Mesir Desak Penempatan Pasukan Internasional untuk Kawal Gencatan Senjata di Gaza

Written by

in

7cloud.asiaMesir meminta PBB segera menempatkan pasukan stabilisasi internasional di sepanjang apa yang disebut sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza untuk memverifikasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Sabtu (6/12/2025), di tengah kondisi ketika Israel masih menduduki lebih dari 50 persen wilayah Gaza meski ada perjanjian gencatan senjata. 

Garis kuning ini memisahkan zona penempatan militer Israel dari area yang boleh dilalui warga Palestina dengan wilayah yang dilarang dilalui.

Berbicara dalam sebuah sesi di Doha Forum 2025, Abdelatty menegaskan perlunya pemantau internasional karena “satu pihak, yaitu Israel, setiap hari melanggar gencatan senjata dan mengklaim pihak lain yang melakukan pelanggaran.”

Baca Juga: Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

Abdellaty mengatakan Mesir mendorong mandat penjaga perdamaian yang bersifat menjaga perdamaian, bukan memaksakan perdamaian.

Dia menekankan pentingnya menstabilkan gencatan senjata di Gaza sebelum melangkah lebih jauh.

“Sekarang kita harus mengonsolidasikan gencatan senjata untuk segera bergerak ke fase kedua rencana perdamaian Trump,” ujarnya.

Diplomat senior itu juga menegaskan bahwa rakyat Palestina “harus mengatur urusan mereka sendiri.”

Baca Juga: PBB: 144 Warga Sipil Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Pasca Gencatan Senjata

Ia menyebut Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai “bagian integral” dari negara Palestina merdeka hingga Otoritas Palestina mendapatkan kewenangan penuh dan dapat ditempatkan kembali di Jalur Gaza.

“Tidak ada solusi atau keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan bagi Israel maupun kawasan Timur Tengah tanpa negara Palestina. Selain itu, semua hanya akan menjadi solusi sementara,” katanya.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa militer Israel terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah ada kesepakatan gencatan senjata yang diteken pada Oktober lalu. 

Dilaporkan, lebih dari 100 warga Palestina di Gaza yang meninggal akibat serangkaian serangan Israel ke Gaza pasca ditandatanganinya gencatan senjata.

Sumber: Antaranews.com/Anadolu

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *