Brasil Selatan Dilanda Banjir Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir, 126 Orang Tewas

Written by

in

7cloud.asia – Hujan deras di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil selatan memicu banjir terburuk dalam 80 tahun terakhir di negeri itu.

Badan pertahanan sipil Brasil pada Jumat (10/5/2024) menyebut, setidaknya 126 orang tewas akibat banjir besar ini.

Banjir besar di Brasil selatan itu menghancurkan kota-kota dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat aman.

Bencana ini merupakan bencana lingkungan keempat dalam setahun, setelah banjir pada Juli, September, dan November 2023 yang menewaskan total 75 orang.

Menurut Badan Geologi Brasil, banjir di seluruh negara bagian itu telah melampaui banjir bersejarah yang pernah terjadi 1941.

Di beberapa kota, ketinggian air berada pada titik tertinggi sejak pencatatan dimulai hampir 150 tahun lalu, kata badan tersebut.

Baca Juga: WMO: Kenaikan Suhu Global Picu Bencana Akan Lebih Sering Terjadi

Pada Kamis (2/5/2024), bendungan di pembangkit listrik tenaga air antara Kota Bento Goncalves dan Cotipora runtuh sebagian dan seluruh kota di lembah Sungai Taquari, seperti Lajeado dan Estrela, seluruhnya terendam air.

Di Kota Feliz, yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota negara bagian, Porto Alegre, sungai yang meluap menyapu jembatan yang menghubungkannya dengan kota tetangga Linha Nova.

Banjir kembali memburuk pada Jumat (10/5/2024), ketika jumlah korban tewas akibat banjir bersejarah di negara bagian paling selatan Brasil mencapai 126 orang.

Menurut otoritas setempat, jumlah korban tewas itu naik dari 113 orang pada hari sebelumnya.

Pertahanan sipil Brasil mengatakan badai dan banjir yang melanda negara bagian Rio Grande do Sul yang dihuni sekitar 10,9 juta orang, juga telah menyebabkan hampir 340.000 orang mengungsi, sedangkan 141 orang lainnya masih belum ditemukan.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Perempuan dan Kelompok Rentan Harus Dilibatkan dalam Mitigasi Bencana

Hujan deras telah menyebabkan debit air beberapa sungai dan danau di wilayah tersebut mencapai titik tertingginya.

Selain itu, banjir menutup jalan-jalan dan mengganggu logistik, sehingga memicu kekurangan barang-barang penting di wilayah tertentu.

Hampir dua juta orang telah terkena dampaknya sejauh ini, kata pertahanan sipil dalam laporan terbaru mereka pada Jumat (10/5/2024) malam.

Dinas ramalan cuaca MetSul mengatakan bahwa sebagian besar kota di Rio Grande do Sul akan mengalami hujan pada Jumat.

MetSul menambahkan bahwa ada risiko tinggi terjadinya badai. Mereka harus bertahan hingga Senin, tambah dinas itu dalam sebuah pernyataan.

Sumber: VOAIndonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *