Tag: jakarta

  • Atasi Bank Sampah Tidak Aktif, Dinas Lingkungan Hidup DKI Gelar Pelatihan untuk Pendamping

    Atasi Bank Sampah Tidak Aktif, Dinas Lingkungan Hidup DKI Gelar Pelatihan untuk Pendamping

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan pelatihan bagi para pendamping bank sampah di seluruh kelurahan. Langkah ini merupakan upaya mewujudkan target satu Rukun Warga (RW) punya satu bank sampah aktif di wilayah Jakarta.

    Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat gerakan memilah sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi sirkular berbasis lingkungan.

    Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan, para pendamping bank sampah akan bekerja intensif selama dua bulan untuk membentuk sekaligus mengaktifkan kembali bank-bank sampah di wilayah masing-masing.

    Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi sarana pengelolaan sampah yang efektif karena warga tidak hanya diajak memilah dan mengurangi sampah dari rumah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengelolaannya.

    “Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Indonesia. Jika seluruh RW memiliki bank sampah aktif dan warga konsisten memilah sampah dari rumah, maka kita tidak hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga membangun Jakarta yang berkelanjutan,” ujar Asep, Selasa (21/10/2025) di Jakarta.

    Baca: Puluhan bank sampah di Jakarta Pusat tak aktif beroperasi

    Pada Desember 2024, terdapat 2.287 bank sampah yang terdaftar di 1.878 RW di lima wilayah di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 1.435 bank sampah tercatat aktif, sementara sisanya tidak.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya untuk meningkatkan jumlah dan efektivitas bank sampah di setiap RW, serta menambah infrastruktur pengolahan sampah seperti TPS 3R.

    Sementara itu, Ketua Bank Sampah Budhi Luhur, Tutik Sri Susilowati, menekankan bahwa bank sampah bukan sekadar tempat menimbang atau menjual sampah, tetapi juga wadah kebersamaan warga dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan.

    “Bank sampah adalah ruang belajar bagi masyarakat untuk menumbuhkan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan. Karena itu, sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.

    Senada, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Wilda Yanti, menegaskan pentingnya peran pendamping dalam memastikan optimalnya pengelolaan bank sampah di setiap wilayah.

    Baca: Industri daur ulang kekurangan suplai sampah plastik

    Menurutnya, komunikasi yang baik dengan warga serta edukasi berkelanjutan tentang pentingnya memilah sampah dari rumah merupakan kunci utama keberhasilan program ini.

    “Dengan semakin banyak bank sampah yang aktif, warga Jakarta dapat berdaya melalui ekonomi hijau berbasis komunitas, sekaligus membantu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” tutup Wilda.

    Berdasarkan data di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN),
    timbulan sampah di DKI Jakarta timbulan sampah di DKI Jakarta tahun 2024 mencapai
    3.171.247,45 ton per tahun atau 8.664,61 ton per hari.

    Adapun trend timbulan sampah ini meningkat dari tahun ke tahun. Sampah yang dihasilkan tersebut didominasi oleh sampah mudah terurai sebanyak 49,87 persen diikuti dengan Plastik sebesar 22,95 persen dan kertas sebesar 17,24 persen.

    Adapun komposisi terbesar berasal dari sampah rumah tangga, komersial, dan industri.

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah Jakarta pada Jumat (24/10/2025) siang dan sore.

    Melalui laman BMKG, hujan disertai petir juga berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal dan hujan dengan intensitas sedang.

    Malam harinya, BMKG memprediksi cuaca di wilayah Jakarta berawan tebal hingga hujan disertai petir.

    Tak hanya wilayah Jakarta hujan disertai petir juga berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Mataram, Tanjung Selor, Palangkaraya dan Banjarmasin.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Mamuju dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Surabaya, Denpasar, Samarinda.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura.

    Suhu udara berkisar antara 15 hingga 36 derajat celsius. Suhu terrendah diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi berpotensi terjadi di Kota Kupang

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Sumatera bagian Utara, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

     

  • Jakarta Jadi Kota Global: Apa Dampaknya Bagi Warga?

    Jakarta Jadi Kota Global: Apa Dampaknya Bagi Warga?

    7cloud.asia – Pada tanggal 26 Agustus 2019, Presiden ketujuh Joko Widodo mengumumkan Jakarta akan dikembangkan sebagai “kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global” pascawacana pemindahan ibu kota.

    Rencana tersebut dilegalkan dalam Undang Undang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang menyebut Jakarta akan menjadi “kota global”. Pemerintah Daerah Khusus Jakarta juga menargetkan Jakarta bakal bertengger di posisi 20 besar kota global.

    Apa artinya Jakarta menjadi kota global dan apa kira-kira dampaknya untuk penduduk?

    Kota global memiliki makna yang spesifik. UU Jakarta mendefinisikannya sebagai:

    “Kota yang menyelenggarakan kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, dan menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga baik nasional, regional, maupun internasional, serta menjadi pusat produksi produk strategis internasional, sehingga menciptakan nilai ekonomi yang besar, baik bagi kota yang bersangkutan maupun bagi daerah sekitar.”

    Definisi tersebut pertama kali diperkenalkan dalam buku yang ditulis Saskia Sassen pada 1991 dan direvisi pada 2001. Dalam buku ini, Tokyo, London, dan New York merupakan rujukan definisi kota global.

    Kota-kota tersebut menjadi pusat ekonomi global dengan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, kota-kota tersebut menjadi pusat finansial global, menggantikan sektor manufaktur yang sebelumnya mendominasi.

    Selain itu, kota-kota itu menjadi ‘titik komando terpusat’ ekonomi dunia, ditandai dengan kemunculan banyaknya kantor pusat (headquaters) perusahaan internasional.

    Istilah ‘kota global’ seakan mengesankan kota-kota tersebut unggul di segala bidang. Sayangnya, kesan tersebut mengaburkan ‘sisi gelap’ yang membentuk kota tersebut.

    Sisi gelap kota global
    Terbitnya buku Sassen di tahun 1991 tidak saja menarik perhatian para peneliti, tetapi juga para pelaku jasa konsultan. Sejak tahun 2007, mulai bermunculan indeks-indeks peringkat kota global yang menggunakan berbagai indikator tertentu seperti kemudahan berbisnis, keamanan, infrastruktur, dan lingkungan.

    Indeks-indeks tersebut turut memopulerkan istilah kota global. Mulanya, indeks-indeks ini ditujukan kepada para investor untuk mengetahui kota mana yang cocok untuk berbisnis.

    Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintah negara-negara, termasuk Indonesia, menganggap indeks tersebut dapat dipercaya untuk mengarahkan pembangunan perkotaan.

    Masalahnya, indeks tersebut menyembunyikan ‘sisi gelap’ dari kota-kota berkategori global. Kita perlu mengingat bahwa kota global muncul dari proses politik-ekonomi yang sangat spesifik.

    Literatur akademis menunjukkan bahwa kota global dapat tumbuh karena bertumpu di atas sistem kapitalisme yang berdiri di atas eksploitasi manusia. Ada indikasi bagaimana kota-kota global bergantung pada eksploitasi tenaga kerja yang diupah murah.

    Sebuah riset menunjukkan bahwa tiga kota global yang naik peringkat secara cepat: Doha, Dubai, dan Shanghai—bergantung pada eksploitasi tenaga kerja juga. Banyak di antaranya merupakan imigran.

    Kota New York dan Hongkong juga memiliki sisi gelap karena tingkat kesenjangan sosial yang melampaui batas ambang yang ditetapkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

    London dapat menjadi pusat finansial global berkat ekonomi uang kotornya yang terus memperkaya kelas tertentu. Riset lainnya menunjukkan proses penggiatan aktivitas finansial global di kota-kota global dunia memperlebar ketimpangan pendapatan di tingkat nasional dan lokal.

    Memang, kecenderungan pengaburan fakta terjadi pada indeks-indeks kota lainnya. Misalnya, kota-kota yang sering disebut sebagai kota terhijau dunia, seperti Kopenhagen, Dubai, Madrid dan Canberra, justru merupakan kota dengan jejak karbon tertinggi.

    Selain itu, indeks yang dikeluarkan oleh para konsultan seringkali memiliki permasalahan metodologis, berlawanan dengan anggapan bahwa indeks-indeks tersebut bersifat kredibel.

    Bagaimana kondisi aktual Jakarta?
    Masih terlalu dini untuk menyimpulkan rencana kota global di Jakarta akan membawa dampak negatif. Namun, kita bisa melihat indikasi ke mana arah Jakarta dari rencana yang ada.

    Contohnya dokumen perencanaaan pembentukan kota global Jakarta yang dibuat oleh pemerintah setempat dengan bantuan Kearney. A&T Kearney adalah salah satu konsultan kawakan indeks kota global.

    Misalnya, pemerintah Jakarta ingin membangun tanggul raksasa (giant sea wall) untuk menyelesaikan permasalahan tenggelamnya Jakarta. Padahal, proyek tersebut terbukti memiliki efek samping yang cukup buruk bagi lingkungan sekitar yang diakibatkan oleh pengambilan air tanah.

    Selain itu, pemerintah Jakarta cukup bersemangat menggaungkan privatisasi penuh untuk membuka keterlibatan swasta dan meningkatkan investasi. Padahal, di Jakarta, privatisasi penuh penyedia air minum telah gagal mencapai target akses air merata dan berkualitas—suatu fakta yang ironisnya diakui oleh rencana yang sama.

    Terlebih, aksi privatisasi di perkotaan memiliki reputasi buruk di tingkat global karena kerap meminggirkan kesejahteraan warga.

    Kota global untuk apa dan siapa?
    Kapitalisme dan kesenjangan merupakan bagian tidak terpisahkan di balik kesukseskan sebuah kota global.

    Perwakilan pemerintah Jakarta pun telah mengakui bagaimana kesenjangan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya untuk mencapai status kota global. Mereka berjanji bahwa kesenjangan tersebut diwujudkan untuk kebaikan yang lebih besar tanpa mengorbankan mereka yang berkekurangan.

    Namun, kita membutuhkan percakapan yang lebih jujur. Sejarah kota global menunjukkan bahwa kelompok miskin justru semakin terpinggirkan ketika mereka yang berpunya menjadi semakin kaya.

    Selain itu, sering terdapat perbedaan antara apa yang dikatakan dan dilakukan pemerintah. Misalnya, pemerintah acap kali mengecam neoliberalisme ketika pada kenyataannya kebijakan yang diambil seringlah berwatak neoliberal.

    Pada akhirnya, kita sebaiknya tidak “berdamai” dengan kota global. Kita harus berimajinasi melampaui konsep kota global—terutama untuk menghargai kebutuhan warga miskin dan terpinggirkan.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Farhan Anshary (Mahasiswa Doktoral, Newcastle University)

  • Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hampir seluruh wilayah Jakarta akan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada Senin (27/10/2025) siang dan sore hari.

    Dalam laman resmi BMKG, hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan, tetapi pada malam hari berpotensi terjadi hujan disertai petir. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan pada malam hari.

    Kondisi cuaca berawan juga diprediksi akan menyelimuti mayoritas wilayah Jakarta pada pagi hari. Namun masih ada peluang hujan berintensitas ringan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.  

    Hujan intensitas ringan hingga hujan disertai petir juga berpotensi mengguyur sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Medan, Bengkulu, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang terjadi di Kota Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Palu, Gorontalo, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang, Semarang, Samarinda dan Mamuju.

    Sedangkan Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Manado, Kendari, Nabire dan Merauke berpotensi dilanda hujan disertai petir.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

    Seperti pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Utara Jakarta, pesisir Selatan Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Siang dan Sore, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang dan Sore, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Selasa (28/10/2025) siang dan sore.

    Dalam laman resmi BMKG, pada pagi hari cuaca di Jakarta umumnya berawan hingga hujan berintensitas ringan. Sedangkan wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang berpotensi hujan disertai petir.

    Selanjutnya pada malam hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Sementara untuk kota-kota lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir masih mengguyur sebagian besar kota.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Mataram, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Mamuju, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Kemudian hujan berintensitas sedang diprediksi akan mengguyur Kota Bandung, Kendari dan Ternate. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Surabaya, Tanjung Selor, Samarinda dan Banjarmasin.   

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

    Seperti pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir utara Tangerang, pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Lahan Pemakaman Makin Terbatas, Ini Upaya yang Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

    Lahan Pemakaman Makin Terbatas, Ini Upaya yang Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menyelesaikan persoalan lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) yang kini semakin menumpuk.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan dirinya telah menginstruksikan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta agar mencari solusi pembukaan lahan Taman Pemakaman Umum baru di lokasi yang memungkinkan.

    Dilansir beritajakarta.id, saat ini, hanya tersisa sekitar 11 Taman Pemakaman Umum yang masih dapat menerima jenazah tanpa harus ditumpuk.

    “Inilah problem riil sebagai salah satu kota besar yang ada di Jakarta dan saya menyampaikan apa adanya. Sehingga dengan demikian, kami akan mencari solusi agar membuka TPU-TPU baru,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dari 80 TPU yang ada di Jakarta saat ini, sebanyak 69 di antaranya sudah penuh dan hanya menerima pelayanan makam dengan sistem tumpang yang dilakukan dengan makam keluarga.

    “TPU di Jakarta itu kurang lebih ada 80 lebih dan memang sekarang ini hampir 60 lebih yang sudah penuh. Kemudian bisa diadakan adalah secara ditumpangkan di atasnya. Dan tentunya ini menjadi problem, persoalan yang harus ditangani oleh Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.

    Baca: Lahan pemakaman terbatas membuat mahal biaya pemakaman

    Selain pembukaan lahan baru, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempertimbangkan untuk mengalihfungsikan makam-makam Covid-19 yang keluarganya tidak diketahui atau tidak ada, sebagai makam umum.

    “Untuk makam-makam Covid yang pada waktu itu hampir sebagian yang di Jakarta mereka keluarganya tidak ada, maka yang seperti itu juga akan kita gunakan untuk taman pemakaman umum,” tandas Pramono.

    Rencana ini mendapatkan dukungan dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike yang menilai langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan lahan pemakaman yang kini semakin terbatas.

    Yuke mengatakan, penambahan lahan pemakaman tidak bisa lagi ditunda karena berpotensi menimbulkan persoalan serius.

    “Untuk lahan makam, kondisinya memang sangat kritis. Ini bukan hal yang bisa ditunda-tunda, karena kalau kita tidak punya cadangan lahan, itu akan menjadi masalah serius,” ujar Yuke, Selasa (28/10/2025).

    Yuke menjelaskan, Komisi D telah meminta data rinci terkait kebutuhan lahan pemakaman di Jakarta, termasuk jumlah lahan yang saat ini dimiliki Pemprov DKI dan kekurangannya.

    Baca: ‘Mahalnya’ ongkos meninggal di Jakarta

    Berdasarkan hasil pembahasan, lahan yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk tiga tahun ke depan.

    “Makanya dalam anggaran tahun 2026 kami juga meminta agar tetap disiapkan anggaran untuk penambahan lahan pemakaman,” jelasnya.

    Menurut Yuke, tantangan utama dalam penyediaan lahan pemakaman adalah keterbatasan ruang dan tingginya harga tanah di wilayah perkotaan. Karena itu, diperlukan strategi baru dalam pengelolaan dan pengadaan lahan agar tetap efisien dan berkelanjutan.

    “Di tengah kota sudah hampir tidak mungkin lagi. Jadi mau tidak mau, alternatifnya ya di wilayah pinggir, meskipun harapannya tidak sampai ke luar kota,” katanya.

    Yuke menambahkan, dalam pembahasan RAPBD 2026, Komisi D telah menyetujui alokasi anggaran untuk pembelian lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pemakaman.

    Anggaran tersebut akan digunakan baik untuk memperluas area makam yang sudah ada maupun membuka lahan pemakaman baru.

    “Pembukaan lahan baru tentu butuh proses panjang mulai dari pematangan lahan, pembangunan akses jalan, hingga izin lingkungan. Jadi kami serahkan teknisnya ke dinas, tapi tetap kami awasi agar sebarannya merata di lima wilayah kota, termasuk Kepulauan Seribu yang lahannya sangat terbatas dan perlu perhatian khusus,” tandasnya.

    Baca: Mungkinkah retribusi pemakaman di Jakarta ditiadakan?

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan yang disertai petir berpotensi melanda Jakarta dan beberapa kota pada Kamis (30/10/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya mengungkapkan selain Jakarta, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Jakarta, Samarinda dan Kendari.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, Sorong, Nabire dan Jayapura.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Bengkulu, Serang, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram,  Pontianak, Tanjung Selor, Palangkaraya.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju dan Makassar, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

    Seperti pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Mengintai, Waspada Hujan Sangat Lebat di Seluruh Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Mengintai, Waspada Hujan Sangat Lebat di Seluruh Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir masih mengintai wilayah Jakarta dan sejumlah kota pada Jumat (31/10/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada siang hingga sore hari.

    Selanjutnya pada malamnya cuaca di Jakarta diperkirakan berawan tebal hingga hujan ringan.  

    Pagi harinya, BMKG memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Kepulauan Seribu. Wilayah lainnnya berpeluang berawan tebal hingga hujan ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Papua Tengah dan Papua.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

    Selain itu wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain.

    Jika hujan sangat lebat disertai petir sebaiknya masyarakat tidak melkukan aktivitas di luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur Jakarta pada Sabtu (01/11/2025) pagi hingga malam.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari kondisi cuaca di Jakarta berawan hingga hingga hujan berintensitas ringan. Namun ada potensi hujan disertai petir di wilayah Jakarta Selatan.

    Siang hingga sore, hujan berintensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta. Hanya wilayah Jakarta Selatan yang berpotensi hujan disertai petir.

    Malam harinya, masih ada peluang hujan berintensitas sedang di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayahh Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua , Papua Selatan.

    Sedangkan wilayah Jawa Barat dan Papua Pegunungan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Aceh dan Nusa Tenggara Timur.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (2/10/2025) pagi hingga malam hari.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pagi hari hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta kecuali Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kedua wilayah ini berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang.  

    Kondisi cuaca seperti ini masih berlanjut pada siang dan sore hari. Namun wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas sedang. Malamnya seluruh wilayah Jakarta berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sedangkan kota-kota lainnya di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar dan Nabire.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandung, Mataram, Samarinda, Banjarmasin dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan pesisir Maluku Tengah.