Tag: blok m

  • Festival Lintas Melawai, Mengenang Keramaian Melawai dan Blok M Era 90an

    Festival Lintas Melawai, Mengenang Keramaian Melawai dan Blok M Era 90an

    7cloud.asia – Melawai dan Blok M pernah menjadi lokasi yang sangat hype bagi anak muda di Jakarta pada era 1980-an dan 1990-an.

    Melawai yang berada di seputaran Blok M Jakarta Selatan tersebut pernah jadi pusat nongkrong anak muda Jakarta pada era itu. Melawai saat itu tenar disebut sebagai ‘tempat ngeceng’ yang seru.

    Kondisi ini tidak lepas dari lokasi Melawai dan Blok M yang mudah dicapai atau dekat dengan sejumlah sekolah favorit di Jakarta, yakni SMAN 6 Bulungan, SMAN 70 ataupun SMAN 28 di Tebet.

    Di Melawai dan Blok M ini juga dulu menjadi lokasi dibangunnya sejumlah pusat perbelanjaan awal di Jakarta seperti Aldiron, Pasar Blok M ataupun Mal Blok M.

    Baca: Sejarah Jakarta dari Jayakarta menjadi Batavia lalu menjadi Jakarta

    Namun, aura Melawai dan Blok M sebagai tempat ngeceng di tahun 1980an hingga 1990an kini memudar, dan tergusur oleh kegiatan komersial di kawasan tersebut.

    Blok M dan Melawai kini telah berubah menjadi kawasan perdagangan yang sibuk. Di kawasan ini telah berdiri sejumlah pusat perdagangan seperti Pasaraya, Blok M Square, ataupun Pasar Blok M. 

    Lantas ke mana perginya anak muda Jakarta sekarang? Ada banyak sekali tempat nongkrong kekinian yang lebih menarik minat mereka.   

    Nah, untuk mengenang kembali kejayaan Melawai digelar event Festival Lintas Melawai pada 28-30 Juli 2023. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Festival Lintas Melawai digagas oleh Helmy Yahya dan Denny Malik, yang juga menjadi anak muda di masanya yang pernah menikmati gegap gempita kawasan Blok M sebagai tempat nongkrong anak muda masa itu.

    “Saya berhutang pada Blok M yang membawa saya jadi pelaku industri kreatif, tanpa Blok M saya mungkin jadi akuntan atau PNS. Sekarang, kita mencoba mengajak untuk memulai lagi tradisi mejeng di Blok M lewat acara ini,” ujar Helmy Yahya, Sabtu, 29 Juli 2023.

    Helmy Yahya mengaku tidak menyangka Festival Lintas Melawai mendapat sambutan yang gegap gempita dari warga Jakarta. Sejumlah komunitas maupun pelaku ekonomi kreatif dalam acara yang berlangsung selama tig ahari tersebut.

    “Kita ingin kembalikan lagi ke era 1980an dan 1990an yang jadi puncak kejayaan budaya pop Indonesia,” kata dia.

     

    Baca: LRT siap dioperasikan, segini kisaran tarifnya

    Ruangkota.com berkesempatan mengunjungi Festival Lintas Melawai pada Minggu (30/7/2023) atau hari terakhir gelaran Festival Lintas Melawai ini.

    Saat tiba di lokasi yang terletak tak jauh dari Terminal Blok M, suasana retro sangat terasa di pintu masuknya.

    Meski tak digelar tepat di Lintas Melawai, Festival Melawai sukses mengajak pengunjung bernostalgia ke ambience retro kawasan Blok M era 1980an dan 1990an. 

    Sejumlah perangkat era 80an seperti tape deck, pesawat televisi tabung, pesawat telepon bergagang, mesin ketik jadul, radio transistor, buku kenangan, buku harian dan sejenisnya langsung tersaji di depan mata.

    Tak ketinggalan ikon Blok M yang pernah digandrungi anak muda masa itu seperti sepeda BMX, box telepon umum dan sebagainya. Namun, sayangnya bus tingkat yang dulu juga menjadi ikon transportasi di Jakarta saat itu tidak dihadirkan di lokasi. 

    Baca: Jakarta kini miliki peta bersepeda 

    Ada juga kegiatan parade yang akan diramaikan komunitas otomotif mobil Go90s, Klasik Retro, motor klasik seperti Campursari Vespa, 2stroke, sepeda OSBMX, Sepatu Roda Skate Lovers, dan komunitas All Line Dance maupun komunitas Photography Saljudilangit.

    Untuk kuliner, hadir kuliner Gule Tikungan alias Gultik hingga Roti Bakar Eddy yang kini melegenda dan punya cabang di mana-mana.

    Kepada ruangkota, sejumlah pengunjung mengungkapkan Festival Melawai sukses menghadirkan nostalgia era 1980an dan 1990an. 

    Bagaimana Blok M dan Melawai mengenalkan banyak hal baru saat itu, seperti eskalator, telepon umum ataupun bus tingkat. 

    Irawan, alumni SMAN 6 Bulungan mengatakan, lewat event ini dia bisa mengenang saat muda dulu. Anggota Sixerhood (sebutan untuk almuni SMAN 6 Jakarta, red) tahun 1983 itu mengatakan, Blok M dan Lintas Melawai sudah sangat berubah. 

    “Kita nggak bisa lagi nongkrong-nongkrong santai seperti dulu, karena sudah padat dengan bangunan,” ujarnya.

    Baca: Pengembangan kawasan TOD di Jakarta

     

  • Bak Kota Mati, Begini Kondisi Mal Blok M Sekarang

    Bak Kota Mati, Begini Kondisi Mal Blok M Sekarang

    7cloud.asia – Siapa yang tak mengenal Mal Blok M? Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan ini dahulu sempat berjaya dan selalu dipadati pengunjung.

    Kini Mal Blok M yang merupakan salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan itu bak kota mati.

    Tak ada lagi pedagang yang menawarkan dagangannya kepada pengunjung dengan pengeras suara. Tak ada lagi dentuman musik keras untuk menghibur para pengunjung Mal Blok Mal.

    Tak ada pula sales yang membagikan lembaran kertas promosi kepada para pengunjung yang berlalu lalang. Tak ada pula gemerlap lampu warna warni yang menghiasi Mal Blok M.

    Yang ada kini hanya beberapa orang saja berjalan dalam lorong sepi mal tersebut. Jumlahnya pun tak seberapa, dapat dihitung dengan jari.

    Baca: Membangun Jakarta menjadi kota yang lebih layak huni

    Sementara sebagian besar kios tampak tertutup rapat. Beberapa diantaranya ditempel selembar kertas yang tertulis: “Disewakan” atau “Dijual”.

    Kondisi ini tentu saja sangat kontras jika dibandingkan dengan 10 atau 8 tahun yang lalu. Di mana saat itu Mal Blok M bagaikan magnet bagi warga ibukota untuk berbelanja atau sekadar jalan-jalan.

    Apalagi saat tahun baru, liburan sekolah atau jelang lebaran. Situasi mal sangat padat dan rawan aksi pencopetan serta anak hilang.

    Para pembeli tampak sibuk memilih pakaian, sepatu yang saat itu sedang menjadi tren. Hampir semua kios menawarkan diskon untuk menarik minat pembeli.

    Jika pengunjung lelah, berbagai jenis makanan dan minuman tersedia dengan harga yang terjangkau.

    Baca:Hari kota sedunia, mencari cara membangun kota yang berkelanjutan

    Belum lagi arena bermain anak yang menawarkan berbagai jenis permainan. Seperti perosotan, mandi bola, skuter, permainan adu ketangkasan dan lain-lain.

    Kini situasi tersebut tinggallah kenangan yang entah dapat terulang kembali atau tidak, tergantung kepada kebijakan pemerintah, pengelola dan pedagang.

    Harapan untuk kembali seperti dulu memang tak mudah.Terlebih dengan maraknya toko online yang menjamur saat ini dengan menawarkan harga murah.

    Seperti yang diakui oleh Sandi, pedagang aksesoris ponsel yang masih bertahan. Selama hampir 20 tahun berdagang di Blok M baru beberapa tahun terakhir ini ia merasakan sepi pembeli.

    Omset yang ia peroleh maksimal hanya Rp 500 ribu sehari. “Nggak tentu sih mbak. Beberapa kali malah hanya dapat 100 ribu,” kata Sandi saat ditemui 7cloud.asia beberapa waktu lalu.

    Baca: Inilah 5 kota nyaman dikunjungi dan ditinggali di indonesia

    Kondisi ini ia rasakan sejak pandemi Covid19 melanda Indonesia tahun 2019. Padahal dahulu, sebelum pandemi Covid19, Sandi bisa memperoleh omset hingga Rp 2 juta per hari.

    “Kalau rata-rata selalu diatas Rp 1 juta, mbak. Dapat Rp 2 juta itu biasanya pas mau lebaran atau natal tuh,” jelasnya.

    Selanjutnya Sandi menjelaskan kondisi Mal Blok M sebenarnya sudah mulai sepi sebelum pandemi Covid19 melanda Indonesia, sekitar tahun 2017.

    Kemudian pandemi Covid19 yang membatasi orang untuk keluar rumah, membuat para pedagang yang terpaksa gulung tikar serta menutup kios mereka.

    Sulitnya kondisi ekonomi saat itu memaksa para pedagang untuk menyewakan bahkan menjual kiosnya.

    “Benar-benar parahnya ya pas Covid19. Beberapa kali malah nggak ada yang beli,” ungkap Sandi.

    Baca: Hari kota sedunia, memotret mimpi warga marginal kota

    Pasca pandemi Covid19, kondisi tak kunjung membaik. Menjamurnya toko online serta kebiasaan baru pembeli untuk belanja segala kebutuhan secara online membuat para pedagang Mal Blok M sulit bangkit.

    “Kan pandemi nggak bisa kemana-mana tuh. Jadi banyak (orang) yang belanja online. Sampe sekarang juga masih belanja online. Ya kami tentu saja sulit bersaing,” keluhnya

    Kondisi ini diperparah dengan adanya penataan transportasi yang menghilangkan bis metromini dan kopaja.

    Sebagai mal yang letaknya di bawah terminal Blok M ini, kerap menjadi tempat tongkrongan para calon penumpang.

    “Dulu (sebelum ditata) calon penumpang transitnya disini, ngumpulnya disini. Meski banyak yang lihat-lihat aja tapi ada juga yang beli. Kalau sekarang boro-boro mau beli. Yang lihat pun juga jarang,” jelas Sandi sambil tersenyum getir.

    Baca: 

    Namun, laki-laki berusia 46 tahun ini masih merasa beruntung karena bisa bertahan hingga kini.

    Kios sederhana yang ia miliki dan ia jaga sendiri itu menjadi saksi bisu masa jaya-nya Mal Blok M.  

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Taman di Sekitaran Blok M Jakarta yang Seru Buat Hang Out

    Taman di Sekitaran Blok M Jakarta yang Seru Buat Hang Out

    7cloud.asia – Ada sejumlah taman di sekitar Blok M Jakarta Selatan yang dapat dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya saat libur akhir pekan.

    Salah satu lokasi wisata gratis yang dapat dinikmati di Jakarta Selatan adalah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu atau yang biasa disebut Taman Literasi Blok M.

    Sesuai dengan namanya, taman ini terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan yang berada tepat di seberang pusat perbelanjaan legendaris yaitu Plaza Blok M.

    Sejak dahulu, kawasan Blok M ini memang dikenal sebagai tempat perbelanjaan, hiburan, dan kuliner yang seru buat hang out.

    Diresmikan pada September 2022, Taman Literasi Blok M kini menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi, budaya, dan ekonomi kreatif.

    Taman Literasi Blok M tak hanya menghadirkan kesejukan di tengah kesibukan lalu lintas dan polusi Jakarta, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas inklusif seperti Ruang Baca, Plaza Bunga, Plaza Anak, dan lainnya.

    Baca Juga: Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Tempat Nongkrong Favorit Warga Jakarta

    Selain itu, taman ini menyediakan area kuliner dengan berbagai pilihan makanan serta beberapa spot yang menarik untuk dijadikan tempat berfoto.

    Adapun masyarakat yang berkunjung ke Taman Literasi Blok M menggunakan kendaraan pribadi, dapat memarkirkan kendaraannya di Plaza Blok M atau Mal Blok M.

    Sementara itu, bagi yang menggunakan transportasi publik dapat memanfaatkan bus Transjakarta dengan tujuan Blok M, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dengan tujuan stasiun Blok M, atau memanfaatkan jasa ojek online maupun taksi online.

    Berjarak sekitar 500 meter atau berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari Taman Literasi Blok M, terdapat dua taman dengan lokasi yang berdekatan yaitu Taman Ayodia Barito dan Taman Langsat.

    Taman Ayodia Barito yang diresmikan oleh Gubernur Fauzi Bowo pada Maret 2009 silam, merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan warga Jakarta untuk sekadar beristirahat atau berolahraga ringan.

    Taman ini memiliki kolam besar di bagian tengah, dikelilingi pohon-pohon besar serta tempat duduk yang dibangun bertingkat menyerupai amphiteater.

    Baca Juga: Jakarta Akan Bangun 10 Taman dan Ruang Terbuka Hijau di 2024

    Waktu terbaik untuk mengunjungi taman ini adalah pada pagi dan sore hari, ketika matahari tidak terlalu panas dan udara masih segar.

    Setelah pukul 17.00 WIB pedagang kuliner kaki lima mulai membuka lapak di sekitar taman.

    Kemudian, Taman Langsat juga bisa menjadi pilihan ruang terbuka yang layak dikunjungi untuk sekadar bersantai, berolahraga, dan menikmati udara segar.

    Di taman ini terdapat pepohonan dan rumput yang ditata rapi sehingga terasa asri. Di bagian lain, terdapat beberapa bangunan terbuka seperti gazebo yang dapat digunakan untuk duduk lesehan.

    Bagi yang membawa anak-anak, Taman Langsat menyediakan lokasi bermain (playground) yang dapat dimanfaatkan secara gratis.

    Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dapat berkunjung ke tiga taman ini tanpa dipungut biaya.

    Sumber:Antaranews.com

     

  • Blok M Akan Dijadikan Pusat Ekonomi Baru di Ibu Kota, Seperti Ini Rencananya

    Blok M Akan Dijadikan Pusat Ekonomi Baru di Ibu Kota, Seperti Ini Rencananya

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ingin menjadikan Blok M sebagai salah satu hub utama dan pusat ekonomi baru di ibu kota. Langkah pertama yang dilakukan adalah penataan trotoar.

    Hal itu diungkapkan Pramono Anung saat meninjau pembangunan trotoar serta saluran di Jalan Palatehan, Blok M ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025).

    “Ini adalah tempat yang secara khusus akan kita lakukan perbaikan, pembenahan. Kita mulai dari pedestriannya. Kemudian nanti betul-betul Blok M akan kita fungsikan sebagai salah satu hub utama di Jakarta,” ujar Pramono di lokasi peninjauan.

    Penataan trotoar di kawasan Blok M dilakukan sepanjang 1,3 kilometer meliputi Jl Palatehan, Jl Palatehan I, Jl Raden Patah, dan Jl Raden Patah I.

    Penataan ini dilakukan mengingat adanya peningkatan kepadatan lalu lintas di sekitar Blok M pasca-pembukaan dua jalur baru Transjabodetabek, yakni Alam Sutera-Blok M dan PIK 2-Blok M.

    Baca: Taman di sekitar Blok M yang asyik untuk nongkrong

    Saat ini Transjabodetabek rute Alam Sutera-Blok M telah melayani 4.000 hingga 4.500 penumpang setiap hari.

    Sedangkan trayek baru Transjabodetabek PIK-Blok M ditargetkan akan menjadi rute primadona, mengingat pada akhir April terdapat 1,4 juta kunjungan ke PIK.

    “Maka Blok M akan menjadi hub yang semakin ramai. Maka dari itu kami akan menata Blok M secara komprehensif,” kata Pramono.

    Selain itu, lanjut Pramono, Transjakarta dan MRT juga akan menyelesaikan pengembangan di area tanggung jawabnya di Blok M.

    Penataan trotoar ini juga dilakukan untuk mengintegrasikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan Blok M.

    Baca: Ada apa saja di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Pramono menegaskan, pengerjaan penataan trotoar dilakukan dengan memprioritaskan penyediaan fasilitas dan akses yang ramah bagi disabilitas. Pramono berharap, penataan trotoar di kawasan Blok M bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

    “Mudah-mudahan ini akan membawa dampak yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jakarta secara keseluruhan,” ucapnya.

    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo menyampaikan, penataan dilakukan dengan menyambungkan pedestrian sepanjang 1,3 kilometer.

    Pada tahap awal, penataan dilakukan di area Palatehan, Palatehan I, Raden Patah, dan Raden Patah I. Penataan pedestrian ini ditargetkan rampung pada Oktober mendatang,

    Heru menambahkan, untuk selanjutnya akan ada lokasi-lokasi lain yang sedang dipersiapkan untuk melanjutkan kegiatan menata trotoar.

    “Seperti di Saharjo yang mengarah ke Minangkabau, di Abdullah Syafei, dan juga di Simpang Fatmawati,” tandas Heru.

    Baca: Kawasan Kebayoran Lama akan ditataulang

  • Blok M Hub Resmi Beroperasi 24 Jam

    Blok M Hub Resmi Beroperasi 24 Jam

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi membuka kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan selama 24 jam sekaligus mencangankan HUT DKI Jakarta ke-498 bertemakan “Jakarta Kota Global dan Berbudaya”.

    Blok M Hub merupakan nama baru Blok M yang mulai direvitalisasi. Blok M Hub diproyeksikan menjadi hub atau penghubung transportasi dan fasilitas umum di area tersebut.   

    “Kami betul-betul ingin membuat Blok M Hub ini menjadi hub yang hidup 24 jam. Taman Literasi ini termasuk yang dibuka 24 jam,” kata Pramono Anung dalam sambutannya di Taman Literasi Martha Tiahahu pada Sabtu (24/05/2025).

    Baca: Blok M akan menjadi pusat ekonomi baru ibukota

    Dengan dibuka selama 24 jam, Pramono berharap kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas baru. Bagi masyarakat yang jauh dari wilayah Blok M Hub, kini tak perlu khawatir untuk datang ke kawasan ini.

    Pemprov DKI telah meluncurkan trayek baru Transjabodetabek yakni rute PIK 2-Blok M dan Alam Sutera-Blok M. Selanjutnya, Pemprov juga akan membuka dua trayek Transjabodetabek lainnya dari daerah penyangga menuju Blok M.

    Menurutnya, Blok M Hub ini nantinya bisa menjadi masa depan Jakarta, mengingat infrastruktur yang telah terbangun cukup baik.

    Selain itu melalui revitalisasi, lanjut Pramono, pemprov DKI Jakarta akan menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

    Baca: Rute baru PIK-Blok M akan diluncurkan

    Pihaknya akan membangun pedestrian yang ramah disabilitas sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan seluruh area di Blok M.

    Sementara itu, Nurul, salah seorang warga Kedoya, Jakarta Barat yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik pembukaan Blok M Hub ini.

    Menurutnya hal ini cukup membantu warga untuk mendapatkan hiburan gratis bersama keluarga. “Lumayan, bagus. Bisa ajak anak-anak juga main kesini kalau libur. Jadi murah meriah,” katanya ketika ditemui Ruangkota.com

  • Sudinhub Jaksel Tindak Tegas Parkir Liar di Kawasan Blok M

    Sudinhub Jaksel Tindak Tegas Parkir Liar di Kawasan Blok M

    7cloud.asia – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan penindakan tegas belasan kendaraan roda dua yang parkir liar di kawasan Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru.

    Pengendali Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Ebenezer Lumban Tobing mengatakan, belasan kendaraan tersebut dilakukan angkut jaring dilakukan dari Jalan Panglima Polim, Kramat Pela atau tepat di seberang Taman Literasi Marta Christina Tiahahu.

    “Di lokasi tersebut sudah rutin kita lakukan penertiban, namun mereka yang didominasi ojek online selalu membandel kembali lagi parkir di lokasi tersebut atau tepat di bawah Stasiun MRT Blok M BCA,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).

    Ebenezer menjelaskan, selama operasi angkut jaring atau derek di kawasan Blok M tersebut dikerahkan sebanyak 36 personel gabungan dari unsur Suku Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

    Ebenezer menuturkan, dalam operasi angkut jaring yang berhasil menjangkau 15 kendaraan roda dua tersebut, seluruh kendaraan dibawa menggunakan truk ke kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan

    Baca: Blok M akan dijadikan pusat ekonomi baru di Ibu Kota

    Selanjutnya kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan ini akan diberikan sanksi BAP Tilang pihak Kepolisian.

    “Operasi ini akan terus kita lakukan. Maka itu, kami tegaskan jangan melanggar aturan dengan parkir liar karena selain mengganggu pejalan kaki, parkir liar menimbulkan kemacetan, dan kesemrawutan wilayah,” ungkapnya.

    Seorang warga, Abdurahman (47) mengapresiasi upaya petugas menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari kemacetan dengan sering melakukan operasi parkir liar, khususnya di kawasan Blok M.

    “Hampir setiap hari saya lihat petugas ini selalu rutin keliling kawasan Blok M. Orang-orangnya saja yang memang susah tertib, jadi ada parkir liar terus,” tandasnya.

    Sebelumnya Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Oktavianus Pasaribu menyatakan akan mengoptimalkan pencegahan parkir liar di kawasan Blok M, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru.

    Baca: Ada apa saja di taman literasi Martha Christina Tiahahu

    Bernad menambahkan, monitoring terkait parkir liar dilakukan guna menjaga kondusivitas wilayah dan menjaga hak khususnya para pejalan kaki dalam penggunaan fasilitas umum.

    “Kami lakukan patroli secara mobile dengan berkolaborasi bersama unsur terkait seperti UP Parkir dan Tim Lintas Jaya TNI maupun Polri, terutama saat sore hari,” ujarnya, Senin (26/5/2025).

    Bernad menjelaskan, selain delapan personel untuk melakukan monitoring, pihaknya juga mengerahkan mobil derek untuk melakukan penindakan jika ada temuan parkir liar kendaraan.

    “Mudah-mudahan dengan kegiatan pengawasan dan penindakan yang kita lakukan kesadaran para pengguna kendaraan semakin meningkat untuk taat aturan,” harapnya.

    Ia menambahkan, terkait pemasangan closed circuit television (CCTV) di kawasan Blok M, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan berkoordinasi bersama unsur terkait.

    “Segera kita lakukan pemasangan CCTV sesuai arahan pimpinan,” ungkapnya.

    Baca: Blok M Hub resmi beroperasi 24 jam

  • Wajah Baru Kawasan Blok M Setelah Direvitalisasi Menjadi Blok M Hub

    Wajah Baru Kawasan Blok M Setelah Direvitalisasi Menjadi Blok M Hub

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung akan menjadikan kawasan Blok M di Jakarta Selatan menjadi sebagai salah satu hub utama dan pusat ekonomi baru di ibu kota.

    Langkah pertama yang dilakukan adalah penataan trotoar di kawasan Blok M dilakukan sepanjang 1,3 kilometer meliputi Jl Palatehan, Jl Palatehan I, Jl Raden Patah, dan Jl Raden Patah I.

    Penataan trotoar ini juga dilakukan untuk mengintegrasikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan Blok M.

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga telah menambah membukaan sejumlah jalur baru Transjabodetabek, yakni Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M dan Bogor-Blok M.

    Selain Pemprov DKI Jakarta, Transjakarta dan MRT juga akan menyelesaikan pengembangan di area tanggung jawabnya di Blok M.

    Pramono mengatakan penataan Blok M dipersiapkan untuk jangka panjang, termasuk penataan tiga taman utama di sekitarnya yaitu Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser.

    “Maka Blok M akan menjadi hub yang semakin ramai. Maka dari itu kami akan menata Blok M secara komprehensif,” kata Pramono Anung beberapa waktu lalu.

    Dalam Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamangaraja, kawasan tersebut akan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ditetapkan luas kawasan mencapai sekitar 113 hektare.

    Baca: Blok M akan dijadikan pusat ekonomi baru di Ibu Kota

    Adapun batas wilayah mencakup sisi utara hingga Kelurahan Gunung dan Kelurahan Selong, sisi barat hingga Kelurahan Kramat Pela dan Kelurahan Gunung, sisi timur berbatasan dengan Kelurahan Selong dan Kelurahan Melawai, dan sisi selatan Kelurahan Melawai dan Kelurahan Kramat Pela.

    Pengembangan kawasan hingga 700 meter dari Stasiun Blok M BCA dan ASEAN ini akan menghasilkan area pengembangan campuran hingga 470.000 meter persegi.

    Fungsi campuran ini akan meningkatkan pengembangan area produktif di Blok M sehingga memberikan nilai investasi dan ekonomi yang lebih tinggi daripada bangunan fungsi tunggal.

    Kawasan ramai oleh aktivitas dan geliat masyarakat ini nantinya akan menyediakan 1,2 juta meter persegi area pengembangan yang dapat digunakan untuk beraktivitas luar ruang.

    Hal ini dapat tercipta melalui pengurangan area parkir yang digunakan sebagai area pengembangan bangunan yang lebih efisien.

    Selain itu, pengembangan kawasan juga akan menyediakan hingga 4 hektare taman dan ruang terbuka dalam bentuk taman, plaza, dan ruang terbuka publik baru yang akan mengubah identitas Blok M.

    Penataan kawasan juga akan memberikan ruang-ruang bagi komunitas untuk beraktivitas sosial, terutama dengan adanya tiga titik transit dan alih moda transportasi, yaitu halte CSW, terminal Blok M, dan stasiun MRT Jakarta.

    Titik-titik perpindahan dibuat berdekatan dan dapat diakses dengan mudah oleh pejalan kaki.

    Baca: Taman di sekitaran Blok M yang seru untuk nongkrong

    Dari pantauan 7cloud.asia, penataan kawasan Blok M belum sepenuhnya rampung dan keramaian di Blok M memang belum menyamai kondisi di masa lalu. Aktivitas pengunjung di underground terminal Blok M masih sepi.

    Tetapi Langkah yang dilakukan Pramono Anung ini secara perlahan mampu membuat aktivitas di Terminal Blok M yang beberapa tahun terakhir sempat meredup mulai menggeliat.

    Dibukanya sejumlah jalur baru membuat Terminal Blok M kembali berderap. Lobby terminal yang beberapa waktu lalu terasa lengang kini mulai terisi sejumlah pedagang.

    Pun demikian kawasan Melawai yang juga mulai kembali berdetak, meski Blok M Hub Kuliner yang disediakan untuk UMKM lebih banyak diisi tenda-tenda kosong. Sementara kios yang buka juga masih sepi pembeli.

    Meski mengaku belum tahu tentang rencana pengembangan Blok M menjadi hub baru, Asep, pedagang minuman menyambut positif rencana ini.

    “Kalau dihidupkan lagi tentu senang. Karena dengan adanya keramaian pasti ada lebih banyak calon pembeli,” ujarnya kepada 7cloud.asia.

    Hal senada diungkapkan oleh Niken, warga Serpong yang harus sering bolak-balik ke kawasan Blok M. Kepada ruangkotacom, dia mengungkapkan bahwa Terminal Blok M sekarang mulai hidup lagi.

    “Mulai meningkat kegiatannya setelah sempat mati suri bahkan pernah jadi tempat parkir,” ujarnya.

    Blok M memang belum sepenuhnya pulih seperti di masa lalu, saat menjadi pilihan anak muda Jakarta. Mayoritas pengunjung yang terpantau adalah pekerja atau mereka yang sedang transit menuju tujuan selanjutnya.

    Mereka yang nongkrong pun didominasi orang tua yang sepertinya sedang mengenang masa lalunya. Tetapi revitalisasi kawasan Blok M tetap membawa angin segar.

    Namun untuk benar-benar menjadi hub yang nyaman dan fungsional bagi warganya, masih banyak pekerjaan rumah yang diselesaikan. Penataan kawasan, gelaran kegiatan juga perawatan kebersihan adalah beberapa di antaranya.

     

  • Pelaku UMKM di Blok M Keluhkan Tingginya Sewa Kios, Begini Respon Pramono Anung

    Pelaku UMKM di Blok M Keluhkan Tingginya Sewa Kios, Begini Respon Pramono Anung

    7cloud.asia – Para pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjalankan usahanya di Blok M mengeluhkan kenaikan tarif sewa kios yang dinilai memberatkan.

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan batas bawah dan batas atas tarif sewa kios di Blok M antara Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan, ditambah biaya service charge dan jaminan satu bulan sewa.

    Pasca revitalisasi kawasan Blok M yang diproyeksikan menjadi hub baru di Jakarta dikelola PT MRT Jakarta, yang menggandeng Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai (Kopema) sebagai mitra dalam pengelolaannya.

    Dilansir tirto.id, penasihat Kopema, Mumu Mujtahid mengatakan, pihaknya sudah membayar kewajiban awal ke MRT sebesar Rp259 juta sebagai bentuk komitmen. Lantas pihak Kopema yang menarik sewa kios kepada para pedagang.

    Namun, dalam perkembangannya para pedagang menilai tagihan yang harus dibayar terlalu tinggi sehingga sebagian dari mereka angkat kaki.

    Baca: Wajah baru kawasan Blok M setelah direvitalisasi

    Sengkarut sewa kios di Blok M ini mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang langsung meninjau ke lokasi pada Rabu (3/9/2025).

    Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan keberpihakannya kepada para pelaku UMKM agar dapat menjalankan usahanya dengan baik. Kondisi ekonomi di Blok M yang terus mengalami peningkatan ini dinilainya perlu terus dipertahankan.

    “Karena bagi saya pribadi untuk UMKM itu menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik. Dan ini kan ekonomi sedang mengeliat, di Blok M sedang baik,” ujarnya dikutip beritajakarta.id

    “Ketika beberapa kios yang ditutup karena mereka ditagih iuran yang terlalu mahal, saya sudah mengecek secara langsung, diskusi dengan Pak Dirut MRT, bahwa memang betul terjadi,” ujar Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, Pramono telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat untuk mengalihkan para pelaku UMKM ke area lain yang dikelola langsung oleh MRT.

    Baca: Blok M Hub resmi beroperasi 24 jam

    “Saya juga sudah berdiskusi dengan Pak Dirut MRT, karena tempat ini dikelola sepenuhnya oleh MRT, maka tempat ini akan digunakan untuk memindahkan bagi siapapun para pedagang yang mau menggunakan tempat ini,” jelasnya.

    Pramono menyebut, PT MRT Jakarta akan memberikan sewa gratis selama dua bulan kepada para pelaku UMKM yang akan menempati tempat yang sudah disediakan tersebut.

    Pramono berharap tempat tersebut bisa menjadi lokasi terbaik bagi pelaku UMKM karena memiliki fasilitas yang lebih baik dan tertata, seperti adanya pendingin ruangan (AC) dan lingkungan yang lebih bersih.

    “Nanti selama dua bulan, kami berikan kebebasan, free, gratis, supaya mereka mau pindah ke tempat ini,” kata Pramono.

    Selain itu, Pramono juga meminta kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan salah satu koperasi agar dihentikan jika tidak mematuhi kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

    Baca: Blok M Hub diproyeksikan jadi pusat ekonomi baru

    Permasalahan kenaikan tarif sewa ini, kata Pramono, bukan berasal dari PT MRT Jakarta, melainkan dari pihak koperasi.

    “Saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi apapun namanya itu, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja,” jelas Pramono.

    Sementara untuk tarif sewa kios di tempat baru, nantinya akan diatur lebih lanjut sesuai dengan kesepakatan antara para pedagang dengan PT MRT Jakarta.

    Pramono berharap langkah ini bisa menjadi solusi bagi para pelaku UMKM di Blok M yang terdampak kenaikan tarif sewa kios, mengingat Blok M kini menjadi salah satu hub baru di Jakarta dan menjadi daya tarik bagi masyarakat.

    Selain itu, ia juga berpesan agar pengelola dan pelaku UMKM menjaga kondusifitas, kenyamanan, dan keamanan di kawasan Blok M.

    Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat menjelaskan, kenaikan tarif sewa kios oleh pihak koperasi baru terjadi dalam satu bulan terakhir. Menurutnya, besaran tarif sewa kios sebelumnya masih sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.

    “(Kenaikan tarif) ini tiba-tiba karena dalam satu bulan terakhir baru ditagihkan. Yang sebelumnya itu sesuai dengan kesepakatan,” tandas Tuhiyat.

  • Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Sewa Kios di Blok M Hub Selama Dua Bulan

    Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Sewa Kios di Blok M Hub Selama Dua Bulan

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengambil tindakan cepat dan tegas untuk menyelesaikan polemik harga sewa kios yang melambung tinggi. Gubernur Pramono ini.

    Ia memutuskan menghentikan kerja sama antara pedagang dengan koperasi. Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi langsung dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, serta mendengarkan keluhan dari pedagang.

    “Dengan demikian, pertama, saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja,” tegas Gubernur Pramono, di Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/9/2025).

    Pramono Anung juga menggratiskan biaya sewa selama dua bulan bagi pedagang yang mau membuka usaha di kawasan Blok M Hub.

    Baca: Pelaku UMKM di Blok M keluhkan tingginya sewa kios

    Namun, ia berpesan agar para pedagang tetap menjaga lingkungan usaha yang kondusif serta mengutamakan kenyamanan dan keamanan di kawasan Blok M Hub.

    Untuk selanjutnya, pengelolaan Blok M Hub sepenuhnya dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda).

    “Kalau mereka mau menggunakan tempat ini (Blok M Hub), maka nanti selama dua bulan, kami berikan kebebasan, free, gratis, supaya mereka mau pindah ke tempat ini. Tempat ini jauh lebih bagus sebenarnya, lebih nyaman, ada AC-nya, dan fasilitasnya juga bagus,” ungkapnya.

    Gubernur Pramono berharap, apa yang menjadi keresahan para pedagang bisa teratasi dengan baik. Mengingat, kawasan Blok M Hub kini menjadi salah satu tempat usaha ikonik yang digandrungi masyarakat lintas generasi.

    Baca: Wajah baru kawasan Blok M setelah direvitalisasi

    “Karena saya tahu, Blok M ini sekarang menjadi hub baru bagi Jakarta. Saya tidak mau ini berkepanjangan. Ini harus segera diselesaikan,” tutupnya.

    PT MRT Jakarta (Perseroda) telah melakukan sejumlah audiensi dengan pihak koperasi, baik di tingkat Wali Kota, dua Fraksi DPRD, serta Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD), disepakati mengenakan biaya sewa UMKM sebesar Rp300.000 per kios.

    Jika kios tersebut disewakan kembali, maka akan dikenakan biaya sewa ulang sebesar Rp1,5 juta.

    Namun, seiring berjalan waktu, terdapat kenaikan harga sewa dari pihak koperasi, yang menyebabkan keresahan dari para pedagang.

    Kemudian, PT MRT Jakarta (Perseroda) memberikan solusi, para pedagang dapat pindah dari Plaza 2 yang dikelola oleh koperasi ke lokasi yang dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), yaitu di lorong B1, dengan keringanan biaya sewa.