7cloud.asia – Prinsip desain ruang berkinerja tinggi menjadi salah satu aspek desain biofilik yang ramah lingkungan.
Prinsip desain ruang berkinerja tinggi ini bertujuan untuk menciptakan bangunan berketahanan dan hemat energi yang bermanfaat bagi lingkungan dan penghuninya.
Langkah-langkah yang dilakukan, antara lain dengan menurunkan kandungan karbon, memaksimalkan efisiensi sumber daya, serta meningkatkan kualitas udara dalam ruangan yang dapat mendukung tujuan ekologi dan kesehatan manusia.
Prinsip desain ruang berkinerja tinggi berupaya mewujudkan bangunan yang rendah emisi sekaligus rendah jejak karbonnya.
Desain rendah emisi menargetkan arsitektur yang inovatif dan berkelanjutan. Hal ini mendorong bangunan yang menyeimbangkan energi yang dikonsumsi dengan energi terbarukan yang dihasilkan.
Baca: Atap hijau penuh tumbuhan makin diminati karena bagus untuk lingkungan
Sebagian besar tujuan rendah emisi ini berfokus pada pengurangan kandungan karbon, termasuk jejak karbon tersembunyi yang terkait dengan produksi dan pengangkutan material bangunan dalam proses konstruksi.
Penggunaan material ramah lingkungan seperti baja daur ulang atau beton rendah karbon menjadi poin utama, karena menciptakan bangunan dengan kandungan karbon yang lebih rendah dan siklus hidup yang lebih lama dan efisien.
Hal ini penting karena hampir 40 persen jejak karbon di Amerika Serikat, tempat penulis tinggal, berasal dari konsumsi listrik saja.
Menggabungkan pilihan material yang cerdas dengan elemen desain praktis akan menurunkan dampak bangunan terhadap lingkungan dan mendukung masa depan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Transparansi Materi dan Penilaian Siklus Hidup
Analisis siklus hidup yang lengkap membantu arsitek dan pengembang dalam membuat pilihan material yang bermanfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.
Baca: Bangunan hijau menjadi solusi strategis untuk antisipasi pemanasan global
Pendekatan ini mempertimbangkan keseluruhan perjalanan material, mulai dari produksi dan transportasi hingga penggunaan dan pembuangan, guna memastikan dampak lingkungan yang rendah di setiap tahapannya.
Deklarasi Produk Lingkungan (EPD) sangat penting dalam proses ini karena memberikan data yang transparan dan terstandarisasi mengenai jejak karbon, konsumsi energi, dan emisi suatu material.
Dengan EPD, desainer dapat membuat pilihan berdasarkan informasi yang selaras dengan tujuan keberlanjutan. Mereka dapat memilih material yang mendukung efisiensi dan ramah lingkungan bangunan dari awal hingga akhir.
Dengan berfokus pada analisis siklus hidup penuh dan EPD, perancang dapat mengurangi emisi dan menyiapkan proyek yang bertanggung jawab terhadap lingkungan selama beberapa dekade.
Baca: Desain biofilik menghadirkan alam ke dalam bangunan
Energi Operasional dan Energi Terwujud
Untuk menciptakan bangunan ramah lingkungan, desain berkelanjutan harus memperhatikan penggunaan energi selama masa pakai bangunan beserta energi yang terkandung di dalamnya.
Bangunan di AS menyumbang 75 persen dari total konsumsi listrik, hal ini menggarisbawahi perlunya memangkas operasional dan penggunaan energi untuk mencapai tujuan ekologis.
Penggunaan selama masa pakai bangunan mencakup semua yang diperlukan untuk pengoperasian sehari-hari, mulai dari pemanasan dan pendinginan hingga penerangan dan peralatan.
Strategi untuk menurunkan angka ini termasuk memasang sistem HVAC yang efisien, menggunakan lampu LED, dan memanfaatkan sumber terbarukan seperti tenaga surya.
Memilih material berdampak rendah, seperti logam daur ulang atau beton rendah karbon, dapat mengurangi jejak lingkungan suatu bangunan sebelum ditinggali.






