Sidang Dewan Keamanan PBB Serukan Pengakuan Kemerdekaan Palestina

Written by

in

7cloud.asia – Sejumlah negara menyatakan dukungan bagi negara Palestina yang merdeka pada masa depan, dalam sidang yang digelar PBB, Selasa (23/1/2024).

Beberapa negara Arab dan Muslim menyatakan dukungan bagi konferensi internasional untuk mengangkat isu ini, seperti halnya menteri luar negeri Rusia.

AS mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang bertahan lama dalam menuju perdamaian antara Israel dan Palestina.

Baca: Arab Saudi tak akan akui Israel tanpa kemerdekaan Palestina

Hampir seluruh anggota Dewan Keamanan PBB yang berbicara pada pertemuan pada Selasa menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB juga menyerukan masuknya bantuan ke sana dan pembebasan warga Israel yang masih disandera Hamas.

Beberapa hari sebelumnya, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengambil sikap keras menentang solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Baca: Uni Eropa serukan pengakuan dua negara Israel-Palestina

Netanyahu mengatakan ia hanya menginginkan “kemenangan total” atas Hamas, setelah serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober lalu di dalam wilayah Israel yang kemudian memicu perang terbaru di sana.

Pada konferensi pers pekan lalu di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan ia berkeberatan dengan negara Palestina yang tidak menjamin keamanan Israel.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan di Dewan Keamanan bahwa penolakan apa pun untuk menerima solusi dua negara (Israel-Palestina) “oleh pihak mana pun harus ditolak dengan tegas.”

Baca: RI desak keanggotaan Palestina di PBB

“Saya mendesak semua pihak untuk mundur dari jurang konflik dan mempertimbangkan dampak mengerikan dari konflik regional terhadap manusia,” kata Guterres.

“Selain perlu untuk segera melakukan deeskalasi, setiap situasi memerlukan penerapan peta jalan politik yang jelas yang akan berkontribusi pada stabilitas regional jangka panjang,” lanjut Guterres.

Indonesia yang diwakili Menlu Retno Marsudi juga menyatakan pengakuan Palestina yang merdeka menjadi syarat utama.

Baca: Palestina tolak kemauan Israel untuk kelola Gaza

Tiga tuntutan Indonesia  yaitu gencatan senjata permanen sesegera mungkin, penghentian pasokan senjata ke Israel, dan diterimanya Palestina sebagai anggota penuh PBB.

“Ini penting agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang untuk mewujudkan solusi dua negara serta mencegah kekejaman lebih lanjut oleh Israel,” tegas Menlu Retno di markas PBB, Kota New York.

  

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *