7cloud.asia – Seberapa sering kamu merasa tak punya cukup waktu untuk kegiatan kamu? Seberapa sering kamu merasa selalu merasa kekurangan uang untuk membeli barang yang kamu inginkan? Jika cukup sering maka tak ada salahnya mencoba gaya hidup minimalis
Ya, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam gaya hidup berlebihan sehingga ketenangan hidup mereka terganggu. Dan di tengah keriuhan itu ada sebagian orang yang menemukan ketenangan dan kebahagiaan dengan menjalani pola hidup secukupnya atau gaya hidup minimalis.
Sejumlah teman yang saya temui mengatakan perubahan gaya hidup ke minimalis memberikan mereka lebih banyak ruang dan waktu untuk diri mereka sendiri. Gaya hidup minimalis, kata mereka, mengajarkan untuk menjadi manusia yang praktis.
“Menjalani hidup sesuai apa yang diingini, memikirkan apa yang harus dipikirkan dan membeli apa yang memang dibutuhkan,” demikian ujar seorang kawan tentang gaya hidup minimalis yang dijalaninya.
Baca: Cinta Laura panutan anak muda
Mendengar penjelasannya, saya pun lantas mencari tahu apa itu gaya hidup minimalis ?
Menurut Break the Twitch, minimalis adalah gaya hidup yang berfokus pada meminimalkan gangguan sekaligus dapat menjaga kita untuk melakukan hal-hal yang benar-benar penting saja.
Sedangkan, menurut penulis Becoming Minimalist Joshua Becker, gaya hidup minimalis adalah tentang mendapatkan apa yang membuat kita bahagia dan menghilangkan apa yang tidak membuat kita bahagia.
Dari pengertian tersebut bisa kita tarik kesimpulan bahwa hidup minimalis adalah “gaya hidup yang sederhana atau praktis atau sederhananya membuang sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan”.
Gaya hidup minimalis berlaku tidak hanya sebatas produk, tetapi mencakup segala hal seperti fashion, cara kita mengonsumsi makanan, perilaku di media sosial, cara kita berpikir, dan sebagainya.
Makanya tidak heran jika sekarang gaya hidup minimalis juga sudah merambah ke dunia digital.
Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif pada lingkungan
Contoh sederhana untuk menggambarkan gaya hidup minimalis adalah tangkapan layar di ponsel kita yang diambil karena berpikir akan dibutuhkan namun pada kenyatannya tidak pernah dibuka pada akhirnya akan memenuhi memori Hp.
Contoh lainnya ialah membeli tas ransel dengan model lain beralasan akan digunakan nanti tapi nyatanya tidak digunakan sama sekali malah menumpuk di penyimpanan tas. Nah, dalam gaya minimalis segala hal yang nggak perlu itu kudu dibuang jauh-jauh.
Dalam praktiknya, gaya hidup minimalis tidak hanya mencakup cara seseorang memperlakukan barang yang tidak dibutuhkan dan membuangnya, tapi juga mencakup “ketika kita membeli barang baru yang serupa maka sejumlah barang yang sama dan jenis yang sama harus dikeluarkan”.
Ya gaya hidup minimalis mengajak pelakuknya untuk “tidak menumpuk barang dan tidak menggunakan barang secara berlebih”.
Dengan menjalani gaya hidup minimalis akan menciptakan lebih banyak ruang gerak dan waktu yang lebih bermanfaat daripada hanya sekadar menumpuk dan tidak berguna. Yang artinya ini membuang-buang energi kita.
Baca: Mengapa thrifting makin digemari anak muda?
Muncul pertanyaan apakah memilih gaya hidup minimalis jadi terbatas dan menciptakan batasan? Jawabannya TIDAK.
Jadi gaya hidup minimalis itu bukan membatasi melainkan mengatur dan memberi ruang lebih untuk hal-hal yang bermanfaat dan membuang atau melepas hal-hal yang tidak berguna dan justru hanya akan membebani kita.
Oh ya, gaya hidup minimalis ini juga baik untuk lingkungan. Dengan mengonsumsi secukupnya berarti lebih sedikit sumber daya alam yang diambil dan lebih sedikit limbah yang dihasilkan.
Jadi jika kamu sedang mencari ketenangan atau ruang yang melepaskanmu dari segala beban, tak ada salahnya untuk menengok gaya hidup minimalis.









