Tag: banjir

  • Banjir dan Longsor di Bandung Barat, Puluhan Rumah Hancur dan 9 Orang Hilang

    Banjir dan Longsor di Bandung Barat, Puluhan Rumah Hancur dan 9 Orang Hilang

    7cloud.asia – Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (24/03/2024) malam telah mengakibatkan 30 unit rumah hancur, sejumlah fasilitas umum rusak dan sembilan orang hilang.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi, Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam rilisnya menjelaskan kesembilan orang itu merupakan warga Desa Gintung, Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

    Mereka diduga hilang setelah terbawa arus deras banjir dan gulungan tanah longsor sejak Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Muhari, jumlah korban yang hilang kemungkinan bertambah.

    Baca: Ini penyebab banjir dan longsor sering melanda Pulau Jawa

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat saat ini  tengah melakukan pencarian dan penyelamatan.

    Petugas menggunakan pesawat  tanpa awak atau drone pendeteksi panas tubuh dari Kantor SAR Bandung agar korban yang hilang dapat segera ditemukan apapun kondisinya.

    Curah hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang labil memicu terjadinya banjir dan longsor di wilayah ini.

    Akibatnya tanah di atas bukit longsor serta menerjang Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

    Baca: Curah hujan tinggi waspada banjir dan longsor

    Berdasarkan data dari BPBD, sebanyak 99 keluarga terdampak akibat bencana tersebut. Dua diantaranya mengalami luka akibat terkena serpihan material longsor hingga harus dirawat secara intensif di puskesmas setempat.

    Selain itu, Sebanyak 189 warga mengungsi sementara di SD Negeri Padakati, Kecamatan Cipongkor dan Gor Desa Cibenda.

    Pada Senin (25/03/2024) BPBD Kabupaten Bandung Barat sudah mendirikan posko darurat dan beberapa dapur umum bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

    Baca: Banjir dan longsor landa Semarang

    Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini antara lain paket sembako, selimut, dan kasur.

    BNPB mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di wilayah berbukit dan dekat dengan tebing untuk selalu waspada terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam.

    Warga yang bermukim di dekat lokasi bencana tanah longsor diharap mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Komisi VIII DPR Minta BNPB Lebih Responsif dalam Memitigasi Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

    Komisi VIII DPR Minta BNPB Lebih Responsif dalam Memitigasi Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – DPR menyayangkan respons Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dinilai kurang responsif dalam menanggapi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor.

    Anggota Komisi VIII DPR, Wisnu Wijaya antara lain menyoroti kinerja BNPB dalam menangani musibah banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang beberapa waktu lalu.

    “Terkait respons masalah banjir di Kota Semarang misalnya, kami menyayangkan tata kelola penanganan bencana oleh BNPB yang kami nilai kurang fleksibel dalam merespons situasi yang extraordinary di lapangan,” terang Wisnu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Jumat (29/03/2024).

    Wisnu mencontohkan, misalnya ketika Komisi VIII mengajukan permohonan advokasi terkait bantuan permakanan dan dapur umum untuk korban di pengungsian kepada BNPB, akan tetapi pihaknya justru memperoleh respons yang tidak memadai.

    “Kami justru dilempar ke BPBD dengan alasan ‘terbentur kewenangan’ hingga belum adanya penetapan status darurat dari pemda setempat,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

    Baca: Wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau

    Padahal warga butuh respons yang cepat dan konkret dari pusat. Semestinya BNPB bisa melakukan asesmen secara mandiri dan mengambil keputusan yang cepat, sehingga bantuan bisa segera diakses oleh masyarakat.

    Oleh karena itu, dia menilai hambatan-hambatan birokratis ini semestinya bisa dihilangkan karena taruhannya adalah kelangsungan hidup korban bencana.

    Selain menyoroti isu hambatan birokratis di BNPB, Wisnu juga menyoroti kurangnya sosialisasi kebencanaan oleh BNPB kepada masyarakat.

    Wisnu menilai BNPB merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab memitigasi risiko bencana dan memiliki peta potensi bencana di setiap wilayah di Indonesia.

    “Upaya sosialisasi kebencanaan yang menyasar langsung ke masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, kurang maksimal” jelasnya.

    Baca: Musim kemarau 2024 diperkirakan akan mundur

    BNPB, ujarnya, semestinya dapat meningkatkan frekuensi kegiatan sosialisasi kebencanaan dengan memanfaatkan berbagai medium yang efektif

    Tidak hanya itu, ia menambahkan, masyarakat juga perlu dibekali dengan pengetahuan teknis yang memadai seputar simulasi tanggap darurat apabila terjadi bencana secara tiba-tiba

    Anggota DPR Dapil Jateng 1 ini menambahkan, Komisi VIII DPR siap bekerja sama dengan BNPB dalam menyukseskan program sosialisasi kebencanaan dengan menyasar masyarakat di dapil.

    Terlebih, tambahnya, setiap wilayah di dapil juga menyimpan karakteristik risiko bencananya tersendiri.

    “Kami, Komisi VIII DPR  sangat terbuka untuk dilibatkan dalam membantu BNPB memenuhi tanggung jawab itu. Sehingga, ke depan, masyarakat diharapkan semakin sadar terhadap risiko bencana yang berpotensi timbul di daerahnya maupun sekitarnya,” tandasnya.

    Baca: Hindari korban, ahli geologi minta masyarakat perhatikan peta bencana

  • Banjir di Banyak Tempat, Waspada 11 Penyakit Ini

    Banjir di Banyak Tempat, Waspada 11 Penyakit Ini

    7cloud.asia – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya aktivitas terganggu dan berbagai penyakit pun timbul. Diantaranya muntah dan diare.

    Melansir klikdokter, ada 11 penyakit yang bisa muncul akibat banjir. Penyakit tersebut disebabkan oleh air banjir yang kotor terkontaminasi limbah dan kotoran yang mengandung bakteri, virus dan parasit.

    Berikut ini 11 penyakit yang kerap muncul di saat banjir.

    1. Muntah dan Diare
    Air banjir yang kotor mengandung beberapa kuman seperti Cryptosporidium, Giardia, E. coli, hingga Salmonella yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
    Jika terkontaminasi ke dalam makanan atau minuman, maka dapat memicu muntah dan diare.

    Baca:Waspada penyakit kulit pada musim hujan

    2. Asam Lambung Naik
    Penyakit ini banyak dialami korban banjir berusia produktif dan lansia. Penyebabnya korban banjir tidak makan tepat waktu serta tidak mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan gizi.

    3. Demam Tifoid
    Penyakit lainnya yang sering dialami korban banjir adalah demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

    Biasanya bakteri ini masuk saat makanan atau minuman terkontaminasi air banjir. Apalagi saat banjir ada banyak tumpukan sampah dan kotoran yang terbawa masuk ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

    4. Leptospirosis
    Kotoran dari tikus mengandung bakteri leptospira dan dapat menyebabkan penyakit leptospirosis.

    Berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak tubuh dengan air atau tanah.

    Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh lewat selaput lendir mata atau luka lecet.

    Baca: Penyakit yang sering menyerang anak di musim hujan

    5. Kolera
    Kolera adalah diare akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Penularannya bisa karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.

    Gejala kolera biasanya muncul sekitar 12 jam hingga lima hari setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi Vibrio cholerae.

    Bakteri kemudian menginfeksi usus kecil sehingga menyebabkan diare parah. Diare bisa memicu dehidrasi berat. Jika tidak segera ditangani, maka dapat merenggut nyawa.

    6. Penyakit Kulit
    Ruam dan gatal-gatal adalah masalah kulit yang kerap disebabkan oleh banjir. Menurut dokter Nadia Octavia, masalah kulit ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri, parasit, dan virus.

    “Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot ketika melakukan aktivitas di area banjir atau saat membersihkan rumah. Tak lupa, bersihkan tubuh dengan air dan sabun antiseptik agar terhindar dari penyakit,” jelas Nadia.

    Baca: Musim hujan, kasus DBD naik 2 kali lipat

    7. DBD dan Chikungunya
    Banjir menimbulkan genangan di berbagai tempat sehingga nyamuk dengan mudah berkembang biak.

    Akibatnya banyak korban banjir yang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.

    Baik DBD dan chikungunya sama-sama bisa menimbulkan gejala, berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, hingga ruam kulit kemerahan.

    Agar terhindar dari gigitan nyamuk, gunakan losion anti nyamuk, serta kenakan pakaian berlengan dan bercelana panjang.

    8. Hepatitis A dan E
    Banyak anggapan bahwa hepatitis ditularkan melalui penggunaan narkoba atau hubungan seks.

    Namun ada beberapa jenis penyakit radang hati ini bisa menyerang karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis.

    Baca: Lima wilayah tetapkan status KLB DBD

    Hasil riset yang dimuat Iranian Journal of Microbiology, hepatitis A dan E merupakan jenis hepatitis yang rentan dialami oleh korban banjir. Penularannya terjadi melalui makanan dan air yang terkontaminasi virus.

    Apalagi jika kebersihan yang buruk, minimnya pasokan air bersih, serta limbah yang mengontaminasi banjir. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya hepatitis A dan E.

    9. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
    Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga berisiko dialami oleh korban banjir. Hal ini akibat udara dingin dan lembap serta lingkungan yang kotor setelah dilanda banjir. Korban banjit juga rentan menderita flu.

    10. Konjungtivitis
    Konjungtivitis alias peradangan konjungtiva juga berpotensi dialami oleh para korban banjir.
    Dokter Nadia mengatakan bahwa kebiasaan buruk menggosok mata menggunakan tangan atau handuk yang kotor bisa jadi penyebab meradangnya konjungtiva.

    Konjungtiva adalah selaput bening yang melapisi bagian terdepan mata. “Karena itu, cuci tangan secara teratur. Apabila area mata terasa gatal, jangan menggosok atau mengucek mata secara langsung pakai tangan,” kata Nadia.

    Baca: Puncak DBD bulan April

    11. Terganggunya Kesehatan Mental
    Bencana banjir tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental korban. Rutinitas para korban banjir biasanya terganggu dan terpisah dari keluarga.

    Apalagi jika korban sampai pindah ke tempat pengungsian. Hal ini bisa jadi faktor pemicu masalah mental.

    Gejala yang dialami, di antaranya kecemasan, pola tidur tidak teratur, mudah marah dan cenderung menyendiri.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Guyur Seluruh Wilayah Jakarta pada Siang dan Sore

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Guyur Seluruh Wilayah Jakarta pada Siang dan Sore

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan ringan hingga sedang pada Rabu (03/04/2024) siang dan sore.

    Hujan dengan intensitas ringan bakal terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian pada malam harinya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan. Demikian juga pada pagi harinya, kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 75 hingga 95 persen.

    Baca: BMKG siap lakukan modifikasi cuaca saat mudik Lebaran

    Sementara itu, sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan. Meski demikian, beberapa wilayah berpotensi hujan dengan ringan hingga hujan lebat disertai petir atau hujan badai.

    Kota Bengkulu, Mamuju, Makassar, Kendari dan Manado diprediksi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Kemudian pada siang hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Ambon, Kupang, Mamuju, Makassar dan Padang.

    Di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang bakal mengguyur Kota Serang, Bandung, Mataram, Kendari, Manokwari, Palembang dan Medan.

    Baca: Cuaca ekstrem bayangi masa puncak mudik Lebaran

    Hujan lebat disertai petir dan angin atau hujan badai berpeluang melanda Kota Bengkulu, Banjarmasin, Pangkal Pinang, Ternate dan Pekanbaru.

    Lalu pada malam hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Ternate, Kupang, Manokwari, Mamuju, Padang dan Medan.

    Pada waktu yang sama hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau hujan badai berpeluang melanda Kota Bengkulu, Jambi dan Bandar Lampung.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan Banjarmasin.

    Reporter: Nurakhmayani  

  • Waspada Banjir, Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Hujan Siang dan Malam

    Waspada Banjir, Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Hujan Siang dan Malam

    7cloud.asia – Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, waspadalah terhadap bencana banjir yang .berpotensi melanda akibat curah hujan yang tinggi pada Sabtu (13/04/2024) siang dan malam.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang hujan dengan intensitas ringan juga terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 75 hingga 95 persen.

    Tak hanya di Jakarta, beberapa wilayah juga berpotensi hujan. Seperti wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan berpotensi hujan lebat diatas 50 mm/hari.

    Selain itu wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah juga berpotensi hujan lebat.

    Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua

    BMKG juga memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur juga bepotensi terjadi hujan badai.

    Cuaca serupa juga berpotensi melanda wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua Barat.

    Tak hanya hujan, angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam juga berpeluang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

    Seperti wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi di Kota Banda Aceh, Surabaya, Samarinda dan Palembang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Siang Hingga Malam

    Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Siang Hingga Malam

    7cloud.asia – Seluruh wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Sabtu (27/04/2024) sejak siang hingga malam hari.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari.

    Sedangkan pagi harinya hampir seluruh wilayah Jakarta berawan tebal. Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Jakarta Barat.

    Suhu udara di Jakarta berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 85 hingga 100 persen.

    Sementara sebagian besar kota-kota di Indonesia berawan dan cerah. Namun, masih ada sejumlah kota yang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Kota Tarakan diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Kemudian pada siang hari Kota Banda Aceh, Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Tanjung Pinang, Mataram, Manokwari, Makassar, Manado dan Palembang berpotensi hujan ringan.

    Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Ternate, Pontianak, Padang dan Medan.

    Hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Gorontalo, Banjarmasin, Jambi, Pangkal Pinang dan Ambon.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pangkal Pinang, Ambon, Pekanbaru dan Medan. Kota Mamuju berpotensi hujan disertai petir.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celcius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi terjadi di Kota Pontianak dan Banjarmasin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Membangun Waduk Menjadi Salah Satu Cara Pemprov Jakarta Atasi Banjir

    Membangun Waduk Menjadi Salah Satu Cara Pemprov Jakarta Atasi Banjir

    7cloud.asia – Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan waduk, situ, embung dan empang di tahun 2024 ini.

    Pembangunan waduk atau polder ini sebagai upaya penanggulangan banjir di Jakarta yang dinilai sudah mengkhawatirkan.

    “Ya di tahun 2024 pembangunan waduk atau polder itu ada di Cilincing, di Kali Sepatan Cilincing, terus ada di sekitaran Taman Ratu, semua terus berjalan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024).

    Baca:Pembangunan-bendungan-menyimpan-segudang-ancaman-bagi-lingkungan

    Selain polder di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kali Sepatan Cilincing, juga di lokasi Ikatan Koperasi Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro dan meneruskan polder di Jakarta Garden City (JGC), Cakung dan lain sebagainya.

    “Kalau yang di Kemang beroperasi InsyaAllah Juli sampai Agustus lah, Kemang beroperasi, terus Waduk Rawa Malang sekitar Juli sudah beroperasi, terus Tanjung Barat kemarin sudah tembus juga,” kata Ika.

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan ada beberapa konsep untuk penanggulangan banjir di Jakarta. Salah satunya membangun embung (waduk kecil).

    Baca:Membangun-waduk-yang-ramah-lingkungan

    Berdasarkan data Dinas SDA DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun 12 waduk, situ, embung dan empang di tahun 2024.

    Delapan dari 12 perencanaan itu merupakan lanjutan dari pembangunan di tahun-tahun sebelumnya.

    Adapun rinciannya, yakni Waduk Kampung Rawa Malang, Waduk Marunda (lanjutan), Waduk Kali Cipinang Kelurahan Dukuh (lanjutan), embung di Jalan Penganten Ali 3 (lanjutan) dan embung di Jalan H Dogol (lanjutan).

    Baca:Demi-Bendungan-Karian-ratusan-rumah-di-empat-kampung-di-Lebak-ditenggelamkan

    Waduk Komplek Puspalad, Cakung Barat (lanjutan), embung Jalan Mesjid 3 (Embung Bau Bangkong), Cipayung (lanjutan) dan RTH Kampung Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati (lanjutan).

    Lalu, Embung Pekayon, Pasar Rebo (lanjutan), Waduk Jalan Kaja II, Embung Pemuda dan Embung SD 01 Pesanggrahan.

    Hingga kini sebanyak 147 waduk, situ, embung dan empang telah terbangun di seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Baca:Mengenal-metode-cloud-seeding-di-Uni-Emirat-Arab-dan-dampaknya-pada-lingkungan

    Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang di tempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras.

    Inovasi ini akan diimplementasikan dan diteruskan untuk meminimalkan dampak curah hujan yang tinggi.

    Enam inovasi pengendalian banjir, yakni pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk atau embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder atau pompa, penyiagaan dan pengecekan berkala rumah pompa, pintu air hingga alat berat.

    Selanjutnya penyiagaan satuan tugas (satgas) di lapangan dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.

    Sumber:Antaranews.com

  • Curah Hujan Tinggi di Sulawesi Selatan Mengakibatkan Longsor, Delapan Orang Tewas

    Curah Hujan Tinggi di Sulawesi Selatan Mengakibatkan Longsor, Delapan Orang Tewas

    7cloud.asia – Meski beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau, tetapi curah hujan di Kabupaten Luwu dan Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih tinggi. Akibatnya bencana longsor terjadi dan menewaskan 8 warga.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Pandolo menjelaskan  7 orang korban tewas di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, dan satu orang di Kabupaten Sidrap.

    “Iya, ada tujuh orang korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kabupaten Luwu,” kata Amson seperti yang dikutip Antaranews.

    Berdasarkan data dari BPBD, korban tewas akibat tanah longsor di Desa Buntu Sarek berjenis kelamin perempuan, yaitu Rumpak (97), Jatima (55), Mawi (57), dan Sukma (9).

    Baca: Banjir akibat cuaca ekstrem, BNPB harus lebih responsif

    Selanjutnya korban laki-laki atas nama Rima (84), Muh Misdar (29) dan Kapila (84). Sedangkan satu korban yang belum dikenali namanya di Kabupaten Sidrap.

    Selanjutnya Amson menjelaskan saat ini tim BPBD dan SAR gabungan melakukan evakuasi dan asesmen terhadap para korban terdampak tanah longsor di lokasi kejadian.

    Sejak Senin (29/04//2024) curah hujan yang tinggi mengguyur sejumlah wilayah seperti Kabupaten Sidrap, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Wajo Sulsel. Akibatnya banjir dan longsor menerjang wilayah tersebut.  

    “Bencana longsor terjadi di Sidrap, Enrekang, Wajo, dan Luwu. Saat ini di Luwu, Kecamatan Latimojong, ada tujuh meninggal, termasuk di Suli dan Suli Barat. Untuk banjir hampir merata di Luwu,” jelas Amson.

    Pihaknya juga tengah mendata jumlah korban, rumah serta fasilitas umum yang terdampak akibat banjir dan longsor.

    Baca: Banjir dan longsor di Bandung Barat, 9 orang hilang

    “Belum terdata, karena tim masih fokus melaksanakan evakuasi dan pertolongan, serta belum mendata berapa rumah yang rusak,” ungkapnya.

    Data sementara terdapat 22 titik lokasi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Enrekang yang tersebar di Kabupaten Enrekang sejak Kamis 2 Mei 2024.

    Untuk ketinggian banjir di 22 titik tersebut bervariasi antara 40 hingga 150 sentimeter. Selebihnya tanah longsor yang menutupi akses jalan Trans Sulawesi dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

    “Data sampai saat ini masih dihimpun di posko siaga bencana, begitu pula kerugian materiil dari bencana tanah longsor dan banjir masih dalam pendataan,” jelas Amson.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sumur Resapan, Kisah Pengendalian Banjir dan Konservasi Air di Jakarta

    Sumur Resapan, Kisah Pengendalian Banjir dan Konservasi Air di Jakarta

    7cloud.asia – Bagi warga kota, termasuk kota Jakarta, hujan tak selalu menjadi momen yang ditunggu.

    Pasalnya, curah hujan tinggi bisa menyebabkan datangnya banjir dan sering kali menciptakan kisah pilu bagi kehidupan warga Jakarta.

    Mayoritas lahan di Jakarta yang tertutup bangunan membuat tanah yang tidak dapat menyerap air dengan baik ke dalam tanah. Pun demikian dengan aliran air di selokan dan sungai yang tersumbat sampah menjadi pemicu banjir.

    Letak geografis Jakarta yang berada di dataran rendah antara hulu sungai dan pesisir juga membuat ibukota rentan banjir.

    Untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda Jakarta, Pemerintah Provinsi melakukan berbagai cara.

    Baca: Kelurahan Malaka Jaya bangun resapan air bentuk dadu

    Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai inovasi pengendalian banjir melalui rencana peta jalan yang menjadi landasan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 — 2045.

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan sumur resapan. Pembangunan sumur resapan di lima wilayah Jakarta ini masuk dalam program prioritas hingga 2025.

    Sumur resapan ini, selain untuk meminimalisasi terjadinya banjir juga berfungsi sebagai wilayah tangkapan air dan konservasi air di Jakarta.

    Hingga Desember 2023, tercatat ada 29.833 titik sumur resapan di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga sumur-sumur resapan tersebut demi menjaga efektivitas pengendalian banjir.

    “Saat ini Dinas SDA DKI Jakarta melakukan pembangunan dan revitalisasi embung di wilayah hulu yang fungsinya sebagai waduk konservasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum.

    Baca: Tak hanya mengendalikan banjir di Jakarta sodetan Kali Ciliwung bisa jadi pusat kegiatan

    Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga terus melakukan pengecekan untuk pemeliharaan agar sumur resapan berfungsi optimal dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan

    Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menanggulangi banjir–melalui Dinas SDA–tetap menganggarkan biaya pemeliharaan sumur resapan di setiap Suku Dinas SDA di lima wilayah Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta juga mencatat, pada 2024 ini terdapat lima pompa polder yang sedang dibangun dan dua lokasi pompa stasioner yang direvitalisasi.

    Ada pula delapan waduk kecil yang dibangun, dengan rincian enam embung merupakan pembangunan lanjutan dan dua embung baru.

    Baca: Membangun waduk menjadi salah satu cara Pemprov Jakarta atasi banjir

    Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan beberapa konsep untuk penanggulangan banjir di Jakarta, salah satunya membangun embung (waduk kecil).

    Berdasarkan data Dinas SDA DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun 12 waduk, situ, embung, dan empang pada tahun 2024. Delapan dari 12 perencanaan itu merupakan lanjutan dari pembangunan tahun-tahun sebelumnya.

    Adapun rinciannya, yakni Waduk Kampung Rawa Malang, Waduk Marunda (lanjutan), Waduk Kali Cipinang Kelurahan Dukuh (lanjutan), embung di Jalan Penganten Ali 3 (lanjutan), dan embung di Jalan H Dogol (lanjutan).

    Waduk Kompleks Puspalad, Cakung Barat (lanjutan), embung Jalan Mesjid 3 (Embung Bau Bangkong), Cipayung (lanjutan), dan RTH Kampung Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati (lanjutan).

    Baca: Pembangunan bendungan menyimpan ancaman bagi lingkungan

    Lalu, Embung Pekayon, Pasar Rebo (lanjutan), Waduk Jalan Kaja II, Embung Pemuda dan Embung SD 01 Pesanggrahan. Hingga kini sebanyak 147 waduk, situ, embung, dan empang telah terbangun di wilayah DKI Jakarta.

    Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang ditempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras. Inovasi ini akan diimplementasikan dan diteruskan untuk meminimalkan dampak curah hujan tinggi.

    Enam inovasi pengendalian banjir, yakni pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder, penyiagaan, serta pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga penyediaan alat berat.

    Selanjutnya penyiagaan satuan tugas (satgas) di lapangan dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.

    Sumber:Antaranews.com

  • Brasil Selatan Dilanda Banjir Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir, 126 Orang Tewas

    Brasil Selatan Dilanda Banjir Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir, 126 Orang Tewas

    7cloud.asia – Hujan deras di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil selatan memicu banjir terburuk dalam 80 tahun terakhir di negeri itu.

    Badan pertahanan sipil Brasil pada Jumat (10/5/2024) menyebut, setidaknya 126 orang tewas akibat banjir besar ini.

    Banjir besar di Brasil selatan itu menghancurkan kota-kota dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat aman.

    Bencana ini merupakan bencana lingkungan keempat dalam setahun, setelah banjir pada Juli, September, dan November 2023 yang menewaskan total 75 orang.

    Menurut Badan Geologi Brasil, banjir di seluruh negara bagian itu telah melampaui banjir bersejarah yang pernah terjadi 1941.

    Di beberapa kota, ketinggian air berada pada titik tertinggi sejak pencatatan dimulai hampir 150 tahun lalu, kata badan tersebut.

    Baca Juga: WMO: Kenaikan Suhu Global Picu Bencana Akan Lebih Sering Terjadi

    Pada Kamis (2/5/2024), bendungan di pembangkit listrik tenaga air antara Kota Bento Goncalves dan Cotipora runtuh sebagian dan seluruh kota di lembah Sungai Taquari, seperti Lajeado dan Estrela, seluruhnya terendam air.

    Di Kota Feliz, yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota negara bagian, Porto Alegre, sungai yang meluap menyapu jembatan yang menghubungkannya dengan kota tetangga Linha Nova.

    Banjir kembali memburuk pada Jumat (10/5/2024), ketika jumlah korban tewas akibat banjir bersejarah di negara bagian paling selatan Brasil mencapai 126 orang.

    Menurut otoritas setempat, jumlah korban tewas itu naik dari 113 orang pada hari sebelumnya.

    Pertahanan sipil Brasil mengatakan badai dan banjir yang melanda negara bagian Rio Grande do Sul yang dihuni sekitar 10,9 juta orang, juga telah menyebabkan hampir 340.000 orang mengungsi, sedangkan 141 orang lainnya masih belum ditemukan.

    Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Perempuan dan Kelompok Rentan Harus Dilibatkan dalam Mitigasi Bencana

    Hujan deras telah menyebabkan debit air beberapa sungai dan danau di wilayah tersebut mencapai titik tertingginya.

    Selain itu, banjir menutup jalan-jalan dan mengganggu logistik, sehingga memicu kekurangan barang-barang penting di wilayah tertentu.

    Hampir dua juta orang telah terkena dampaknya sejauh ini, kata pertahanan sipil dalam laporan terbaru mereka pada Jumat (10/5/2024) malam.

    Dinas ramalan cuaca MetSul mengatakan bahwa sebagian besar kota di Rio Grande do Sul akan mengalami hujan pada Jumat.

    MetSul menambahkan bahwa ada risiko tinggi terjadinya badai. Mereka harus bertahan hingga Senin, tambah dinas itu dalam sebuah pernyataan.

    Sumber: VOAIndonesia