Tag: gencatan senjata

  • PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Kantor hak asasi manusia PBB, Kamis (13/11/2025) melaporkan bahwa pelanggaran oleh Israel terhadap gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah di Lebanon telah menewaskan 114 warga sipil.

    Juru bicara kantor tersebut, Thameen Al-Kheetan, mengatakan bahwa pihaknya memantau serangan udara Israel di desa-desa Lebanon selatan dan mencatat bahwa angka kematian warga sipil terus meningkat sejak gencatan senjata dimulai.

    Thameen menekankan bahwa dampak mematikan yang terus menerus terhadap warga sipil “harus segera dihentikan,”

    Baca: 8 Negara siap tangkap Benjamin Netanyahu

    Dia mengatakan bahwa penduduk di wilayah tersebut telah hidup dalam ketidakstabilan dan ketakutan selama lebih dari dua tahun.

    Thameen juga menyerukan kepatuhan Israel dan mendesak terhadap perjanjian penghentian permusuhan serta hukum humaniter internasional.

    Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 lainnya dalam serangannya di Lebanon, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berkembang menjadi serangan besar-besaran pada September 2024.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza berlanjut usai gencatan senjata

    Israel dan Hizbullah telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata yang dimulai pada 27 November 2024.

     

    Tentara Israel ke Gaza (Palestina) juga terus berlanjut meski telah dicapai kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu.

    BBC melaporkan, serangan ini menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    7cloud.asia – Pertahanan Sipil Gaza pada Sabtu (22/11/2025) mengatakan bahwa Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, menyebabkan setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di wilayah kantong tersebut.

    Menurut Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, korban tewas termasuk seorang komandan dari Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas.

    Seorang sumber Hamas, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa gerakan tersebut menyampaikan “kemarahan” mereka kepada tim mediator regional atas serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza

    Padahal kelompok Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya mematuhi perjanjian gencatan senjata.

    Baca: Serangan Israel ke Palestina Berlanjut Pasca Gencatan Senjata

    Sumber tersebut menambahkan bahwa Hamas mendesak para mediator untuk segera mengintervensi guna mencegah runtuhnya kesepakatan yang diinginkan Israel.

    Dia menekankan bahwa gerakan Hamas dan faksi-faksi lain tetap berkomitmen pada gencatan senjata meskipun terjadi eskalasi.

    Sumber itu juga memperingatkan bahwa pembunuhan terus-menerus yang dilakukan oleh Israel terhadap warga di Gaza yang sering disebut sebagai wilayah kantong tersebut.

    Dia menggambarkan sebagai “tekanan lambat” dari Amerika Serikat (AS) terhadap Israel untuk menahan aksinya, dapat mendorong situasi menuju potensi kekacauan.

    Baca: Israel Tolak Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

    Tentara Israel melancarkan serangan besar-besaran di beberapa area di Jalur Gaza pada Sabtu sore waktu setempat, yang menyebabkan banyak korban, menurut sumber medis setempat.

    Sejak gencatan senjata di Gaza berlaku pada Oktober, serangan Israel telah menewaskan 318 orang dan melukai 788 lainnya, sehingga total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 menjadi 69.733 orang.

    Adapun jumlah korban luka menjadi 170.863 orang, menurut otoritas kesehatan di Gaza.

    (Antaranews/Xinhua)

  • Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    7cloud.asia – Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa Israel hanya mengizinkan tidak lebih dari 200 truk bantuan masuk ke Jalur Gaza per hari.

    Padahal dalam perjanjian gencatan senjata antara Hamas dengan Israel disepakati 600 truk bantuan didistribusikan ke Gaza setiap harinya.

    Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabteh, mengatakan kepada Anadolu pada Senin (24/11/2025) bahwa Israel hanya mengizinkan kurang dari sepertiga dari bantuan yang dibutuhkan untuk 2,4 juta penduduk Gaza.

    “Israel mengelola kelaparan di Gaza secara perlahan dan bertahap,” katanya, sembari memperingatkan bahwa tingkat malnutrisi di kalangan penduduk Gaza telah melampaui 90 persen.

    Baca: Otoritas Palestina desak komunitas internasional tekan Israel percepat masuknya bantuan

    Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dicapai antara Hamas dan Israel yang diteken pada 10 Oktober, seharusnya 600 truk bantuan masuk ke Gaza setiap hari.

    Namun, Israel tidak mematuhi perjanjian tersebut. Tak hanya itu Israel juga terus melancarkan serangan hampir setiap hari yang telah menewaskan sedikitnya 342 warga Palestina sejak 10 Oktober 2025.

    Thawabteh mengatakan Israel terus melarang masuknya alat berat dan peralatan yang dibutuhkan tim pertahanan sipil untuk mengevakuasi jenazah para syuhada dari bawah reruntuhan, dalam pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh hukum kemanusiaan.

    Baca: Israel lancarkan serangan ke Gaza, 22 orang tewas

    Ia menggambarkan praktik Israel tersebut sebagai kejahatan berlapis yang terdiri dari upaya kelaparan yang disengaja terhadap warga sipil dan menghalangi bantuan kemanusiaan.

    Dia mendesak para mediator dan penjamin gencatan senjata untuk memberikan tekanan serius dan efektif agar pendudukan Israel mematuhi apa yang telah ditandatangani dan segera menghentikan pelanggaran berat ini.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.900 lainnya dalam serangan brutal yang meratakan sebagian besar wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asiaMesir meminta PBB segera menempatkan pasukan stabilisasi internasional di sepanjang apa yang disebut sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza untuk memverifikasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

    Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Sabtu (6/12/2025), di tengah kondisi ketika Israel masih menduduki lebih dari 50 persen wilayah Gaza meski ada perjanjian gencatan senjata. 

    Garis kuning ini memisahkan zona penempatan militer Israel dari area yang boleh dilalui warga Palestina dengan wilayah yang dilarang dilalui.

    Berbicara dalam sebuah sesi di Doha Forum 2025, Abdelatty menegaskan perlunya pemantau internasional karena “satu pihak, yaitu Israel, setiap hari melanggar gencatan senjata dan mengklaim pihak lain yang melakukan pelanggaran.”

    Baca Juga: Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    Abdellaty mengatakan Mesir mendorong mandat penjaga perdamaian yang bersifat menjaga perdamaian, bukan memaksakan perdamaian.

    Dia menekankan pentingnya menstabilkan gencatan senjata di Gaza sebelum melangkah lebih jauh.

    “Sekarang kita harus mengonsolidasikan gencatan senjata untuk segera bergerak ke fase kedua rencana perdamaian Trump,” ujarnya.

    Diplomat senior itu juga menegaskan bahwa rakyat Palestina “harus mengatur urusan mereka sendiri.”

    Baca Juga: PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

    Ia menyebut Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai “bagian integral” dari negara Palestina merdeka hingga Otoritas Palestina mendapatkan kewenangan penuh dan dapat ditempatkan kembali di Jalur Gaza.

    “Tidak ada solusi atau keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan bagi Israel maupun kawasan Timur Tengah tanpa negara Palestina. Selain itu, semua hanya akan menjadi solusi sementara,” katanya.

    Sebelumnya, dilaporkan bahwa militer Israel terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah ada kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada Oktober lalu. 

    Dilaporkan, lebih dari 100 warga Palestina di Gaza yang meninggal akibat serangkaian serangan Israel ke Gaza pasca ditandatanganinya gencatan senjata.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Sebanyak 386 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel di Masa Gencatan Senjata

    Sebanyak 386 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel di Masa Gencatan Senjata

    7cloud.asiaKantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa setidaknya 386 orang telah tewas dan 980 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku efektif pada 10 Oktober lalu.

    Dalam pernyataannya pada Selasa (9/12/2025), pihak Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa enam warga Palestina yang terluka meninggal dunia akibat luka-luka yang mereka derita dalam 24 jam terakhir di Gaza.

    Sementara itu, mengenai masuknya bantuan kemanusiaan, kantor media tersebut menyatakan bahwa rata-rata hanya 226 truk bantuan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari. 

    Baca Juga: Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    Jumlah ini kurang dari separuh dari jumlah minimum 600 truk yang harus dipatuhi Israel agar dapat masuk ke Gaza berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

    Dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Israel dan Hamas pada Oktober lalu disebutkan, fase pertama dari kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina. 

    Rencana itu juga membahas pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru Palestina tanpa keterlibatan kelompok Hamas.

    Baca Juga: Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

    Namun, otoritas Palestina dan pemerintah Mesir menyebut Israel telah berulangkali melakukan pelanggaran. Selain tetap melancarkan serangan, Israel juga membatasi masuknya bantuan yang masuk ke Gaza. 

    Beberapa waktu lalu, Mesir bahkan mendesak masyarakat internasional untuk menempatkan pasukan untuk mengawal pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.

    Sedikitnya 70.366 warga Palestina telah tewas dan 171.064 lainnya terluka dalam perang genosida Israel sejak Oktober 2023, ungkap Kementerian Kesehatan pada Selasa (9/12/2025).

    Sumber: Anadolu

     

     

     

  • Rusia: Inisiatif Gencatan Senjata Trump Belum Berhasil Ciptakan Damai di Gaza

    Rusia: Inisiatif Gencatan Senjata Trump Belum Berhasil Ciptakan Damai di Gaza

    7cloud.asia – Rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump telah membantu mengurangi pertempuran besar dan kelaparan di Jalur Gaza, meski gencatan senjata permanen belum tercapai, kata Wakil Duta Besar Tetap Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy.

    “Perlu diakui bahwa implementasi rencana Donald Trump telah mencegah pertumpahan darah yang lebih besar dan kelaparan di Jalur Gaza. Namun, gencatan senjata yang langgeng belum tercapai,” kata Polyanskiy pada sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa (16/12/2025).

    Dia menambahkan bahwa Israel masih memberlakukan pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan secara signifikan sehingga kebutuhan penduduk Gaza baru terpenuhi 35 persen.

    Saat ini lebih dari 250.000 keluarga yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Gaza bertahan dalam kondisi memprihatinkan.

    Baca: Sebanyak 386 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di masa gencatan senjata

    Mereka rentan terhadap cuaca dingin dan genangan air karena tinggal di tenda-tenda usang yang tidak layak menahan hujan, sementara Israel masih menahan sebagian bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza

    Pada November, Dewan Keamanan (DK) PBB mengadopsi resolusi yang disponsori Amerika Serikat untuk mengesahkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza.

    Tiga belas anggota DK PBB memberikan suara setuju, sedangkan Rusia dan China memilih abstain. Trump menyampaikan terima kasih kepada kedua negara pemegang hak veto itu karena tidak memblokir resolusi tersebut.

    Baca: Badai musim dingin tewaskan 14 pengungsi Palestina di Gaza

    Pada akhir September, Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Berdasarkan rencana itu, Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya harus melepaskan peran mereka dalam pemerintahan Jalur Gaza.

    Pemerintahan di wilayah itu akan diserahkan kepada sebuah komite Palestina yang beranggotakan para teknokrat dan tokoh nonpolitis di bawah pengawasan dewan internasional pimpinan Trump.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • 410 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel Saat Gencatan Senjata

    410 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel Saat Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Pasukan penjajah Israel terus melakukan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan udara dan artileri ke berbagai wilayah di Jalur Gaza.

    Koresponden WAFA melaporkan bahwa kapal angkatan laut Israel pada Sabtu (27/12/2025) pagi melepaskan tembakan ke arah garis pantai barat Kota Gaza.

    Secara bersamaan, pesawat tempur Israel terus menghancurkan bangunan di wilayah Zeitoun dan Tuffah di Kota Gaza, serta kamp pengungsi Maghazi dan Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.

    Pesawat tempur Zionis juga melancarkan serangan ke wilayah timur Kota Khan Younis di Gaza selatan.

    Baca: Mesir desak penempatan pasukan internasional untuk kawal gencatan senjata di Gaza

    Sejak pihak-pihak terkait menyepakati perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 410 orang.

    Sedangkan 1.134 lainnya terluka, serta 649 jasad berhasil ditemukan.

    Ribuan korban lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, lantaran tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka untuk proses evakuasi.

    Tak hanya melancarkan serangan, tentara Israel juga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • Trump Ingatkan Kebijakan Netanyahu di Tepi Barat Mengancam Kesepakatan Gencatan Senjata

    Trump Ingatkan Kebijakan Netanyahu di Tepi Barat Mengancam Kesepakatan Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Presiden AS Donald Trump meminta pemimpin Israel Benjamin Netanyahu untuk mengubah kebijakannya di wilayah pendudukan Tepi Barat karena bisa mengganggu kesepakatan damai di Jalur Gaza.

    Mengutip sejumlah sumber, portal berita AS , Axios melaporkan bahwa permintaan itu disampaikan Trump saat bertemu Netanyahu pada Senin (29/12/2025).

    “Netanyahu berbicara sangat keras menentang kekerasan pemukim dan mengatakan dirinya akan lebih banyak bertindak,” kata seorang sumber kepada Axios.

    Baca: Angka kelahiran di Gaza anjlok

    Netanyahu juga dikabarkan menyetujui dimulainya persiapan fase kedua kesepakatan damai di Gaza.

    Ia juga menerima usulan Trump untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah baru di Suriah guna membahas kemungkinan perjanjian keamanan.

    Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mencatat bahwa sejak 7 Oktober 2023 hingga 13 November 2025, sedikitnya 1.017 warga Palestina tewas di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

    Baca: 8 Negara Siap Tangkap Benjamin Netanyahu atas Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

    Dari jumlah tersebut, 221 korban adalah anak-anak. Angka itu tidak mencakup warga Palestina yang meninggal dalam tahanan Israel, menurut OHCHR.

    Dalam periode yang sama, 59 warga Israel tewas akibat serangan, dugaan serangan, atau bentrokan bersenjata yang melibatkan warga Palestina.

    Aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat selama ini menjadi salah satu masalah utama dalam hubungan Israel dengan komunitas internasional dan Otoritas Palestina.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

  • Iran Tolak Tawaran Gencatan Senjata dari AS

    Iran Tolak Tawaran Gencatan Senjata dari AS

    7cloud.asia – Iran menolak gagasan gencatan senjata yang ditawarkan Amerika Serikat (AS) karena khawatir jeda pertempuran dapat memungkinkan musuh-musuhnya untuk kembali berkumpul dan melanjutkan serangan.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika ada jaminan untuk mencegah perang kembali terjadi.

    “Gencatan senjata berarti jeda untuk membangun kembali kekuatan untuk melancarkan serangan baru. Tidak ada pihak rasional yang akan menerima itu,” kata Baqaei dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).

    Selain jaminan untuk mencegah siklus gencatan senjata dan konflik baru, Iran juga menuntut keputusan yang berkaitan dengan keamanan nasional “harus memastikan tidak ada tindakan agresi lebih lanjut.”

    Baca: Trump ingin segera akhiri perang dengan Iran

    Ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026.

    Serangan itu menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran lainnya.

    Iran membalas agresi militer AS-Israel itu dengan serangan pesawat nirberawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

    Serangan balasan Teheran itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Trump Menyerah dan Menerima Usulan yang Diajukan Iran, Resmi Dilakukan Gencatan Senjata Selama 2 Minggu

    Trump Menyerah dan Menerima Usulan yang Diajukan Iran, Resmi Dilakukan Gencatan Senjata Selama 2 Minggu

    7cloud.asia – Pemerintah Iran mengeklaim pihaknya berhasil memaksa Amerika Serikat (AS) untuk menerima proposal gencatan senjata yang diajukan Teheran.

    Pernyataan ini disampaikan Dewan Keamanan Nasional Iran usai AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang efektif berlaku pada Rabu (8/4/2026).

    Gencatan senjata tersebut sedianya akan berlangsung selama dua pekan dan ditindaklanjuti perundingan di Pakistan. Kesepakatan ini menghentikan perang AS-Israel di Iran yang telah berlangsung selama 40 hari.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (8/4/2026), Dewan Keamanan Nasional Iran mengeklaim telah mencapai kemenangan bersejarah atas AS-Israel.

    “Iran telah mencapai kemenangan besar dan memaksa penjahat Amerika menerima proposal 10 poin yang kami ajukan,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran dikutip PressTV, Rabu (8/4/2026).

    Baca: Trump ingin segera akhiri operasi militer ke Iran

    Berdasarkan keterangan Dewan Keamanan Nasional Iran, 10 poin tuntutan yang diajukan Teheran dalam proposal gencatan senjata adalah sebagai berikut.
    1. Jaminan tidak ada agresi baru terhadap Iran
    2. Berlanjutnya kontrol Iran atas Selat Hormuz
    3. Penerimaan atas pengayaan uranium
    4. Pencabutan seluruh sanksi primer
    5. Pencabutan seluruh sanksi sekunder
    6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB (terkait Iran)
    7. Penghentian seluruh resolusi Board of Governors (IAEA)
    8. Pembayaran kompensasi untuk Iran
    9. Penarikan pasukan AS dari Timur Tengah
    10. Penghentian perang di setiap front, termasuk Lebanon

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan proposal Iran yang berisi 10 poin tersebut dapat menjadi basis untuk perundingan damai. Trump pun mengaku militer AS telah memenuhi tujuan perang sehingga bersedia berunding.

    “Alasan kami menyepakatinya adalah kami telah memenuhi dan melampaui seluruh tujuan militer, dan sudah sangat mendekati dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian permanen dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” kata Trump dalam keterangan tertulis yang dirilis Gedung Putih, Rabu (8/4/2026).

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.

    Baca: Jutaan warga AS menolak operasi militer ke Iran

    Guterres menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik sedang yang terjadi di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut.

    Hal itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan persetujuannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan.

    Guterres juga menekankan bahwa penghentian segera terhadap permusuhan yang terjadi menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia di tengah krisis.

    Dia juga mengapresiasi upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dan negara-negara lain, yang bekerja untuk memfasilitasi perjanjian gencatan senjata.

    “Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal Jean Arnault berada di kawasan ini untuk mendukung upaya menuju perdamaian yang langgeng,” ujar Dujarric.

    Sumber: Kompas TV/Anadolu