Tag: Israel

  • Indonesia Kembali Desakkan Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

    Indonesia Kembali Desakkan Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

    Foto: Kemenlu

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajukan tiga tuntutan dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB hari Selasa (23/1/2024) yang berlangsung di Markas PBB, New York AS.

    Tiga tuntutan Indonesia itu yaitu gencatan senjata permanen sesegera mungkin, penghentian pasokan senjata ke Israel, dan diterimanya Palestina sebagai anggota penuh PBB.

    “Ini penting agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang untuk mewujudkan solusi dua negara serta mencegah kekejaman lebih lanjut oleh Israel,” tegas Menlu Retno di markas PBB, Kota New York.

    Baca: Arab Saudi tuntut pengakuan Palestina merdeka

    Menlu Retno juga mempertanyakan keseriusan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan berbagai resolusinya mengenai Palestina, yang disebut Retno kerap gagal dilaksanakan.

    “Saya melihat banyak resolusi yang dilanggar terkait Palestina, namun tidak pernah ada sanksi kepada para pelanggar,” katanya.

    Setidaknya sudah dua resolusi yang dikeluarkan DK PBB sejak berkecamuknya perang Israel-Hamas kembali pada 7 Oktober lalu.

    Terakhir, Resolusi DK PBB 2720 menyerukan peningkatan bantuan untuk krisis kemanusiaan di Gaza, termasuk dibukanya seluruh pintu perbatasan Gaza untuk pengitiman bantuan.

    Baca: Uni Eropa desak pengakuan Palestina

    Sebagaimana Indonesia, dalam debat itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyebut penolakan Israel terhadap pendirian negara Palestina pascaperang sebagai hal yang “tidak dapat diterima.”

    “Pendudukan Israel (di Palestina, red) harus berakhir,” ujar Guterres.

    “Penolakan ini dan penyangkalan terhadap hak rakyat Palestina untuk mendirikan sebuah negara akan memperpanjang konflik yang telah menjadi ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global.”

    Dalam wawancara dengan VOA sebelum sesi debat digelar, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki, mengatakan tidak heran dengan sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Baca: Palestina tolak keinginan Israel untuk kelola Gaza

    Seperti diketahui Netanyahu berulang kali menolak solusi dua negara, bahkan atas masukan sekutu dekatnya sendiri, Amerika Serikat.

    Al Maliki menegaskan, sekarang masyarakat internasional harus memutuskan tindakan apa yang akan diambil terhadap orang yang mencoba menggagalkan konsensus dunia soal solusi dua negara.

    “Menurut saya seharusnya pernyataan seperti itu dikutuk,” kata al Maliki.

    “Yang kedua, dunia harus mulai mempertimbangkan sanksi terhadap sosok yang membenci perdamaian, yang mencoba menggagalkan prospek perdamaian antara Israel dan Palestina, dan di kawasan,” tambahnya.

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Sidang Dewan Keamanan PBB Serukan Pengakuan Kemerdekaan Palestina

    Sidang Dewan Keamanan PBB Serukan Pengakuan Kemerdekaan Palestina

    7cloud.asia – Sejumlah negara menyatakan dukungan bagi negara Palestina yang merdeka pada masa depan, dalam sidang yang digelar PBB, Selasa (23/1/2024).

    Beberapa negara Arab dan Muslim menyatakan dukungan bagi konferensi internasional untuk mengangkat isu ini, seperti halnya menteri luar negeri Rusia.

    AS mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang bertahan lama dalam menuju perdamaian antara Israel dan Palestina.

    Baca: Arab Saudi tak akan akui Israel tanpa kemerdekaan Palestina

    Hampir seluruh anggota Dewan Keamanan PBB yang berbicara pada pertemuan pada Selasa menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

    Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB juga menyerukan masuknya bantuan ke sana dan pembebasan warga Israel yang masih disandera Hamas.

    Beberapa hari sebelumnya, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengambil sikap keras menentang solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

    Baca: Uni Eropa serukan pengakuan dua negara Israel-Palestina

    Netanyahu mengatakan ia hanya menginginkan “kemenangan total” atas Hamas, setelah serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober lalu di dalam wilayah Israel yang kemudian memicu perang terbaru di sana.

    Pada konferensi pers pekan lalu di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan ia berkeberatan dengan negara Palestina yang tidak menjamin keamanan Israel.

    Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan di Dewan Keamanan bahwa penolakan apa pun untuk menerima solusi dua negara (Israel-Palestina) “oleh pihak mana pun harus ditolak dengan tegas.”

    Baca: RI desak keanggotaan Palestina di PBB

    “Saya mendesak semua pihak untuk mundur dari jurang konflik dan mempertimbangkan dampak mengerikan dari konflik regional terhadap manusia,” kata Guterres.

    “Selain perlu untuk segera melakukan deeskalasi, setiap situasi memerlukan penerapan peta jalan politik yang jelas yang akan berkontribusi pada stabilitas regional jangka panjang,” lanjut Guterres.

    Indonesia yang diwakili Menlu Retno Marsudi juga menyatakan pengakuan Palestina yang merdeka menjadi syarat utama.

    Baca: Palestina tolak kemauan Israel untuk kelola Gaza

    Tiga tuntutan Indonesia  yaitu gencatan senjata permanen sesegera mungkin, penghentian pasokan senjata ke Israel, dan diterimanya Palestina sebagai anggota penuh PBB.

    “Ini penting agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang untuk mewujudkan solusi dua negara serta mencegah kekejaman lebih lanjut oleh Israel,” tegas Menlu Retno di markas PBB, Kota New York.

      

     

  • Hari Ini Mahkamah Internasional Putuskan Tuduhan Genosida Israel

    Hari Ini Mahkamah Internasional Putuskan Tuduhan Genosida Israel


    7cloud.asia – Hakim di Mahkamah Internasional (ICJ), Jumat (26/1/2024) ini akan memutuskan kasus genosida di Palestina. Apakah mereka akan memberikan tindakan darurat terhadap Israel atau tidak.

    Sidang ini digelar atas gugatan Afrika Selatan bahwa operasi militer Israel di Gaza adalah genosida yang dipimpin oleh negara.

    Pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu Rabu (24/1/2024) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan panel beranggotakan 17 hakim.

    Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan pengakuan dua negara

    Keputusan sidang dijadwalkan akan dirilis 26 Januari pukul 12.00 GMT atau Jumat sore waktu Indonesia barat.

    Awal bulan ini, dalam sidang selama dua hari, Afrika Selatan meminta ICJ, yang juga dikenal sebagai Mahkamah Internasional, agar memerintahkan penghentian darurat serangan militer Israel yang menghancurkan wilayah kantong Palestina.

    Seperti diketahui serangan darat yang diluncurkan Israel ke Gaza sbagai balasan serangan Hamas, telah menewaskan lebih dari 24.000 warga Palestina.

    Baca: Indonesia siap suarakan keadilan bagi Palestina

    Meski telah menarik sebagian besar pasukannya dari Gaza, hingga kini Israel masih melancarkan serangan ke Gaza. 

    Israel sendiri telah menyatakan sikapnya atas sidang di Mahkamah Internasional ini.

    Tel Aviv menolak tuduhan genosida tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang “sangat menyimpang” dan mengatakan bahwa pihaknya berhak untuk membela diri dan menargetkan militan Hamas, bukan warga sipil Palestina.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Putusan Mahkamah Internasional, Israel Harus Cegah Aksi Genosida di Jalur Gaza

    Putusan Mahkamah Internasional, Israel Harus Cegah Aksi Genosida di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa Israel harus mengambil tindakan untuk mencegah aksi genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

    Ketua Mahkamah Joan Donoghue mengatakan pengadilan sangat khawatir dengan hilangnya nyawa di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel yang hingga kini masih berlangsung.

    Mahkamah juga memutuskan bahwa Israel harus memastikan pasukannya tidak melakukan genosida dan mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.

    Selain itu, ICJ juga menuntut Israel agar dalam waktu satu bulan melapor ke mahkamah tentang apa yang mereka lakukan untuk menjunjung tinggi hasil putusan sidang tersebut.

    Baca: Mahkamah Internasional putuskan tuduhan genosida Israel

    Pengadilan tinggi PBB itu tidak memerintahkan gencatan senjata, namun mengabulkan sejumlah langkah darurat yang diminta Afrika Selatan seraya pengadilan mengadili kasus yang menuding Israel melakukan genosida.

    ICJ mengakui hak warga Palestina di Gaza untuk dilindungi dari aksi genosida.

    Dengan mengadukan kasus ini ke Mahkamah Internasional, Afrika Selatan telah meminta ke pengadilan agar agresi militer Israel yang masih berlangsung dan telah menewaskan lebih dari 25.000 warga Palestina agar dapat segera dihentikan.

    Namun demikian, pengadilan tidak mengabulkan permohonan tersebut.

    Sumber: WAFA

  • PM Palestina: Keputusan Mahkamah Internasional Akhiri Impunitas untuk Israel

    PM Palestina: Keputusan Mahkamah Internasional Akhiri Impunitas untuk Israel

    7cloud.asia – Keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel mengambil tindakan untuk mencegah tindakan genosida terhadap warga Palestina direspon positif oleh Palestina

    Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Internasional ini “menegaskan berakhirnya era impunitas untuk Israel.”

    Komentar Shtayyeh ini muncul dalam pernyataan yang diterima Anadolu pada Jumat (26/1/202) sebagai tanggapan atas putusan ICJ, yang memerintahkan Israel mengambil tindakan untuk mencegah tindakan genosida terhadap warga Palestina.

    Mahkamah Internasional juga memerintahkan Israel untuk  memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

    “Keputusan ini berarti berakhirnya era impunitas Israel, dan hal ini memaksa negara-negara yang mendukung Israel untuk berhenti mendukung dan membantu Israel,” katanya.

    Baca: Keputusan Mahkamah Internasional

    “Kami berharap bahwa keputusan pengadilan akan mencakup gencatan senjata segera, mengingat penderitaan parah yang dialami rakyat kami di wilayah tersebut…

    Ia melanjutkan, “Pembantaian setiap hari merenggut nyawa ratusan orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, selain penyebaran kelaparan dan epidemi di antara mereka yang terkepung di tempat perlindungan.”

    Shtayyeh mengatakan tanggapan terhadap pengaduan yang diajukan Afrika Selatan mempunyai “tingkat kepentingan yang tinggi,” dan menempatkan Israel “dalam hukuman sebagai penjahat perang…

    “Pertama kalinya Israel berdiri dalam kapasitas ini di hadapan Mahkamah Internasional.” tandasnya.

    Shtayyeh juga mengungkapkan rasa terima kasih negaranya terhadap Afrika Selatan “atas presentasi berkas pengadilan dan argumen profesional yang mengecam Israel atas kejahatannya terhadap rakyat Palestina.”

    Baca: Indonesia selalu suarakan keadilan untuk Palestina

    Shtayyeh juga menyatakan harapannya bahwa “pengadilan akan melanjutkan pertimbangannya sampai keputusan akhir dikeluarkan,”

    Ia juga berharap Mahkamah akan mengutuk Israel atas tindakan genosida dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina, yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia ke-2.”

    Shtayyeh menganggap Israel “bertanggung jawab penuh atas memburuknya kondisi kemanusiaan yang sangat parah yang dialami rakyat kami di wilayah itu.”

    Dia menyerukan agar “tekanan diberikan untuk memaksa Israel menghentikan agresinya serta memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan dan pasokan bantuan ke wilayah tersebut.”

    ICJ memerintahkan Israel pada Jumat (26/1) untuk mengambil “semua tindakan sesuai kewenangannya” untuk mencegah tindakan genosida di Gaza, namun tidak mengeluarkan mandat soal gencatan senjata.

    Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan kemerdekaan untuk Palestina

    Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas yang menurut Tel Aviv menewaskan 1.200 orang.

    Sedikitnya 26.083 warga Palestina tewas akibat serangan darat yang dilancarkan Israel ke Gaza selama lebih 100 hari terakhir.

    Sebagian besar korban dari pihak Palestina adalah perempuan dan anak-anak, dan 64.487 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Mungkinkah Mewujudkan Palestina Merdeka dan Berdaulat?

    Mungkinkah Mewujudkan Palestina Merdeka dan Berdaulat?

    7cloud.asia – Pengakuan negara yang merdeka didesakkan semua pihak untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung hampir 100 tahun.

    Pengakuan kemerdekaan Palestina berdampingan dengan Israel ini juga yang didesakkan sejumlah negara dalam sidang Dewan Keamanan PBB beberapa waktu lalu.

    Uni Eropa, Arab Saudi dan bahkan Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu Israel telah mendesakkan kemerdekaan Palestina. Namun hingga kini, Israel tetap tak bergeming dan menolak semua usulan itu.

    Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan akan menghentikan impunitas pada Israel

    Lantas, mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka itu? Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr. Yon Machmudi, tetap melihat adanya peluang itu.  

    Yon optimis soal peluang terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, di tengah terus berkecamuknya perang Israel-Gaza.

    Ini dikarenakan hampir semua negara di dunia kini mendukung solusi dua negara, termasuk Amerika dan Eropa.

    Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan kemerdekaan Palestina

    “Hanya Israel yang menentang hal ini dan bahkan secara terang-terangan menyatakan menolak memberikan kemerdekaan kepada Palestina.” Ujarnya sebagaimana dikutip Voice of Amerika.

    Meskipun seakan-akan tidak ada tekanan dari negara besar terhadap Israel agar mengubah pandangannya, Yon melihat munculnya peluang itu dari pergantian kepemimpinan di Israel.

    Tekanan publik Israel mulai diarahkan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, agar bersedia berunding dengan Hamas yang selama ini menjadi satu hal yang dihindari.

    Baca: Arab Saudi tolak akui Israel tanpa kemerdekaan Palestina

    Dari internal warga Israel ada desakan agar Tel Aviv lebih serius berunding dengan Hamas guna membebaskan seluruh sandera.

    “Jika kepemimpinan Israel tidak didominasi kekuatan sayap kanan garis keras, peluang two-state solution akan jauh lebih besar,” tambah Yon

     

  • Kerajaan Arab Saudi Sebut Kebijakan Sistematis Israel Bikin Penduduk Gaza Kelaparan

    Kerajaan Arab Saudi Sebut Kebijakan Sistematis Israel Bikin Penduduk Gaza Kelaparan

    7cloud.asia – Kerajaan Arab Saudi pada Minggu (28/01/2024) menuduh Israel menerapkan kebijakan sistematis yang membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan.

    “Israel menerapkan kebijakan kelaparan yang sistematis di Jalur Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan saat konferensi pers gabungan dengan mitranya dari Mesir Sameh Shoukry di Kairo.

    Pangeran Faisal menyerukan agar Israel diwajibkan “melakukan apa yang menjadi komitmen bersama, yakni mematuhi hukum internasional dan hukum kemanusiaan.”

    “Kita membutuhkan sebuah resolusi internasional yang bernilai dan mengikat untuk menghentikan agresi pendudukan Israel terhadap Gaza,” kata Menlu Farhan.

    Baca: Putusan Mahkamah Internasional dinilai tak cukup kuat menekan Israel

    Sementara itu, Shoukry menyerukan penerapan putusan sementara Mahkamah Internasional (ICJ) tentang perang Israel di Gaza dan menyerukan “kepatuhan terhadap aturan legitimasi internasional.”

    ICJ pada Jumat (26/1) menganggap klaim Afrika Selatan bahwa Israel melakukan genosida masuk akal.

    Pihak mahkamah lantas mengeluarkan putusan sementara yang mendesak Israel untuk berhenti menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza dan untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.

    Baca: Mahkamah Internasional putuskan tuduhan genosida Israel

    Israel tidak menggubris putusan sementara ICJ, dengan terus melakukan serangan intensif di Jalur Gaza di mana sedikitnya 26.422 warga Palestina.

    Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan 65.087 lainnya terluka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Otoritas Israel mengatakan hampir 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas.

    Agresi Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih dan obat-obatan, dengan 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

    Sumber: Anadolu

  • Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 27 Ribu Warga Palestina

    Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 27 Ribu Warga Palestina

    7cloud.asia – Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah melampaui 27.000 orang.

    Demikian pernyataan Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis (1/2).Dalam sebuah pernyataan pers, Kementerian tersebut menyatakan bahwa tentara Israel telah menewaskan 118 warga Palestina.

    Selain itu sebanyak 190 orang lainnya terluka di jalur itu dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

    Hal ini menambah jumlah korban tewas menjadi 27.019 dan korban luka-luka mencapai 66.139 di wilayah terkurung di Palestina itu sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, demikian disebutkan dalam laporan tersebut. 

    Baca: Putusan Mahkamah Internasional tak cukup kuat tekan Israel

    Kementerian tersebut mengindikasikan bahwa masih ada ribuan korban di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, seiring pasukan Israel mencegah ambulans dan kru pertahanan sipil untuk menjangkau mereka.

    Sementara itu, bombardir artileri Israel terus berlanjut di area permukiman dekat Rumah Sakit Al-Amal.

    Penyerangan juga dilakukan di sekitar Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (Palestine Red Crescent Society) di Khan Younis, Gaza selatan, untuk hari ke-11 berturut-turut, menurut kantor berita resmi Palestina WAFA. 

    Sumber: Antaranews/Xinhua

  • Akibat Serangan Israel, 17 Ribu Anak Palestina Hidup Tanpa Pendamping  

    Akibat Serangan Israel, 17 Ribu Anak Palestina Hidup Tanpa Pendamping  

     

    7cloud.asia – Sedikitnya 17.000 anak di Jalur Gaza, Palestina, saat ini hidup tanpa didampingi atau terpisah dari orang tua atau kerabat mereka, demikian menurut estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (2/2).

    Jonathan Crickx, Kepala Komunikasi di Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk Negara Palestina, mengatakan bahwa angka tersebut setara dengan 1 persen dari 1,7 juta warga yang mengungsi di Gaza.

    Adapun total populasi di daerah kantong itu tercatat sekitar 2,3 juta jiwa. Crickx, yang mengunjungi Gaza pekan ini, mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan 12 anak di sana.  

    Baca: Serangan Israel tewaskan 27 ribu lebih warga Palestina

    Tiga di antaranya telah kehilangan orang tua mereka.”Di balik setiap statistik itu terdapat seorang anak yang harus menerima kenyataan baru yang mengerikan ini,” katanya.

    Sebagai contoh, Razan (11), yang kehilangan hampir semua anggota keluarganya, dan kakinya harus diamputasi

    “Dia masih terguncang, belajar untuk hidup dengan disabilitas dalam konteks di mana layanan rehabilitasi tidak tersedia,” ungkap Crickx.

    Karena kurangnya makanan, air, dan tempat tinggal, keluarga besar pun tidak mampu merawat anak-anak tambahan. Hal itu membuat kesehatan mental anak-anak Palestina sangat terdampak.

    Baca: Lebih dari 4 ribu siswa Palestina terbunuh di jalur Gaza

    Selain itu, anak-anak tersebut juga menunjukkan tingkat kecemasan yang sangat tinggi, kehilangan nafsu makan, insomnia, dan kepanikan setiap kali mendengar pengeboman.

    “UNICEF saat ini memperkirakan bahwa hampir semua anak Gaza, lebih dari satu juta, membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psikososial,” tuturnya. 

    “Satu-satunya cara agar dukungan kesehatan mental dan psikososial ini dapat diberikan dalam skala besar adalah dengan gencatan senjata,” pungkas Crickx.

    Sumber: Antaranews 

  • Israel Sebut Kota Rafah Sebagai Sasaran Berikutnya

    Israel Sebut Kota Rafah Sebagai Sasaran Berikutnya

    7cloud.asia – Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan target militer berikutnya di Jalur Gaza adalah kota selatan Rafah, yang dia klaim menjadi benteng terakhir kelompok Palestina Hamas.

    Pernyataan tersebut diucapkan Gallant dalam konferensi pers, menurut media publik KAN.

    Gallant mengatakan pejuang Hamas dan para pemimpinnya bersembunyi di Rafah.

    “Kami juga akan menjangkau daerah-daerah yang belum kami serang yaitu di Jalur Gaza tengah dan selatan, dan terutama (benteng) terakhir Hamas di Rafah, ” kata dia.

    Baca: Kebijakan Israel membuat penduduk Gaza kelaparan

    Lebih dari 1,3 juta orang saat ini tinggal di Rafah dan wilayah sekitarnya, yang sebagian besar mereka yang mengungsi dari wilayah lain Gaza.

    Beberapa kelompok hak asasi telah memperingatkan atas serangan militer Israel di Rafah, yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa.

    Gallant menegaskan kembali bahwa pada akhir perang, Hamas tidak akan dapat lagi mengendalikan Gaza.

    Dia menggambarkan operasi darat militer di Gaza sebagai “salah satu yang paling kompleks dan rumit sepanjang sejarah perang.”

    Baca: Serangan Israel di Gaza hancurkan 1000 masjiid

    Sementara itu Hamas belum memberi tanggapan atas pernyataan Gallant.

    Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 warga Israel.

    Setidaknya 27.478 warga Palestina tewas dan 66.835 lainnya terluka dalam serangan Israel tersebut, kata Kementerian Kesehatan di wilayah kantong itu pada Senin.

    Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Sumber: Anadolu