7cloud.asia – Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) dan Fasilitas Lingkungan Hidup Global (GEF), bersama dengan Bank Pembangunan Amerika Latin (CAF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB), baru-baru ini meluncurkan Net-Zero Nature-Positive Accelerator Integrated Programme.
Dengan pendanaan sebesar 100 juta dolar AS dari GEF dan pembiayaan bersama sebesar 700 juta dolar AS, program ini akan dipimpin oleh UNEP, dengan CAF dan ADB sebagai pemimpin bersama.
Inisiatif ini berupaya menyelaraskan pelestarian keanekaragaman hayati dan aksi iklim beserta tujuan-tujuannya, dengan mendorong transformasi sistemik di sektor ekonomi dan keuangan.
Inisiatif ini akan memobilisasi pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat untuk mengambil tindakan terpadu yang mendesak dilakukan untuk mengatasi krisis iklim.
Inisiatif ini dimunculkan, karena adanya kesadaran meskipun terdapat konsensus ilmiah yang jelas tentang keterkaitan antara perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, respons global masih terfragmentasi dan kekurangan dana.
Baca: Dana untuk konservasi hutan global tidak mencukupi dan banyak salah sasaran
Anggaran publik seringkali tidak selaras dengan tujuan lingkungan, dan sistem fiskal jarang memberikan insentif bagi modal swasta dalam skala yang dibutuhkan. Kurangnya koherensi ini mengancam kemajuan target iklim dunia.
Program ini bertujuan untuk mendukung negara-negara di dunia dalam menyelaraskan tujuan iklim mereka, termasuk mencapai emisi nol dan upaya mereka untuk melindungi keanekaragaman hayati – dengan mengintegrasikan keduanya ke dalam rencana nasional mereka.
Program ini mendukung implementasi Perjanjian Paris, Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, dan komitmen global lainnya melalui pendekatan inklusif yang melibatkan semua sektor ekonomi dan masyarakat.
Program ini akan mendukung 12 negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin, untuk memadukan proyek tingkat nasional dan platform global untuk berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan inovasi terkait aksi iklim.
Adapun ke-12 negara tersebut adalah Chili, Kosta Rika, Pantai Gading, Indonesia, Mauritius, Meksiko, Maroko, Nigeria, Tanzania, Thailand, Trinidad dan Tobago, dan Vietnam.
Baca: UNEP dorong peningkatan investasi untuk pelestarian hutan global
Implementasi program di negara-negara tersebut akan didukung oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
“Peluncuran Program Akselerator Terpadu Net-Zero Nature-Positive menandai tonggak penting dalam menyelaraskan pendanaan dengan tujuan iklim dan keanekaragaman hayati,” kata Carlos Manuel Rodríguez, CEO dan Ketua GEF.
Dia menambahkan, pendanaan GEF membantu negara-negara di seluruh dunia meningkatkan ketahanan, dan mengatasi risiko krisis.
“Program ini akan membantu negara-negara memobilisasi pendanaan dalam skala besar, mengintegrasikan solusi berbasis alam ke dalam strategi dekarbonisasi, dan mempercepat perubahan sistemik yang diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Carlos.
Peluncuran inisiatif ini diumumkan pada acara tingkat tinggi yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia/IMF 2025, dengan tema “Mengkatalisasi Keuangan Publik dan Swasta untuk Mempercepat Aksi Positif Net-Zero terhadap Alam”.
Para Menteri Keuangan dari negara-negara peserta, para pemimpin bank pembangunan multilateral, perwakilan sektor swasta, dan organisasi internasional dipertemukan yang semuanya bersatu dalam tujuan mendorong investasi dan aksi bersama.
Baca: Jelang COP 30, Brasil dorong inisiatif TFFF untuk pelestarian hutan tropis
Program Terpadu ini dirancang untuk memberikan hasil yang terukur, termasuk restorasi atau peningkatan pengelolaan 1 juta hektare lahan dan pengurangan sekitar 75 juta ton emisi karbon.
Langkah ini, diharapkan akan secara langsung mendukung upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati dan semua pihak bekerja sama untuk mengatasi tiga krisis planet: perubahan iklim, hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.
Wakil Ketua Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim (CFMCA), Dr. Sam Mugume dalam pidatonya menyatakan apresiasinya atas Program Akselerator Net-Zero Nature-Positive sebagai inisiatif yang tepat waktu dan transformatif.
Dia menegaskan, saat dunia menghadapi realitas perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, menyelaraskan sistem keuangan dengan prioritas lingkungan bukan hanya dibutuhkan, tapi mendesak dilakukan.
Program ini, ujarnya, menawarkan peluang unik untuk memobilisasi pendanaan publik dan swasta, membangun kapasitas kelembagaan, dan mengintegrasikan solusi berbasis alam ke dalam strategi pembangunan nasional kita.
“Kami bangga dapat berdiri bersama mitra kami dalam memajukan masa depan yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif bagi semua,” ujar Muguma
Kontribusi tambahan juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Chili, Meksiko, Indonesia, dan Nigeria.
Baca: Kerusakan hutan tropis sudah sangat meresahkan









