7 Langkah Sederhana Mengelola Sampah Rumah Tangga

Written by

in

7cloud.asia – Sampah rumah tangga hingga kini masih memegang porsi terbesar dalam produksi sampah di Indonesia. Menurut data SIPSN KLHK dari sekitar 20 juta ton sampah yang diproduksi pada 2022, 39,5 persen di antaranya berasal dari sampah rumah tangga. 

Kabar baiknya, sebagian besar sampah rumah tangga adalah sampah organik sehingga tidak tergolong bahan berbahaya dan beracun. 

Namun demikian, jika tidak ditangani dengan baik maka sampah rumah tangga akan menimbulkan masalah serius. Untuk itu, kita bisa mengambil peran dengan mulai mengelola sampah rumah tangga dari rumah.

Pemerhati lingkungan Wahyutri mengatakan, pengolahan sampah rumah tangga tidak harus selalu dilakukan dengan mesin-mesin berteknologi canggih. Kita dapat mengolah sampah sendiri dengan cara yang sederhana.

Sampah rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk kompos atau barang-barang daur ulang lainnya yang bermanfaat. Dengan cara ini maka secara tidak langsung kita membantu mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir

Baca: Kearifan lokal warga Bali dalam mengelola sampah rumah tangga

Simak cara mandiri mengelola sampah rumah tangga sebagaimana disampaikan oleh pemerhati lingkungan dari Wahyutri berikut ini:  

1. Pilah sampah 

Langkah pertama dari cara mandiri mengelola sampah rumah tangga adalah dengan memilah sampah. Pisahkan sampah organik yang bisa diurai seperti sisa makanan atau tanaman dengan sampah yang tidak terurai seperti bungkus makanan, pakaian dan sebagainya.

Untuk itu sediakan minimal dua tempat sampah masing-masing untuk sampah organik dan sampah non organik. 

2. Kurangi sampah 

Tahukah kamu bahwa setiap harinya kisa bisa menghasilkan berkilo-kilo sampah? Nah, jika ingin mengurangi sampah atau membantu jalannya proses pengolahan sampah rumah tangga secara mandiri, mulailah dari sendiri untuk mengurangi sampah sesuai kemampuan.

Hal utama yang bisa dilakukan dimulai dengan mengurangi sampah makanan dengan menghabiskan seluruh makanan yang sudah diambil.

Di samping itu, kurangi juga konsumsi air mineral dalam kemasan botol dan sebagai gantinya bawa saja tumbler atau botol minum sendiri.

Baca: Rumitnya mengelola sampah rumah tangga di Jakarta

3. Terapkan Prinsip 3R

Prinsip 3R terdiri dari Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). 3R merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah rumah tangga sesuai jenisnya.

Sebagai contoh, prinsip 3R ini dapat dijalankan dengan cara menggunakan plastik botol air mineral untuk digunakan kembali sebagai vas bunga atau hiasan dinding.

Intinya, prinsip 3R ini juga mengurangi berakhirnya sampah rumah tangga terutama sampah plastik yang sulit terurai di tempat pembuangan akhir.

4. Hindari sampah sekali pakai

Beberapa jenis wadah plastik memang memiliki keterangan untuk dipakai sekali saja. Namun, mengapa harus dipakai sekali saja jika kita memang bisa menggunakannya berkali-kali?

Manfaatkan plastik yang ada tulisan sekali pakai ini untuk benda-benda lain, seperti untuk menanam bunga dan diisi dengan tanah. Dengan cara sederhana ini, dijamin jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir jadi berkurang.

Baca: Gaya hidup ramah lingkungan dimulai dengan mengurangi sampah

5. Olah sampah organik jadi kompos

Cara pengolahan sampah mandiri bisa dilakukan dengan menyisihkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk. Jenis pupuk yang diolah dari sampah organik adalah pupuk kompos yang bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman.

Perlu diketahui, pupuk kompos dari sampah organik ini memiliki aroma yang menyengat. Jika tidak tahan dengan aromanya sebaiknya olah dan berikan kepada kerabat yang berjualan tanaman atau hobi berkebun.

6. Buat Ecobrick

Bagi orang awam mungkin kurang memahami arti dari “Ecobrick”. Ecobrik merupakan botol plastik yang diisi dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang nantinya bisa dipakai kembali.

Ecobrick merupakan cara terbaik mengolah sampah rumah tangga berupa limbah plastik agar tidak berujung pada tempat pembuangan akhir.

Dengan membuat ecobrick, kita telah melakukan usaha mencegah sampah-sampah di dalam botol plastik melepaskan CO2 dan meningkatkan pemanasan global.

Ecobrick ini bisa dimanfaatkan untuk membuat furnitur modular, perabotan indoor, dinding struktur, dan masih banyak lagi.

 

7. Buat Bank Sampah

Ada banyak cara untuk mengolah sampah rumah tangga secara pribadi, salah satunya dengan menggagas ide bank sampah. Sebagaimana yang kita ketahui, bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah rumah tangga baik plastik maupun kertas yang hendak didaur ulang kembali.

Keuntungan dari bank sampah tidak hanya diperoleh oleh penggagas bank sampahnya sendiri, tapi juga bagi nasabah yang menyetorkan sampah plastiknya. Nasabah juga akan memperoleh uang ketika menyetorkan sampah rumah tangga yang dihasilkannya ke bank sampah ini.

Jika di lingkunganmu belum ada bank sampah, maka kamu bisa mulai menginisiasinya dengan mengajak warga di sekitarmu. Dengan mulai mengolah sampah rumah tangga kamu telah ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *