Tag: gaza

  • Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    7cloud.asia – Sedikitnya 210 warga Palestina tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan udara Israel untuk membebaskan empat sandera di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).

    Khalil Al Dakran, Direktur Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al Balah, Gaza tengah, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat serangan bom Israel yang intens di kamp Nuseirat dan Kota Deir Al Balah.

    Beberapa di antara para korban tersebut dikonfirmasi tewas.

    Warga Palestina yang luka-luka terus berdatangan, membuat rumah sakit tersebut kewalahan di tengah kurangnya tempat tidur, obat-obatan, perlengkapan medis sekali pakai, dan bahan bakar untuk mengoperasikan generator darurat utama, kata Al Dakran.

    Saksi mata Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa pesawat Israel menyasar wilayah tersebut dengan tembakan yang intensif.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    Sedangkan tim pertahanan sipil setempat dan ambulans tidak dapat menjangkau beberapa orang yang terluka tepat waktu.

    Menurut narasumber dan saksi mata setempat, asap mengepul dari seluruh wilayah Gaza tengah akibat serangan udara dan pembombardiran artileri yang belum pernah terjadi sebelumnya atas area-area tersebut.

    Narasumber keamanan Palestina mengatakan bahwa bentrokan mematikan terjadi di darat antara militan Palestina dan tentara Israel yang menyerbu kamp Nuseirat di tengah pembombardiran artileri dan serangan udara.

    Tentara Israel menarik diri setelah membunuh beberapa militan. Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Israel menargetkan anak-anak dan perempuan.

    Dia menekankan bahwa rakyat Palestina “tidak akan menyerah, dan kelompok perlawanan akan terus mempertahankan hak-hak mereka.”

    Baca Juga: WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan di kamp Nuseirat tersebut merupakan kelanjutan dari perang “genosida” terhadap rakyat Palestina.

    Dia menyebut Israel dan pemerintah Amerika harus “bertanggung jawab penuh”.

    Perang ini akan “menghancurkan segalanya dan mendorong segala sesuatunya ke arah yang berbahaya yang tidak akan membuat terwujudnya keamanan atau perdamaian bagi siapa pun,” tutur Abu Rudeina dalam pernyataan pers yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina, WAFA.

    Abu Rudeina meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk menghentikan perang “berdarah” di Gaza ini.

    Tentara, aparat keamanan, dan otoritas intelijen Israel Shin Bet mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa personel mereka telah “menyerang struktur teroris” di wilayah tersebut dan membebaskan empat sandera Israel.

    Baca Juga: Perwakilan 38 Negara Serukan Pengakuan Dua Negara untuk Akhiri Konfik di Palestina

    Pernyataan itu menyebutkan bahwa orang-orang yang diculik tersebut telah diselamatkan dalam keadaan hidup oleh personel Shin Bet dan Unit Kepolisian Khusus dari dua wilayah terpisah di jantung Nuseirat.

    Orang-orang yang diselamatkan tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Tel Hashomer di Israel untuk menjalani pemeriksaan medis, papar pernyataan itu.

    Tentara Israel melakukan serangan berskala besar di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

    Dalam serangan Hamas tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.

    Usai penyelamatan keempat orang tersebut, 120 warga Israel masih disandera di Jalur Gaza, dengan 43 di antaranya oleh pihak Israel dianggap telah tewas.

    Sumber:Antara/Xinhua

  • Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina


    7cloud.asia – Sedikitnya 210 warga Palestina tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan udara Israel untuk membebaskan empat sandera di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).

    Khalil Al Dakran, Direktur Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al Balah, Gaza tengah, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat serangan bom Israel yang intens di kamp Nuseirat dan Kota Deir Al Balah.

    Beberapa di antara para korban tersebut dikonfirmasi tewas.

    Warga Palestina yang luka-luka terus berdatangan, membuat rumah sakit tersebut kewalahan di tengah kurangnya tempat tidur, obat-obatan, perlengkapan medis sekali pakai, dan bahan bakar untuk mengoperasikan generator darurat utama, kata Al Dakran.

    Saksi mata Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa pesawat Israel menyasar wilayah tersebut dengan tembakan yang intensif.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    Sedangkan tim pertahanan sipil setempat dan ambulans tidak dapat menjangkau beberapa orang yang terluka tepat waktu.

    Menurut narasumber dan saksi mata setempat, asap mengepul dari seluruh wilayah Gaza tengah akibat serangan udara dan pembombardiran artileri yang belum pernah terjadi sebelumnya atas area-area tersebut.

    Narasumber keamanan Palestina mengatakan bahwa bentrokan mematikan terjadi di darat antara militan Palestina dan tentara Israel yang menyerbu kamp Nuseirat di tengah pembombardiran artileri dan serangan udara.

    Tentara Israel menarik diri setelah membunuh beberapa militan. Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Israel menargetkan anak-anak dan perempuan.

    Dia menekankan bahwa rakyat Palestina “tidak akan menyerah, dan kelompok perlawanan akan terus mempertahankan hak-hak mereka.”

    Baca Juga: WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan di kamp Nuseirat tersebut merupakan kelanjutan dari perang “genosida” terhadap rakyat Palestina.

    Dia menyebut Israel dan pemerintah Amerika harus “bertanggung jawab penuh”.

    Perang ini akan “menghancurkan segalanya dan mendorong segala sesuatunya ke arah yang berbahaya yang tidak akan membuat terwujudnya keamanan atau perdamaian bagi siapa pun,” tutur Abu Rudeina dalam pernyataan pers yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina, WAFA.

    Abu Rudeina meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk menghentikan perang “berdarah” di Gaza ini.

    Tentara, aparat keamanan, dan otoritas intelijen Israel Shin Bet mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa personel mereka telah “menyerang struktur teroris” di wilayah tersebut dan membebaskan empat sandera Israel.

    Baca Juga: Perwakilan 38 Negara Serukan Pengakuan Dua Negara untuk Akhiri Konfik di Palestina

    Pernyataan itu menyebutkan bahwa orang-orang yang diculik tersebut telah diselamatkan dalam keadaan hidup oleh personel Shin Bet dan Unit Kepolisian Khusus dari dua wilayah terpisah di jantung Nuseirat.

    Orang-orang yang diselamatkan tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Tel Hashomer di Israel untuk menjalani pemeriksaan medis, papar pernyataan itu.

    Tentara Israel melakukan serangan berskala besar di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

    Dalam serangan Hamas tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.

    Usai penyelamatan keempat orang tersebut, 120 warga Israel masih disandera di Jalur Gaza, dengan 43 di antaranya oleh pihak Israel dianggap telah tewas.

    Sumber:Antara/Xinhua

  • Doa Jemaah Haji untuk Palestina: Semoga Gencatan Senjata Segera Terwujud di Gaza

    Doa Jemaah Haji untuk Palestina: Semoga Gencatan Senjata Segera Terwujud di Gaza

    7cloud.asia – Para jemaah haji dari seluruh dunia yang mulai tiba di Makkah, Arab Saudi mengatakan mereka berdoa agar gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Gaza segera tercapai.

    Alia Asmaa, seorang insyinyur sipil dari India yang tiba di Makkah bersama kedua orang tuanya pada Minggu (9/6/2024), berharap bahwa gencatan senjata akan segera terwujud di Gaza.

    Ia juga berharap perang di Gaza yang sudah berlangsung lebih 9 bulan ini bisa “segera berakhir.”

    “Doa kami selau bersama Gaza dan sangat sedih melihat orang-orang meninggal duni setiap harinya sehingga harapan saya untuk Gaza adalah perang ini segera berakhir,” ujarnya dikutip Reuters.com.

    Baca: Operasi pembebasan 4 warga Israel yang disandera tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Menurut pejabat kesehatan Gaza, lebih dari 37.000 warga Palestina telah tewas terbunuh dalam serangan Israel sejak Oktober lalu.

    Sementara itu, jemaah asal Mesir Sameh Al-Zaini mengatakan Gaza selalu ada di pikirannya.

    Al-Zaini mengatakan, kekhawatiran terbesar yang masuk dalam doanya adalah warga Gaza. Gaza ada di hati, ujarnya, Gaza ada dalam luka kami yang terus menganga.

    “Saya berdoa kepada Tuhan untuk meringankan situasi yang dialami orang-orang di Gaza sehingga kesulitan dan kemalangan mereka segera berakhir,” ujar Al-Zaini seusai menjalankan thawaf atau mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram.

    Baca: Israel diingatkan bahayanya jika biarkan otoritas Palestina ambruk

    Senada dengan Asmaa dan Al-Zaini, jemaah asal Amerika Serikat, Obada Al-Kadri, juga mendoakan khusus bagi orang-orang di Gaza dalam ibadahnya kali ini.

    Kami, ujarnya, merasakan sakitnya [luka yang dialami orang-orang di Gaza] sebagai sesama manusia dan juga sebagai sesama Muslim.

    Dia mengatakan, serangan Israel yang brutal, dan apa yang terjadi pada anak-anak dan perempuan di Gaza sema sekali tidak dapat dibenarkan.

    “Dan sebagai bagian dari jemaah [haji] di sini adalah berdoa untuk orang-orang di Gaza. Kami bersama kalian dan insyaallah, Tuhan akan membebaskan kalian dari penindasan segera,” pungkas Al-Kadri.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Hasil Komisi Penyelidikan PBB: Israel Bersalah Melakukan Pemusnahan Massal di Jalur Gaza

    Hasil Komisi Penyelidikan PBB: Israel Bersalah Melakukan Pemusnahan Massal di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Komisi Penyelidikan Internasional Independen (COI) PBB menyimpulkan Israel bersalah karena melakukan pemusnahan massal sejak agresi di Jalur Gaza, Palestina, 7 Oktober 2023 lalu.

    Hasil investigasi yang diumumkan pada 12 Juni tersebut terungkap Israel tak hanya melakukan pemusnahan massal, tetapi juga melakukan penyiksaan, dan kekerasan seksual di Gaza.

    “Kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemusnahan; pembunuhan; penganiayaan gender yang menyasar laki dan anak laki-laki Palestina,” demikian isi laporan COI, seperti yang dilansir Al Jazeera.

    Dalam hasil investigasi tersebut, COI menyatakan Israel bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan agresi di Gaza.

    Baca: Israel bebaskan sandera, lebih dari 200 warga Palestina tewas

    Laporan itu lalu berlanjut, “(Kejahatan lain termasuk) pemindahan paksa; dan penyiksaan serta perlakuan tak manusiawi dan kejam telah dilakukan.”

    COI menetapkan pemimpin Israel bertanggung jawab atas kelaparan yang dialami warga Palestina di Gaza dan ‘menghasut’ pola serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

    Dalam penyelidikannya, Israel tak bekerja sama dengan COI sebab dianggap punya bias anti negara Zionis.

    Sebelumnya COI memang sempat menyebut Israel menghalangi pekerjaan dan mencegah penyelidik mengakses negara itu dan wilayah pendudukan Palestina.

    Baca: Serangan Israel bisa sebabkan lebih dari 1 juta warga Palestina kelaparan

    COI didirikan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2021 untuk menyelidiki pelanggaran luas terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan Palestina.

    Dalam laporan tersebut disebutkan sejumlah besar korban sipil dan kehancuran infrastruktur sipil di Gaza adalah akibat tak terelakkan dari strategi yang dilakukan.

    Tujuannya menyebabkan kerusakan maksimal, mengabaikan prinsip-prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan tindakan pencegahan yang memadai.

    Berdasarkan hasil investigasi tersebut, COI mengecam serangan Israel yang hingga kini masih berlajut di jalur evakuasi sipil dan daerah aman.

    Baca: PM Israel sebut peluang kecil untuk gencatan senjata

    COI menganggap otoritas Israel dengan sengaja mempersenjatai pengepungan tersebut dan menggunakan penyediaan kebutuhan untuk menunjang kehidupan.

    Termasuk memutus air, makanan, listrik, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan, untuk keuntungan strategis dan politik.

    Karena itu COI merekomendasikan pemerintah Israel segera melakukan gencatan senjata, mencabut blokade terhadap Gaza, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur.

    Selain itu COI juga merekomendasikan pemerintah Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan mematuhi sepenuhnya keputusan Mahkamah Internasional (ICJ).

    “Israel harus segera menghentikan operasi dan serangan militernya di Gaza, termasuk serangan terhadap Rafah, yang telah memakan korban jiwa ratusan warga sipil dan kembali membuat ratusan ribu orang mengungsi ke lokasi yang tidak aman tanpa layanan dasar dan bantuan kemanusiaan,” jelas Navi Pillay, ketua komisi penyelidikan dalam siaran pers.

    Baca: Israel masuk dalam daftar hitam PBB

    Dalam laporan tersebut COI juga menyalahkan Hamas karena melakukan kejahatan perang di tahap awal. Temuan PBB berasal dari rangkaian laporan yang fokus terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel.

    Laporan investigasi ini muncul saat Israel melancarkan agresi di Gaza sejak Oktober 2023. Selama operasi, pasukan bersenjata Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.

     Akibatnya lebih dari 37.200 orang tewas dan ratusan ribu tempat tinggal warga hancur. Rencananya laporan tersebut akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB minggu depan.

    Laporan investigasi COI ini muncul hanya beberapa hari setelah Sekretaris Jenderal PBB mengumumkan rencana untuk memasukkan Israel ke dalam daftar hitam negara-negara dan kelompok bersenjata ekstremis yang merugikan anak-anak di zona konflik.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

     

  • Agresi Israel ke Gaza, Akibatkan Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji Tahun Ini

    Agresi Israel ke Gaza, Akibatkan Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji Tahun Ini

    7cloud.asia – Agresi Israel ke Jalur Gaza dan pendudukan Israel atas perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir mengakibatkan ribuan warga Palestina gagal berhaji tahun ini.

    “Penutupan titik penyeberangan Rafah dan konflik yang masih berlangsung menyebabkan 2,500 jamaah haji Gaza, termasuk misi pendampingnya, tak bisa berangkat haji,” demikian juru bicara Kementerian Wakaf Gaza, Ikrami Al-Mudallal.

    Ia mengatakan, 2.500 jamaah haji tersebut mewakili 38 persen dari 6.600 jamaah haji asal Palestina tahun ini.

    Agresi Israel yang terus berlangsung juga menghalangi usaha kementerian terkait mempersiapkan pelaksanaan haji bagi jamaah Gaza tahun 2024 ini.

    “Hal ini termasuk menandatangani kontrak transportasi di Mesir dan Arab Saudi serta mengatur akomodasi di Makkah dan Madinah,” kata dia.

    Baca: Israel bersalah lakukan pemusnahan massal di Gaza

    Al-Mudallal mengatakan pihaknya saat ini terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan Mesir untuk menangani “pelanggaran terang-terangan” atas hak rakyat Palestina untuk berhaji ini, serta mencari cara supaya jamaah tetap dapat berangkat.

    Ia juga memastikan jamaah haji Gaza yang tak bisa berangkat tahun ini akan diprioritaskan untuk pemberangkatan tahun depan.

    Apalagi, ucapnya, banyak dari mereka yang telah menunggu bertahun-tahun, dan 70 persen dari mereka adalah lansia atau mengalami sakit.

    Sementara itu, ia mengatakan bahwa ada sebanyak 500 kuota undangan haji khusus dari Raja Salman dari Arab Saudi tahun untuk keluarga korban meninggal serta korban cedera dari agresi Israel di Jalur Gaza, yang diberikan kepada keluarga yang berada di luar Gaza.

    Sebelumnya, pada 6 Juni lalu Kerajaan Arab Saudi mengundang secara khusus 1.000 jamaah haji tambahan dari Gaza.

    Baca: Operasi Israel bebaskan 4 sandera tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Inisiatif ini diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam Saudi di bawah arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci, menurut Saudi Press Agency (SPA)

    Program tersebut akan mencakup semua pengaturan logistik, mulai dari kedatangan mereka di Arab Saudi hingga kepulangan mereka ke Palestina.

    Arahan Raja mengikuti arahan serupa yang dikeluarkan pada Mei, menjadikan jumlah total jamaah haji dari Palestina untuk tahun ini menjadi 2.000 jamaah, menurut laporan Arab News.

    Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh mengatakan tindakan Raja Salman tersebut menegaskan komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung para keluarga Palestina, dan perjuangan Palestina yang lebih luas.

    Jamaah haji terpilih adalah mereka yang berada di luar Gaza akibat mengungsi dari perang atau menerima perawatan medis, ucap Al-Mudallal.

    Baca: AS ingatkan Israel agar tak biarkan otoritas Palestina ambruk

    Kementerian Wakaf Gaza sampai harus menyelenggarakan undian pada Maret 2023 untuk memilih jamaah haji yang akan berangkat tahun 2023 dan 2024 karena terbatasnya kuota haji dan blokade Israel.

    Lansia dan penderita sakit diutamakan mendapatkan undian itu. Al-Mudallal mengatakan bahwa pihaknya telah mengecam penutupan titik perbatasan Rafah sejak 7 Mei yang menyebabkan jamaah haji dari Gaza gagal berangkat.

    Hal tersebut merupakan “pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beragama dan hukum kemanusiaan internasional,” ucapnya.

    Pihaknya juga mendesak Mesir dan Arab Saudi untuk menekan pihak terkait, khususnya Israel, supaya mengizinkan warga Palestina di Gaza berangkat haji tahun ini.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 37.200 warga sipil, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 84.900 jiwa.

    Menurut PBB, agresi Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur di Gaza rusak dan hancur, serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Sumber: Antara/Anadolu/OANA

  • AS Upayakan “Jalur Maju” untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    AS Upayakan “Jalur Maju” untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    7cloud.asia – AS terus berusaha “menciptakan sebuah jalur maju” untuk mencapai gencatan senjata dalam perang di Gaza, setelah Hamas menanggapi proposal multitahap dengan sejumlah perubahan.

    Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan kepada reporter pada Kamis (13/6/2024) bahwa beberapa perubahan yang diminta Hamas terkait syarat gencatan senjata, bersifat “sederhana dan kecil” dan bisa dirundingkan.

    Tetapi sejumlah poin lainnya “tidak konsisten” dengan parameter-parameter yang dirinci oleh Presiden Biden atau yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB.

    Sullivan mengingatkan bahwa karena sifat perundingan itu, yang melibatkan pembicaraan tidak langsung dengan pejabat Mesir dan Qatar, butuh waktu untuk mencapai kemajuan.

    “Kami akan bekerja dengan Qatar dan Mesir. Qatar dan Mesir akan bekerja dengan Hamas. Qatar, Mesir dan AS akan bekerja dengan Israel. Sasarannya adalah untuk menyelesaikan ini secepat mungkin,” kata Sullivan.

    Baca: Perang membuat warga Palestina tak bisa rayakan Kurban

    Pejabat AS mengatakan proposal gencatan senjata saat ini adalah proposal Israel, dan Sullivan mengatakan pihak Israel “mendukung sepenuhnya” proposal itu.

    Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Kamis (13/6/2024), menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Israel agar menyepakati gencatan senjata di Gaza.

    Dewan Keamanan pada awal minggu ini telah mendukung proposal yang diajukan AS.
    Dalam KTT G7 di Italia, Biden mengatakan Hamas “sebagai tantangan utama sejauh ini” dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan.

    “Saya telah membeberkan sebuah pendekatan yang telah didukung oleh Dewan Keamanan PBB, G7, Israel, dan tantangan utama sejauh ini adalah Hamas menolak untuk menandatangani walaupun mereka telah mengajukan [proposal] yang [isinya] serupa,” ujar Biden kepada para wartawan.

    Baca: Doa jamaah haji dari seluruh dunia untuk warga Palestina

    Gerald Feierstein, direktur program Hubungan Semenanjung Arab di Middle East Institute, mengatakan negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel berjalan cukup membingungkan.

    “Muncul pernyataan dari pemerintah Israel yang tampaknya menimbulkan keraguan terakit apa yang Israel percaya tentang hal-hal yang mereka sepakati,” ujarnya.

    “Hamas juga telah mengatakan apa yang mereka terima secara tertulis tidak konsisten dengan apa yang mereka pahami dari pernyataan yang disampaikan secara verbal.“

    “Jadi, tampaknya terdapat kebingungan besar dalam proses negosiasi itu. Dan belum diketahui siapa penyebabnya.” pungkasnya.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Prihatin! Warga Gaza Salat Idul Adha di Tengah Puing Bangunan

    Prihatin! Warga Gaza Salat Idul Adha di Tengah Puing Bangunan

    7cloud.asia – Ratusan orang di Gaza pada Minggu (16/6) melaksanakan salat Idul Adha di tengah puing-puing dan bangunan yang hancur.

    Mereka melaksanakan salat Idul Adha dalam suasana muram yang ditandai dengan berlanjutnya agresi Israel dan tidak adanya kegembiraan pada hari raya tersebut.

    Koresponden kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa ratusan jamaah melaksanakan salat Idul Adha di berbagai wilayah Gaza, di atas puing-puing, di sisa-sisa bangunan mesjid, dan di tempat terbuka, sambil membawa serta anak-anak mereka.

    Baca: Israel pasang besi penghalag di gerbang masjid Al Aqsha

    Semangat perayaan Idul Adha yang lazim tidak ada karena agresi Israel yang tiada henti yang telah berlangsung selama sembilan bulan.

    Para pemimpin salat Idul Adha menekankan pentingnya menjenguk keluarga dari kerabat mereka yang sudah meninggal, korban luka, dan narapidana untuk menjaga tali silaturahmi.

    Mereka menekankan perlunya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu, serta anak-anak korban luka dan tahanan.

    Sumber: WAFA

  • Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    7cloud.asia – Senator Bernie Sanders mengatakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat (AS) harus menahan bantuan militer kepada Israel dalam perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

    “Amerika Serikat harus menahan semua bantuan militer ofensif ke Israel dan menggunakan pengaruh kami untuk menuntut diakhirinya perang ini,” kata Bernie Sanders dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Anadolu, Rabu (19/6/2024).

    Bernie Sanders juga menekankan agar AS menggunakan kekuatannya untuk mengalirkan aliran bantuan kemanusiaan yang tak terbatas ke warga Palestina di Gaza.

    Pemerintah AS juga diminta menghentikan pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat dan langkah-langkah awal menuju solusi dua negara.

    Baca: AS resmi hentikan pengiriman bom ke Israel

    Pernyataan senator Bernie Sanders ini muncul setelah Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Amerika Serikat menahan senjata untuk Israel.

    Terpisah, Netanyahu mengatakan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meyakinkannya bahwa pemerintahan Biden sedang berupaya untuk membatalkan pembatasan pengiriman senjata ke Israel.

    Alasan dari kebijakan ini, karena perang Israel-Hamas telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 100.000 orang.

    Netanyahu mengatakan ketika Blinken berada di Israel, mereka melakukan “pembicaraan yang jujur.”

    Baca: AS sebut Israel langgar aturan penggunaan senjata yang disuplainya

    “Tetapi saya juga mengatakan hal lain: Saya mengatakan tidak dapat dibayangkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menahan senjata dan amunisi untuk Israel,” kata Netanyahu.

    Menanggapi itu, Sanders mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa keluhan serupa akan kembali terdengar ketika Netanyahu berpidato di depan Kongres pada 24 Juli.

    Sanders, seraya menegaskan kembali bahwa “tidak masuk akal” jika Netanyahu diundang untuk berpidato di depan anggota parlemen AS.

    Israel yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.

    Baca: AS upayakan jalur maju bagi gencatan senjata di Gaza

    Lebih dari 37.350 warga Palestina telah terbunuh di Gaza. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 85.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Lebih dari delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah.

    Rafah merupakan perlindungan terakhir bagi lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

    Sumber : Antara/Anadolu

  • AS dan Eropa Peringatkan Israel Terkait Kemungkinan Perang di Gaza Meluas

    AS dan Eropa Peringatkan Israel Terkait Kemungkinan Perang di Gaza Meluas

    7cloud.asia – Para pejabat Amerika Serikat dan Eropa memperingatkan terkait kemungkinan perang di Gaza meluas, dengan kemungkinan sebuah serangan Israel di Lebanon terhadap kelompok militant Hizbullah yang didukung Iran.

    Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan kepada para jurnalis pada Senin di Luksemburg, bahwa risiko perang meluas semakin membesar dari hari ke hari.

    “Saya pikir bahwa, sedihnya, kita berada di ambang perang yang semakin meluas,” kata Borrell.

    Baca Juga: Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    Dia juga mengatakan sebuah gencatan senjata di Gaza sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, dengan mengatakan “pengiriman bantuan kemanusiaaan di dalam wilayah Gaza menjadi tidak mungkin”.

    Komentar Borrell disampaikan beberapa jam setelah pejabat tinggi militer AS memperingatkan, sebuah serangan Israel di Lebanon akan meningkatkan risiko perluasan konflik yang akan membuat Iran membantu Hizbullah.

    Israel telah bertempur dengan Hamas yang didukung Iran dalam serangan mereka di Jalur Gaza selama beberapa bulan, sekaligus juga terlibat dalam pertempuran harian dengan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

    Baca Juga: Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    Jenderal Angkatan Udara CW Brown, ketua dari Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepara para jurnalis bahwa Iran akan “lebih cenderung memberikan dukungan lebih besar bagi Hizbullah.“

    Dia memaparkan bahwa kelompok militan ini memiliki lebih banyak sumber daya dibanding Hamas.

    Perang di Gaza, dan risiko meluasnya konflik, akan menjadi fokus dalam pembicaraan pada Senin di Washington, ketika Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken dan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin.

    “Kami bersiap untuk tindakan apapun yang mungkin dibutuhkan di Gaza, Lebanon, dan di kawasan lain,” kata Gallant dalam sebuah pernyataan.

    Sumber:VOAIndonesia

  • AS Desak Israel Lindungi Pekerja Kemanusiaan di Jalur Gaza

    AS Desak Israel Lindungi Pekerja Kemanusiaan di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menegaskan Israel perlu melakukan langkah-langkah tambahan untuk melindungi pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant di Washington D.C. pada Senin (24/6), Blinken membahas upaya yang sedang berlangsung guna mencapai gencatan senjata di Gaza.

    Usulan gencatan senjata yang didukung AS mencakup pembebasan semua warga Israel yang disandera kelompok Palestina, Hamas, dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.

    Baca: AS dan Eropa peringatkan Israel

    Blinken memberi tahu Gallant tentang upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk memajukan keamanan, tata kelola, dan rekonstruksi di Gaza selama periode pascakonflik dan menekankan pentingnya upaya itu bagi keamanan Israel.

    “Ia juga menggarisbawahi pentingnya menghindari eskalasi konflik lebih lanjut dan mencapai resolusi diplomatik yang memungkinkan keluarga Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam sebuah pernyataan.

    Gallant saat ini sedang mengunjungi AS untuk berunding dengan para pejabat pemerintah Amerika tentang konflik Gaza.

    Baca: AS upayakan jalur maju demi segera bisa gencatan senjata

    Secara terpisah, Gallant juga mengadakan pembicaraan dengan utusan AS Amos Hochstein untuk membahas langkah menuju “Fase C” dari perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

    Fase ketiga menurut definisi Israel mencakup pertempuran intensitas rendah di Gaza, serangan udara yang ditargetkan, penarikan pasukan, pembentukan zona penyangga di dekat perbatasan Gaza.

    Serta menemukan alternatif bagi pemerintahan Hamas di daerah kantong Palestina tersebut.

    Baca: Serangan Israel bunuh 20 warga Palestina

    Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan 7 Oktober tahun lalu oleh Hamas.

    Lebih dari 37.600 warga Palestina tewas dan hampir 86.100 orang lainnya terluka akibat serangan brutal Israel di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Selama delapan bulan perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza terbengkalai di tengah keterbatasan persediaan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sumber: Anadolu