7cloud.asia – Pengakuan negara yang merdeka didesakkan semua pihak untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung hampir 100 tahun.
Pengakuan kemerdekaan Palestina berdampingan dengan Israel ini juga yang didesakkan sejumlah negara dalam sidang Dewan Keamanan PBB beberapa waktu lalu.
Uni Eropa, Arab Saudi dan bahkan Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu Israel telah mendesakkan kemerdekaan Palestina. Namun hingga kini, Israel tetap tak bergeming dan menolak semua usulan itu.
Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan akan menghentikan impunitas pada Israel
Lantas, mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka itu? Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr. Yon Machmudi, tetap melihat adanya peluang itu.
Yon optimis soal peluang terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, di tengah terus berkecamuknya perang Israel-Gaza.
Ini dikarenakan hampir semua negara di dunia kini mendukung solusi dua negara, termasuk Amerika dan Eropa.
Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan kemerdekaan Palestina
“Hanya Israel yang menentang hal ini dan bahkan secara terang-terangan menyatakan menolak memberikan kemerdekaan kepada Palestina.” Ujarnya sebagaimana dikutip Voice of Amerika.
Meskipun seakan-akan tidak ada tekanan dari negara besar terhadap Israel agar mengubah pandangannya, Yon melihat munculnya peluang itu dari pergantian kepemimpinan di Israel.
Tekanan publik Israel mulai diarahkan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, agar bersedia berunding dengan Hamas yang selama ini menjadi satu hal yang dihindari.
Baca: Arab Saudi tolak akui Israel tanpa kemerdekaan Palestina
Dari internal warga Israel ada desakan agar Tel Aviv lebih serius berunding dengan Hamas guna membebaskan seluruh sandera.
“Jika kepemimpinan Israel tidak didominasi kekuatan sayap kanan garis keras, peluang two-state solution akan jauh lebih besar,” tambah Yon

Leave a Reply