7cloud.asia – Ketika membahas emisi karbon, rumah tempat kita tinggal, tempat berbelanja, makan, dan ruang untuk bersosialisasi seringkali tidak terlintas dalam pikiran.
Padahal menurut World Green Building Council, sektor bangunan atau lingkungan binaan punya andil besar dalam emisi karbon yakni bertanggung jawab atas 39 persen emisi gas rumah kaca terkait energi global.
Lingkungan binaan mengacu pada semua bangunan atau infrastruktur apa pun yang mendukung kehidupan manusia modern.
Konstruksi ini seringkali bocor dan tidak mampu menahan panas secara efektif di musim dingin dan mendingin secara alami di musim panas, sehingga memaksa bangunan mengonsumsi lebih banyak energi untuk melakukannya.
Untuk mengatasi kondisi ini, sejumlah pakar merekomendasikan prinsip retrofit pada bangunan tua. Hal ini ditulis di Earth.org.
Baca: Peta jalan penyelenggaraan bangunan gedung hijau di Indonesia
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu retrofit? Retrofit mengacu pada peningkatan apa pun pada bangunan yang sudah ada untuk meningkatkan konservasi energi dan efisiensi energinya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa retrofit jadi pilihan? Jawabannya, karena emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah. Jika Anda penasaran, 7cloud.asia akan mengulas tentang retrofit ini dalam beberapa tulisan.
Menurut Forum Ekonomi Dunia, 80 persen dari seluruh perumahan yang akan kita tinggali pada tahun 2050 telah dibangun.
Alih-alih merobohkan dan mengganti rumah, retrofit atau renovasi dinilai sebagai cara paling berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor bangunan.
Merobohkan sebuah bangunan menghasilkan rata-rata 4,67 kilogram setara karbon dioksida (CO2e) per meter persegi luas bangunan.
Baca: Bangunan hijau jadi solusi kota yang berkelanjutan
Jumlah karbon yang dilepaskan untuk setiap 100 meter persegi yang dihancurkan sama dengan perjalanan pulang pergi dari London Heathrow ke Nice
Ini menjadi bukti bahwa mengadaptasi apa yang kita miliki lebih berkelanjutan daripada merobohkan dan membangun kembali.
Peta jalan menuju retrofit bukannya tanpa hambatan. Namun, minat global telah meningkat selama lima tahun terakhir. Emisi gas rumah kaca dari lingkungan binaan menjadikannya sektor yang perlu segera ditangani.
Seiring bertambahnya populasi global, kita perlu membangun lebih banyak rumah dan bangunan untuk mendukung kehidupan kita.
Retrofit akan membantu negara-negara mengurangi emisi dan meningkatkan standar hidup warganya. Ini lebih dari sekadar solusi energi, melainkan keharusan bagi iklim, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Adapun manfaat retrofit atau renovasi dapat dibedakan menjadi tiga tahap yakni konservasi energi, efisiensi energi serta manajemen energi dan sumber energi. Seperti apa penjelasannya akan diulas dalam tulisan selanjutnya.

Leave a Reply