Tag: bem si

  • Unjukrasa Mahasiswa Se-Indonesia Kritisi Kebijakan Jokowi yang Tidak Memihak Rakyat

    Unjukrasa Mahasiswa Se-Indonesia Kritisi Kebijakan Jokowi yang Tidak Memihak Rakyat

    7cloud.asia – Massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah memadati area samping Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).

    Ribuan mahasiswa peserta aksi melakukan unjukrasa mengkritik 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai sarat pelanggaran.

    Para mahasiswa menilai Jokowi telah mengeluarkan rentetan kebijakan yang merugikan rakyat menjelang akhir pemerintahannya.

    Berdasarkan pantauan, massa bergerak dari arah Monas dan tiba di depan Gedung Indosat sekitar pukul 15.14 WIB. Barisan massa terbagi menjadi dua.

    Pada bagian depan, sejumlah mahasiswa laki-laki membentuk barikade dengan menggaitkan tangan mereka satu sama lain.

    Baca Juga: Di Sela Deklarasi Kampus Menggugat, Zainal Arifin Mochtar Serukan Pengadilan Rakyat

    Bendera panji dari BEM sejumlah universitas berkibar di antara barikade yang terbentuk.

    “Hidup Mahasiswa. Hidup Rakyat Indonesia. Hidup Mahasiswa Indonesia,” massa terus meneriakkan kata-kata ini saat bergerak menuju Patung Arjuna Wijaya, Senin.

    BEM yang ikut dalam aksi kali ini antara lain BEM UNSOED, BEM Universitas Sebelas Maret, BEM Universitas Andalas, BEM Universitas Negeri Jakarta, BEM Institut Pertanian Bogor, dan sejumlah universitas lainnya.

    Bendera BEM SI juga terlihat ikut dikibarkan. Sementara itu, di belakang barisan barikade dan panji-panji bendera BEM, terdapat mobil komando yang dilengkapi pengeras suara menggerakkan massa.

    Lalu, di belakang mobil komando, diisi barisan massa yang mayoritas berisi mahasiswi dengan almamater biru tua dan hijau tua. 

    Baca Juga: Mahkamah Rakyat Adili 9 Dosa Rezim Pemerintahan Jokowi

    Terlihat juga almamater berwarna kuning tua dari UNSOED. Terlihat juga sejumlah spanduk besar yang digunakan sebagai barrier.

    Spanduk-spanduk ini bertuliskan ungkapan kekecewaan mahasiswa pada pemerintahan Jokowi. Tulisan yang ada antara lain:

    “Jokowi Pengkhianat Reformasi”; “Stop Dinasti Politik”; dan “Jokowi Presiden Gagal”.

    Spanduk-spanduk ini pun dipasang di dinding beton pembatas di depan gedung Kemenparekraf.

    “Sudah 10 tahun sejak Jokowi pertama kali menjabat sebagai Presiden, sangat banyak keluar kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat tidak pro terhadap rakyat,” tulis akun Instagram @bem_si yang dikutip Kompas.com.

  • BEM SI Gelar Aksi Tolak PPN 12 Persen: Tantang Pemerintah Tarik Pajak Kekayaan dari Konglomerat

    BEM SI Gelar Aksi Tolak PPN 12 Persen: Tantang Pemerintah Tarik Pajak Kekayaan dari Konglomerat

    7cloud.asia – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).

    Massa BEM SI menolak PPN 12 persen mulai hadir di lokasi sejak pukul 16.12 WIB, mengenakan almamater masing-masing dan membawa bendera bergambar identitas kampus mereka.

    Beberapa di antaranya berasal dari BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), KBM STEI SEBI, dan Politeknik Negeri Media Kreatif.

    Dilansir Kompas.com, selama aksi, massa BEM SI menyanyikan lagu “Buruh Tani” serta lagu perjuangan mahasiswa lainnya. Mereka juga membawa sejumlah poster yang berisi aspirasi dan tuntutan.

    “Utangmu urusanmu. Utang negara ya urusanmu,” bunyi salah satu poster yang bergambarkan siluet menyerupai Menteri Keuangan Sri Mulyani.

    Baca: Presiden bisa terbitkan Perppu untuk batalkan kenaikan PPN 12 persen

    Poster lain bertuliskan “Pajak naik, rakyat tercekik” dan “Agama minta cuma 2,5 persen, negara minta 12 persen. #PPNMemperkuatOligarki” juga terlihat di lokasi.

    Massa dengan almamater berwarna hijau tosca, ungu, biru muda, dan biru dongker ini menyuarakan penolakan mereka terhadap PPN 12 persen. Di lokasi aksi, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta juga turut hadir dan menyuarakan tuntutan serupa.

    Namun, aksi massa dari kedua kelompok ini tidak dapat dilanjutkan ke Istana Merdeka karena Jalan Medan Merdeka Barat telah ditutup sepenuhnya dengan dinding beton pembatas jalan.

    Dalam orasinya, massa mahasiswa BEM SI mendesak pemerintah untuk menarik pajak kekayaan yang menyasar orang-orang kaya.

    Menurut BEM SI, lebih baik pemerintah menarik pajak kekayaan sebesar 2 persen dari orang-orang kaya ketimbang menaikkan PPN 12 persen yang menyasar hingga ke kalangan menengah ke bawah.

     

    Baca: UU HPP berikan ruang diskresi untuk naik/turunkan PPN hingga 5 persen

    “PPN 12 persen cuma beri uang ke Indonesia Rp 50 triliun, yang merasakan rakyat. Pajak ke orang kaya ditarik 2 persen saja bisa dapat Rp 81 triliun,” ucap salah satu orator saat aksi di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat.

    Para mahasiswa mengingatkan, pemerintah sudah menaikkan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen pada 2024. Namun, pemerintah justru kembali menaikkan PPN menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 mendatang.

    Mahasiswa khawatir kenaikan PPN 12 persen dapat mengerek inflasi menjadi di atas 4 persen. “Kenaikan PPN akan menyebabkan inflasi di tahun 2025 sebanyak 4,1 persen, dengan catatan November 2024, inflasi sebanyak 1,55 persen.

    Bayangkan, kawan-kawan, 1,55 persen saja sudah berasa, apalagi 4,1 persen,” kata orator itu.

    Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) pernah mengusulkan pemerintah untuk mengenakan pajak kekayaan bagi orang super kaya di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan negara dari pajak.

    Baca: Penolakan terhadap PPN 12 persen meluas

    Peneliti Celios, Achmad Hanif Imaduddin, mengatakan potensi penerimaan pajak kekayaan sebesar 2 persen dari 50 orang super kaya di RI mencapai Rp 81,51 triliun setiap tahunnya.

    Perhitungan tersebut berdasarkan kekayaan 50 orang terkaya di RI yang datanya diambil dari Forbes. Adapun indikator orang super kaya ialah individu yang memiliki total kekayaan lebih dari 1 juta dollar AS atau setara Rp 15,40 miliar (kurs Rp 15.400).

    “Dari 50 orang terkaya di Indonesia dalam 1 tahun, apabila kekayaannya ini dikenai pajak, kita bisa mendapat sekitar Rp 81 triliun sekian,” ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (12/9/2024).

    Hanif melanjutkan, penerimaan pajak sebesar itu dapat digunakan untuk anggaran program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    “Jadi angka itu, Rp 81 sekian triliun tadi, kalau misal digunakan untuk anggaran lingkungan hidup, itu sudah 8 kali, 8 kali anggaran yang ada di lingkungan hidup,” ucapnya.

  • Aksi Indonesia Gelap Digelar BEM SI Hari Ini, Menuntut Jokowi Diadili

    Aksi Indonesia Gelap Digelar BEM SI Hari Ini, Menuntut Jokowi Diadili

     

    7cloud.asia – Sekitar 5000 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap secara serentak di berbagai daerah pada Senin (17/2/2025).

    “Dari laporan konsolidasi kami kemarin ada lima ribuan lebih akan turun dalam aksi Indonesia Gelap,” kata Koordinator Pusat BEM SI, Herianto seperti dikutip IDN Times, Senin (17/2/2025).

    Demo bertajuk Indonesia Gelap itu digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

    Di Jakarta, aksi “Indonesia Gelap” ini akan dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Wijaya, yang terletak tak jauh dari Istana Negara.

    Setidaknya ada tujuh tuntutan aksi Indonesia Gelap yang digelar BEM SI sepanjang pekan ini, termasuk desakan untuk menangkap dan mengadili mantan Presiden Jokowi.

    Baca: Coretan Adili Jokowi muncul di sejumlah kota

    Berikut tujuh tuntutan aksi Indonesia Gelap yang digelar BEM SI:
    Pertama, mendesak agar Prabowo mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

    Kedua, transparansi status pembangunan.

    Ketiga, transparansi keseluruhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Keempat, tolak Revisi UU Mineral dan Batubara (Minerba).

    Kelima, tolak upaya menghidupkan kembali dwifungsi TNI.

    Keenam, tangkap dan adili Jokowi.

    Ketujuh, sahkan RUU Perampasan aset.

    Baca: Sejumlah Program Strategis Nasional warisan Jokowi akan dievaluasi

    Herianto menjelaskan, BEM SI menilai bahwa situasi bangsa saat ini mengkhawatirkan.

    “Bersama surat ini kami ingin menyerukan rapatkan barisan dan menyampaikan kepada BEM SI mengenai situasi bangsa kita hari ini makin gelap kebijakannya yang hari demi hari makin mencengkam dan menyengsarakan rakyat,” demikian surat instruksi terkait aksi yang dibagikan Herianto.

    BEM SI menegaskan, UUD 45 dan Pancasila harus di implementasikan dengan sebenar-benarnya demi kesejahteraan rakyat Indonesia

    “Oleh karena itu saatnya #AdiliJokowi dan evaluasi total kabinet merah putih yang berada di bawah pimpinannya Prabowo-Gibran,” lanjut surat tersebut.

    Dalam surat itu juga dijelaskan, aksi Indonesia Gelap akan digelar selama beberapa hari di tingkat daerah maupun skala nasional. Rencananya BEM SI menyelenggarakan aksi di daerah pada Senin, 17 Februari 2025, dan Selasa, 18 Februari 2025.

    Lalu, aksi yang terpusat di tingkat nasional rencana digelar pada Rabu, 19 Februari 2025, atau Kamis, 20 Februari 2025.

    Baca: Tipe korupsi yang diduga dilakukan Jokowi

  • BEM SI Serukan Aksi Tolak Pengesahan Revisi UU TNI Hari Ini

    BEM SI Serukan Aksi Tolak Pengesahan Revisi UU TNI Hari Ini

    7cloud.asia – Meski menuai penolakan, DPR rencananya tetap akan mengesahkan revisi Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau UU TNI dalam rapat paripurna pada Kamis (20/3/2025) hari ini.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (18/3/2025) delapan fraksi di Panitia Kerja Komisi I DPR telah sepakat untuk membawa Rancangan UU TNI ke pembahasan tingkat II.

    Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga wakil ketua Panja revisi UU TNI, Dave Laksono memastikan revisi UU TNI akan segera disahkan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis.

    “Ya, hasil rapat kemarin itu sudah diputuskan di tahap I. Jadi RUU TNI sudah rampung, tinggal dibawa ke tahap II untuk disahkan besok,” ujar Dave pada Rabu (19/2/2025) seperti dikutip Kompas.com.

    Merespons rencana pengesahan revisi tersebut oleh DPR pada Kamis (20/3/2025). Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar konsolidasi bertajuk “Supremasi Sipil” pada Rabu (19/3/2025) malam.

    BEM SI mengajak mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil untuk turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap revisi UU TNI.

    Baca: Penolakan terhadap revisi UU TNI meluas

    Dalam pernyataannya yang diunggah di akun Instagram resminya, @bem_si, Rabu (19/3/2025), BEM SI menilai revisi UU TNI yang dinilai berpotensi mengembalikan dwi fungsi dan mencederai demokrasi di Indonesia.

    Disebutkan, dalam draft revisi UU TNI terdapat sejumlah pasal yang bermasalah.

    “Hal ini pada gilirannya justru akan membahayakan masa depan demokrasi, dan mengkhianati amanat rakyat,” tulisanya di postingan tersebut.

    BEM SI kemudian menuliskan bahwa Demo akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB di DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/3/2025).

    “Untuk aksi (besok), kita akan bahas detailnya (Rabu) malam ini dalam konsolidasi,” ujar Koordinator BEM SI, Herianto saat dikonfirmasi, Rabu. Konsolidasi yang akan dibahas malam ini sekaligus untuk menyepakati rencana aksi unjuk rasa pengesahan revisi UU TNI esok hari.

    Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @bem_si, BEM SI menyuarakan keresahan mereka terhadap perluasan fungsi TNI yang dianggap mengancam supremasi sipil.

    Baca: Koalisi Masyarakat Sipil tolak revisi UU TNI

    “Miris melihat bagaimana perluasan fungsi TNI telah disahkan dari yang seharusnya berfokus pada pertahanan negara kini merambah ke ranah sipil,” tulis BEM SI.

    BEM SI memperingatkan bahaya sejarah kelam keterlibatan militer di ranah sipil akan kembali terulang.

    “Sejarah telah menunjukkan bahwa campur tangan militer dalam urusan sipil berisiko mengancam demokrasi dan supremasi sipil. Jangan sampai kita mengulang kesalahan masa lalu. Demokrasi harus dijaga, bukan dikerdilkan,” tegas BEM SI dalam pernyataannya.

    Ketegangan semakin meningkat seiring dengan semakin kerasnya suara penolakan terhadap revisi UU TNI ini.

    Kemarin, sekitar seratusan mahasiswa Universitas Trisaksi menggelar unjuk rasa menolak revisi UU TNI di gerbang belakang Komplek Gedung Parlemen.

    Para mahasiswa sempat memaksa Menteri Hukum Supratman Andi Agtas turun dari mobilnya untuk menemui mereka.

    Baca: Revisi UU TNI membuka ruang bagi kembalinya militerisme 

  • BEM UGM dan BEM Undip Menyatakan Keluar, Begini Tanggapan BEM SI Pusat

    BEM UGM dan BEM Undip Menyatakan Keluar, Begini Tanggapan BEM SI Pusat

    7cloud.asia – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI di Padang, Sumatera Barat, diwarnai gejolak.

    Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) dan BEM Universitas Diponegoro (BEM Undip) resmi menyatakan mundur dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia disingkat BEM SI Kerakyatan.

    Dilansir Tempo.co, keputusan ini diambil menyusul pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BEM SI di Padang, Sumatera Barat, yang dinilai mencederai independensi gerakan mahasiswa.

    BEM UGM: Gerakan Tak Lagi Independen
    Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, menyebut kehadiran tokoh-tokoh politik dan aparat negara dalam Munas BEM SI sebagai alasan utama pengunduran diri mereka.

    “Kami ingin menjaga independensi gerakan,” ujar Tiyo dikutip Tempo, pada Senin, (21/7/2025).

    Dalam pernyataan resminya, BEM UGM menyoroti kehadiran Ketua Umum Partai Perindo, Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Gubernur Sumbar, Kapolda, serta Kepala BIN Daerah Sumatera Barat dalam forum tersebut.

    Mereka juga menyoroti unggahan kebersamaan antara mahasiswa dan pejabat di media sosial sebagai bentuk pamer yang mengikis kredibilitas gerakan mahasiswa.

    “BEM KM UGM not for sale, itu kami sampaikan secara publik sebagai sebuah komitmen. Tidak ada yang bisa membeli atau intervensi BEM KM UGM. Kami digerakkan oleh nurani untuk rakyat Indonesia,” tegas Tiyo.

    Baca: BEM UGM umumkan mosi tidak percaya pada Rektor Ova Emilia

    Menurut Tiyo, momentum tersebut menunjukkan posisi BEM SI yang tidak lagi independen.

    “BEM SI tidak independen dan penuh intrik kepentingan. BEM KM UGM sebagai salah satu inisiator BEM SI ketika tahun 2007 merasa perlu ambil sikap tegas,” kata Tiyo.

    Sehari setelah pengunduran diri UGM, BEM Undip menyusul karena menilai apa yang terjadi di Munas BEM SI kali ini tidak pantas di tengah represi pada mahasiswa

    Ketua BEM Undip Aufa Atha Ariq mengatakan kehadiran pejabat dan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga dari BIN Daerah Sumatera Barat tak pantas di tengah berbagai protes demonstrasi mahasiswa yang mendapatkan represi aparat di berbagai daerah.

    “Tak pantas. Seharusnya bahas eskalasi gerakan mahasiswa dan fokus pada solidaritas bersama,” kata Ariq juga dikutip Tempo.co

    Setelah menggelar musyawarah dengan aliansi BEM Se-Undip, BEM Undip bersikap tidak bergabung dengan Aliansi BEM SI. “Kami enggan menjadi bagian dari kemunduran dan perpecahan gerakan,” katanya.

    Dia mengajak seluruh elemen gerakan mahasiswa di Indonesia untuk berefleksi secara mendalam dengan memegang prinsip menjaga integritas gerakan. Munas itu, kata Ariq seharusnya diisi dengan musyawarah mufakat yang menjunjung tinggi demokrasi.

    Musyawarah Nasional XVIII BEM SI yang digelar di Universitas Dharma Andalas, Padang, pada 13–19 Juli 2025, seharusnya menjadi ruang strategis bagi mahasiswa.

    Baca: BEM SI serukan aksi tolak pengesahan Revisi UU TNI

    Namun, menurut para pihak yang mundur, forum tersebut justru dipenuhi manuver politik internal, perebutan jabatan, dan kericuhan antar peserta yang mengakibatkan beberapa mahasiswa terluka.

    Karangan bunga dari BIN Sumbar yang turut hadir pun menjadi simbol kuat bagi BEM KM UGM dan Undip akan adanya intervensi kekuasaan terhadap gerakan mahasiswa.

    Ketua BEM Universitas Dharma Andalas, Rifaldi, selaku panitia Munas, menjelaskan bahwa kehadiran para pejabat merupakan bagian dari protokoler Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar untuk pembukaan acara.

    Dia menepis tudingan bahwa kehadiran mereka mempengaruhi independensi gerakan. Bahkan, menurutnya, karangan bunga dari BIN dikirim tanpa pemberitahuan dan langsung diturunkan oleh panitia.

    Respons BEM SI Pusat

    Koordinator Media BEM SI Kerakyatan Pasha Fazillah Afap mengatakan pihaknya menghormati keputusan yang diambil oleh beberapa BEM kampus.

    Kendati demikian BEM SI tidak merespons soal protes kehadiran politikus, pejabat daerah, polisi, dan pejabat BIN dalam musyawarah nasional (Munas) di Universitas Dharma Andalas, Padang

    Ia juga menyebut perbedaan dalam merespons sejumlah persoalan merupakan hal yang biasa dalam setiap organisasi gerakan.

    “Kami menghormati keputusan kawan-kawan yang memilih jalan berbeda. Dalam perjuangan mahasiswa, perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah,” kata Pasha dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7/2025).

    Ia mengatakan masuk dan keluarnya anggota dari Aliansi BEM SI bukan hal baru, dan telah terjadi berulang kali sepanjang sejarah aliansi.

    Pasha menyatakan BEM SI Kerakyatan tetap konsisten berdiri bersama rakyat.

    “Kami menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan kerakyatan: meaningful participation, inklusivitas, kesetaraan, dan keberpihakan pada yang tertindas. Nilai ini bukan sekadar jargon, tapi kompas utama dalam setiap sikap dan aksi kami,” ujarnya.

  • BEM SI Gelar Aksi Unjuk Rasa, Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dianggap Gagal

    BEM SI Gelar Aksi Unjuk Rasa, Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dianggap Gagal

    7cloud.asia – Ratusan massa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Senin (20/10/2025).

    Unjuk rasa ini diikuti oleh BEM berbagai kampus, diantaranya BEM Universitas Indonesia (UI), BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), BEM Universitas Islam Negeri (UIN) dan lain-lain serta berbagai elemen masyarakat.

    Mereka membawa 17 tuntutan diantaranya evaluasi proyek MBG yang telah meracuni ribuan anak.

    Unjuk rasa ini sebagai peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dianggap gagal dalam menjalankan pemerintahan.

    Baca: BEM SI dan BEM UI Berunjuk Rasa Buntut Tewasnya Ojol

    Menurut Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, banyak kebijakan-kebijakan yang diambil tidak pro rakyat dan hanya mementingkan kelompok penguasa.

    Dia mencontohkan proyek MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang telah meracuni ribuan anak di seluruh Indonesia, namun pemerintah tetap menjalankan program tersebut.

    “Korban keracunan MBG membuktikan bahwa pelaksanaan program belum berpihak kepada rakyat kecil, tetapi justru menjadi proyek politik,” kata Muzammil.

    Baca: Maraknya Demo di Daerah Akibat Pemusatan Anggaran

    Selain itu, BEM SI juga menyoroti penangkapan dan kriminalisasi aktivis yang terjadi selama satu tahun ini. Menurutnya penangkapan dan kriminalisasi terbesar paska reformasi 1998.

    Selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah telah menangkap 5.444 orang, 46 orang hilang dan 664 orang dijadikan tersangka. “Tindakan represif seperti ini terhadap rakyat merupakan kemunduran demokrasi,” katanya.

    Mereka juga menuntut penghapusan hak istimewa dan potong gaji pejabat negara, perwira tinggi, pejabat lembaga negara non kementerian, komisaris dan direktur BUMN hingga setara dengan upah buruh rata-rata.

    Tewasnya Demonstran, Bukti Kegagalan Negara Melindungi RakyatnyaBaca:

    Hal ini perlu dilakukan untuk biaya pendidikan gratis, kesehatan gratis, subsidi rakyat untuk kesejahteraan rakyat.

    Tuntutan lainnya adalah cabut UU TNI dan mengembalikan militer ke barak. Selama satu tahun ini, militer mengambil peran sipil dalam berbagai bidang. Seperti proyek MBG yang banyak melibatkan militer, pejabat negara yang banyak diisi oleh anggota militer aktif.

    Aksi ini sempat diwarnai dorong mendorong antara massa dan aparat kepolisian. Namun, setelah diberi peringatan pada pukul 18.00, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.