di Indonesia dengan intensitas efek pulau panas perkotaan lebih panas hingga 2,5°Celcius dibanding wilayah sekitar.

    Baca: Pengurus negara tidak serius tangani pulau panas perkotaan

    Kedua, mengganti atap seng dengan genteng memang bisa mengurangi panas, tetapi biayanya juga lebih mahal.

    Selama ini masyarakat lebih banyak memilih atap seng karena harganya yang murah. Sebagai perbandingan, harga atap seng di pasaran berkisar Rp50 ribu per meter persegi, sementara harga genteng tanah liat di kisaran Rp65 ribu per meter persegi.

    Selain bahannya yang murah, konstruksi rangka untuk atap berbahan seng juga lebih hemat dibanding genteng.

    Sebab, rangka penyangganya bisa dibuat lebih jarang (jarak antar kuda-kuda 1,6-1,8 m dan jarak reng antara 60-90 cm) dengan kemiringan yang lebih landai (cukup 10–25°). Karena itu, kayu atau baja ringan yang dipakai sebagai rangka atap juga lebih sedikit, jadi biaya lebih murah.

    Sementara atap genteng lebih berat dan berukuran kecil-kecil, sehingga membutuhkan material yang lebih banyak untuk konstruksi rangka atap.

    Agar mampu menahan beban genteng dan tidak tempias saat hujan, kemiringan atap harus lebih curam (minimal 30°) dan penyangganya harus lebih rapat (jarak reng sekitar 25-30 cm). Artinya, biaya pun lebih besar.

    Nah, jika sebuah rumah awalnya dirancang untuk atap seng, lalu ingin diganti menjadi genteng, maka rangka atapnya juga harus dirombak menyesuaikan konstruksi atap genteng, karena beban penutup atap bakal naik sekitar 35 kali lipat.

    Perhitungan kami, estimasi biaya mengganti material atap dan rangka sekitar Rp265 ribu per meter persegi. Maka, satu rumah ukuran 36 meter persegi saja bisa membutuhkan biaya sekitar Rp 9,54 juta, belum termasuk upah tukang.

    Baca: Warga dapat berkontribusi kurangi panas perkotaan dengan langkah kecil dari rumah

    Jika pemerintah menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk program ‘gentengisasi’, maka dana tersebut hanya cukup untuk merenovasi sekitar 105 ribu rumah.

    Jika memaksakan konstruksi rangka atap yang tidak sesuai dengan standar, atap berisiko ambruk dan membahayakan keselamatan penghuninya.

    Oleh karena itu, evaluasi kelayakan rangka penting dilakukan sebelum melakukan ‘gentengisasi’, terlebih lagi pada rumah-rumah swadaya yang sering dibangun tanpa perhitungan struktur yang ketat.

    Solusi alternatif lebih murah
    Sebenarnya ada solusi alternatif yang lebih murah dan aman untuk mengurangi panas, juga menambah estetika pada bangunan-bangunan berbahan atap metal, yakni dengan teknologi atap dingin (cool roof) seperti cat reflektif.

    Cat berwarna putih dengan bahan khusus ini bekerja dengan cara memantulkan radiasi matahari (solar radiation), sehingga mengurangi penyerapan panas pada atap bangunan.

    Cat ini bisa menurunkan suhu permukaan atap dan otomatis mengurangi suhu ruangan dalam bangunan.

    Kota-kota besar di dunia seperti New York di Amerika Serikat sudah lama menerapkan teknologi ini untuk melawan fenomena pulau bahang perkotaan dan efisiensi energi pada bangunan-bangunan.

    New York menginisiasi proyek NYC CoolRoofs sejak 2009. Pemerintah kota di sana bahkan menawarkan pengecatan dan perawatan gratis bagi bangunan publik seperti organisasi nonprofit, perumahan sosial atau perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Baca: Menanam pohon efektif atasi panas perkotaan

    Program ini juga berlaku untuk sekolah dan kampus, rumah sakit dan klinik, serta bangunan-bangunan kebudayaan seperti museum dan teater.

    Di Indonesia, produk-produk cat reflektif ini sebenarnya juga sudah diproduksi dan mudah ditemui di pasaran. Estimasi harga material cat reflektif per meter persegi sekitar Rp31 ribu. Maka untuk rumah 36 meter persegi hanya membutuhkan biaya sekitar Rp1,12 juta.

    Sebuah riset (2025) membuktikan cat reflektif mampu menurunkan panas permukaan atap metal antara 5-15°C dan menurunkan suhu ruangan di bawahnya antara 1-3°C.

    Organisasi PBB UN-Habitat dan Bank Dunia juga sudah menetapkan teknologi atap dingin dan cat reflektif sebagai salah satu solusi yang efektif bagi upaya adaptasi pemanasan suhu yang terjadi pada area permukiman dan perkotaan.

    Aplikasinya lebih mudah dan umumnya tidak membutuhkan penguatan struktur, sehingga lebih murah dari segi biaya. Faktor ini tentu penting menjadi pertimbangan di tengah agenda efisiensi pemerintahan saat ini.

    Pendekatan alami juga penting
    Selain solusi teknologi, pendekatan berbasis alam sangat krusial untuk mengurangi suhu panas di area permukiman. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan menanam pohon dan menambah ruang terbuka hijau.

    Idealnya dalam sebuah kota, warga bisa melihat minimal tiga pohon dari rumah dan sekitar 30 persen wilayah kota tertutup kanopi pohon di lingkungan tempat tinggalnya.

    Selain itu, akses ke ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman atau lapangan hijau semestinya harus bisa dijangkau tidak lebih dari 300 meter dari rumah. Jika kita melihat kondisi Jakarta saja, misalnya, tentu sangat jauh dari bayangan ideal itu.

    Tugas utama pemerintah adalah melindungi keselamatan dan kesehatan warga dari suhu panas ekstrem, bukan hanya membuat kota terlihat indah. Memikirkan estetika boleh saja, tapi setelah hak dasar masyarakat terpenuhi.

    Persoalan suhu panas di permukiman ini tidak bisa selesai hanya dengan mengganti atap (gentengisasi). Suhu panas ekstrem adalah dampak nyata krisis iklim yang menuntut solusi jangka panjang dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Dalam hal ini, kebijakan adaptasi iklim yang berpihak pada keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan semestinya menjadi fokus utama pemerintah.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Rendy Bayu Aditya (Lecturer in the Urban and Regional Planning Program, Universitas Gadjah Mada) dan Aisyah Zakiah (Lecturer in Department of Architecture, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta)

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan pada Senin (09/02/2026) pagi hingga malam hari.

    Dalam laman resmi BMKG, pagi hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Utara. Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Selanjutnya pada siang hingga sore hari, cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Malam harinya, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Untuk wilayah lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali.

    Selain itu wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara juga berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Sedangkan wilayah Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan dan Papua Selatan berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.