Foto: AJI
7cloud.asia – Aliansi Jurnalis Independen atau AJI menganugerahkan penghargaan SK Trimurti Award tahun 2023 kepada Maria Bernadette Damairia Pakpahan.
SK Trimurti Award ini dianugerakan AJI kepada Damai, karena perempuan 58 tahun ini dinilai konsisten merawat “darah” perjuangan isu HAM, perempuan dan kaum marjinal di Indonesia.
Perempuan yang akrab disapa Damai ini menjadi pilihan para Dewan Juri SK Trimurti Award dari AJI Indonesia yang diikuti tiga usulan nominator lainnya.
Baca: Kerja jurnalis penuh risiko tapi minim perlindungan
Dalam pertimbangannya dewan juri menyebut, di tahun politik dibutuhkan sosok pemimpin dan aktivis perempuan yang konsisten berjuang dan selalu berkomitmen kuat merawat ‘darah’ gerakan sosial dan perempuan.
Dibutuhkan juga perempuan yang menjaga independensinya terjaga dan mampu bekerja lintas generasi.
“Saya melihat itu ada pada Damairia Pakpahan.” jelas Theresia Iswarini-Komisioner Komnas Perempuan yang menjadi Ketua Dewan Juri SK Trimurti Award 2023, Kamis (03/08/2023) sebagimana dikutip terakota.id.
Baca: Menyoal Perpres Jurnalisme Berkualitas
AJI memberikan S.K. Trimurti Award sejak 2008. SK Trimurti Award bagian dari menghargai pahlawan nasional dan aktivis perempuan, Soerastri Karma Trimurti SK Trimurti.
SK Trimurti, lahir di Boyolali, 11 Mei 1912. Akibat aktivitas jurnalistik yang mengobarkan semangat anti penjajahan, ia bolak-balik dijebloskan ke penjara.
Perempuan memiliki peran krusial dalam memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan pers di Indonesia.
Baca: Wiener Zeitung, koran tertua di dunia berhenti terbit
Namun, peran perempuan sering kali dilupakan karena narasi sejarah yang cenderung patriarkis. Penghargaan tersebut berupaya mendorong kesetaraan gender, terutama di media massa.
Peraih SK Trimurti Award yang pertama adalah Masruchah, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia.
Beberapa peraih SK Trimurti Award adalah Era Purnama Sari, wakil ketua bidang advokasi YLBHI; Puji Astuti, perempuan penulis yang aktif mengadvokasi para difabel.
Baca: National Geographic menghentikan edisi cetak tahun depan
Sebagai jurnalis media Sinar Harapan/Suara Pembaruan dan X-Tra (Grup Femina) di medio tahun 1990-an ini, Damai turut mendampingi petani dalam kasus konflik agraria kaum tani Kedung Ombo-Jawa Tengah.
Ia berdiri bersama para petani yang digusur hak tanahnya oleh pemerintah untuk pembuatan waduk.
Bahkan kini, Damai, getol menyuarakan isu pekerja perempuan yang dinilai Dewan Juri lainnya selalu hadir disetiap gerakan bersama yang menginspirasi genarasi muda.
Baca: Homeschool ini dorong siswanya rajin menulis
Direktur INFID sekaligus anggota dewan juri Iwan Misthohizzaman mengatakan, isu pekerja perempuan beserta beragam tantangan dan kendalanya tidak hanya baru-baru ini saja menyeruak.
Isu pekerja perempuan sudah muncul sejak lama bahkan sejak Orde Lama.
“Dan di banyak kesempatan tersebut, Damairia selalu ada, bersedia dan hadir dengan sikap keberpihakan yang jelas, terus menyuarakan pembelaan, lembut mendampingi, tekun membersamai dan bergerak bersama.” ujarnya
Baca: Membaca pemikiran Kartini tentang pentingnya pendidikan untuk perempuan
Damairia dinilai sebagai perempuan tangguh, konsistensi dan kesetiaannya dijalur berpihak pada mereka yang tertindas, meski ada banyak pilihan pekerjaan lain yang menghasilkan banyak uang, berbuah manis.
“Ia pantas dan layak menerima penghargaan SK Trimurti Award 2023.” ujar Gadrida Rosdiana Djukana-Pengurus AJI Indonesia sekaligus anggota dewan juri.




